• Tumbuh Kembang anak
    Tumbuh Kembang anak
  • bayi baru lahir
  • Kasih Sayang Sepanjang Masa
    Kasih Sayang Sepanjang Masa

Mengenal Lebih Dekat, Perkembangan Bayi 8 Bulan

Ketika si kecil berusia 8 bulan, ia semakin aktif dan pintar bermain, pastinya Bunda merasa senang, bukan? Tapi, tahukah Bunda, perkembangan bayi 8 bulan bisa apa saja? Apakah Bunda yakin, perkembangan bayi 8 bulan normal? Untuk menjawab kehawatiran yang Bunda rasakan sekarang, kami akan coba jelaskan di sini.

Perkembangan Bayi 8 Bulan

Apakah Bunda sudah tahu, apa itu Parmanence atau Object Parmanence yang dimaksudkan?

Parmanence atau Object Parmanence

Pada usia berapa, bayi yang sudah memiliki kemampuan Object Paramence?
Umumnya kemampuan tersebut akan dimiliki oleh bayi yang berusia 8-9 bulan. Saat itulah perkembangan otaknya mulai meningkat dari hari ke hari. Di usia inilah, kemampuan Object Paramence mulai terbentuk. Untuk itu, Bunda harus lebih sering menstimulasi otaknya dengan hal-hal yang bersifat edukasi.

Cara mengenal lebih dekat, tanda-tanda si kecil sudah memiliki
kemampuan Object Paramence

Bunda pun harus tahu, apakah si kecil sudah memiliki kemampuan tersebut atau malah sebaliknya? Lalu, bagaimana cara mengetahuinya? Bunda harus lebih dulu mengetahui tanda-tandanya. Seperti, adanya respon cepat untuk mencari kearah kiri dan kanan ketika benda yang dimainkannya hilang. Itu adalah salah satu tanda si kecil sudah memiliki kemampuan Object Paramence.

Cara mengoptimalkan kemampuan Paramence atau Object

Paramence

Yaitu dengan cara mengajaknya bermain setiap hari. Cobalah dengan permainan yang sederhana, seperti menyembunyikan benda yang sedang dimainkannya, lalu ajak ia untuk mencari mainan tersebut.

Perkembangan Motorik Bayi Usia 8 Bulan

Kemampuannya sudah mulai berkembang seiring semakin kuatnya otot-otot tangan, kaki, punggung, dan pantat. Dua bulan sebelumnya, yakni pada usia 6 bulan, ia masih dalam tahapan belajar merangkak. Tetapi, pada usia 8 bulan ini bayi sudah pintar merangkak.


Tidak lama lagi ia pun sedikit demi sedikit belajar berdiri sambil berpegangan pada sesuatu yang ada disekitarnya. Pada fase ini, Bunda harus lebih ekstra dalam mengawasi setiap gerak gerik si kecil .

Perkembangan Kognitif Bayi Usia 8 Bulan

Coba Bunda memerhatikan anak tertawa saat bermain. Berarti si kecil sudah masuk pada tahap perkembangan kognitif. Si kecil pun mulai paham adanya konsep sebab akibat meskipun tanpa disadarinya.

Perkembangan Bahasa Bayi Usia 8 Bulan

Si kecil lebih sering mengoceh dengan mengungkapkan beberapa kata. Kelucuannya semakin memuncak, dikala si kecil mulai merespon gerakkan ketika Bunda menyuruhnya. Misal, Bunda bilang “da-da Sayang”, maka si kecil akan merespon gerakkan dengan melambaikan sebelah tangannya. Lucu sekali, bukan?
Untuk mengoptimalkan perkembanganya, luangkan waktu beberapa saat untuk dapat memberikan stimulasi agar si kecil lebih kreatif, pintar, dan cepat tanggap.


https://image.freepik.com/free-photo/cute-blonde-baby-white-bed-with-teddy-bear_23-2147983468.jpg

read more →

Proses dan Menikmati Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

Kemampuan si kecil pada usia ini mulai terlihat lebih aktif dan merespon sesuatu hal yang Bunda tunjukan kepadanya. Beberapa perubahan dan kemampuannya, kami bahas pada ualasan selengkapnya berikut ini:

Bayi Semakin Pintar Berguling-guling


Kemampuan si kecil seperti ini adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan setiap kali ia turun dari gendongan. Namun, Bunda tetap harus lebih waspada jika ia berguling di atas tempat tidur.

Bayi Mulai Pintar Mencari Perhatian Bunda


Selain kemampuannya yang sudah aktif berguling-guling, di usianya tersebut pun si kecil mulai pintar mencari perhatian ibunya. 


Adanya Perubahan Warna Tinja


Hal ini dipengaruhi oleh asupan makanan padat pertamanya disamping ASI. Jika ini terjadi pada si kecil Bunda tetap harus memperhatikan konsistensinya.

Maka Bunda perlu secepatnya mengganti MPASI yang biasa diberikan pada si kecil dengan makanan yang teksturnya lebih lembut, seperti beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang sekiranya mudah dicerna.

Cara Menstimulasi Bayi 6 Bulan


Perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya wajib Bunda pahami agar perkembagan buah hati lebih optimal. Berikut beberapa stimulasi yang bisa Bunda ajarkan kepadanya:

Melatih Kemampuan Bayi Melakukan Gerakan Duduk


Ajarkan si kecil agar bisa duduk sempurna. Bantu ia untuk melakukan gerakan kasar, mulai dari memposisikan badannya agar bisa duduk sendiri. Sediakan kursi dan dudukkan si kecil dengan posisi tegak menyandar pada bagian belakang kursi.

Sesekali Bunda coba dudukkan si kecil di lantai dengan alas yang lembut sambil dipegang badannya agar tidak terguling.

Melatih Kemampuan Bayi Melakukan Grakan Halus


Mengambil benda berukuran kecil


Simpan potongan biskuit di hadapannya dan lakukan beberapa gerakan untuk menarik perhatian si kecil agar ia merespon untuk belajar mengambilnya. Jika kemampuan ini sudah terlatih dan si kecil mampu melakukannya, maka Bunda perlu menjauhkan benda-benda tajam dan berbagai jenis obat-obatan dari jangkauannya.

Makan sendiri


Ketika si kecil sudah pintar memegang benda-benda kecil, seperti halnya biskuit tadi, selanjutnya Bunda harus memberikan kesempatan untuk ia makan sendiri. Meskipun ia tidak bisa makan biskuit dengan cara yang seharusnya, tetapi hal ini merupakan cara menstimulasi yang perlu Bunda ajarkan kepada si kecil sejak dini. Dengan mengoptimalkan stimulasi tersebut, diharapkan perkembangan bayi 6 bulan dapat berjalan lebih optimal.
read more →

Stimulus yang Bagus Cara Merangsang Fisik Motorik Perkembangan Bayi 6 Bulan

Bayi usia 6 bulan biasanya terlihat lebih lucu dan menggemaskan. Karena di umur tersebut ia mulai bergerak untuk belajar banyak hal. Maka dari itu, untuk merangsang perkembangan fisik motorik bayi diperlukan stimulus yang bagus.

Perkembangan bayi 6 bulan dan stimulusinya harus diketahui oleh Bunda. Karena hal inilah yang menjadi penentu, apakah fisik motorik, baik motorik maupun motorik halus si kecil terbentuk dengan sempurna. Berikut, Kami kupas cara merangsang (stimulasi) fisik motorik bayi. Namun sebelumnya, perlu dijelaskan pula pengertian fisik motorik.

Pengertian untuk kemampuan Motorik bayi


Motorik bayi adalah kemampuan bayi dalam melakukan gerakan yang menggunakan otot besar sebagai alat tumpuan. Bisa juga dikatakan sebagai kemampuan si kecil dalam beraktivitas yang bertumpu pada seluruh berat tubuhnya.

Contoh bagus kemampuan motorik bayi usia 6 bulan adalah duduk tanpa bersandar, berguling tanpa dibantu, bisa menoleh, mengunyah serta mampu menelan makanan.

Pengertian Motorik Halus


Pengertian motorik halus adalah kemampuan bayi ketika melakukan gerakan dengan menggunakan otot-otot kecil. Seperti otot mata, tangan, kaki, kemampuan otak dan konsentrasi,atau kolaborasi di antara keduanya.

Cara Baik Merangsang Fisik Motorik Bayi


Jika bayi sudah mencapai usia 6 bulan, Bunda harus aktif melatih fisiknya dengan stimulus terbaik. Berikut tips merangsang perkembangan fisik motorik bayi, yaitu:

Merangsang respon Motorik


Merangsang respon motorik bayi tidak boleh sembarangan. Stimulus yang dipilih harus tepat dan aman. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba oleh Bunda yaitu:


  • Untuk Merangsang Kemampuan Berguling


Stimulasi untuk merangsang kemampuan berguling adalah menggunakan mainan bola dan yang sejenisnya.


  • Melatih Otot Leher


Cara merangsang dan membangun kekuatan otot lehernya adalah dengan menelungkupkan anak di kasur. Setelah itu, perlihatkan mainan tepat di atas kepalanya agar bayi belajar mendongakan kepala hal ini untuk meningkatkan kekuatan lehernya.


  • Stimulus yang Baik Untuk Mengunyah dan Menelan


Stimulus untuk meningkatkan kemampuan motorik bayi usia 6 bulan memberikan latihan mengunyah dan menelan. Kemampuan ini penting, karena menjamin kesehatan bayi.
Salah satu cara meningkatkan terkait fisik motorik pada bayi usia 6 bulan adalah mulai diperkenalkan dengan makanan. Salah satunya adalah bubur halus. Bisa juga dengan diberikan biskuit yang lunak dan sehat.

Merangsang Motorik Halus



  • Stimulus Koordinasi Mata dan Tangan


Untuk menstimulus kemampuan koordinasi mata dan tangan, Bunda bisa menggunakan benda yang bisa dipegang dan aman lalu letakan di depan bayi.


  • Stimulus Otot Kecil dan Konsentrasi


Untuk melatih konsentrasi, beri bayi mainan sendok dari plastik dan pasir. untuk test yang baik Bunda bisa mengambil pasir menggunakan sendok lalu tuang ke wadah.

