-->
  • Tumbuh Kembang anak
    Tumbuh Kembang anak
  • bayi baru lahir
  • Kasih Sayang Sepanjang Masa
    Kasih Sayang Sepanjang Masa

Rangkaian Perkembangan Bayi Baru Lahir

rangkaian perkembangan bayi usia 1 bulan


Fase ketika awal-awal melahirkan mungkin menjadi saat transisi bagi para orang tua utamanya yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman melahirkan. Di sini orang tua sudah mulai belajar mengenali kebiasaan berikut dengan tumbuh kembang bayi usia 0 sampai 4 minggu.


Sejak dilahirkan sebenarnya bayi sudah memiliki beberapa kemampuan yang berkembang. Bahkan perkembangan bayi baru lahir terus terjadi tiap minggu. Untuk itu kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai fase rangkaian perkembangan bayi usia 1 bulan.


Fase-fase Perkembangan Bayi 1 Bulan Tiap Minggu


rangkaian perkembangan bayi usia 1 bulan

Bunda tak hanya harus belajar menyesuaikan diri sebagai orang tua. Namun di sisi lain juga harus mengenali tahapan-tahapan perkembangan si kecil. Ada beberapa tahapan perkembangan yang dapat Bunda temui pada bayi usia 0 sampai 4 minggu. Inilah rangkaian perkembangan si kecil yang harus Bunda ketahui.


Minggu Pertama


Perkembangan bayi baru lahir 1 minggu akan mulai mengalami penurunan berat badan. Prosentase penurunan berat badan ini dapat mencapai 5 sampai dengan 10 persen. Akan tetapi Bunda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang normal, selama masih dalam batasan penurunannya maksimal 10 persen dari berat ketika lhir.


Di minggu pertama ini pengelihatan bayi belum sempurna, begitu juga dengan pendengarannya. Namun ia mampu mengenali suara-suara yang pernah ia dengar ketika berada di dalam kandungan. 


Minggu Kedua


Perkembangan pendengaran pada bayi berlanjut pada minggu kedua. Di sini ia sudah mulai sedikit memahami suara dari orang tuanya (utamanya suara dari ibu). Pada fase ini tak ada salahnya mulai mengajak bayi berbicara. Untuk kemampuannya melihat juga sudah mulai berkembang meski ia hanya mampu melihat benda yang memiliki jarak 20 sampai 40 cm dari hadapannya.


Pada usia dua minggu ini sebaiknya mulai banyak lakukan komunikasi dengan bayi hal ini untuk memastikan bayi menjadi terbiasa dengan suara maupun kehadiran dari Bunda serta lingkungan sekitarnya. Ini akan membantu bayi merasa lebih aman serta tenang. 


Minggu Ketiga 


Selanjutnya adalah masa perkembangan bayi baru lahir 3 minggu. Di sini akan ada beberapa perkembangan lanjutan salah satunya adalah terkait masalah pengelihatan. Pada masa inilah bayi akan menjadi lebih senang melihat wajah-wajah yang ada dalam jangkauan pengelihatannya jika dibanding melihat benda.


Guna membantu melatih pengelihatan bayi utamanya fokusnya sebaiknya perhatikan bayi ketika Bunda menyusui. Kemudian jangan loba coba gerakkan kepala secara berlahan, lalu perhatikan pergerakan bola matanya. Ini akan cukup membantu bagi si kecil untuk melatih otot-otot matanya dalam melihat serta mengikuti pergerakan benda nantinya,


Tak hanya itu melakukan kegiatan ini rupanya juga dapat membantu meningkatkan ikatan batin dengan si kecil lho Bunda. Apalagi bayi di usia ini sudah dapat mulai mengenali suara Bunda di antara suara-suara lain yang ada di sekitarnya.


Minggu Keempat


Ketika memasuki usia minggu ke empat bayi akan menjadi lebih kuat jika dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Di usia inilah ia akan mulai belajar untuk menghisap ibu jarinya sendiri. Perkembangan juga terlihat dari indra pengelihatannya. Dimana bayi sudah mulai dapat melihat benda-benda dengan jarak 20 sampai 35 cm dengan foksu yang baik.


Bayi pada minggu keempat akan mudah mengenali suara-suara keras dan memberikan responnya dengan terkejut maupun menangis. Jadi Bunda tak ada salahnya mulai mengajak bayi berbicara pada usia ini untuk semakin melatih kemampuannya mengenali suara ya.


Fase perkembangan bayi di usia 0 sampai 4 minggu kelahirannya memang cukup menakjubkan. Ia tidak hanya belajar untuk mengenali suara, tetapi juga belajar melatih fokus pengelihatannya. Tentu saja berbagai fase ini akan sangat sayang untuk dilewatkan, bukan?


read more →

Janin 6 Bulan Sudah Bisa Apa? Ini Kemampuannya


Saat ini kandungan Bunda memasuki 6 bulan? Nah, saat memasuki usia 6 bulan, perkembangannya sudah cukup signifikan. Lantas janin 6 bulan sudah bisa apa? Tentu penasaran kan? Berikut ini beberapa kemampuan bayi 6 bulan dalam kandungan yang sudah bisa dirasakan oleh Bunda.


1. Meningkatnya Bobot Berat Tubuh


Ketika memasuki usia ini, bobot janin sudah meningkat. Terutama otot punggung dan tulang belakang. Itu artinya bayi dalam kandungannya sudah lebih besar dibanding bulan sebelumnya. 


Ini alasan, mengapa ketika janin memasuki usia 6 bulan, ukuran perut Bunda bertambah besar dan jelas. Bahkan, sang Bunda lebih sering mengalami “begah” dan kesulitan tidur dalam posisi tertentu. 


2. Mampu Bergerak dengan Intens


Sebagian besar Bunda yang janinnya sudah memasuki trimester kedua, pergerakan bayi dalam kandungannya semakin jelas. Bahkan durasi pergerakannya semakin lama dan sering. 


Maka dari itu, dalam kondisi ini, Bunda sering mengalami penyesakan di dalam rahim. Bahkan ada beberapa kasus, kontraksi ringan mulai terjadi yang disebut Braxton Hicks. Namun, gejala ini tidak berbahaya. Sedangkan menurut ilmu medisnya, gejala ini disebut sebagai kontraksi palsu. 


Sekalipun begitu, jika gejala ini muncul, Bunda harus mendatangi dokter. Supaya bisa dilakukan tindakan terbaik untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kehamilan yang berbahaya. 


 Janin 6 Bulan Sudah Bisa Apa



3. Asupan Nutrisinya Mulai Meningkat


Pada usia 6 bulan, janin mampu meningkatkan asupan nutrisi untuk perkembangan tubuhnya. Karena di masa tersebut, ia sudah mulai menelan mineral yang berada di dalam plasenta atau ketuban.


Itu artinya, permintaan nutrisi pada sang Bunda lebih banyak. Maka dari itu, di usia ini Bunda sering lapar dan mengalami gangguan dengan vitalitas. 


Jika sudah sampai pada periode ini, Bunda harus lebih banyak mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan daging. Karena yang membutuhkan gizi tidak lagi dirinya melainkan juga bayi yang ada di dalam kandungannya. 


4. Mulai Bisa Bermimpi


Selanjutnya janin 6 bulan sudah bisa apa lagi? Janin 6 bulan sudah bisa tidur dan bermimpi. Karena di periode tersebut, janin sudah bisa mendengar suara di dalam tubuh Bunda. Bahkan ia bisa mendeteksi lingkungan luar tubuhnya. Peristiwa ini yang masuk ke dalam mimpi sang janin. 


5. Sudah Mampu Bernapas dengan Teratur


Menurut agama Islam, pada masa 6 bulan inilah, ruh sudah ditiupkan ke janin. Itu artinya ini awal kehidupannya sebelum menjalani kehidupan di alam dunia. Hal ini juga dibuktikan oleh ilmu medis. Bahkan menurut dokter, di usia 6 bulan, janin sudah bisa bernapas dengan teratur. 


Maka dari itu, jika sudah sampai pada fase ini, hendaknya sang janin mulai diperdengarkan dengan suara-suara yang membuatnya tenang. Termasuk memperdengarkan ayat-ayat suci Alquran dan lagu-lagu islami.


6. Seluruh Panca Indera Sudah Berfungsi


Jika janin 6 bulan gerak terus, berarti pertumbuhan tubuhnya sudah mendekati sempurna. Bahkan di usia inilah, bentuk fisiknya sudah mendekati tubuh bayi sekalipun ukurannya masih kecil. 


Selain itu, pada usia 6 bulan, bayi di dalam kandungan sudah memiliki kemampuan penginderaan yang baik. Bahkan seluruh panca inderanya sudah berfungsi sekalipun masih belum sempurna. 


Manakala janin sudah memasuki usia 6 bulan, sudah waktunya Bunda merasa tidak nyaman dengan kandungan. Bahkan, di kondisi ini, psikologi sang Bunda terasah untuk menghindari stres dan depresi. Yang terpenting adalah terus menjaga janin dengan pola hidup sehat. 





read more →

Perkembangan Bayi 2 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Yuk, Cari Tahu!

Perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan


Kedatangan buah hati, kini menjadi pelengkap kebahagiaan Bunda dan Ayah dalam menjalani mahligai rumah tangga. Apalagi ketika perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan yang sedang sangat lucu-lucunya. Walaupun pengalaman menjadi orang tua adalah hal yang bisa jadi paling mendebarkan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga Bunda dan Ayah. Tapi sebenarnya, perkembangan bayi 2 bulan sudah bisa apa saja, sih?


Mau tidak mau, Bunda dan Ayah memang harus beradaptasi dalam fase kehidupan yang memberikan peran baru untuk menjadi orang tua. Begitu juga dengan si kecil yang juga masih sangat baru untuk beradaptasi dengan dunia di luar kandungan ibunya. Jadi, Bunda dan Ayah pun memang perlu untuk mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi pada si kecil.


Nah, jadi gimana sih perkembangan bayi 2 bulan yang normal itu? Langsung simak saja penjelasan berikut ini, ya!

Perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan


Ukuran Tubuh Bayi 2 Bulan


Perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan sangat mudah terlihat dari berat badannya. Normalnya, bayi yang baru lahir memiliki ukuran berat rata-rata 2500-3500 gram atau 2,5-3,5 kilogram. Dalam hal ini, ASI eksklusif yang diberikan bunda kepada si kecil sangat bermanfaat untuk mempercepat kenaikan berat badan si bayi. Sebaliknya, jika bayi tidak mendapatkan asupan ASI eksklusif, maka pertambahan berat badannya akan melambat.


Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk tumbuh kembang bayi, alih-alih susu formula. Karena pada saat usia bayi masih 2 bulan, lambungnya masih belum bisa berperan secara optimal guna memencah zat-zat gizi makro yang terdapat pada susu formula. Maka dari itu, pemberian susu formula untuk bayi baru lahir sangatlah tidak disarankan.


Normalnya, berat badan bayi saat berusia 2 bulan ada pada kisaran 4 sampai 4,7 kilogram. Namun bisa jadi bahwa berat badan bayi bisa lebih dari batas tersebut, dan itu masih normal. Hal ini terjadi karena mungkin saja saat lahir, bayi memiliki berat yang lebih besar, panjang badan lebih tinggi, serta asupan ASI eksklusif terpenuhi.


Kebiasaan Bayi 2 Bulan


Saat bayi berusia 2 bulan, Bunda dan Ayah pasti sangat mudah tahu bagaimana perilaku dan kebiasaan si buah hati. Dalam fase ini, indera penglihatan dan pendengaran si bayi sudah berfungsi secara optimal. Si kecil sudah mulai memperhatikan objek di sekitarnya dan juga telah mampu mendengar sumber suara serta bunyi-bunyian dengan baik.


Dalam keadaan bahagia, bayi akan tersenyum dan juga sudah bisa mulai mengenali orang lain. Jadi, hal ini juga menjadi penyebab mengapa ia akan menangis ketika digendong oleh orang asing. Selain itu, bayi 2 bulan juga mulai mengoceh dengan bahasanya sendiri yang sangat lucu dan menggemaskan. Hal ini menandakan bahwa bayi mulai menunjukkan kemampuan berkomunikasinya dengan orang lain.


Bayi 2 bulan juga sudah mulai menahan kepalanya sendiri, bahkan beberapa ada yang sudah mencoba untuk tengkurap. Kadang, bayi juga mengalami batuk, bersin-bersin, dan flu saat badannya mengalami demam.


Nah, sekarang Bunda dan Ayah sudah tahu, kan bagaimana perkembangan bayi 2 bulan sudah bisa apa. Jadi, selanjutnya Bunda dan Ayah lebih bisa mengambil sikap ataupun angkah yang tepat untuk menghadapi perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan. Bayi 2 bulan juga sedang lucu-lucunya. Karena dia sudah mulai mengeluarkan bahasa bayinya yang kadang hanya menyuarakan huruf vokal seperti aaa, uuu, dan lain sebagainya.

read more →

Informasi Tentang Kondisi Janin 5 Bulan yang Kurang Bergerak

perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan

Masa kehamilan menjadi pengalaman paling berharga bagi ibu hamil. Bagaimana tidak, pada masa-masa ini bunda akan dipenuhi perasaan menggembirakan dan mendebarkan saat menunggu si kecil lahir ke dunia. Jika bunda termasuk ibu baru yang sedang menunggu kelahiran si kecil, tentu saja ingin mengetahui perkembangan janin dalam kandungan dari bulan ke bulan. Kira-kira seperti apa ya perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan?

Mengamati Perkembangan Janin 5 Bulan Bergerak Aktif

perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan

Ketika bayi berusia 5 bulan dalam kandungan Ia akan mulai mengenali lingkungan skeitarnya. Pergerakan janin pun cukup teratur, di pagi hari sampai menjelang sore misalnya, janin lebih banyak beristirahat sehingga tidak begitu aktif bergerak. Sementara di malam hari janin akan lebih aktif. Pada usia ini rata-rata janin memiliki panjang sekitar 25 cm. Secara lebih rinci berikut ini fakta janin 5 bulan bergerak aktif setiap minggunya!

Janin Minggu ke-17

Saat memasuki minggu ke-17, janin memiliki berat 120 gram, sehingga rahim bunda akan terlihat berbentuk oval. Perkembangan janin yang bisa terlihat yaitu kulit janin mulai berkembang, bentuk telinga janin juga sudah sempurna. Meski matanya tertutup, janin masih bisa menangkap cahaya terang. 

Pada masa ini pertumbuhan janin relatif cepat, sehingga bunda mungkin merasa tidak begitu nyaman. Untuk itu bunda disarankan menghindari melakukan kegiatan yang dapat memicu peregangan. .

Janin Minggu ke-18

Pada umumnya ketika masuk di minggu ke-18, janin memiliki berta sekitar 150 gram. Pada masa ini janin sudah dapat mendengarkan suara dari luar rahim bunda. Ketika mendengar suara keras, janin akan aktif bergerak bahkan sampai melompat. Selain itu ototnya pun bisa berkontraksi dan mulai rileks, sehingga Ia bisa bergerak sangat aktif, bahkan menendang dan meninju. 

Janin Minggu ke-19

Ketika janin masuk di minggu ke-19, umumnya Ia memiliki panjang sekitar 23 cm dan berat 200 gram. Sudah jauh lebih besar ya Bun? Pada masa ini otak janin juga sudah mencapai jutaan saraf motorik, sehingga janin mampu bergerak dengan sadar. Jadi, di minggu ke-19 ini bayi dalam kandungan sudah mulai menghisap jempolnya sendiri. 

Janin Minggu ke-20

Saat janin memasuki usia 20 minggu, perkembangannya akan semakin pesat. Sehingga kebutuhan darah pun ikut meningkat. Oleh karena itu bunda harus selalu memenuhi kebutuhan zat besi dengan mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen yang diresepkan dokter. Pada masa ini, bunda juga akan bisa merasakan pergerakan janin sekitar 200 kali dalam sehari.  

Janin 5 Bulan Kurang Gerak, Normalkah? 

perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan

Rata-rata usia janin 5 bulan merupakan fase dimana janin akan aktif bergerak. Bunda juga akan lebih sering merasakan tendangan, pukulan atau hentakan dari si kecil. Namun, ada juga kondisi dimana bunda belum atau kurang merasakan gerakan janin dalam rahim. Keadaan tersebut mungkin membuat bunda was-was, takut dan bertanya-tanya, apakah janin 5 bulan kurang gerak itu normal? 

Apabila bunda mengalami kondisi tersebut, bunda tidak perlu khawatir berlebih. Lantaran keadaan tiap-tiap ibu hamil berbeda. Dan janin pun memiliki perkembangan dan pola aktivitas yang berbeda-beda. Ada  bayi dalam kandungan yang bergerak aktif, tapi ada juga yang jarang bergerak. 

Menurut What to Expect, fase paling aktif bagi janin yaitu antara minggu ke-24 sampai dengan minggu ke-28. Saat itu tubuh janin belum begitu besar, jadi Ia bisa lebih leluasa bergerak dalam rahim. Sayangnya, gerakannya relatif tidak menentu sehingga bunda jarang merasakannya. Dan ketika masuk minggu ke-28 sampai dengan minggu ke-32, janin akan lebih banyak beristirahat. 

Bunda tidak perlu khawatir berlebih jika janin bunda bergerak cukup aktif atau sebaliknya, jarang bergerak. Karena perkembangan janin 5 bulan dalam kandungan bisa saja berbeda pada setiap ibu hamil. Namun, agar lebih yakin bunda bisa mengkonsultasikannya ke dokter kandungan. 

read more →

Yuk, Cari Tahu Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat!

perkembangan bayi 3 bulan yang sehat

Saat si kecil mulai bertambah besar, Bunda dan Ayah pasti sudah tidak sabar untuk melihat perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja. Karena pada usia tersebut, si kecil memang sedang lucu-lucunya untuk diajak bermain. Namun demikian, bunda dan ayah juga harus mengetahui perkembangan bayi 3 bulan yang sehat, agar tidak salah saat hendak memberikan nutrisi yang tepat pada si kecil.

Biasanya, bayi yang berusia 3 bulan akan mulai berusaha untuk berguling atau tengkurap. Pada tahap ini, otot leher si kecil memang sudah mulai menguat. Makanya tidak jarang kalau si kecil seolah hendak bangun dan menegakkan kepalanya sendiri. Selain itu, ia juga akan semakin aktif untuk mendengar serta melihat sekelilingnya, dan mulai mengenali suara atau wajah ayah ibunya dengan baik.

Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan

perkembangan bayi 3 bulan yang sehat


Perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja dalam fase ini? Banyak sekali perkembangan yang terjadi dalam diri si kecil baik dari segi kemampuan berinteraksi dengan sekitar, fisik dan motoriknya, serta banyak lagi.

1. Kemampuan Komunikasi

Perkembangan bayi 3 bulan yang sehat bisa bunda lihat dari caranya mulai membangun komunikasi. Biasanya, pada usia ini si kecil tidak lagi menggunakan tangisan sebagai caranya untuk meminta sesuatu. Melainkan si kecil juga membuat bahasa sendiri seperti mengucapkan kata-kata vokal, “aah”, “ooh”, dan lain sebagainya. Ini adalah kesempatan bunda dan ayah untuk mengajak si kecil berinteraksi dengan caranya sendiri.

2. Kemampuan Motorik

Refleks primitif berupa refleks kaget atau refleks Moro pada si kecil ketika memasuki bulan-bulan pertama kehidupan cenderung berkurang. Sedangkan, otot lehernya kian menguat sehingga bisa digunakan untuk menopang bagian kepalanya. Dalam usia ini, bayi juga sudah bisa berguling dan tengkurap dengan sempurna.  Hal ini karena kekuatan tubuh bagian atas si kecil sudah cukup baik untuk menyangga dada dan tangannya.

Tak hanya itu, kemampuan si kecil dalam menggenggam sesuatu seperti halnya mainan atau tangan bunda dan ayah sudah cukup kuat. Tapi, kadang genggaman itu hanya berlangsung selama beberapa detik saja. Bahkan tak jarang si kecil juga memasukkan mainan atau sesuatu yang dipegangnya ke dalam mulut.

3. Panca Indera

Saat memasuki usia 3 bulan, indera pendengaran serta penglihatan si kecil akan semakin berfungsi secara optimal. Misalnya saja ketika si kecil diperdengarkan musik maupun suara-suara, maka ia akan mencoba mendengarkannya dengan seksama. Bahkan tak jarang si kecil sudah mulai menyukai bunyi musik tertentu pada usia ini.

Sedangkan indera penglihatannya juga semakin berkembang dan mulai menyukai mainan dengan warna-warna cerah dan memiliki kontras yag tajam. Selain itu, saat bunda dan ayah menatap mata si kecil, maka ia akan membalas tatapan itu. Si kecil juga mulai ramah kepada semua orang. Ia akan membalas senyuman siapapun yang terlebih dahulu senyum kepadanya.

4. Pola Tidur

Saat berusia 3 bulan, sistem saraf si kecil mulai mampu menampung banyak ASI sehingga ia bisa tidur nyenyak selama 6 sampai 7 jam. Sedangkan saat siang hari, usahakan untuk menerapkan jadwal tidur rutin bagi si kecil. Biasanya, waktu tidur bayi 3 bulan berkisar 1,5 sampai 2 jam tiap hari.

Banyak sekali ciri-ciri perkembangan bayi 3 bulan yang sehat untuk Bunda dan Ayah cermati. Curahkanlah kasih sayang kepada si kecil secara tulus dalam tahap ini. Karena perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja akan semakin berpengaruh terhadap tumbuh kembang selanjutnya. Manfaatkanlah usia emas si kecil untuk memberikan yang terbaik dalam permulaan hidupnya.
read more →

Inilah Fakta Menarik Perkembangan Janin 5 Bulan

Perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut

Taukah Bunda jika usia kehamilan 5 bulan merupakan masa-masa paling nyaman? Di usia janin 5 bulan, bunda sudah tidak lagi mengalami morning sickness dan tubuh sudah bisa menyesuaikan diri dengan perut yang semakin membesar. Selain itu bunda juga sudah bisa melihat wajah si kecil melalui USG. Meski belum begitu jelas dan masih berukuran kecil, tapi pasti  sangat membahagiakan sekali. 

Perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut sangatlah menakjubkan, karena pada masa ini janin mulai bergerak aktif untuk pertamakalinya. Simak fakta menarik tentang janin 5 bulan berikut ini!

Janin Mulai Aktif Bergerak

Saat kehamilan memasuki usia 17-22 minggu atau sekitar 4-5 bulan, bunda akan lebih sering merasakan pergerakan si kecil di dalam perut. Terkadang bunda juga tidak bisa merasakan gerakan janin lantaran pergerakannya sangat halus. Dan pergerakan janin 5 bulan akan semakin kuat seiring bertambah lamanya umur kehamilan. Saking aktifnya, janin bisa bergerak sekitar 200 gerakan perhari. 

Jenis Kelamin Mulai Terlihat

Setiap orangtua pasti ingin mengetahui jenis kelamin si kecil. Di usia kehamilan 5 bulan inilah bunda bisa melihat jenis kelamin si kecil melalui pemeriksaan USG. Pada masa ini juga tubuh janin seperti jari tangan dan kakinya mulai sempurna tapi masih berukuran kecil. 

Janin Mulai Mendengar

Tumbuh kembang lain yang tampak pada janin 5 bulan yaitu beberapa inderanya sudah mulai berfungsi, salah satunya yaitu indera pendengaran. Di usianya ini Ia mulai bisa merespon sesuatu yang didengarnya dari luar rahim bunda. Kondisi tersebut bisa bunda manfaatkan untuk mengenalkan janin dengan suara-suara yang ada disekitar bunda. Bunda juga bisa memperdengarkannya alunan musik yang lembut atau murotal al-Qur’an pada janin. 

Perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut


Memiliki Rangsangan Terhadap Cahaya

Pada saat yang sama janin mulai bisa merasakan rangsangan cahaya dari luar rahim bunda. Saat bunda merangsang janin dengan mengarahkan cahaya menghadap perut, janin akan mulai bergerak-gerak sebagai respon rangsangan. Menakjubkan sekali ya Bun!

Rambut dan Alis Janin Mulai Tumbuh

Seiring perkembangan kulit pada janin, pertumbuhan alis dan rambut mulai terbentuk. Meski begitu pertumbuhan rambut pada bayi dalam kandungan hanya bersifat sementara, karena dua minggu setelah lahir, rambut tersebut akan rontok dan tumbuhlah rambut permanen. 

Janin Bisa Menghisap Jempol

Keistimewaan lain dari perkembangan bayi 5 bulan di perut yaitu otaknya berkembang cukup pesat, sehingga janin bisa melakukan gerakan alami seperti mengisap jempolnya sendiri. 

Tubuh Bunda Mulai Menyesuaikan Diri

Beberapa keluhan morning sickness seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan sudah tidak sering bunda rasakan. Di usia kehamilan ini bunda sudah menyesuaikan kondisi tubuh dan merasa nyaman melakukan berbagai aktivitas kembali. Di samping itu bunda juga akan mengalami perubahan bentuk tubuh. Namun Bunda tetap harus menjaga asupan gizi dengan baik ya!

Bunda Rentan Terkena Anemia 

Pesatnya perkembangan janin di usia ini seringkali membuat bunda merasa pusing ataupun lemas ketika terlalu banyak melakukan aktivitas. Untuk menghindari anemia, bunda bisa mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi dan juga mengkonsumsi suplemen yang diresepkan oleh dokter. 

Terjadi Peregangan Pada Perut

Seiring aktifnya pergerakan dan pesatnya tumbuh kembang janin dapat menyebabkan peregangan pada otot-otot perut bunda. Rasa nyeri dan tidak nyaman juga mungkin akan sering bunda rasakan saat janin aktif bergerak. Untuk mencegah rasa nyeri yang timbul, sebaiknya bunda menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan peregangan pada perut. 

Fase perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut merupakan momen terciptanya hubungan erat antara bunda dan juga janin. Jadi bunda harus selalu menjaga kesehatan, tidak melakukan aktivitas yang berat dan didukung dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi agar janin tumbuh dan berkembang dengan baik. 
read more →

Bunda Penasaran Janin 7 Bulan Sebesar Apa? Cek, Yuk!

Janin 7 Bulan
Janin 7 Bulan

Dalam kehamilan trimester ketiga, pasti usia janin 7 bulan di perut bunda sudah lebih aktif daripada masa kehamilan pada trimester sebelumnya. Pada fase ini, panca indera si kecil sudah mulai berfungsi dengan baik. Menjelang masa persalinan, pasti bunda dan ayah yang baru pertama merasakan pengalaman ini akan penasaran, kira-kira janin 7 bulan sebesar apa, sih?

Memasuki usia kandungan 28-40 minggu, sebenarnya perkembangan janin sudah cukup matang mengingat panca indera dan organ-organ lainnya sudah berfungsi dan semakin aktif. Dalam fase ini, bayi dalam kandungan bunda sudah mampu merespons adanya cahaya atau suara karena indera penglihatan serta pendengarannya sudah mulai peka terhadap rangsangan.

Maka dari itu, ada baiknya jika bunda sesekali melakukan interaksi kepada si calon buah hati dengan mengajaknya mengobrol atau memperdengarkan sesuatu ke perut bunda. Atau mungkin, bunda juga bisa menggunakan cahaya senter untuk merangsang indera penglihatannya yang biasanya terwujud berupa respons pergerakan atau perpindahan posisi dari si janin.

Perkembangan Janin 7 Bulan

Janin 7 Bulan



Fungsi Otak Janin


Adapun tumbuh kembang yang terjadi pada janin 7 bulan sudah menunjukkan tanda-tanda seperti halnya manusia kecil yang sempurna. Pada masa ini, otak janin sudah mulai bisa berfungsi dengan baik bahkan pada beberapa permukaannya juga sudah memiliki kerutan.

Dengan terbentuknya kerutan-kerutan itu, tentu saja sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang janin selanjutnya. Karena dalam jangka waktu 5 hari setelahnya, sejumlah sel saraf yang dimiliki oleh si janin akan dilapisi oleh sejumlah lapisan lemak. Proses penyampaian rangsang dari setiap ujung saraf akan dipercepat setelah mengalami fase tersebut.

Pergerakan Janin


Pergerakan janin pada fase ini juga sudah bisa bunda hitung pada waktu-waktu tertentu. Karena pada normalnya, bayi dalam kandungan bunda memang sudah bergerak secara aktif. Selain itu, bagian kulit janin juga mulai diselimuti oleh lapisan lemak vernix yang bertujuan untuk menjaga tubuh si janin agar tetap hangat. Tidak hanya itu, lapisan vernix ini juga bertujuan untuk melindungi kulit janin agar tidak basah karena air ketuban.

Alat Kelamin Janin Mulai Terlihat


Pada usia kehamilan ini, alat kelamin janin mulai terlihat namun kadang masih bisa berubah. Jika janin diprediksi berjenis kelamin perempuan, bisa saja jenis kelamin tersebut berubah menjadi laki-laki. Tapi jika jenis kelaminya laki-laki, maka jenis kelamin tersebut tidak akan berubah. Hal ini bisa terjadi karena bisa saja penis si janin belum tumbuh atau belum terlihat.


Pertumbuhan Rambut Janin


Di usianya yang sudah menginjak 7 bulan, rambut pada bagian kepala janin sudah mulai tumbuh lebih lebat daripada sebelumnya. Selain itu, alis serta kelopak matanya juga sudah terbentuk hampir sempurna. Lalu selaput yang menutupi bola mata janin juga sudah mulai hilang.

Ukuran Janin 7 Bulan




Nah, mungkin ayah dan bunda masih penasaran tentang sebenarnya janin 7 bulan sebesar apa? Pada usia ini, janin masih terlihat kurus tubuhnya. Tapi, biasanya janin sudah mempunyai berat 1100 gram, yakni satu kilo lebih satu ons. Sedangkan untuk ukuran panjang tubuhnya rata-rata 35 sampai dengan 38 cm.

Setelah bunda dan ayah mengetahui janin 7 bulan sebesar apa, pasti persiapan menyambut kedatangan sang buah hati akan semakin maksimal. Pastikan bahwa bunda selalu mengonsumsi makanan yang bergizi, rutin cek kondisi kehamilan ke dokter, serta olahraga teratur. Supaya kondisi janin 7 bulan yang sedang bunda kandung itu senantiasa dalam kondisi yang optimal sampai saat melahirkan tiba.

read more →

Fase Sentral Perkembangan Bayi Hingga Menginjak Usia 1 Tahun


Bayi akan mengalami banyak lonjakan fase yang terjadi hingga nanti berusia 1 tahun. Dalam perjalannya ada beberapa fase sentral yang wajib jadi perhatian Bunda dalam perkembangan bayi berusia 1 tahun. Perkembangan bayi memang cukup beragam, akan tetapi hal ini dapat menjadi patokan bagi orang tua untuk memahami sejauh mana perkembangan bayinya.

Beragam fase sentral perkembangan bayi sampai dengan menginjak usia 1 tahun ini akan dijelaskan lebih lanjut melalui ulasan di bawah ini. Yuk simak hingga tuntas, Bunda!

Rangkaian Fase Sentral Perkembangan Bayi Baru Lahir Sampai 1 Tahun


Usia 0 sampai dengan 1 tahun menjadi fase di mana bayi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pada fase ini hadir beragam jenis perkembangan baik dari sisi motorik maupun sensorik. Namun, di antara beragam perkembangannya ada beberapa fase sentral yang wajib para Bunda ketahui. Berikut adalah rangkaian fase sentral perkembangan bayi baru lahir sampai 1 tahun.

Perkembangan Kemampuan Melihat


Salah satu tahapan penting dalam perkembangan bayi adalah kemampuan melihat. Perkembangan kemampuan melihat ini dimulai dari usia 1 bulan. Di mana saat ini bayi sudah dapat melihat pola hitam putih. Ini akan terus berkembang sampai nanti bayi mampu mengenali wajah orang-orang terdekatnya.

Mulai Tengkurap 


Kemapuan tengkurap juga menjadi fase yang cukup penting pada bayi. Biasanya kemampuan ini hadir di usia 5 bulan. Dimana ia sudah dapat berguling sendiri serta menegakkan kepalanya.

Belajar Bersuara


Untuk kemampuan ini sebenarnya sudah hadir sejak berusia 2 bulan. Pada usia 2 bulan bayi mulai belajar mengoceh dengan suara-suara yang serupa dengkuran. Nantinya pada bulan 3 ia sudah mulai dapat mengeluarkan suara tertawa bersamaan dengan bayi belajar tersenyum. Kemudian di usia 6 bulan ia mulai meniru suara-suara.

Memegang Benda


Bayi mulai memegang benda dengan menggunakan dua tangan pada usia 7 sampai 8 bulan. Meskipun sebenarnya kemampuan ini diawali dengan perkembangan kemampuan bayi untuk mencoba menggapai mainan pada usia 4 sampai 5 bulan. Seiring berjalannya waktu bayi juga mulai terampil untuk memindahkan benda yang dipegangnya.

Duduk


Pada tahapan rentang usia yang sama, yaitu 7 sampai dengan 8 bulan bayi mulai belajar duduk. Saat itu otot punggung serta lehernya sudah mulai kuat untuk menompang berat tubuhya sendiri. Biasanya bayi mulai belajar untuk duduk sendiri di usia 6 bulan, untuk kemudian kemampuannya semakin berkembang dan mulai duduk sendiri pada usia 7 atau 8 bulan.

Merangkak


Bayi juga sudah mulai belajar konsep mengeksplorasi ruangan yang ada di sekililingnya lho. Hal ini dapat mulai dilakukan ketika ia belajar merangkak. Saat itu bayi memasuki usia 7 sampai dengan 8 bulan. Ketika belajar merangkak ini maka otot tangan serta kakinya sudah mulai kuat. Merangkak menjadi langkah untuk membantu menguatkan ototnya sebagai persiapan berdiri.

Mulai Makan


Bayi belajar mulai makan sendiri di usia 6 sampai 9 bulan. Ketika ini tangan serta jari-jari bayi sudah cukup berkembang cukup baik. Di sisi lain ia juga sudah mulai tumbuh gigi di usia ini. Jadi si kecil akan mencoba belajar menggigit-gigit berbagai benda yang masuk ke dalam mulutnya.

Berjalan


Fase belajar berjalan mungkin menjadi salah satu fase yang paling ditunggu banyak orang tua. Nantinya Bunda akan menjumpai fase ini di usia bayi 12 sampai dengan 13 bulan. Di mana ia sudah memiliki otot kaki yang mulai kuat untuk menompang berat tubuhnya.

Ada beragam fase perkembangan bayi berusia 1 tahun yang sayang untuk dilewatkan. Apalagi ketika memasuki fase usia 0 sampai dengan 1 tahun yang menjadi fase ‘paling cepat’ dalam tumbuh kembang si bayi. Beberapa fase penting terjadi pada rentang usia tersebut. Seperti yang telah dibahas di atas.
read more →

Mendekati Persalinan, Begini Perkembangan Bayi 9 Bulan dalam Kandungan


Kandungan 9 bulan merupakan usia membahagiakan sekaligus menegangkan. Bahagia karena tinggal menunggu waktu, buah hati akan segera lahir. Namun juga menegangkan mengingat proses persalinan yang akan dihadapi. Sebenarnya tidak perlu tegang. Bunda hanya perlu memantau perkembangan janin secara rutin, khususnya pada letak posisi jain. Berikut ini perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan yang perlu Bunda tahu.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-37

Mendekati proses persalinan, sebagian besar organ-organ pada janin telah benar-benar terbentuk secara sempurna. Organ hati mulai mampu menghasilkan kotoran, kemampuan paru-paru juga terus mengalami persiapan sebelum lahir. Bahkan pada minggu ke-37 ini, bayi mulai mengubah posisinya. Yaitu posisi kepala menghadap pada jalan keluar janin. 

Pada minggu ini juga, janin mulai bergerak turun menuju panggul. Umumnya dalam proses ini, sesekali Anda akan merasakan kontraksi yang sering disebut sebagai kontraksi palsu.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-38

Meskipun pertumbuhan badan janin menjadi lambat, namun diminggu ke-38 ini berat badan janin bertambah menjadi sekitar 3 kg. Pada tahap ini, otot yang dimiliki bayi dalam kandungan sudah bisa digunakan untuk menelan serta menghisap cairan ketuban. Kotoran yang sudah dihasilkan janin juga akan diakumulasikan pada usus. Dan nanti saat janin terlahir, kotoran tersebut akan menjadi kotoran pertamanya atau Mekonium.

Perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan pada tahap ini, juga terjadi pada anggota tubuh janin yang mengalami peningkatan pada produksi lemak. Mulai dari tangan, kaki, pinggang, betis, dan juga leher. Lemak ini sendiri nantinya akan menjadi sumber energi, ketika bayi dalam kandungan  keluar dari rahim Bunda.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-39

Di minggu ke-39, kondisi bayi dalam kandungan telah semakin siap untuk dilahirkan. Hal ini bisa dilihat dari perubahan warna cairan amnion menjadi keruh pucat layaknya susu cair. Untuk panjang dan berat badan, janin pun telah layak dilahirkan. Yaitu dengan panjang kira-kira sekitar 50 cm, dengan berat normal 2,5 hingga 3,8 kg.

Di minggu ke-39 ini paru-paru masih dalam proses penyempurnaan. Hal ini wajar, mengingat paru-paru memang merupakan organ yang memiliki puncak kematangan paling akhir. Terbukti terkadang pada beberapa kasus, ketika dilahirkan paru-paru janin baru akan berfungsi memompa dan dan membuat bayi bernapas setelah 6 jam dilahirkan. 

Adapun untuk perkembangan posisinya, pada tahap ini, posisi bayi dalam kandungan telah miring ke bawah dengan posisi kepala menghadap ke arah panggul. Ini tentu bukan posisi akhir. Karena posisi akan terus berubah hingga proses persalinan bayi dalam kandungan tiba.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-40

Di minggu terakhir pada usia kandungan 9 bulan, rahim semakin menyempit, sementara janin mulai menghasilkan hormon kortison dari kelenjar adrenal. Kortison sendiri merupakan hormon yang berfungsi untuk membantu penyempurnaan paru-paru sekaligus membantu proses penerimaan udara ketika janin lahir nanti.

Penyempurnaan pada organ reproduksi janin juga terjadi. Yaitu turunnya testis untuk janin berjenis kelamin laki-laki, dan turunnya ovarium untuk yang berjenis kelamin perempuan.

Sedangkan untuk posisi bayi dalam kandungan pada minggu ke-40 ini, janin telah berada di bawah bokong. Karena semakin terbatasnya ruang, tungkai tangan dan kaki janin pun mulai tertetuk. Namun pada minggu ini, bayi telah menguasai seluruh keterampilan yang dibutuhkan ketika akan lahir nanti.

Itulah perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan di 4 minggu terakhirnya. Perkembangan yang penting untuk diketahui. Nah, kini persiapkan fisik dan mental Bunda untuk menghadapi proses persalinan nantinya ya.
read more →

Setiap Minggu Perkembangan Janin 2 Bulan Sampai Mana? Cek Yuk Bunda


Meskipun perut Bunda belum terlihat jelas, namun dalam kandungan janin telah mengalami perkembangan pesat. Salah satunya yaitu janin 2 bulan mulai memiliki anggota tubuh yang mulai terlihat. Tidak hanya itu, pada minggu-minggu di usia kandungan 2 bulan, janin juga mengalami perkembangan lain. Lebih jelasnya, berikut pembahasan mengenai perkembangan bayi 2 bulan dalam kandungan berikut ini.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-8

Di minggu pertama pada usia kandungan 2 bulan ini, ekor pada embrio yang dimiliki calon buah hati mulai menghilang. Pada tahap inilah, calon bayi bukan lagi disebut embrio namun sudah dinamakan sebagai janin. Adapun perkembangan awal yang terjadi pada janin pada minggu ke-8 ini yaitu wajah yang mulai terbentuk. 

Mulai terlihat hidung dan kelopak mata janin. Sudah terbentuknya daun telinga baik bagian luar maupun dalam. Juga terbentuknya tungkai dan tulang rawan janin. Dan yang paling penting, plasenta janin mulai berkembang dan menempel pada dinding rahim. 

Perkembangan Janin pada Minggu ke-9

Perkembangan selanjutnya yang terjadi pada janin 2 bulan di minggu ke-9 ini, ukuran janin mulai bertambah besar kira-kira 2,5 cm atau sebesar buah anggur. Dengan bantuan USG, di minggu ini jenis kelamin janin juga sudah bisa dilihat. Hanya saja, jenis kelamin ini belum terlalu akurat, tidak seperti ketika pengecekan kelamin janin dilakukan pada minggu ke-20. 

Selain itu, bayi juga mengalami perkembangan dalam hal kepala, hidung, kulit di bagian mata, dan telinga. Perkembangan juga terjadi pada pergelangan serta jari tangan dan juga kaki. Pada tahap ini, bayi juga mulai mampu melakukan gerakan pertamanya. Hanya saja, gerakan tersebut belum bisa Anda rasakan, dan hanya bisa dilihat pada saat Anda melakukan USG.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-10

Perkembangan bayi 2 bulan dalam kandungan di minggu ke 10 ini, organ utama tubuh janin sudah mulai terbentuk dan mengalami perkembangan. Bukan hanya organ kelamin yang mulai terlihat jelas, anggota tubuh janin seperti bibir atas, lubang hidung, rahang, serta bakal giginya juga mulai terbentuk.
Sistem otot dan syaraf janin pada minggu ke-10 ini juga telah matang. Itu sebabnya, pada tahap ini janin sudah mulai mampu melakukan gerakan. Jantung janin juga mulai berdetak. Yaitu setiap menit detakan mencapai 180 kali. 

Perkembangan Janin 2 Bulan pada Minggu ke-11

Dalam hal ukuran, di minggu ke-11 ini besar janin telah menyerupai bola golf dengan panjang sekitar 3 cm lebih. Sangat berbeda dengan minggu sebelumnya, pada tahap ini janin telah memiliki ukuran kepala yang setengah dari panjang seluruh tubuhnya. Meskipun belum sempurna, organ-organ bayi dalam kandungan juga sudah terbentuk, sehingga janin telah menyerupai manusia kecil.

Perkembangan janin juga terjadi pada jari tangan dan kakinya. Yaitu jari yang semula menempel, di minggu ke-10 ini sudah mulai terpisah dan kukunya pun mulai tumbuh. Pada tahap ini, kemampuan gerakan janin yang semula hanya bisa diketahui melalui USG saja, mulai bisa Bunda rasakan meskipun masih samar-samar. 

Perkembangan Janin pada Minggu ke-12

Semakin bertumbuh, janin di minggu ke-12 kini memiliki panjang sekitar 5 cm dengan berat 15 gram. Pada minggu ini, janin telah terbentuk sempurna. Anggota tubuh telah lengkap dengan otot serta tulang, dan telinga serta kedua mata janin juga telah berada pada tempatnya.

Organ-organ janin seperti usus, ginjal, serta sistem syaraf janin yang sebelumnya terbentuk, sudah mulai berfungsi. Adapun yang menarik dari perkembangan janin usia 2 bulan pada minggu ke-12 ini yaitu melalui alat fetal dophtone Anda sudah bisa mendengar denyut jantung janin.

Menanti kehadiran buah hati memang harap-harap cemas ya, Bunda? Setelah mengetahui tahap-tahap janin 2 bulan dan perkembangannya ini, diharapkan Bunda tetap menjaga kesehatan. Semoga lancar hingga persalinan ya.
read more →