• Tumbuh Kembang anak
    Tumbuh Kembang anak
  • bayi baru lahir
  • Kasih Sayang Sepanjang Masa
    Kasih Sayang Sepanjang Masa

Perkembangan Stimulasi yang Baik untuk Bayi 8 Bulan

Bagi seorang bunda, pasti menyenangkan sekali rasanya mengikuti tumbuh kembang sang buah hati. Mulai sejak dia masih dalam kandungan, lahir, kemudian terus tumbuh dan berkembang hingga besar. Bunda dapat melakukan stimulasi tertentu untuk perkembangan bayi sesuai dengan usianya. Berikut ini stimulasi yang dapat Bunda berikan untuk perkembangan bayi 8 bulan.


Perkembangan Bayi 8 Bulan Sudah Bisa Apa Saja Ya?

Di usia ini, berat badan bayi laki-laki umumnya sekitar 7-10,5 kg dan panjang 66,5-74,7 cm. Sedangkan berat badan bayi perempuan sekitar 6,3-10 kilogram dan panjang sekitar 64,3-73,2 cm. Lalu perkembangan bayi 8 bulan sudah bisa apa saja?

Keterampilan sosial yang baik

Memasuki usia 8 bulan, bayi biasanya mulai dapat meniru apa yang orang dewasa lakukan. Walaupun belum dengan baik pada kegiatan sederhana, seperti menyisir, minum dari gelas, atau pura-pura bicara di telepon.

Perkembangan penglihatannya semakin baik, sehingga bayi mulai bisa mengenali wajah orang terdekatnya dari jarak cukup jauh. Dia juga mulai mengenal rasa takut sekaligus penasaran pada sesuatu yang baru, misalnya dering telepon, mainan baru, atau suara musik.

Keterampilan motorik yang baik

Pada usia 7 bulan, seorang bayi biasanya sudah mulai belajar merangkak. Sedangkan di usia ini, dengan bantuan kedua tangan dan lututnya, perlahan bayi mulai belajar mengangkat tubuh. Bayi juga mulai belajar menggerakkan tubuhnya secara perlahan dan sudah bisa berdiri dengan berpegangan.

Ia akan semakin aktif menggerakkan mainannya dengan cara-cara, seperti memukul, membanting, atau menjatuhkan. Bunda juga dapat memberikannya mainan yang berbentuk serupa dengan benda asli, seperti telepon mainan atau buah-buahan mainan. Selain itu, di usia ini bayi juga mulai bisa menggenggam dan menyantap makanan dengan tangannya. 

Keterampilan berbicara yang baik

Bunda pasti senang karena sekarang si kecil sudah bisa memberikan respon, terutama pada kata yang sering didengar. Bahkan dia juga mulai bisa mengucap beberapa kata sederhana, seperti mama, papa, iya, tidak, dan sebagainya. Karena sudah mulai bisa berbicara, bunda bisa ajarkan si bayi untuk mengenal anggota tubuh atau benda-benda di sekitarnya.

Stimulasi untuk Perkembangan Bayi 8 Bulan

Berikut beberapa stimulus yang dapat Anda berikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi di usia 8 bulan.

Mengajak Berbicara dengan baik

Stimulasi ini berkaitan dengan keterampilan berbicara dari si kecil. Bunda bisa membicarakan apa saja dengannya. Salah satunya membacakan dongeng yang singkat dan sederhana. Bisa juga dengan mulai mengenalkan bagian tubuh, warna, atau nama benda di sekitarnya. Dengan begitu, perlahan kosa kata yang dikuasai anak akan semakin banyak dan menunjang keterampilannya berbicara.

Memberikan mainan dengan baik

Untuk menstimulus bayi agar semakin semangat untuk bergerak, Bunda bisa membelikannya mainan. Sebagai contoh, belikan bola. Jika bola tersebut digelindingkan, akan bisa menarik si bayi untuk mengejarnya. Secara otomatis, ini akan melatih kelincahannya dalam bergerak.

Mengajak bermain air dengan sikap yang bahagia

Saat mandi juga bisa menjadi saat bermain dengan bayi loh, bunda. Bunda bisa memberikan mainan ketika bayi berendam agar dia berusaha mengambilnya. Kabarnya, aktivitas seperti ini dapat melatih koordinasi tangan, mata, dan motorik si anak.

Mengajak melihat kaca 

Di usia ini, bayi biasanya mulai penasaran dengan berbagai hal baru. Maka dia mulai suka melempar, memukul, hingga menjatuhkan mainan. Sesekali Bunda bisa mengajak bayi untuk berada di depan kaca. Pantulan dirinya sendiri tentu akan membuat si anak penasaran.  

Membuatkan Finger Food yang baik

Karena sudah memiliki kemampuan untuk menggenggam sesuatu, Bunda mulai bisa mengajarkan anak makan sendiri dengan membuat finger food. Misalnya, memberikan wortel yang telah diolah yang ukurannya disesuaikan dengan tangannya.
Demikian Bunda beberapa stimulasi yang dapat diberikan untuk perkembangan bayi 8 bulan. Semoga bermanfaat ya Bunda.

Meta deskripsi:

Bayi Bunda sudah memasuki usia 8 bulan? Berikan stimulasi berikut ini untuk mengoptimalkan perkembangan bayi 8 bulan ya, Bunda.
Gambar: https://image.freepik.com/free-photo/girl-playing-with-cute-baby_23-2147711873.jpg


read more →

Cara Merawat Bayi Usia 2 Bulan Agar Tetap Sehat

Menjaga atau merawat bayi usia 2 bulan agar sehat memang tidak mudah. Namun, Bunda tidak boleh putus asa ketika melakukannya. Sebab, di usia inilah, bayi rawan mengalami penyakit. Bahkan, gangguan muntaber yang mengancam nyawa, sebagian besar menyerang di usia 2 bulan ke atas.

Karena hal itulah, silakan Bunda simak tips yang dijelaskan di bawah. Solusi menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan perkembangan bayi 2 bulan. Berikut kiat dan caranya.


1. Penuhi Asupan Nutrisi Bayi
Di usia dua bulan, seorang bayi yang lapar akan menunjukkan keinginannya dalam bentuk tangisan. Maka dari itu, perhatikan gejala tersebut, supaya asupan nutrisi bayi tidak terlambat.

Kalau bisa, jangan sampai bayi menangis baru diberikan ASI. Karena biasanya, durasi tangis bayi di usia 2 bulan cukup lama sehingga mengganggu aktivitasnya ketika menyusu.

Selain itu, tambah asupan nutrisi Asi jika Bayi sudah berusia di atas 2 bulan. Jika perlu, mulai diajari menyusu secara penuh pada kedua payudara. Jika ini dilakukan dengan maksimal, niscaya perkembangan bayi usia 2 bulan akan maksimal.

2. Beri Waktu Tidur Yang Lebih Lama
Seorang bayi masih rentan terhadap penyakit akibat kelelahan. Maka dari itu, ia membutuhkan waktu istirahat lebih lama dibandingkan orang dewasa. Atas dasar itu, programkan tidurnya dengan baik. Selain tidur malam, tidur siangnya juga perlu dijaga. Biasanya durasi tidur siang hari yang tepat untuk bayi adalah 2-3 jam.

Untuk para Bunda, perhatikan waktu tidur ini. Biasanya, bayi mengantuk ketika selesai menyusu. Sedangkan masa tidur bayi usia 2 bulan secara keseluruhan adalah 9 jam hingga 12 jam setiap hari.

3. Respon Keinginan Bayi dengan Cepat
Menurut ahli anak, seorang bayi lebih sering menangis ketika usianya mencapai 2 bulan. Hal ini, disebabkan oleh jaringan saraf yang sudah mendekati sempurna. Maka dari itu, jika bayi lelah atau lapar, respon inilah yang ia tujukkan. Supaya Bundanya menidurkannya atau memberinya Asi.

Ada pertanyaan, perkembangan bayi 2 bulan sudah bisa apa? Jawabannya sangat banyak, termasuk kemampuan menarik perhatian kedua orang tuanya. Salah satu caranya dengan menangis. Nah, jika gejala ini sudah muncul, segera tenangkan bayi dengan cara menggendong atau menyusuinya.

4. Bantu Perkembangan Bayi
Cara merawat bayi usia dua bulan supaya tetap sehat adalah dorong pertumbuhan tubuhnya. Tahapan perkembangan bayi di usia tersebut juga harus diketahui. Salah satu tipsnya adalah, membantu jari bayi ketika menggenggam. Bisa juga dengan memberikan mainan gantung yang menarik.

Selain itu, perkembangan pendengaran bayi di usia ini, sudah cukup baik. Maka dari itu, dorong pertumbuhannya dengan cara memperdengarkan musik yang tenang, membacakan ayat suci Alquran atau memanggil namanya dengan lembut.

5. Latih Interaksi
Tips yang kelima adalah mulai ajak si kecil untuk berinteraksi. Misalnya mengajaknya bermain sembari diperkenalkan dengan nama panggilan Ayah atau Bundanya. Usahakan ketika mengajarkannya, gunakan suara yang lembut dan berirama.

6. Lakukan Imunisasi Secara Teratur
Usia 2 bulan, adalah umur bayi yang cukup rentan pada virus. Maka dari itu, di usia ini, hendaknya ia diberikan imunisasi secara teratur.

Bunda tidak boleh malu membawa sang bayi ke Posyandu terdekat. Apalagi saat ini, sebagian besar kelurahan dan RT sudah memprogramkannya selama satu minggu sekali.

7. Jangan Membiarkan Bayi dalam Keadaan Lapar
Jangan pernah membiarkan bayi dalam keadaan lapar. Karena itu bisa menyebabkan penurunan berat badannya. Maka dari itu, pelajari sikap si kecil, ketika kondisi ini muncul. Biasanya dia menunjukkan dengan menangis atau kurang aktif.

Begitulah beberapa cara agar perkembangan bayi 2 bulan pesat, dan kesehatannya lebih terjamin. Jika kiat ini dilakukan oleh Bunda, gangguan penyakit akan sangat jarang terjadi.
read more →

Ragam Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan yang Harus Bunda Pahami

Perkembangan bayi dari bulan ke bulan memang selalu menakjubkan para orang tua. Hal-hal ini tentu sayang untuk dilewatkan baik bunda maupun ayah. Saat perkembangan bayi 9 bulan ke atas akan ada banyak kemampuan baru si bayi yang tentu membuat Bunda semakin terpukau.

Tentu saja Bunda harus mengetahui apa saja yang sebenarnya dapat dilakukan bayi di usia 9 bulan untuk mengetahui sejauh apa perkembangan dari anak Bunda. Untuk itu kali ini akan disajikan beragam informasi perkembangan bayi 9 bulan, dijamin bikin takjub Bunda nantinya.

Bayi 9 Bulan Dapat Melakukan Apa Saja?

Setiap bayi memiliki skema perkembangannya sendiri-sendiri. Namun, memang secara umum bayi dapat dipeta-petakan menurut dengan tahapan usia kelahiran. Pada usia 9 bulan ini sudah banyak kegiatan yang dapat dilakukan si bayi. Kemampuannya pun mulai berkembang pesat, seperti beberapa kemampuan di bawah ini.

Gerakan Motorik Mulai Dapat Dilakukan dengan Baik
Pada usia 9 bulan kemampuan motorik bayi mulai berkembang dengan pesat. Di usia inilah bayi sudah dapat bergerak aktif. Kemampuan mobilitasnya pun mningkat. Ia sudah mulai belajar untuk berdiri, merangkak serta melakukan penjelajahan terhadap lingkunan tempat dia berada. Jadi Bunda jangan heran kalau pada usia segini bayi akan aktif-aktifnya bergerak.

Pada usia 9 bulan ini bayi juga sudah mulai dapat melakukan beberapa gerakan motorik seperti memindahkan benda dari satu tangan menuju ke tangan yang lain dengan lebih ahli. Ia juga dapat mulai melakukan perpindahan posisi dengan lebih cepat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Mulai Memahami Kata-kata

Selain kemampuan motoriknya yang meningkat, pada usia ini kemampuan bicaranya juga berkembang pesat. Seperti halnya ia mulai memahami berbagai pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Contoh paling sederhana adalah dengan mulai memahami ‘identitas’ nama yang dimilikinya.

Akan tetapi konteks tentang kata sudah mulai dapat dipahami bayi yang masuk pada usia ini. Jadi Bunda jangan ragu-ragu untuk mulai mengobrol dengan bayi pada usia ini ya.

Kognitif yang Mulai Berkembang

Kemampuan kognitif bayi di usia 9 bulan juga turut berkembang cukup pesat. Kemampuan ini sebenarnya mulai hadir di usia 6 bulan akan tetap menguat seiring dengan berjalannya waktu hingga nanti berusia 12 bulan.

Selanjutnya ia juga dapat mulai mengarahkan pandangan serta kepala menuju ke sumber suara yang membuatnya penasaran. Respon suara memang sudah dapat dikenali oleh bayi pada usia ini.

Mulai Bisa Bersosialisasi

Pada usia ini Bunda juga sebaiknya mulai mengajak bayi ‘bersosialisasi’ misalnya dengan mengajaknya bercanda atau tertawa.
Di sisi lain ia juga sudah mulai dapat merespon rasa nyaman yang dihadirkan dari orang-orang terdekat yang ia rasa familiar. Bahkan ia mulai dapat melakukan beberapa tindakan seperti membagikan makanan atau beberapa tindakan interaksi lainnya.

Mampu Menanggapi Perintah dan Pertanyaan

Ketika berusia 9 bulan kemampuan bayi untuk menanggapi perintah dan pertanyaan pun sudah dapat berkembang dengan baik.
Perkembangan bayi dari bulan ke bulan memang selalu menakjubkan. Tentu ini akan membuat para orang tua menjadi takjub akan kemampuan baru yang dimiliki anaknya. Tak ada salahnya belajar lebih lanjut mengenai perkembangan bayi 9 bulan guna memahami hal baru apa saja yang dapat diperoleh dari bayi tiap bulannya.
read more →

Ketahui Kemampuan Fisik, Motorik, dan Sensorik Bayi Usia 6 Bulan

Kemampuan Fisik, Motorik, dan Sensorik Bayi Usia 6 Bulan
Kemampuan Fisik, Motorik, dan Sensorik Bayi Usia 6 Bulan Usia bayi 6 bulan tanpa adanya gangguan kesehatan pastinya orang tua merasa senang memantau masa-masa perkembangan si kecil seiring pertambahan usianya. Diusianya tersebut, si kecil mulai paham siapa orang tuanya. Bahkan, ia sudah bisa mengekspresikan keinginannya, yaitu lewat tangisan. Tapi, Bunda pun masih bisa mengendalikannya.  Lebih baik Bunda yang baru pertama kali memiliki momongan, sedikitnya harus memahami perkembangan bayi 6 bulan bisa apa saja. Untuk mengetahui hal tersebut, kami akan mencoba menjabarkan beberapa hal seputar kemampuan fisik, motorik, dan sensorik bayi usia 6 bulan.  Kemampuan Fisik Bayi  Bayi yang berusia 6 bulan, otot dan sendinya sudah bisa bekerja dengan baik. Leher bayi sudah mulai tegak tanpa bantuan orang tuanya, namun tetap harus waspada.   Bagian tulang punggung yang mulai kuat, membuatnya dapat duduk sendiri tanpa dipegang. Untuk melatih kemampuannya tersebut, Bunda sesekali bisa mendudukkan si kecil di atas kursi sambil bersandar.  Otot tangan yang sudah mulai berkoordinasi dengan baik, membuatnya sanggup memegang erat benda di tangannya dengan kuat. Saat Bunda mencoba mengambil benda tersebut, jari si kecil sudah bisa mempertahankan kekuatan pegangannya.  Bayi usia 6 bulan, tidak hanya memiliki kemampuan fisik memegang benda dengan erat saja, melainkan mampu memindahkan benda tersebut dari tangan kanan ke tangan kiri atau dari satu tempat ke tempat lain.   Bahkan bayi yang berusia 6 bulan pun ada yang sudah diperkenalkan untuk belajar berenang. Berenang sendiri memiliki manfaat besar untuk bayi dalam melatih kemampuan fisiknya, terutama melatih kekuatan otot tangan dan kaki.  Jika perkembangan bayi 6 bulan berjalan normal, Bunda akan melihatnya berguling dengan kekuatan otot kaki dan bagian pantatnya.  Untuk sebagian bayi yang berusia 6 bulan, kemudian sudah memiliki koordinasi yang sangat baik antara otot kaki dan punggung. Maka, kemampuan fisiknya untuk bisa merangkak sudah mulai dipelajarinya. Tahapan perkembangan ini masih perlu diawasi lebih cermat.    Kemampuan Motorik Bayi  Bayi sudah mulai memiliki kemampuan untuk mengenali bahasa dan mengerti dengan apa yang Bunda ucapkan, meskipun tidak secara keseluruhan.  Bayi sudah bisa mengekspresikan keinginannya untuk makan. Bunda bisa lihat kebiasaan si kecil memasukkan benda dari tangan ke mulutnya.      Kemampuan motoriknya sudah mulai berkembang, ia mulai belajar mengingat sesuatu hal yang dilihat dan didengarnya.  Daya ingatnya yang semakin kuat, membuat si kecil mulai mengenal bahasa yang sering Bunda ajarkan.   Kemampuan Sensorik Bayi  Kemampuan sensorik ini berhubungan dengan masalah indra penglihatan, indra pendengaran, dan indra perasa. Bayi usia 6 bulan sudah bisa melihat dengan sempurna. Biasanya ia lebih cenderung pada warna-warna terang yang dilihatnya.  Kemampuan indra pendengarannya responsif. Ketika namanya dipanggil, respon si kecil akan dengan cepat menoleh ke arah sumber suara.  Indra perasanya sudah mulai aktif. Terbukti, saat ia memegang benda keras atau lunak di tangannya, pasti benda tersebut akan diremas sekuat-kuatnya.  Beberapa hal yang sudah bayi lakukan seperti salah satunya, ia sudah mulai ingin berkomunikasi dengan bahasa isyarat ataupun mengulang-ulang bahasa yang mudah diucapkannya. Misal, menyebut nama Ibu atau Ayah.  Meta deskripsi:  Bagi Bunda yang belum mengetahui perkembangan bayi 6 bulan bisa apa saja. Pada artikel ini, kami membahasnya secara lengkap untuk Anda. Mari simak! Saran gambar: https://image.freepik.com/free-photo/cute-blonde-baby-white-bed-with-teddy-bear_23-2147983472.jpg

Usia bayi 6 bulan tanpa adanya gangguan kesehatan pastinya orang tua merasa senang memantau masa-masa perkembangan si kecil seiring pertambahan usianya. Diusianya tersebut, si kecil mulai paham siapa orang tuanya. Bahkan, ia sudah bisa mengekspresikan keinginannya, yaitu lewat tangisan. Tapi, Bunda pun masih bisa mengendalikannya.

Lebih baik Bunda yang baru pertama kali memiliki momongan, sedikitnya harus memahami perkembangan bayi 6 bulan bisa apa saja. Untuk mengetahui hal tersebut, kami akan mencoba menjabarkan beberapa hal seputar kemampuan fisik, motorik, dan sensorik bayi usia 6 bulan.

Kemampuan Fisik Bayi

Bayi yang berusia 6 bulan, otot dan sendinya sudah bisa bekerja dengan baik. Leher bayi sudah mulai tegak tanpa bantuan orang tuanya, namun tetap harus waspada.

Bagian tulang punggung yang mulai kuat, membuatnya dapat duduk sendiri tanpa dipegang. Untuk melatih kemampuannya tersebut, Bunda sesekali bisa mendudukkan si kecil di atas kursi sambil bersandar.

Otot tangan yang sudah mulai berkoordinasi dengan baik, membuatnya sanggup memegang erat benda di tangannya dengan kuat. Saat Bunda mencoba mengambil benda tersebut, jari si kecil sudah bisa mempertahankan kekuatan pegangannya.

Bayi usia 6 bulan, tidak hanya memiliki kemampuan fisik memegang benda dengan erat saja, melainkan mampu memindahkan benda tersebut dari tangan kanan ke tangan kiri atau dari satu tempat ke tempat lain.

Bahkan bayi yang berusia 6 bulan pun ada yang sudah diperkenalkan untuk belajar berenang. Berenang sendiri memiliki manfaat besar untuk bayi dalam melatih kemampuan fisiknya, terutama melatih kekuatan otot tangan dan kaki.

Jika perkembangan bayi 6 bulan berjalan normal, Bunda akan melihatnya berguling dengan kekuatan otot kaki dan bagian pantatnya.

Untuk sebagian bayi yang berusia 6 bulan, kemudian sudah memiliki koordinasi yang sangat baik antara otot kaki dan punggung. Maka, kemampuan fisiknya untuk bisa merangkak sudah mulai dipelajarinya. Tahapan perkembangan ini masih perlu diawasi lebih cermat.

Kemampuan Motorik Bayi

Bayi sudah mulai memiliki kemampuan untuk mengenali bahasa dan mengerti dengan apa yang Bunda ucapkan, meskipun tidak secara keseluruhan.

Bayi sudah bisa mengekspresikan keinginannya untuk makan. Bunda bisa lihat kebiasaan si kecil memasukkan benda dari tangan ke mulutnya. Kemampuan motoriknya sudah mulai berkembang, ia mulai belajar mengingat sesuatu hal yang dilihat dan didengarnya.
Daya ingatnya yang semakin kuat, membuat si kecil mulai mengenal bahasa yang sering Bunda ajarkan.

Kemampuan Sensorik Bayi

Kemampuan sensorik ini berhubungan dengan masalah indra penglihatan, indra pendengaran, dan indra perasa.
Bayi usia 6 bulan sudah bisa melihat dengan sempurna. Biasanya ia lebih cenderung pada warna-warna terang yang dilihatnya.
Kemampuan indra pendengarannya responsif. Ketika namanya dipanggil, respon si kecil akan dengan cepat menoleh ke arah sumber suara.

Indra perasanya sudah mulai aktif. Terbukti, saat ia memegang benda keras atau lunak di tangannya, pasti benda tersebut akan diremas sekuat-kuatnya.

Beberapa hal yang sudah bayi lakukan seperti salah satunya, ia sudah mulai ingin berkomunikasi dengan bahasa isyarat ataupun mengulang-ulang bahasa yang mudah diucapkannya. Misal, menyebut nama Ibu atau Ayah.
read more →

4 Perkembangan Bayi 5 Bulan Dalam Kandungan, Bunda Wajib Tahu!

Bukan hanya Bunda yang mengalami perubahan fisik. Di usia 5 bulan, janin pun mengalami perubahan dalam perkembangan fisik serta kemampuannya. Salah satu yang paling mencolok dari perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan yaitu kemampuan janin untuk bergerak, serta indera pendengaran yang mulai berfungsi. Nah, Bunda wajib tahu perkembangan lain juga terjadi pada janin 5 bulan setiap minggunya.

Janin 5 Bulan pada Minggu ke-21

Perkembangan janin yang terjadi pada minggu pertama di usia 5 bulan yaitu janin memiliki panjang serta berat yang bertambah. Yaitu 26 cm, dengan berat sekitar 340 gram. Jika didefinisikan dalam bentuk, kira-kira ukuran janin tersebut sebesar wortel. Ukuran ini memang belum terlalu besar, namun pada tahap ini organ tubuh janin perlahan telah terbentuk mendekati sempurna.

Sumsum tulang mulai berkontribusi dalam pembentukan sel darah. Organ pencernaan dan pankreas berkembang semakin matang. Organ vital janin mulai terbentuk.

Meskipun belum berfungsi sempurna, paru-paru janin pun mulai berlatih bernafas dengan cara mengambil oksigen dari plasentaa Bunda. Mata dan bibir janin pun sudah terbentuk semakin sempurna. Di usia ini, bahkan mata janin sudah bisa dikedipkan.

Janin 5 Bulan pada Minggu ke-22

Yaitu sekitar 27 cm, dan berat kira-kira 453 gram. Tidak hanya dalam segi fisik saja, tetapi perkembangan juga meningkat dalam segi kemampuan.

Pertama untuk fisik. Pada tahap ini, semakin jelas bentuk bibir, kelopak mata serta alis janin. Indera pengecap telah berfungsi. Telah terbentuk otak dan syaraf janin, dan perkembangan organ reproduksi janin pun telah sampai pada munculnya testis jika janin laki-laki. Rahim serta ovarium juga muncul jika bayi perempuan.
Adapun untuk perkembangan kemampuan, di minggu ke-22 ini, janin telah mampu merasakan sentuhan dari luar kandungan.

Janin 5 Bulan pada Minggu ke-23

Berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya, di usia kandungan 5 bulan pada minggu ke-23 ini berat janin mencapai 500 gram, dengan panjang kira-kira 28 cm. Pada tahap ini, perkembangan janin telah banyak mengalami penyempurnaan. Gerakan janin di usia ini cukup aktif. Hal itulah yang membuat Bunda mulai bisa merasakan gerakan tersebut dari luar,
Tidak hanya itu, pada tahap ini janin juga mulai bisa bernapas dengan baik. Hal itu karena, paru-paru pada janin telah mampu mengembang sehingga janin mendapatkan oksigen.

Janin 5 Bulan pada Minggu ke-24

Semakin bertambah, di minggu ke 24, perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan memiliki panjang 30 cm dengan berat sekitar 600 gram. Perkembangan ini juga diikuti perkembangan lain. Bagian dalam telinga janin juga telah mampu mengontrol keseimbangan tubuh, sehingga janin mampu mengetahui posisinya dalam perut Bunda.

Kemampuan ini, umumnya juga akan membuat janin mampu bergerak-gerak dan memilih posisi paling nyaman dalam perut Anda. Pada tahap ini, janin juga mulai belajar berinteraksi melalui sentuhan atau gerakan-gerakan kecil yang janin lakukan pada perut Anda.
Demikian 4 perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan setiap minggunya.
read more →

Mengenal Lebih Dekat, Perkembangan Bayi 8 Bulan

Ketika si kecil berusia 8 bulan, ia semakin aktif dan pintar bermain, pastinya Bunda merasa senang, bukan? Tapi, tahukah Bunda, perkembangan bayi 8 bulan bisa apa saja? Apakah Bunda yakin, perkembangan bayi 8 bulan normal? Untuk menjawab kehawatiran yang Bunda rasakan sekarang, kami akan coba jelaskan di sini.

Perkembangan Bayi 8 Bulan

Apakah Bunda sudah tahu, apa itu Parmanence atau Object Parmanence yang dimaksudkan?

Parmanence atau Object Parmanence

Pada usia berapa, bayi yang sudah memiliki kemampuan Object Paramence?
Umumnya kemampuan tersebut akan dimiliki oleh bayi yang berusia 8-9 bulan. Saat itulah perkembangan otaknya mulai meningkat dari hari ke hari. Di usia inilah, kemampuan Object Paramence mulai terbentuk. Untuk itu, Bunda harus lebih sering menstimulasi otaknya dengan hal-hal yang bersifat edukasi.

Cara mengenal lebih dekat, tanda-tanda si kecil sudah memiliki
kemampuan Object Paramence

Bunda pun harus tahu, apakah si kecil sudah memiliki kemampuan tersebut atau malah sebaliknya? Lalu, bagaimana cara mengetahuinya? Bunda harus lebih dulu mengetahui tanda-tandanya. Seperti, adanya respon cepat untuk mencari kearah kiri dan kanan ketika benda yang dimainkannya hilang. Itu adalah salah satu tanda si kecil sudah memiliki kemampuan Object Paramence.

Cara mengoptimalkan kemampuan Paramence atau Object

Paramence

Yaitu dengan cara mengajaknya bermain setiap hari. Cobalah dengan permainan yang sederhana, seperti menyembunyikan benda yang sedang dimainkannya, lalu ajak ia untuk mencari mainan tersebut.

Perkembangan Motorik Bayi Usia 8 Bulan

Kemampuannya sudah mulai berkembang seiring semakin kuatnya otot-otot tangan, kaki, punggung, dan pantat. Dua bulan sebelumnya, yakni pada usia 6 bulan, ia masih dalam tahapan belajar merangkak. Tetapi, pada usia 8 bulan ini bayi sudah pintar merangkak.


Tidak lama lagi ia pun sedikit demi sedikit belajar berdiri sambil berpegangan pada sesuatu yang ada disekitarnya. Pada fase ini, Bunda harus lebih ekstra dalam mengawasi setiap gerak gerik si kecil .

Perkembangan Kognitif Bayi Usia 8 Bulan

Coba Bunda memerhatikan anak tertawa saat bermain. Berarti si kecil sudah masuk pada tahap perkembangan kognitif. Si kecil pun mulai paham adanya konsep sebab akibat meskipun tanpa disadarinya.

Perkembangan Bahasa Bayi Usia 8 Bulan

Si kecil lebih sering mengoceh dengan mengungkapkan beberapa kata. Kelucuannya semakin memuncak, dikala si kecil mulai merespon gerakkan ketika Bunda menyuruhnya. Misal, Bunda bilang “da-da Sayang”, maka si kecil akan merespon gerakkan dengan melambaikan sebelah tangannya. Lucu sekali, bukan?
Untuk mengoptimalkan perkembanganya, luangkan waktu beberapa saat untuk dapat memberikan stimulasi agar si kecil lebih kreatif, pintar, dan cepat tanggap.


https://image.freepik.com/free-photo/cute-blonde-baby-white-bed-with-teddy-bear_23-2147983468.jpg

read more →

Proses dan Menikmati Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

Kemampuan si kecil pada usia ini mulai terlihat lebih aktif dan merespon sesuatu hal yang Bunda tunjukan kepadanya. Beberapa perubahan dan kemampuannya, kami bahas pada ualasan selengkapnya berikut ini:

Bayi Semakin Pintar Berguling-guling


Kemampuan si kecil seperti ini adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan setiap kali ia turun dari gendongan. Namun, Bunda tetap harus lebih waspada jika ia berguling di atas tempat tidur.

Bayi Mulai Pintar Mencari Perhatian Bunda


Selain kemampuannya yang sudah aktif berguling-guling, di usianya tersebut pun si kecil mulai pintar mencari perhatian ibunya. 


Adanya Perubahan Warna Tinja


Hal ini dipengaruhi oleh asupan makanan padat pertamanya disamping ASI. Jika ini terjadi pada si kecil Bunda tetap harus memperhatikan konsistensinya.

Maka Bunda perlu secepatnya mengganti MPASI yang biasa diberikan pada si kecil dengan makanan yang teksturnya lebih lembut, seperti beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang sekiranya mudah dicerna.

Cara Menstimulasi Bayi 6 Bulan


Perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya wajib Bunda pahami agar perkembagan buah hati lebih optimal. Berikut beberapa stimulasi yang bisa Bunda ajarkan kepadanya:

Melatih Kemampuan Bayi Melakukan Gerakan Duduk


Ajarkan si kecil agar bisa duduk sempurna. Bantu ia untuk melakukan gerakan kasar, mulai dari memposisikan badannya agar bisa duduk sendiri. Sediakan kursi dan dudukkan si kecil dengan posisi tegak menyandar pada bagian belakang kursi.

Sesekali Bunda coba dudukkan si kecil di lantai dengan alas yang lembut sambil dipegang badannya agar tidak terguling.

Melatih Kemampuan Bayi Melakukan Grakan Halus


Mengambil benda berukuran kecil


Simpan potongan biskuit di hadapannya dan lakukan beberapa gerakan untuk menarik perhatian si kecil agar ia merespon untuk belajar mengambilnya. Jika kemampuan ini sudah terlatih dan si kecil mampu melakukannya, maka Bunda perlu menjauhkan benda-benda tajam dan berbagai jenis obat-obatan dari jangkauannya.

Makan sendiri


Ketika si kecil sudah pintar memegang benda-benda kecil, seperti halnya biskuit tadi, selanjutnya Bunda harus memberikan kesempatan untuk ia makan sendiri. Meskipun ia tidak bisa makan biskuit dengan cara yang seharusnya, tetapi hal ini merupakan cara menstimulasi yang perlu Bunda ajarkan kepada si kecil sejak dini. Dengan mengoptimalkan stimulasi tersebut, diharapkan perkembangan bayi 6 bulan dapat berjalan lebih optimal.
read more →

Stimulus yang Bagus Cara Merangsang Fisik Motorik Perkembangan Bayi 6 Bulan

Bayi usia 6 bulan biasanya terlihat lebih lucu dan menggemaskan. Karena di umur tersebut ia mulai bergerak untuk belajar banyak hal. Maka dari itu, untuk merangsang perkembangan fisik motorik bayi diperlukan stimulus yang bagus.

Perkembangan bayi 6 bulan dan stimulusinya harus diketahui oleh Bunda. Karena hal inilah yang menjadi penentu, apakah fisik motorik, baik motorik maupun motorik halus si kecil terbentuk dengan sempurna. Berikut, Kami kupas cara merangsang (stimulasi) fisik motorik bayi. Namun sebelumnya, perlu dijelaskan pula pengertian fisik motorik.

Pengertian untuk kemampuan Motorik bayi


Motorik bayi adalah kemampuan bayi dalam melakukan gerakan yang menggunakan otot besar sebagai alat tumpuan. Bisa juga dikatakan sebagai kemampuan si kecil dalam beraktivitas yang bertumpu pada seluruh berat tubuhnya.

Contoh bagus kemampuan motorik bayi usia 6 bulan adalah duduk tanpa bersandar, berguling tanpa dibantu, bisa menoleh, mengunyah serta mampu menelan makanan.

Pengertian Motorik Halus


Pengertian motorik halus adalah kemampuan bayi ketika melakukan gerakan dengan menggunakan otot-otot kecil. Seperti otot mata, tangan, kaki, kemampuan otak dan konsentrasi,atau kolaborasi di antara keduanya.

Cara Baik Merangsang Fisik Motorik Bayi


Jika bayi sudah mencapai usia 6 bulan, Bunda harus aktif melatih fisiknya dengan stimulus terbaik. Berikut tips merangsang perkembangan fisik motorik bayi, yaitu:

Merangsang respon Motorik


Merangsang respon motorik bayi tidak boleh sembarangan. Stimulus yang dipilih harus tepat dan aman. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba oleh Bunda yaitu:


  • Untuk Merangsang Kemampuan Berguling


Stimulasi untuk merangsang kemampuan berguling adalah menggunakan mainan bola dan yang sejenisnya.


  • Melatih Otot Leher


Cara merangsang dan membangun kekuatan otot lehernya adalah dengan menelungkupkan anak di kasur. Setelah itu, perlihatkan mainan tepat di atas kepalanya agar bayi belajar mendongakan kepala hal ini untuk meningkatkan kekuatan lehernya.


  • Stimulus yang Baik Untuk Mengunyah dan Menelan


Stimulus untuk meningkatkan kemampuan motorik bayi usia 6 bulan memberikan latihan mengunyah dan menelan. Kemampuan ini penting, karena menjamin kesehatan bayi.
Salah satu cara meningkatkan terkait fisik motorik pada bayi usia 6 bulan adalah mulai diperkenalkan dengan makanan. Salah satunya adalah bubur halus. Bisa juga dengan diberikan biskuit yang lunak dan sehat.

Merangsang Motorik Halus



  • Stimulus Koordinasi Mata dan Tangan


Untuk menstimulus kemampuan koordinasi mata dan tangan, Bunda bisa menggunakan benda yang bisa dipegang dan aman lalu letakan di depan bayi.


  • Stimulus Otot Kecil dan Konsentrasi


Untuk melatih konsentrasi, beri bayi mainan sendok dari plastik dan pasir. untuk test yang baik Bunda bisa mengambil pasir menggunakan sendok lalu tuang ke wadah.

Sedangkan untuk merangsang konsentrasi dan otot kecil, ajak bayi bermain menyusun balok dan puzzle.
Dalam merangsang perkembangan fisik motorik bayi harus dilakukan dengan telaten dan sabar.



read more →

Mengenali Tahapan Perkembangan dan Peningkatan Janin 7 Bulan

Memasuki trimester ketiga bunda harus meningkatkan lagi persiapan keperluan sikecil. Tapi jangan sampai terlena ya Bun!, demi kebaikan si kecil Bunda tetap harus memperhatikan tahap perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan. Karena setiap minggunya bayi akan semakin tumbuh dan berkembang sampai masa melahirkan. Semoga bisa membantu pada artikel ini saya akan membagikan pengetahuan seperti apa perkembangan bayi pada janin usia 7 bulan.

Beberapa tahapan perkembangan janin 7 bulan semoga bisa membantu pertanyaan bunda.

Menurut The Bump, seorang ahli tahap perkembangan janin 7 bulan dari minggu ke minggu dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Minggu kebaikan ke-29

Pada minggu ke-29 janin memiliki berat 1135 gram dengan panjang sekitar 38,6 cm pergerakan janin juga semakin aktif, bunda bahkan bisa merasakan pergerakannya sekitar 10 kali dalam waktu 2 jam.

Minggu kebaikan ke-30

Di minggu ke-30 berat bayi akan semakin terlihat perkembangannya sekitar 1315 gram dengan panjang 39-40 cm. Kulit janin semakin halus dan Ia semakin kuat menggenggam satu jarinya di dalam kandungan. Namun bunda mungkin akan sedikit mengalami kesulitan untuk memposisikan tubuh ketika tidur dengan nyaman. 

Minggu kebaikan ke-31

Perkembangan janin 7 bulan yang baik di minggu ke-31 ini sudah seberat 1496 gram dengan panjang sekitar 41 cm. Indera penglihatan semakin berkembang, janin juga sudah bisa membuka mata dan dapat merespon cahaya dari luar perut bunda.

Minggu kebaikan ke-32

Di usia 32 minggu, janin memiliki berat 1723 gram dan panjang kira-kira 42 cm atau seukuran labu kecil. Semakin tidak sabar ya bunda menanti kelahiran si kecil!

Di beberapa daerah biasanya suka diadakan syukuran, Hal itu dimaksudkan untuk mendoakan janin dan ibunya agar tetap sehat dan lancar ketika persalinan. Selain melantunkan doa, bunda juga harus memperhatikan hal-hal di bawah ini untuk menjaga kandungan tetap sehat dan kuat sampai persalinan.

Menjaga sikecil di mulai dari hal spele saat berjalan bunda harus mulai teliti

Ketika memasuki trimester ketiga berat badan janin dan bunda akan semakin meningkat. Saat melakukan aktivitas atau berjalan bunda harus memperhatikan keseimbangan tubuh.

Bunda harus mulai mengatur pola makan sehat saat usia kandungan 7 bulan.  Pentingnya memperhatikan kadar gula dalam tubuh untuk mempermudah ketika melahirkan

Pada usia kehamilan 24-27 minggu, bunda bisa saja mengalami kenaikan gula darah yang efeknya bisa sampai ke minggu 29-32. Meski kemungkinan hanya 4% ibu hamil di dunia mengalami diabetes bunda harus tetap menjaga kesehatan tubuh dengan mulai berolahraga, mengontrol berat badan dan kurangi makanan berserat.

Rutin memeriksa kehamilan untuk memeriksa kondisi bayi

Untuk menghindari janin lahir prematur, bunda bisa memulainya dengan rajin konsultasi dengan dokter kandungan ataupun bidan.

Menjaga berat badan

Di usia kehamilan 7 bulan, bunda akan semakin lahap menyantap makanan. Jika tidak dikontrol dengan baik tentunya bunda bisa mengalami kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan ini bisa mengganggu proses persalinan loh Bun! Selain itu juga bisa menyebabkan sesak nafas. Untuk itu sebaiknya bunda mengurangi makanan yang kaya karbohidrat dan memperbanyak makanan kaya protein.

Mempersiapkan keperluan si kecil boleh-boleh saja Bun, tapi juga harus memperhatikan perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan Bunda ya!.

read more →

Perkembangan Bagus Pada Fisik Bayi Usia 6 Bulan

Pada usia 6 bulan, biasanya kemampuan fisik bayi sudah bagus. Bahkan, Dia sudah mampu melakukan gerakan-gerakan secara mandiri.
Yang perlu diketahui oleh Bunda selanjutnya adalah perkembangan bayi 6 bulan, bisa apa saja? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut beberapa kemampuan fisik bayi yang didasari oleh tumbuh kembangnya di usia yang ke 6 bulan, yaitu:

1. Tangan dan Jari Bisa Memegang


Kemampuan fisik pertama adalah, bayi usia 6 bulan sudah bisa menggerakkan tangan serta jari-jemarinya. Sekalipun tidak sempurna, tetapi posisi tangan dan jari ketika memegang sudah semakin baik.
Di masa ini, si kecil akan terus meningkatkan kemampuannya. Ia tidak akan berhenti meraih barang-barang yang ada di dekatnya.
Jika Bunda ingin membuktikannya, ketika bunda memberikan bola pada si kecil maka respon yang akan di berikannya akan sangat baik. Dia pasti mencoba mengambil dan memegang bolanya. Cara lainnya adalah silakan dekatkan wajah Bunda ke tangan si kecil dia pasti mencoba untuk menyentuh dan mengelus dengan menggunakan jari-jarinya.

2. Bayi Bisa Duduk dengan Kokoh


Pada usia 6 bulan, punggung bayi sudah terbentuk dengan kokoh. Makanya di umur ini, ia sudah bisa duduk sekalipun tanpa bersandar.
Selain itu, di usia tersebut, bayi sudah mampu merespon suara yang didengarnya. Coba bunda panggil namanya si kecil pasti menoleh mencari asal suara.

3. Mulai Belajar Merangkak


Kebahagiaan memiliki bayi pada usia ini adalah saat paling menggemaskan. Karena di umur tersebut, kemampuan fisik si kecil sudah banyak, salah satunya adalah mulai belajar merangkak.
Jika tahapan perkembangan bayi 6 bulan ini sedang dialaminya, perbanyak interaksi Bunda dengan mengajaknya bermain. Caranya ialah lemparkan bola agak jauh dari jangkauannya. Tentu si kecil akan menangkap untuk mengambil bola tersebut.
Pada kondisi ini, si bayi mulai belajar untuk menguatkan otot dan sendi. Karena setelah mahir merangkak, tahapan selanjutnya adalah belajar berjalan dan berpindah tempat.

4. Bayi Sudah Mampu Berguling


Jika bayi baru berusia 6 bulan sudah berguling, itu hal yang sangat bagus. Disanalah bayi 6 bulan sudah mulai memperkuat otot, sendi dan tulangnya.

6. Menambah Bobot Tubuh


Jika ada yang bertanya kepada Bunda tentang perkembangan bayi 6 bulan bisa apa? Jawab saja kalau si kecil bisa melakukan semua yang berhubungan dengan aktivitas fisik. Karena di usia itu, berat dan tinggi bayi sudah cukup baik. Bahkan ukurannya bisa mencapai dua kali lipat dari sejak bayi dilahirkan.

Tinggi pertumbuhan bayi perbulan adalah 1 sampai ½ cm saja.
Bisa dikatakan perkembangan bayi 6 bulan adalah pertumbuhan fisik bayi yang terakhir. Karena setelah itu, ia tinggal menerapkannya dengan berjalan. Dari sejak itu pula, akan bermunculan kemampuan-kemampuan lain seperti bergumam dan memanggil “nama”. Atas dasar itulah, perkembangan anak usia 6 bulan, benar-benar dinanti oleh para orang tua.

Bagi Bunda yang memiliki anak sudah berusia 6 bulan, tingkatkan latihan fisiknya. Berikan stimulus yang sesuai termasuk mengajaknya bermain dengan rutin. Karena itulah, syarat kemampuan fisik bayi semakin terasah.

read more →