Sedangkan untuk merangsang konsentrasi dan otot kecil, ajak bayi bermain menyusun balok dan puzzle.
Dalam merangsang perkembangan fisik motorik bayi harus dilakukan dengan telaten dan sabar.



read more →

Mengenali Tahapan Perkembangan dan Peningkatan Janin 7 Bulan

Memasuki trimester ketiga bunda harus meningkatkan lagi persiapan keperluan sikecil. Tapi jangan sampai terlena ya Bun!, demi kebaikan si kecil Bunda tetap harus memperhatikan tahap perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan. Karena setiap minggunya bayi akan semakin tumbuh dan berkembang sampai masa melahirkan. Semoga bisa membantu pada artikel ini saya akan membagikan pengetahuan seperti apa perkembangan bayi pada janin usia 7 bulan.

Beberapa tahapan perkembangan janin 7 bulan semoga bisa membantu pertanyaan bunda.

Menurut The Bump, seorang ahli tahap perkembangan janin 7 bulan dari minggu ke minggu dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Minggu kebaikan ke-29

Pada minggu ke-29 janin memiliki berat 1135 gram dengan panjang sekitar 38,6 cm pergerakan janin juga semakin aktif, bunda bahkan bisa merasakan pergerakannya sekitar 10 kali dalam waktu 2 jam.

Minggu kebaikan ke-30

Di minggu ke-30 berat bayi akan semakin terlihat perkembangannya sekitar 1315 gram dengan panjang 39-40 cm. Kulit janin semakin halus dan Ia semakin kuat menggenggam satu jarinya di dalam kandungan. Namun bunda mungkin akan sedikit mengalami kesulitan untuk memposisikan tubuh ketika tidur dengan nyaman. 

Minggu kebaikan ke-31

Perkembangan janin 7 bulan yang baik di minggu ke-31 ini sudah seberat 1496 gram dengan panjang sekitar 41 cm. Indera penglihatan semakin berkembang, janin juga sudah bisa membuka mata dan dapat merespon cahaya dari luar perut bunda.

Minggu kebaikan ke-32

Di usia 32 minggu, janin memiliki berat 1723 gram dan panjang kira-kira 42 cm atau seukuran labu kecil. Semakin tidak sabar ya bunda menanti kelahiran si kecil!

Di beberapa daerah biasanya suka diadakan syukuran, Hal itu dimaksudkan untuk mendoakan janin dan ibunya agar tetap sehat dan lancar ketika persalinan. Selain melantunkan doa, bunda juga harus memperhatikan hal-hal di bawah ini untuk menjaga kandungan tetap sehat dan kuat sampai persalinan.

Menjaga sikecil di mulai dari hal spele saat berjalan bunda harus mulai teliti

Ketika memasuki trimester ketiga berat badan janin dan bunda akan semakin meningkat. Saat melakukan aktivitas atau berjalan bunda harus memperhatikan keseimbangan tubuh.

Bunda harus mulai mengatur pola makan sehat saat usia kandungan 7 bulan.  Pentingnya memperhatikan kadar gula dalam tubuh untuk mempermudah ketika melahirkan

Pada usia kehamilan 24-27 minggu, bunda bisa saja mengalami kenaikan gula darah yang efeknya bisa sampai ke minggu 29-32. Meski kemungkinan hanya 4% ibu hamil di dunia mengalami diabetes bunda harus tetap menjaga kesehatan tubuh dengan mulai berolahraga, mengontrol berat badan dan kurangi makanan berserat.

Rutin memeriksa kehamilan untuk memeriksa kondisi bayi

Untuk menghindari janin lahir prematur, bunda bisa memulainya dengan rajin konsultasi dengan dokter kandungan ataupun bidan.

Menjaga berat badan

Di usia kehamilan 7 bulan, bunda akan semakin lahap menyantap makanan. Jika tidak dikontrol dengan baik tentunya bunda bisa mengalami kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan ini bisa mengganggu proses persalinan loh Bun! Selain itu juga bisa menyebabkan sesak nafas. Untuk itu sebaiknya bunda mengurangi makanan yang kaya karbohidrat dan memperbanyak makanan kaya protein.

Mempersiapkan keperluan si kecil boleh-boleh saja Bun, tapi juga harus memperhatikan perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan Bunda ya!.

read more →

Perkembangan Bagus Pada Fisik Bayi Usia 6 Bulan

Pada usia 6 bulan, biasanya kemampuan fisik bayi sudah bagus. Bahkan, Dia sudah mampu melakukan gerakan-gerakan secara mandiri.
Yang perlu diketahui oleh Bunda selanjutnya adalah perkembangan bayi 6 bulan, bisa apa saja? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut beberapa kemampuan fisik bayi yang didasari oleh tumbuh kembangnya di usia yang ke 6 bulan, yaitu:

1. Tangan dan Jari Bisa Memegang


Kemampuan fisik pertama adalah, bayi usia 6 bulan sudah bisa menggerakkan tangan serta jari-jemarinya. Sekalipun tidak sempurna, tetapi posisi tangan dan jari ketika memegang sudah semakin baik.
Di masa ini, si kecil akan terus meningkatkan kemampuannya. Ia tidak akan berhenti meraih barang-barang yang ada di dekatnya.
Jika Bunda ingin membuktikannya, ketika bunda memberikan bola pada si kecil maka respon yang akan di berikannya akan sangat baik. Dia pasti mencoba mengambil dan memegang bolanya. Cara lainnya adalah silakan dekatkan wajah Bunda ke tangan si kecil dia pasti mencoba untuk menyentuh dan mengelus dengan menggunakan jari-jarinya.

