Menjaga Kehamilan di Usia Janin 13 Minggu

  • Posted by Gilang Biantara
  • at 9:24 PM -
  • 0 comments

Menjaga Kehamilan di Usia Janin 13 Minggu

Mom, di awal trisemester kedua atau usia janin 13 minggu, Mom harus sangat memperhatikan perkembangan janin. Pasalnya, pada masa kehamilan ini, Mom sudah memasuki babak baru kehamilan. Babak awal janin sudah memiliki nyawa yang ditandai dengan bunyi detak jantung. Mom mungkin akan mulai sering berkunjung ke ruang ultrasound setiap bulannya. Bahkan Mom bisa rela menunggu antrian giliran bersama ibu hamil lainnya.
Menjaga Kehamilan di Usia Janin 13 Minggu
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/sonogram-image-baby_23-2147698744.jpg

Lalu, bagaimana menjaga kehamilan di usia janin 13 minggu? Janin 13 minggu sebesar apa? Yuk, simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Memperhatikan Asupan Makanan untuk Si Lemon

Mom sering melihat buah lemon? Kira-kira sebesar itulah janin di usia 13 minggu. Panjang janin diperkirakan mencapai 2,9 inchi dengan bobot 0,81 ons. Bagian kepala janin mempunyai porsi 1/3 dari seluruh panjang janin. Hal ini wajar terjadi karena pertumbuhan janin sedang berada pada tahap pembentukan otak.
Pada awal trisemester kedua ini berarti trisemester pertama yang penuh rasa mual dan muntah sudah berakhir. Hal tersebut juga berarti, tubuh Mom telah beradaptasi dengan kehadiran janin. Oleh sebab itu, Mom harus mulai memperhatikan asupan makanan setiap hari. Sehingga tubuh Mom yang kekurangan nutrisi di trisemester pertama bisa diatasi sekaligus memberikan nutrisi baru yang dibutuhkan janin.

Mengatasi Gejala Baru

Mengawali trisemester baru tentu tahapan gejala baru masa kehamilan ikut muncul. Jika trisemester pertama Mom banyak merasa mual dan muntah maka trisemester kedua Mom akan mengahadapi gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini disebut dengan konstipasi. Umumnya, Mom mulai merasakan sulit untuk buang air. Hal tersebut karena adanya hormon progresteron yang dihasilkan oleh plasenta.

Mom, bisa mengatasi gejala pencernaan ini dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kadar serat tinggi. Misalnya, sereal, gandum, buah atau biji-bijian. Sebaiknya, gejala baru ini diatasi dengan cara alami dengan makanan bernutrisi dan berolahraga agar janin tetap aman dan terjaga.

Selain itu, Mom bisa menambah jadwal makan karena rasa lapar akan sering terjadi. Bahkan menurut penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengandung anak laki-laki akan membutuhkan makanan lebih banyak. Meskipun demikian, Mom tetap harus menjaga gula darah supaya tetap pada kondisi stabil selama masa kehamilan. Kenaikan gula darah bisa mempengaruhi kondisi tubuh ibu hamil termasuk janin dalam kandungannya.

Janin 13 Minggu Apa Sudah Bergerak?

Pada usia janin 13 minggu, ternyata Mom sudah dapat mengetahui jenis kelamin janin. Jenis kelamin janin bisa dilihat menggunakan serangkaian pemeriksaan di ruang ultrasound. Walaupun sudah terlihat, Mom sebaiknya tetap sabar menanti karena dokter tetap akan menyarankan untuk menunggu kepastian jenis kelamin saat usia janin 18 atau 22 minggu. Hal ini sangat wajar terjadi, apalagi pada usia janin 13 minggu merupakan masa janin tumbuh dengan pesat.

Pada usia 13 minggu ini, janin juga sudah mulai bergerak. Hanya saja karena masih berukuran kecil, maka Mom belum bisa merasakan gerakannya. Mom baru bisa merasakan gerakan si janin biasanya nanti pada usia 18 sampai 20 minggu.

Mom, juga perlu tahu bahwa pada usia 13 minggu janin sedang membentuk pita suara. Pita suara ini akan digunakan pertama kali untuk menangis saat kelahirannya. Selain itu, masa kehamilan ini menjadi tahap penting dalam pembentukan otak, otot dan syaraf. Oleh sebab itu, perhatikan dengan benar makanan yang dikonsumsi ya Mom. Jangan sampai perkembangan janin tidak optimal karena salah asupan gizi.

Itulah ulasan terkait menjaga kehamilan di usia janin 13 minggu. Mom boleh berkonsultasi ke dokter sesering mungkin. Terutama terkait nutrisi dari pola makan hingga kondisi perkembangan janin. Mom juga harus mulai membangun komunikasi intensif dengan pasangan. Terlebih setelah melalui trisemester pertama yang cukup menyita perhatian.

Author

Bidan Putsel

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.

0 comments: