Mendekati Persalinan, Begini Perkembangan Bayi 9 Bulan dalam Kandungan


Kandungan 9 bulan merupakan usia membahagiakan sekaligus menegangkan. Bahagia karena tinggal menunggu waktu, buah hati akan segera lahir. Namun juga menegangkan mengingat proses persalinan yang akan dihadapi. Sebenarnya tidak perlu tegang. Bunda hanya perlu memantau perkembangan janin secara rutin, khususnya pada letak posisi jain. Berikut ini perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan yang perlu Bunda tahu.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-37

Mendekati proses persalinan, sebagian besar organ-organ pada janin telah benar-benar terbentuk secara sempurna. Organ hati mulai mampu menghasilkan kotoran, kemampuan paru-paru juga terus mengalami persiapan sebelum lahir. Bahkan pada minggu ke-37 ini, bayi mulai mengubah posisinya. Yaitu posisi kepala menghadap pada jalan keluar janin. 

Pada minggu ini juga, janin mulai bergerak turun menuju panggul. Umumnya dalam proses ini, sesekali Anda akan merasakan kontraksi yang sering disebut sebagai kontraksi palsu.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-38

Meskipun pertumbuhan badan janin menjadi lambat, namun diminggu ke-38 ini berat badan janin bertambah menjadi sekitar 3 kg. Pada tahap ini, otot yang dimiliki bayi dalam kandungan sudah bisa digunakan untuk menelan serta menghisap cairan ketuban. Kotoran yang sudah dihasilkan janin juga akan diakumulasikan pada usus. Dan nanti saat janin terlahir, kotoran tersebut akan menjadi kotoran pertamanya atau Mekonium.

Perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan pada tahap ini, juga terjadi pada anggota tubuh janin yang mengalami peningkatan pada produksi lemak. Mulai dari tangan, kaki, pinggang, betis, dan juga leher. Lemak ini sendiri nantinya akan menjadi sumber energi, ketika bayi dalam kandungan  keluar dari rahim Bunda.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-39

Di minggu ke-39, kondisi bayi dalam kandungan telah semakin siap untuk dilahirkan. Hal ini bisa dilihat dari perubahan warna cairan amnion menjadi keruh pucat layaknya susu cair. Untuk panjang dan berat badan, janin pun telah layak dilahirkan. Yaitu dengan panjang kira-kira sekitar 50 cm, dengan berat normal 2,5 hingga 3,8 kg.

Di minggu ke-39 ini paru-paru masih dalam proses penyempurnaan. Hal ini wajar, mengingat paru-paru memang merupakan organ yang memiliki puncak kematangan paling akhir. Terbukti terkadang pada beberapa kasus, ketika dilahirkan paru-paru janin baru akan berfungsi memompa dan dan membuat bayi bernapas setelah 6 jam dilahirkan. 

Adapun untuk perkembangan posisinya, pada tahap ini, posisi bayi dalam kandungan telah miring ke bawah dengan posisi kepala menghadap ke arah panggul. Ini tentu bukan posisi akhir. Karena posisi akan terus berubah hingga proses persalinan bayi dalam kandungan tiba.

Perkembangan Janin pada Minggu ke-40

Di minggu terakhir pada usia kandungan 9 bulan, rahim semakin menyempit, sementara janin mulai menghasilkan hormon kortison dari kelenjar adrenal. Kortison sendiri merupakan hormon yang berfungsi untuk membantu penyempurnaan paru-paru sekaligus membantu proses penerimaan udara ketika janin lahir nanti.

Penyempurnaan pada organ reproduksi janin juga terjadi. Yaitu turunnya testis untuk janin berjenis kelamin laki-laki, dan turunnya ovarium untuk yang berjenis kelamin perempuan.

Sedangkan untuk posisi bayi dalam kandungan pada minggu ke-40 ini, janin telah berada di bawah bokong. Karena semakin terbatasnya ruang, tungkai tangan dan kaki janin pun mulai tertetuk. Namun pada minggu ini, bayi telah menguasai seluruh keterampilan yang dibutuhkan ketika akan lahir nanti.

Itulah perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan di 4 minggu terakhirnya. Perkembangan yang penting untuk diketahui. Nah, kini persiapkan fisik dan mental Bunda untuk menghadapi proses persalinan nantinya ya.

Comments