2. Bayi Bisa Duduk dengan Kokoh


Pada usia 6 bulan, punggung bayi sudah terbentuk dengan kokoh. Makanya di umur ini, ia sudah bisa duduk sekalipun tanpa bersandar.
Selain itu, di usia tersebut, bayi sudah mampu merespon suara yang didengarnya. Coba bunda panggil namanya si kecil pasti menoleh mencari asal suara.

3. Mulai Belajar Merangkak


Kebahagiaan memiliki bayi pada usia ini adalah saat paling menggemaskan. Karena di umur tersebut, kemampuan fisik si kecil sudah banyak, salah satunya adalah mulai belajar merangkak.
Jika tahapan perkembangan bayi 6 bulan ini sedang dialaminya, perbanyak interaksi Bunda dengan mengajaknya bermain. Caranya ialah lemparkan bola agak jauh dari jangkauannya. Tentu si kecil akan menangkap untuk mengambil bola tersebut.
Pada kondisi ini, si bayi mulai belajar untuk menguatkan otot dan sendi. Karena setelah mahir merangkak, tahapan selanjutnya adalah belajar berjalan dan berpindah tempat.

4. Bayi Sudah Mampu Berguling


Jika bayi baru berusia 6 bulan sudah berguling, itu hal yang sangat bagus. Disanalah bayi 6 bulan sudah mulai memperkuat otot, sendi dan tulangnya.

6. Menambah Bobot Tubuh


Jika ada yang bertanya kepada Bunda tentang perkembangan bayi 6 bulan bisa apa? Jawab saja kalau si kecil bisa melakukan semua yang berhubungan dengan aktivitas fisik. Karena di usia itu, berat dan tinggi bayi sudah cukup baik. Bahkan ukurannya bisa mencapai dua kali lipat dari sejak bayi dilahirkan.

Tinggi pertumbuhan bayi perbulan adalah 1 sampai ½ cm saja.
Bisa dikatakan perkembangan bayi 6 bulan adalah pertumbuhan fisik bayi yang terakhir. Karena setelah itu, ia tinggal menerapkannya dengan berjalan. Dari sejak itu pula, akan bermunculan kemampuan-kemampuan lain seperti bergumam dan memanggil “nama”. Atas dasar itulah, perkembangan anak usia 6 bulan, benar-benar dinanti oleh para orang tua.

Bagi Bunda yang memiliki anak sudah berusia 6 bulan, tingkatkan latihan fisiknya. Berikan stimulus yang sesuai termasuk mengajaknya bermain dengan rutin. Karena itulah, syarat kemampuan fisik bayi semakin terasah.

read more →

Inilah Perkembangan Bayi 1 Bulan Setelah Lahir yang Membuat Bunda Bahagia

Selamat Bunda! Kini buah hati anda sudah berusia 1 bulan. Nah, berikut artikel perkembangan bayi 1 bulan setelah lahir yang harus Bunda ketahui.

Perkembangan Bayi Beberapa Minggu Hingga Satu Bulan
Dua tiga minggu pasca dilahirkan, biasanya seorang bayi sudah memiliki kemampuan yang disebut perkembangan awal yang baik. Berikut ini, beberapa kemampuan tersebut yang bisa dipelajari oleh Bunda, yaitu:

1. Mengenali Suara Orang Tua

Pada usia dua minggu, bayi sudah mampu mendengar suara. Tetapi masih terbatas pada suara Bunda. Ini adalah periode awal bayi bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Nah, agar Ayahnya bisa lebih dekat dengan buah hati interaksi perlu diperbanyak, dengan cara menggendong,bercerita, mengajak ngobrol apapun itu yang bisa membawa anak ke hal positif.

2. Mampu Mengekspresikan Perasaan

Pada usia tiga minggu hingga satu bulan, biasanya bayi sudah mampu meluapkan perasaannya. Tetapi masih dalam bentuk tangisan, senyuman dan tertawa. Bahkan di masa ini pula, bayi sudah bisa mengendus. Silakan dekatkan wajah Bunda untuk mengetahui hal tersebut.

3. Mengenal Irama Musik

Perkembangan Bayi berusia 2 minggu hingga satu bulan selanjutnya adalah mulai mengenal irama musik. Maka wajar, jika Bunda menyetel alunan musik yang tenang, membuatnya lebih rileks dan nyaman.
Namun, jangan putar musik yang keras. Karena ini justru membuat bayi terkejut sehingga menangis. Bahkan, efeknya adalah tangisannya lebih lama dan nyaring.

Perkembangan Bayi 1 Bulan Setelah Lahir


Pada umumnya, bayi usia dua atau tiga minggu akan mengalami penurunan berat badan tetapi tinggi badan meningkat dan hal ini adalah wajar. Biasanya ketika memasuki usia bayi satu bulan, berat tubuhnya akan kembali normal. Nah ini dia perkembangan bayi 1 bulan yang terjadi:

1. Indera Pendengaran dan Penciuman Semakin Baik

Perkembangan bayi 4 minggu atau usia satu bulan setelah lahir adalah pendengaran dan penciumannya sudah mulai bagus. Gejalanya adalah, dia akan mencari sumber suara jika bunda memanggilnya.

Selain itu, di usia tersebut, bayi sudah memiliki kemampuan penciuman yang baik. Tetapi yang dia kenali masih bau atau aroma dari kedua orang tuanya.

2. Mulai Dengan Artikulasi Vocal


Ketika memasuki usia satu bulan, Bayi sudah bisa melakukan Komunikasi artikulasi. Masa tersebut, bayi mulai diajari menirukan. Seperti meniru nama panggilan papa, mama, kakak atau kakek dan neneknya. Hal yang terbaik adalah ajak terus bayi untuk berkomunikasi.

3. Sudah Mampu Merespon Sosial


Perkembangan bayi 1 bulan setelah lahir adalah, kemampuan respon sosialnya sudah mulai bagus. Dia sudah mulai tertawa dan mengeluarkan suara-suara.
Bayi sudah mengenal baik suara Bunda ketika berkomunikasi dengan orang sekitar. Di masa itu pula, dia mulai belajar berinteraksi dengan lingkungannya.

4. Koordinasi Motorik Sudah Semakin Baik


Perkembangan bayi pasca satu bulan selanjutnya adalah kemampuan motorik bayi sudah berkembang. Koordinasi tangan dan kaki juga mulai terbentuk.
Gejalanya adalah, jika tangannya digenggamkan sesuatu, pasti dia akan menggenggam dengan erat. Untuk melatihnya, silakan Bunda sentuh jari-jarinya dengan lembut.

Pada masa ini pula, Bayi mulai terbiasa menyentuhkan tangannya ke mulut. Bahkan dia akan memasukkan jari-jari ke dalamnya. Maka dari itu, berikan mainan yang bisa ia pegang. Selain membuat tertarik, juga melatih motorik agar lebih kuat. Yang perlu Bunda perhatikan adalah di setiap perkembangan usia berapapun, bayi harus diberikan stimulus yang baik. Karena itu merupakan bantuan terhadapnya untuk mengenal lingkungan. Jangan lupakan pula pemberian ASI harus maksimal. Supaya perkembangan bayi satu bulan setelah lahir semakin bagus.

read more →

Perkembangan Fisik, Sensori, Kognitif, Emosi dan Sosial Bayi Usia 1 Bulan

Tahap tumbuh kembang bayi penting untuk diketahui dan diperhatikan oleh orangtua. Dengan memperhatikan tumbuh kembangnya, Bunda bisa mengetahui perkembangan si kecil, apakah Ia tumbuh dengan sehat dan sesuai tahapan usianya. Untuk itu Bunda bisa memulainya dengan memperhatikan perkembangan bayi 1 bulan setelah lahir. Tumbuh kembang bayi di usia ini relatif cepat.


Lalu sebenarnya perkembangan apa saja sih yang terjadi pada bayi usia 1 bulan? Simak penjelasan berikut ini ya bun!

Perkembangan Fisik
Di usia 1 bulan berat badan bayi akan bertambah, bayi laki-laki memiliki berat sekitar 3,4 - 5,7 kilo dengan panjang badan sekitar 51,1 – 58,4 cm. Sementara untuk bayi perempuan memiliki berat badan sekitar 3,2 – 5,4 kilo dengan panjang badan berkisar 50 – 57,4 kilo. Dan perkembangan lingkar kepalanya, untuk bayi laki-laki berkembang sekitar 35,1 – 39,5 cm, dan bayi perempuan sekitar 34,3 – 38,8 cm.

Pada usia satu bulan, bayi juga sudah mulai memiliki kendali pada ototnya dan bergerak secara reflek. Seiring bertambahnya usia bayi, keadaan ini akan berubah dan bayi akan mulai menyadari jika Ia memiliki kontrol terhadap tubuhnya sendiri.

Perkembangan Sensori

Penglihatan

Ketika Bunda menyusuinya, si kecil akan dapat melihat wajah Bunda dengan jelas. Oleh karena itu Bunda harus memanfaatkan momen ini untuk menjalin kedekatan emosional dengannya.


Pendengaran

Sejak usia 28 minggu dalam kandungan sebenarnya bayi sudah dapat mendengar suara di dalam tubuh Bunda maupun di luar tubuh. Dan suara Bundalah yang akan menjadi suara favoritnya.


Penciuman

Perkembangan bayi 1 bulan setelah lahir lainnya yaitu indera penciuman bayi akan menjadi sensitif. Bahkan si kecil dapat membedakan bau Bunda dengan orang lain loh!


Indera Peraba dan Refleks

Sentuhan yang Bunda berikan dapat menciptakan perasaan tenang dan bahagia pada bayi. Oleh karena itu Bunda bisa melakukan pemijitan pada bayi untuk membantu tumbuh kembang ototnya.

Perkembangan Kognitif
Selain mengalami perkembangan secara fisik, bayi 1 bulan juga mengalami perkembangan kognitif. Di usianya ini, Ia akan mulai memproses informasi, mengingat dan memecahkan masalah. Misalnya, Ia akan lebih sering memperhatikan dan mengamati sekitarnya dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bunda atau orang lain.

Perkembangan Emosi dan Sosial

Menginjak usia 1 bulan, bayi akan mulai terpengaruh dengan orang lain yang merawatnya. Si kecil bisa tiba-tiba menangis, merajuk ketika melihat Bunda marah, dan ketika melihat Bunda bahagia Ia juga akan senang. Di usianya ini, si kecil akan mulai menampakkan perkembangan emosinya.

Perkembangan dalam Kemampuan Berbicara dan Bahasa
Bayi yang baru lahir akan mengekspresikan keinginan atau emosinya melalui tangisan, menggeliat atau menyeringai. Namun ketika bayi Bunda menginjak usia 1 bulan, Ia akan mulai bergumam tidak jelas untuk mengekspresikan keinginanya.

Itulah penjelasan singkat tentang perkembangan bayi 1 bulan yang bisa Bunda pelajari. Yang perlu Bunda ketahui, tumbuh kembang bayi juga sangat dipengaruhi oleh kesehatan Bunda saat hamil, usia kehamilan saat lahir dan masih banyak lagi. Jika Bunda merasa ada yang salah dengan tumbuh kembang si kecil, segera hubungi dokter.
read more →

Yuk, Kenali Perkembangan Bayi 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Memasuki bulan-bulan awal kehamilan tentu sangat menggembirakan tapi juga harus ekstra hati-hati. Pasalnya usia kandungan 1-2 bulan merupakan usia paling rawan dalam kehamilan. Selain itu Bunda juga akan mengalami morning sickness yang cukup mengganggu. Namun saat kandungan memasuki usia 3 bulan, Bunda bisa sedikit bernafas lega. Lantaran perkembangan bayi 3 bulan dalam kandungan akan semakin meningkat dan janin semakin kuat. 

Tentu Bunda ingin tahu perkembangan apa saja yang terjadi pada usia kehamilan 3 bulan, kan? Simak ulasannya berikut ini!

Yuk, Kenali Perkembangan Bayi 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Perkembangan Bayi 3 Bulan dalam Kandungan

Di akhir trimester pertama kehamilan dan mulai memasuki trimester kedua, embrio mulai berkembang menjadi bakal janin. Umunya pada usia kandungan 3 bulan, janin berukuran sekitar 1,5 ons atau 23 gram beratnya dengan panjang 3,5 inci atau sekitar 7,4 cm. Nah, Bunda pasti penasaran dan bertanya-tanya, janin 3 bulan apakah sudah bernyawa? 
Secara medis, di antara perkembangan janin 3 bulan dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Otak mulai berkembang sehingga kepala terlihat lebih besar dibandingkan tubuhnya
  • Sidik jari, kelopak mata, lidah, mulut, laring, bibir atas dan rahang terbentuk serta berada pada posisinya 
  • Jantung berkembang dan detakannya dapat didengar secara elektronik
  • Sistem muskuloskeletal otot dan tulang bayi dalam kandungan mulai terbentuk dan terorganisir dengan baik
  • Janin mulai menendang, berputar dan meregangkan tubuhnya
  • Sumsum tulang mulai memproduksi sel darah putih 
  • Usus mulai berkontraksi dan rileks yang merupakan tahap awal untuk pencernaannya yang sehat 
  • Ginjal mulai berkembang dan janin pun mulai memproduksi air kencing dalam kandung kemih 

Asupan Makanan yang Baik untuk Janin 3 Bulan

Meskipun janin sudah masuk usia tiga bulan, Bunda tetap harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Asupan makanan yang baik dan bergizi akan membantu pertumbuhan dan perkembangan janin. Selain itu dengan memakan makanan yang sehat juga akan memberikan energi bagi Bunda. Berikut ini menu makanan yang bisa Bunda pilih untuk dikonsumsi:

  • Untuk menu makan pagi, Bunda bisa menyiapkan susu khusus ibu hamil, nasi dan telur. Telurnya bisa direbus atau digoreng ya bun. Jika tidak suka telur bisa juga diganti dengan menu lain. Bunda juga bisa menambahkan sayuran seperti kacang panjang atau sayuran hijau lainnya. 
  • Mengkonsumsi bubur kacang hijau. Kandungan protein yang tinggi dalam kacang hijau bagus untuk perkembangan janin dan dapat menghindari resiko cacat. Selain itu kacang hijau juga bisa menjadi sumber energi bagi Bunda loh!
  • Menu makan siang, Bunda bisa mengkonsumsi nasi dengan sayur bening atau dengan ikan-ikanan. Jangan lupa juga buah-buahannya ya  bun!
  • Untuk menu makan malam, Bunda bisa menyiapkan nasi dengan tahu, sayuran, dan juga daging. 
  • Porsi yang dikonsumsi tidak usah terlalu banyak tapi lebih sering
  • Jika Bunda masih mengalami mual, Bunda bisa menyiasatinya dengan mengkonsumsi makanan yang tidak memiliki aroma yang menyengat, seperti roti. 
Untuk mendapatkan gizi yang seimbang untuk janin, sebaiknya Bunda juga rajin berkonsultasi pada dokter kandungan atau bidan ya!

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Usia Kehamilan 3 Bulan

Meskipun janin usia 3 bulan sudah tidak rentan akan keguguran. Namun Bunda dan juga ayah harus memperhatikan hal-hal berikut ini ya!

  • Saat kandungan Bunda memasuki usia 3 bulan, Bunda boleh melakukan hubungan seksual tetapi harus hati-hati
  • Jika Bunda pernah memiliki riwayat keguguran sebaiknya menunda hubungan seksual sampai janin benar-benar matang
  • Apabila setelah berhubungan seksual timbul flek atau bercak darah, meskipun kehamilan terasa normal. Sebaiknya Bunda segera berkonsultasi pada dokter atau bidan
Demikianlah perkembangan bayi 3 bulan dalam kandungan dan juga hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Bunda dan suami. Jika Bunda mengalami gejala yang tidak biasa segera konsultasikan ke dokter. Semoga bermanfaat!

read more →

Memahami Tanda Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat

Dapat mengikuti tahap tumbuh kembang si kecil tentu saja menjadi harapan setiap orang tua. Bunda juga pasti berharap si kecil tumbuh dengan sehat dan pintar. Umumnya bayi laki-laki usia 3 bulan memiliki bobot sekitar 5,1-7,9 kilo dengan panjang sekitar 57,6-65,3 cm. Sementara untuk bayi perempuan memiliki bobot 4,6-7,4 kilo dengan panjang 55,8-63,8 cm. Perkembangan bayi 3 bulan yang sehat lain juga tampak pada perkembangan motoriknya.

Lalu apa saja sih tanda-tanda lain yang bisa menjadi indikator dikatakannya bayi usia 3 bulan mengalami tubuh kembang yang sehat?

Tanda-Tanda Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat


1. Mengangkat Kepala
Hal pertama yang bisa Bunda perhatikan dari tumbuh kembang bayi 3 bulan yaitu Ia mulai bisa mengangkat kepalanya dan mampu menopangnya dengan kedua lengannya. Dalam posisi duduk, si kecil juga mulai bisa menegakkan kepalanya dengan lurus. Tidak hanya itu, saat diletakkan berbaring, si kecil mulai bisa mengangkat-angkat kepalanya meski hanya sebentar.

2. Lengan, Kaki dan Tangannya Terkoordinasi dengan Baik
Perkembangan bayi 3 bulan setengah yang bisa Bunda perhatikan yaitu gerak-geriknya saat menggerakkan dan melambaikan tangan serta mencoba menendang-nendangkan kakinya. Pada usia ini juga, si kecil mulai bisa menggenggam dan membuka jari-jarinya. Tidak jarang juga Ia akan memasukkan mainan atau benda ke dalam mulutnya.

Jika Bunda memasang mainan di atas kepalanya, Ia akan mencoba untuk meraih dan memukul-mukulnya dengan kepalan tangannya. Dapat dikatakan pencapain si kecil dalam mengkoordinasikan lengan, kaki dan tangannya merupakan pencapaian yang penting di usia 3 bulan.

3. Menjulurkan Lidah
Pada usia ini si kecil akan sering menjulurkan lidahnya dan memainkan air liurnya sendiri dengan membuat gelembung-gelembung kecil. Bunda tidak perlu khawatir jika si kecil jadi mudah ngeces, karena itu sesuatu yang normal.

4. Mulai Jarang Menangis dan Sering Berceloteh
Tanda perkembangan yang sehat lainnya yaitu Ia mulai jarang menangis dan lebih banyak tersenyum. Selain itu si kecil akan sering berceloteh meski tidak begitu jelas, tetapi hal itu merupakan perkembangan yang baik di usia 3 bulan.

6. Pola Tidur Stabil
Saat si kecil masuk usia 3 bulan, ayah dan Bunda akan merasa sedikit lega, karena di usia ini bayi lebih jarang terbangun saat malam hari. Pola tidurnya juga semakin stabil dan lama. Hal itu lantaran sistem saraf bayi semakin sempurna dan lambungnya mampu menerima banyak susu.

7. Mengenali Orang Tuanya
Tanda lain yang tampak dari perkembangan bayi 3 bulan lebih yaitu Ia mulai bisa mengenali wajah orang tuanya. Pada usia 3 bulan, lobus pariental mulai mengkoordinasi mata dan tangan serta mengenali objek. Sementara lobus temporal mulai mengenali bau, mendengar suara dan aktif-responsif.

Kapan Bunda Harus Khawatir dengan Perkembangan Si Kecil?
Meski setiap tumbuh kembang bayi berbeda-beda, Bunda juga tetap harus waspada jika pada usia 3 bulan, Ia belum bisa melakukan hal berikut :


  • Kesulitan menggerakkan satu atau dua mata ke semua arah
  • Tidak berceloteh atau menirukan suara yang dibuat oleh Bunda
  • Tidak bisa menopang kepalanya dengan baik


Untuk mengetahui apakah bayi Bunda mengalami tumbuh kembang yang sehat dan normal di usia 3 bulan. Bunda bisa memperhatikan tanda-tanda berikut ini!



  • Tidak merespon suara
  • Tidak dapat mengenali tangannya sediri
  • Sering memperlihatkan mata juling
  • Tidak meraih, menyentuh, memegang maupun menggenggam benda yang ada di sekitar jangkauannya.


Nah, itulah tanda perkembangan bayi 3 bulan yang sehat dan juga kapan Bunda harus khawatir terhadap perkembangannya. Semoga si kecil tumbuh sehat dan pintar ya bun!
read more →

Bunda Punya Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan, Ikuti Langkah Ini

Maksimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Mengetahui perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan juga patut untuk dilakukan ya, Bun!  Jadi Bunda bisa memberikan perhatian lebih sekaligus mengetahui permasalahan yang dialami bayi Bunda dan Bunda juga bisa lebih mengoptimalkan tumbuh kembang bayi Bunda.
Maksimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Oleh Orang Tua

Saat bayi mulai memasuki usia 3 bulan bahkan lebih, Ia akan mulai mengalami perkembangan fisik, sensorik, motorik dan emosional. Tak ayal jika bayi Bunda akan mulai bisa membedakan wajah Bunda dan ayah. Penglihatannya yang mulai sempurna, membuatnya lebih sering menggerak-gerakkan tangan, mencoba meraih dan menggenggam benda-benda di sekitarnya.

Perkembangan bayi 3 bulan lebih bisa dikatakan sebagai masa keemasan bagi si kecil untuk mengembangkan intelektualnya. Karena diusianya ini gerakan tangan dan penglihatan si kecil mulai terkoordinasi dengan baik, sehingga Ia akan mulai belajar hubungan sebab – akibat.

5 hal yang harus diperhatikan oleh orang tua saat usia bayi Bunda memasuki 3 bulan:
  1. Ketika penglihatannya mulai berkembang, maka akan berkembang pula kemampuan sosialisasinya
  2. Tangisan bayi akan mulai berkurang dan berganti celotehan-celotehan “aaa”, “ooo” sebagai salah satu cara melatih komunikasinya
  3. Bayi akan mulai mudah bosan dan rewel saat digendong dalam posisi tidur karena pandangannya terbatas. Jadi sebaiknya gendong bayi dengan posisi duduk dengan punggung menempel dada Bunda, sehingga Ia bebas mengamati sekitarnya.
  4. Reflek bayi Bunda juga akan mulai menghilang dan berganti gerakan-gerakan yang didorong rasa ingin tahunya terhadap sesuatu
  5. Bayi akan mulai menunjukkan perasaan seperti gembira, marah, sedih, takut. Sehingga Bunda harus mengenali emosinya agar bisa melatih tingkah lakunya sesuai perasaannya.

Mengoptimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Salah satu perilaku yang menonjol dari perkembangan bayi usia 3 bulan lebih yaitu seringnya mencoba menggerak-gerakkan tangan untuk meraih sesuatu lalu memasukkannya ke dalam mulut. Ia juga akan mulai mengoceh untuk memulai komunikasi. Dan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, Bunda bisa mempraktikkan tips berikut ini:

  • Memberikan Mainan

Di usianya ini Ia akan mulai tertarik dengan benda – benda di sekitarnya. Untuk itu, Bunda bisa menyediakan mainan untuk melatih kemampuannya tersebut. Bunda bisa memberikan mainan dengan warna cerah, bisa berbunyi dan juga tidak berbahaya. Karena di usianya ini, Ia juga akan lebih sering memasukkan benda – benda ke dalam mulutnya.

  • Membantu Bersosialisasi

Menginjak usia 3 bulan lebih, bayi Bunda akan mulai mengajak komunikasi dengan mengeluarkan suara-suara tidak begitu jelas. Ia juga akan mudah tersenyum pada orang lain, tertawa bahkan mengajak bermain. Pada kondisi ini peran Bunda sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman, sehingga menumbuhkan rasa percaya pada si kecil. Hal tersebut akan membantunya juga untuk berkomunikasi dengan orang lain.

  • Membacakan Buku Cerita

Bayi usia 3 bulan sudah memiliki ingatan yang baik. Jadi semakin sering Bunda mengajaknya berkomunikasi akan membuat perkembangan IQ dan perbendaharaan kosakatanya meningkat. Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan bayi yang jarang dibacakan cerita atau diajak komunikasi oleh orang tuanya.
Untuk membuat bayi lebih tertarik, Bunda bisa membeli buku cerita bergambar dengan warna-warna yang cerah.

  • Membantunya Menirukan Sesuatu

Perkembangan bayi saat menirukan sesuatu lebih cepat pada usia ini. Namun jika Bunda belum melihat perkembangan tersebut pada si kecil, Bunda bisa mengkonsultasikannya pada dokter. Semoga tipsnya bermanfaat!

read more →