Begini lho Perkembangan Bayi 9 Bulan dalam Kandungan

perkembangan bayi 9 bulan

Bulan ke-9 merupakan periode akhir dari masa mengandung. Bunda yang usia kandungannya mencapai 9 bulan tentu sudah mulai harap-harap cemas menantikan kehadiran sang bayi. Segala persiapan dilakukan dengan baik demi menyambut hadirnya si kecil. Berikut ini hal-hal yang perlu Bunda ketahui terkait perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan.

Perkembangan Bayi 9 Bulan dalam Kandungan


Di usia 9 bulan, umumnya janin sudah tumbuh sepanjang kurang lebih 45 cm dan beratnya sekitar 3,2 kilogram. Biasanya berat badan itu masih akan terus bertambah sampai ia dilahirkan. Di mulut bayi sudah terbentuk otot untuk menelan cairan ketuban. Dengan demikian, pencernaannya sudah menghasilkan mekonium atau feses pertamanya.

Paru-parunya masih terus mengalami penyempurnaan dan banyak menghasilkan surfaktan. Surfaktan ini berguna untuk mencegah saling menempelnya kantung udara begitu ia mulai bernapas ketika lahir. Karena mulai belajar bernapas, janin juga sudah bisa cegukan beberapa kali.

Otak dan sistem saraf dari janin terus mengalami penyempurnaan sehingga akan dapat merespon rangsangan saat dilahirkan kelak. Detak jantungnya masih terbilang tinggi, yaitu sebanyak 120-160 detak jantung setiap menit. 

Ginjalnya menghasilkan banyak urin, bisa mencapai 1 liter setiap harinya. Tulang janin berkembang cukup pesat, meski di bagian kepala belum semuanya menyatu. Otot janin sudah jauh lebih kuat, sehingga tendangan yang dirasakan juga lebih kuat. Meski janin di usia ini masih bergerak aktif, gerakan itu mulai terbatas karena badannya yang semakin besar.

Beberapa Hal yang Perlu Dihindari


source: https://netmedis.net/braiter/wp-content/uploads/2016/09/makanan-yang-harus-dihindari-saat-hamil.jpg

1. Melakukan Rutinitas yang Berlebihan


Bila kandungan sudah memasuki usia 9 bulan, Bunda sebaiknya banyak beristirahat. Untuk beberapa pekerjaan rumah, mintalah suami untuk membantu mengerjakannya. Ganti rutinitas Bunda dengan rutinitas ringan, seperti membaca buku atau berolahraga ringan.

2. Merasa Stres


Untuk bersiap menuju persalinan memang dibutuhkan mental yang kuat. Akan tetapi, usahakan untuk tetap tenang ya Bunda. Jika ada beban pikiran yang mengganggu, cobalah alihkan dengan melakukan kegiatan lain yang menyenangkan.

3. Menempuh Perjalanan Panjang


Ketika sudah hamil tua, janin tentu bisa lahir kapan saja. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda hindari dulu menempuh perjalanan jarak jauh. Perjalanan jauh bisa saja membuat fisik Bunda kelelahan yang berpengaruh pada kondisi Bunda serta janin.

4. Sembarangan Mengkonsumsi Makanan atau Minuman


Di trimester akhir ini, sebisa mungkin Bunda hindari makanan yang dilarang oleh dokter. Beberapa jenis makanan atau minuman, seperti seafood mentah, minuman beralkohol atau berkafein sebaiknya dihindari.

5. Mengkonsumsi Durian


Jika Bunda menyukai durian, sebaiknya hindari dulu buah ini ketika hamil tua. Kandungan kolesterol, asam arachidonat, dan alkohol pada durian sangat tidak baik untuk Bunda. Ketiganya berpotensi menimbulkan risiko terganggunya perkembangan janin hingga keguguran.

Posisi Tidur Ketika Hamil Tua

source: https://www.sumpuk.net/wp-content/uploads/2019/11/Posisi-Tidur-Ibu-Hamil-1.png

1. Pilih posisi miring ke kiri


Posisi miring ke kiri merupakan posisi tidur terbaik ketika Bunda hamil 9 bulan. Tidur dengan posisi tersebut tidak akan menekan organ hati dan membantu meningkatkan sirkulasi darah. Posisi ini dianggap lebih aman dan nyaman untuk perut dan bayi dalam kandungan
.

2. Hindari posisi telentang atau tengkurap


Tepat pada bagian rahim terdapat pembuluh darah aorta dan vena cafa inferior. Jika keduanya ditekan, bisa membuat sirkulasi darah menjadi lambat. Posisi ini juga bisa membuat Bunda pusing, sulit napas, hingga mengalami gangguan pencernaan.

Selain telentang, posisi tengkurap juga kurang baik ketika hamil tua. Ketika posisi tidur tengkurap, rahim dan payudara akan mengalami tekanan oleh perut. Kondisi ini tentu kurang baik untuk kehamilan Bunda.

Agar tidur menjadi lebih nyaman dan aman, Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut.

  • Menggunakan bantal lebih banyak, terutama jika terasa nyeri di ulu hati.
  • Menaruh bantal di bagian bawah sisi tubuh, jika napas terasa sesak.
  • Menaruh bantal di bagian bawah perut ketika berbaring ke samping untuk menopang perut. 

Sampai sini dulu ulasan mengenai perkembangan bayi 9 bulan. Semoga menambah wawasan Bunda dalam menjalani masa kehamilan ya.

Author

Bidan sela perkembangan bayi

Bidan Sela

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.

0 comments: