Fakta Kehamilan di Usia Janin 38 Minggu

  • Posted by Gilang Biantara
  • at 9:27 PM -
  • 0 comments

Fakta Kehamilan di Usia Janin 38 Minggu

Mom, pada janin berusia 38 minggu berarti janin sudah memasuki tahap pematangan otot-otot tubuh. Pada usia ini, umumnya tubuh janin sudah mencapai panjang sekitar 45 cm dari kepala hingga kaki. Bahkan bobot tubuhnya sampai 3,2 kilogram. Itupun masih akan terus bertambah hingga masa melahirkan. Kehamilan dengan janin berusia 38 minggu juga menjadi salah satu fase paling menarik dalam perkembangan janin.
Fakta Kehamilan di Usia Janin 38 Minggu
sumber:https://images.unsplash.com/photo-1494564930640-264a970b5241

Lalu, apa saja fakta kehamilan di usia janin 38 minggu? Kira-kira sebesar apa janin tersebut? Yuk, simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Janin 38 Minggu Sebesar Apa?

Masa 38 minggu merupakan trisemester terakhir dari kehamilan. Pada masa ini, Mom akan mulai merasakan debaran momen persalinan. Bahkan ikut tersugesti dengan adanya gejala-gejala persalinan. Pada minggu ini janin memang sudah bisa dilahirkan. Walaupun kinerja paru-parunya belum cukup sempurna, janin sudah mampu bertahan hidup di luar rahim ibu. Namun, masih dibutuhkan perhatian khusus karena bayi membutuhkan waktu agar mampu bernapas secara normal.

Lantas janin 38 minggu sebesar apa? Ukuran janin di usia 38 minggu diperkirakan seperti seikat daun bawang yang cukup besar. Pada masa ini, perkembangan janin sudah selesai. Meskipun masih perlu sedikit penyempurnaan terkait fungsinya dalam bekerja agar benar-benar siap saat dilahirkan. Mom tentu akan semakin merasakan bobot kandungan yang lebih berat. Hal tersebut karena organ-organ baik dalam maupun luar sudah lengkap. Bahkan janin sudah mempunyai kuku tahap akhir.

Perkembangan Hingga Feses Pertama

Di masa kehamilan 38 minggu, organ internal janin sudah semakin matang. Misalnya pada paru-paru yang sudah memproduksi surfactant. Surfactant berfungsi menjaga kantung udara pada paru-paru supaya tidak menempel antara satu dengan lainnya. Terutama ketika mulai digunakan untuk bernapas saat lahir.

Pada saat ini juga mulut janin telah memiliki otot yang mampu bekerja. Meskipun masih dalam mekanisme yang sederhana seperti mengisap dan menelan. Umumnya, janin akan mengisap jari jempolnya sekaligus ikut menelan cairan ketuban. Akibatnya, pencernaan janin mulai kemasukan zat yang mestimulus terciptanya mekonium. Mekonium sering dikenal sebagai feses pertama janin.
Selain itu, janin sudah peka terhadap sentuhan dan cahaya. Maka, jangan heran ya Mom ketika perut disentuh janin akan merespon. Bahkan janin semakin hebat dalam mendegarkan. Oleh sebab itu, banyak dokter yang menyarankan agar Mom sering mengajak janin untuk berbicara atau bernyanyi. Komunikasi yang dilakukan Mom bisa menghadirkan kedekatan eksklusif antara ibu dan janin hingga terlahir nantinya.

Kondisi Mom Saat Janin 38 Minggu

Kondisi Mom saat janin berusia 38 minggu akan diwarnai dengan beberapa gejala yang menarik. Mulai dari kontraksi palsu hingga kaki membengkak. Pada masa ini, sebaiknya Mom sering berbincang dengan pasangan terkait proses kelahiran. Jangan sampai Mom mengalami kekhawatiran dan ketakutannya sendiri. Terlebih dalam menghadapi gejala-gejala persalinan.

Pertama, Mom mungin mulai merasa semakin sulit tidur di malam hari. Hal ini bisa diatasi dengan sebanyak mungkin beristirahat di siang hari. Mom bisa menambahkan ganjalan pada kaki agar lebih nyaman dan mengurangi kaki yang membengkak. Kedua, Mom akan sering mengeluarkan lendir. Lendir disebabkan oleh terbukanya sumbat lendir yang menutupi rahim. Ini adalah tanda kehamilan segera berakhir.

Itulah ulasan terkait fakta kehamilan di usia janin 38 minggu. Jika Mom sudah memiliki anak pertama maka Mom perlu mempersiapkannya sebagai seorang kakak. Mom bisa lebih intensif memperkenalkan calon adiknya. Misalnya, si adik akan segera lahir maka kakak akan mempunyai teman baru untuk diajak bermain. Selain itu, si kakak juga bisa diajak mempersiapkan persalinan dengan meminta bantuannya membereskan keperluan janin.

Author

Bidan Putsel

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.

0 comments: