• slider
    Tumbuh Kembang anak
  • slider
  • slider
    Kasih Sayang Sepanjang Masa

Tips Memaksimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Tips Memaksimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Mengetahui perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan juga patut untuk dilakukan ya, Bun! Lantaran tidak semua bayi memiliki tumbuh kembang yang sama meski usianya sama. Jadi Bunda bisa memberikan perhatian lebih sekaligus mengetahui permasalahan yang dialami bayi Bunda dan Bunda juga bisa lebih mengoptimalkan tumbuh kembang bayi Bunda.
Tips Memaksimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Oleh Orang Tua

Saat bayi mulai memasuki usia 3 bulan bahkan lebih, Ia akan mulai mengalami perkembangan fisik, sensorik, motorik dan emosional. Tak ayal jika bayi Bunda akan mulai bisa membedakan wajah Bunda dan ayah. Penglihatannya yang mulai sempurna, membuatnya lebih sering menggerak-gerakkan tangan, mencoba meraih dan menggenggam benda-benda di sekitarnya.

Perkembangan bayi 3 bulan lebih bisa dikatakan sebagai masa keemasan bagi si kecil untuk mengembangkan intelektualnya. Karena diusianya ini gerakan tangan dan penglihatan si kecil mulai terkoordinasi dengan baik, sehingga Ia akan mulai belajar hubungan sebab – akibat. Nah, ada beberapa hal dibawah ini yang perlu diperhatikan oleh orang tua saat usia bayi Bunda memasuki 3 bulan lebih, yaitu:


  1. Ketika penglihatannya mulai berkembang, maka akan berkembang pula kemampuan sosialisasinya
  2. Tangisan bayi akan mulai berkurang dan berganti celotehan-celotehan “aaa”, “ooo” sebagai salah satu cara melatih komunikasinya
  3. Bayi akan mulai mudah bosan dan rewel saat digendong dalam posisi tidur karena pandangannya terbatas. Jadi sebaiknya gendong bayi dengan posisi duduk dengan punggung menempel dada Bunda, sehingga Ia bebas mengamati sekitarnya.
  4. Reflek bayi Bunda juga akan mulai menghilang dan berganti gerakan-gerakan yang didorong rasa ingin tahunya terhadap sesuatu
  5. Bayi akan mulai menunjukkan perasaan seperti gembira, marah, sedih, takut. Sehingga Bunda harus mengenali emosinya agar bisa melatih tingkah lakunya sesuai perasaannya.

Mengoptimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Salah satu perilaku yang menonjol dari perkembangan bayi usia 3 bulan lebih yaitu seringnya mencoba menggerak-gerakkan tangan untuk meraih sesuatu lalu memasukkannya ke dalam mulut. Ia juga akan mulai mengoceh untuk memulai komunikasi. Dan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, Bunda bisa mempraktikkan tips berikut ini:

  • Memberikan Mainan

Di usianya ini Ia akan mulai tertarik dengan benda – benda di sekitarnya. Tidak hanya itu, Ia juga akan mencoba meraih benda yang menurutnya menarik. Untuk itu, Bunda bisa menyediakan mainan untuk melatih kemampuannya tersebut. Bunda bisa memberikan mainan dengan warna cerah, bisa berbunyi dan juga tidak berbahaya. Karena di usianya ini, Ia juga akan lebih sering memasukkan benda – benda ke dalam mulutnya.

  • Membantu Bersosialisasi

Menginjak usia 3 bulan lebih, bayi Bunda akan mulai mengajak komunikasi dengan mengeluarkan suara-suara tidak begitu jelas. Ia juga akan mudah tersenyum pada orang lain, tertawa bahkan mengajak bermain. Pada kondisi ini peran Bunda sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman, sehingga menumbuhkan rasa percaya pada si kecil. Hal tersebut akan membantunya juga untuk berkomunikasi dengan orang lain.

  • Membacakan Buku Cerita

Menurut penelitian, bayi usia 3 bulan sudah memiliki ingatan yang baik. Jadi semakin sering Bunda mengajaknya berkomunikasi dan membacakan cerita, akan membuat perkembangan IQ dan perbendaharaan kosakatanya meningkat. Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan bayi yang jarang dibacakan cerita atau diajak komunikasi oleh orang tuanya.
Untuk membuat bayi lebih tertarik, Bunda bisa membeli buku cerita bergambar dengan warna-warna yang cerah.

  • Membantunya Menirukan Sesuatu

Cara lain untuk mengoptimalkan perkembangan bayi Bunda yaitu dengan mengajarinya menirukan sesuatu. Kegiatan itu bisa Bunda lakukan saat mengajaknya bermain. Misalnya, saat bermain mobil, Bunda bisa mengucapkan M-O-B-I-L. Lambat laun Ia akan menirukan ucapan Bunda. Bunda juga bisa sekaligus mengajarkannya cara memainkan mobil.
Perkembangan bayi 3 bulan lebih merupakan fase bayi mulai bergerak aktif. Namun jika Bunda belum melihat perkembangan tersebut pada si kecil, Bunda bisa mengkonsultasikannya pada dokter. Semoga tipsnya bermanfaat!

read more →

Intip Perkembangan Bayi 3 Bulan Berikut ini Yuk Bun!

Intip Perkembangan Bayi 3 Bulan Berikut ini Yuk Bun!

Sebagai orang tua, Bunda tentu merasa bahagia, gemas sekaligus was-was dengan perkembangan bayi Bunda. Apalagi jika bayi Bunda sudah berumur 3 bulan, sudah mulai bisa tersenyum, mulai mengangkat kepala, mulai mencoba berinteraksi dengan sekitar. Tentunya menggemaskan sekali, kan?. Untuk itu Bunda juga perlu lebih tau tentang perkembangan bayi 3 bulan, agar Bunda bisa memberikan hal terbaik untuk bayi Bunda.

Intip Perkembangan Bayi 3 Bulan Berikut ini Yuk Bun


Perkembangan Bayi 3 Bulan

Dapat dikatakan saat bayi berumur 3 bulan, Dia mulai memperlihatkan tingkah-tingkah menggemaskan. Banyak sekali perkembangan yang bisa Bunda perhatikan loh!

Perkembangan Fisik

Coba Bunda perhatikan seksama fisik bayi Bunda. Di usia 3 bulan, bayi akan mengalami perkembangan fisik yang cukup signifikan. Saat tengkurap misalnya, bayi akan mulai bisa menahan berat dada dan kepala dengan kedua tangannya,dalam keadaan yang sama Ia juga bisa menggerak-gerakkan kakinya dan juga menendang. Itu artinya, bayi mulai memiliki kekuatan tubuh bagian atas dan bawah.

Selain itu bayi Bunda juga akan lebih sering memasukkan tangannya sendiri ke mulut, atau juga mengambil mainan dan mengarahkan ke mukanya. Bunda tidak perlu khawatir, karena perilaku tersebut merupakan salah satu cara si kecil mempelajari tangannya. Tapi tetap harus diawasi ya Bunda!

Perkembangan Sensorik

Di usianya yang 3 bulan, ketika Bunda mengatakan sesuatu Ia akan tersenyum dan ketika menatapnya, si kecil akan menatap lekat pada mata Bunda. Pada usia ini juga, bayi mulai bisa merasakan emosi sedih dan bahagia saat mendengarkan sesuatu dan melihat orang baru.

Perkembangan Kognitif

di usianya ini si kecil akan mengalami perkembangan kognitif, Ia akan mulai mengikuti gerak benda di depannya. Ia juga akan lebih sering tersenyum, bukan hanya kepada Bunda atau ayahnya saja, tetapi juga pada orang lain. Pada usia ini, Ia akan belajar memahami ekpresi wajah seseorang.

Perkembangan Emosi dan Komunikasi
Selain perkembangan fisik, sensori dan kognitif, pada usia 3 bulan bayi Bunda juga akan mulai bisa berkomunikasi dan berbahasa. Jika biasanya si bayi berkomunikasi dengan menangis, pada usia 3 bulan Ia akan mulai mengekspresikan perasaannya dengan celotehan “ah’’ atau “oh”. Jika Bunda dan ayah sering berkomunikasi dengan si kecil, maka Ia akan semakin mudah menyusun kata-kata dan suaranya.

Perbedaan Perkembangan Bayi 3 Bulan Pada Setiap Individu

Setiap bayi memilik tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda ya, Bun! Nah, agar mengurangi kekhawatiran Bunda, perhatikan penjelasan di bawah ini!

Kemampuan yang Dikuasai (Kebanyakan Bayi Bisa Melakukannya)
Ada beberapa kemampuan yang kebanyakan bayi 3 bulan bisa melakukannya, seperti:

  1. Dapat menegakkan kepala
  2. Dapat mengenali aroma tubuh dan wajah ayah – Bunda
  3. Dapat mengikuti objek di depan mata
Kemampuan Baru (Sebagian Bayi Bisa Melakukannya)
Kemampuan baru pun akan mulai dikuasai oleh si kecil, tapi tidak semua bayi usia 3 bulan melakukannya, seperti:

  1. Mengenali suara ayah – Bunda
  2. Menjerit, mengoceh dan berdecak
  3. Melakukan mini push-up
  4. Membuat gelembung dari air liur
Kemampuan Lanjutan (Hanya Sedikit Bayi Bisa Melakukannya)
Biasanya di usia ini, bayi Bunda juga akan mulai menguasai kemampuan lanjutan, tapi kemampuan ini hanya sedikit bayi yang bisa melakukannya, seperti:

  1. Menoleh ke arah suara
  2. Dapat memainkan mainan dan menyatukan tangan
  3. Berguling
Yang perlu Bunda ingat, tumbuh kembang bayi Bunda bukanlah sebuah kompetisi. Jadi Bunda tidak perlu membanding-bandingkannya dengan bayi lain. Karena setiap anak memiliki tumbuh kembang berbeda-beda, ada yang cepat dan ada juga yang sedikit lambat, tapi itu normal kok, Bun. Meski begitu jangan pernah malu berkonsultasi dengan dokter mengenai kekhawatiran Bunda ya!

Demikian penjelasan mengenai perkembangan bayi 3 bulan, semoga bermanfaat!









read more →

Janin 13 Minggu tidak Berkembang? Ini Tanda yang Harus Bunda Waspadai

Janin 13 Minggu tidak Berkembang? Ini Tanda yang Harus Bunda Waspadai

Dalam kondisi normal, janin akan terus mengalami perkembangan selama masa kehamilan. Namun, pada beberapa kasus, ada juga kondisi janin tidak berkembang seperti pada umumnya. Kondisi semacam ini harus segera diatasi. Sebab, resiko keguguran akan sangat besar jika dibiarkan. Untuk itu Bunda perlu mengetahui tanda-tandanya berikut ini.

Janin 13 Minggu tidak Berkembang



Istilah Janin tidak Berkembang

Banyak orang yang mempersepsikan janin tidak berkembang adalah janin yang sama sekali tidak tumbuh. Padahal, persepsi semacam itu bukan persepsi yang benar. Janin tidak berkembang adalah istilah untuk janin yang perkembangannya tidak sesuai dengan rata-rata pertumbuhan janin di usianya.

Sebagai contoh, janin berusia 13 minggu, namun ukuran dan perkembangannya sama dengan janin yang masih berusia 10 minggu. Dalam kondisi seperti itu, disebutlah janin 13 minggu tidak berkembang. Dilihat dari pertumbuhannya, sebenarnya janin tersebut mengalami perubahan, tetapi perubahannya lambat atau bahkan sangat lambat.

Tanda-Tanda Janin tidak Berkembang

USG merupakan cara akurat untuk melihat masalah perkembangan janin. Namun begitu, umumnya Bunda juga akan mengalami satu gejala yang bisa menjadi indikasi janin tidak berkembang. Untuk itu, jika Bunda mengalami gejala yang akan disebutkan di bawah ini, ada baiknya Bunda memeriksakan kesehatan kandungan Bunda kepada dokter. Berikut tanda-tanda janin tidak berkembang yang bisa menjadi indikasi awal:

Kram ketika Hamil

Rasa kram ini tidak jauh berbeda dengan kram yang Bunda rasakan saat tengah menstruasi. Kram ini terjadi karena uterus berkonstraksi. Akibatnya, janin menjadi tertekan. Jika hal ini terus berlangsung, akan sangat mungkin janin mengalami keguguran.

Meski demikian, Bunda harus tahu, kram pada orang hamil bisa saja disebabkan oleh faktor lain. Misalnya, janin mengalami perkembangan, sehingga Bunda merasakan kram. Namun, yang bisa menjadi catatan adalah, kram yang disebabkan oleh perkembangan janin berbeda dengan kram yang menjadi indikasi bayi tidak berkembang.

Berhenti Mengalami Morning Sickness

Bagi hampir seluruh perempuan, morning sickness memang menjadi masalah. Meski begitu, kehadiran morning sickness justru memiliki efek positif bagi perkembangan janin. Salah satunya adalah menyebabkan janin lebih cerdas.

Morning sickness sendiri berkaitan dengan meningkatnya hormon HCG pada ibu hamil. Turunnya hormon ini adalah bagian dari tanda yang patut Bunda waspadai. Pasalnya, ketika jumlah hormon ini menurun, hal ini menjadi tanda perkembangan pada janin Bunda tengah berhenti.

Payudara Tidak Sensitif

Umumnya, perempuan yang tengah hamil akan merasakan payudaranya berubah kencang. Kadang bahkan disertai nyeri. Perubahan ini disebabkan karena adanya hormon yang berubah dalam tubuh Bunda. Itu sebabnya, jika dua hal ini tidak terjadi pada Bunda, akan lebih baik jika Bunda mulai waspada. Sebab, hal itu bisa menjadi tanda janin dalam tubuh Bunda tidak berkembang.

Tanda Lain Janin tidak Berkembang

Selain tanda yang sudah disebutkan di atas, ada tanda yang lebih konkrit untuk memastikan janin tidak berkembang. Beberapa tandanya adalah:

Detak jantung janin lemah atau bahkan terhenti. Janin 16 minggu sudah memiliki detak jantung yang kencang. Sebab, jantung janin sudah mulai berdetak sejak usia janin belum genap satu bulan.

Janin tidak bergerak. Mungkin Anda bertanya, janin 13 minggu apa sudah bergerak? Jawabannya sudah. Namun hal itu sangat langka. Artinya, usia 13 minggu adalah usia awal janin mulai bergerak. Meski demikian, kebanyakan janin mulai bergerak pada usia 16 minggu atau bahkan 25 minggu.

Pertumbuhan janin tidak normal. Salah satu penyebabnya adalah gangguan pada plasenta janin. Sebab, plasenta inilah yang menjadi jalur utama makanan janin.

Tiga tanda-tanda di atas akan sangat sulit untuk diperiksa secara mandiri oleh Bunda. Itu sebabnya, untuk memastikan janin berkembang atau tidak, Bunda harus memeriksakannya pada dokter atau bahkan melakukan USG.
read more →

Begini Langkah-Langkah Menstimulus Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat

Begini Langkah-Langkah Menstimulus Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat

Bayi usia 3 bulan, biasanya sudah menunjukkan perkembangan yang bagus. Maka dari itu, Bunda harus menstimulusnya, jika pertumbuhan tersebut tidak juga terlihat. Atas dasar itu, perlu kiranya dijelaskan cara merangsang perkembangan bayi 3 bulan yang sehat.
Jika Bunda berhasil melakukan stimulasi bayi 3 bulan, maka si kecil akan terlihat lebih lucu dan menggemaskan. Pasti Bunda selalu ingin mengajaknya bermain dan bercanda. Pertanyaannya adalah bagaimana langkah-langkah stimulus tersebut? Berikut jawabannya, yaitu:
Menstimulus Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/little-toddler-boy-bathing-park_1303-15972.jpg


1. Mengajaknya Bercermin

Cara merangsang si kecil yang pertama adalah mengajaknya bercermin. Biarkan bayi merespon apa yang ia lihat sesuai keinginannya. Maka dari itu, sekali waktu gendong Ia dan hadapkan pada cermin. Lalu lihat mimik mukanya, pasti lucu dan gemas.
Di tahap ini, biasanya bayi “bergumam” yang merupakan responnya ketika melihat bayangan di cermin. Karena memang di usia 6 bulan, kemampuan bicaranya masih terbatas.
Mengajak bayi bercermin juga cara merangsangnya untuk mempelajari gerakan kaki dan tangannya sendiri. Lucunya, si kecil akan terus mengulang gerakannya seakan tidak percaya kalau yang dicermin adalah dirinya.

2. Sering Mengobrol dengan Si Kecil

Perkembangan bayi 3 bulan yang sehat biasanya mulai senang diajak berinteraksi. Maka dari itu, Bunda harus meluangkan waktunya untuk mengajak si kecil mengobrol.
Memang masih belum ada jawaban dari buah hati. Tetapi pada periode itu, sesungguhnya bayi sudah belajar menyimak kata-kata yang diucapkan oleh Bundanya.
Sekalipun ada kata yang keluar dan tidak jelas, itu adalah proses awal kemampuan bayi dalam merespon obrolan. Jadi Bunda tidak boleh putus asa. Terus ajak dia berkomunikasi dengan cara-cara yang menyenangkan.

3. Kurangi Penggunaan Alat Penyangga Kepala

Jika ada pertanyaan perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja? Maka jawabannya ialah kemampuannya sangat banyak. Salah satunya adalah berguling. Karena di usia tersebut, kekuatan leher si kecil sudah bagus dan kokoh. Bahkan ia mulai belajar mengangkat kepala tanpa dibantu.
Jika bayi sudah mencapai usia ini, biarkan ia belajar memposisikan dirinya dalam berbagai aktivitas. Termasuk ketika tengkurap, telentang atau sedang duduk. Alat penyangga kepala juga perlu dipinggirkan, karena hanya membuat si kecil tidak bebas untuk bergerak.
4. Letakkan Mainan di Samping Atau Di Depan Bayi
Langkah-langkah stimulus selanjutnya ialah beri bayi mainan tetapi pastikan tidak dijulurkan langsung ke tangannya. Letakkan saja di depan atau di samping si kecil, agar ia berusaha mengambilnya sendiri. Bunda hanya membantu mendekatkan saja, jika ia sulit meraih karena jaraknya kejauhan.

Jika si kecil mampu meraih mainan tersebut, biarkan ia melakukan apapun dengannya. Jangan diambil kecuali terlepas dengan sendirinya dari genggaman sang bayi. Jika lepas, baru Bunda mengembalikan ke tempat yang agak jauh dari bayi supaya ia kembali berusaha untuk mengambilnya.

Yang paling penting dari stimulus ini ialah, berikan reward atau penghargaan jika si kecil mampu meraih mainan yang jauh dari tempatnya. Bunda bisa memeluk, mencium atau memujinya dengan ikhlas.

5. Memijat Jari-Jemari Bayi dengan Lembut

Cara merangsang perkembangan bayi di usia 3 bulan yang ke lima ialah, lakukan pijatan lembut pada jari-jemari bayi. Ini berfungsi untuk meningkatkan motorik halus si kecil, terutama otot-otot tangan.
Bunda juga bisa memberikan mainan dengan bermacam tekstur seperti bola yang permukaannya kasar, licin, berbulu dan semacamnya.

Tidak ada orang tua yang tidak gemas dengan perilaku bayi. Termasuk Bunda bukan! Maka dari itu, jangan lewatkan perkembangan bayi 3 bulan yang sehat. Selalu rajut kebersamaan dengannya melalui kegiatan-kegiatan stimulus yang menyenangkan.





read more →

5 Hal Menarik pada Perkembangan Janin Usia 3 Bulan

5 Hal Menarik pada Perkembangan Janin Usia 3 Bulan

Janin 3 bulan adalah janin yang memasuki tahap awal trimester kedua. Umumnya, saat memasuki masa ini morning sickness yang dialami Bunda sudah jauh berkurang. Perkembangan janin Bunda juga semakin pesat. Apa saja hal yang menarik dari perkembangan janin tersebut? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.
5 Hal Menarik pada Perkembangan Janin Usia 3 Bulan
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/long-shot-daughter-staying-her-pregnant-mother_23-2148252639.jpg

Ukuran Janin Usia 3 Bulan

Ketika janin sudah masuk pertama kali pada usia ini, umumnya janin Bunda memiliki berat 23 gram. Panjangnya sekitar 7,4 cm. Ukuran ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya minggu yang dilalui.

Masuk di usia 14 minggu, panjang janin sudah mencapai 8,7 cm dengan bobot sekitar 43 gram. Masuk di usia 15 minggu, bobotnya menjadi 70 gram, sedang panjangnya sekitar 10 cm. Saat usianya sudah masuk 16 minggu, bobotnya sudah 100 gram, dan panjangnya mencapai 11 cm.

Janin Mulai Bergerak

Ketika janin sudah memasuki usia 16 minggu, saraf pada janin sudah mengalami perkembangan. Ini mengapa, janin 3 bulan aktif bergerak di dalam perut Bunda. Gerakannya memang tidak teratur. Setidaknya, jika dibandingkan dengan usia janin saat menginjak bulan ke-5. Namun, Bunda sudah bisa merasakan gerakan yang dilakukan oleh janin berusia 3 bulan jika kulit perut Bunda cukup tipis.
Mengapa janin berusia 3 bulan sudah bisa bergerak? Sebab, saraf pada janin sudah mulai berkembang. Perkembangan ini memantik pergerakan otot. Meski begitu, saraf belum bisa mengontrol pergerakan yang dilakukan janin. Ini alasan mengapa gerakan janin di usia ini tidak beraturan.

Untuk memastikan gerakan janin, Bunda boleh menekan sedikit perut Bunda. Tapi, lakukan itu dengan hati-hati ya, Bunda. Biasanya, saat ditekan, janin akan bergerak seperti mencari puting. Bisa jadi hal ini berkaitan dengan kondisi Bunda yang sudah mulai memproduksi kolostrum. Kolostrum adalah cairan susu pertama yang akan dihisap bayi saat Bunda menyusuinya nanti.

Janin Sudah Memiliki Jenis Kelamin

Jenis kelamin pada janin terbentuk saat janin memasuki usia 13 minggu. Meski sudah terbentuk, jenis kelamin tersebut masih sulit untuk dilihat saat Bunda melakukan USG.
Jika jenis kelamin janin tersebut adalah perempuan, maka pada usia ini sel telur dalam tubuh janin sudah mulai diproduksi. Tidak kurang dari sekitar 2 juta sel telur yang diproduksi saat itu. Dari seluruh sel telur itu, separuhnya akan tetap dibawa janin saat dia telah lahir kelak. Sel telur ini lama kelamaan akan berkurang seiring dengan pertambahan usia bayi.

Janin Mulai Bisa Melihat

Memang, janin 3 bulan bisa apa? Pertanyaan semacam itu mungkin sesekali mengusik hati Bunda. Masuk di bulan ke-3, terutama pada minggu ke 15, janin sudah mulai bisa melihat. Kelopak matanya memang masih tertutup. Tetapi, janin sudah mulai merespon cahaya.
Bunda perlu tahu. Posisi mata janin saat usianya 15 minggu belum seperti saat dia lahir kelak. Tetapi sedikit berada di tepi. Meski begitu, saat usianya sudah berada pada minggu ke 16, posisi matanya sudah menempat sebagaimana mestinya, seperti saat dia dilahirkan nanti.

Janin Mulai Mendengar

Posisi daun telinga pada janin usia 3 bulan memang belum sempurna. Tetapi, usia ini adalah usia yang cukup baik untuk memperdengarkan segala hal kepada si janin. Dia sudah bisa mendengar suara-suara dari luar tubuh Bunda. Namun, suara-suara yang paling didengarnya adalah suara Bunda sendiri. Selain itu, dia juga mendengarkan suara detak jantung serta suara yang keluar dari sistem pencernaan janin.

Ini mengapa, sebaiknya Bunda sering memperdengarkan suara-suara yang baik. Sebab janin sudah bisa mendengarnya dengan jelas. Bunda juga sudah bisa mengajak janin berbicara untuk terus merangsang perkembangannya.

Demikian ulasan tentang janin saat berusia 3 bulan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Bunda.

read more →

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Usia Janin 7 Bulan

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Usia Janin 7 Bulan

Usia janin 7 bulan merupakan usia awal trimester terakhir kehamilan. Pada masa ini, janin sudah mempersiapkan diri untuk keluar melalui proses persalinan. Bersama itu, umumnya ada hal-hal yang harus Bunda perhatikan agar bayi tetap sehat hingga saat persalinan tiba.

Ukuran Janin dan Perkembangannya

Memasuki trimester terakhir ini, secara umum ukuran janin sudah mencapai 1 kg dengan panjang sekitar 38,6 cm. Bunda juga akan merasakan janin 7 bulan gerak terus di dalam perut Bunda. Pergerakan tersebut menjadi tanda bahwa kandungan Bunda sehat dan tidak terjadi masalah berarti.
Di dalam perut, janin mulai belajar membuka dan menutup mata. Mata bayi juga sudah mulai fokus pada satu objek tertentu. Karena itu, disarankan bagi Bunda untuk memberi stimulasi pada janin dengan cahaya. Cahaya akan memberi rangsangan pada kemampuannya melihat.

Susah Bernapas Seiring Tumbuhnya Janin

Kadang-kadang, Bunda sering susah bernapas seiring kandungan yang terus membesar. Biasanya, hal ini dikarenakan rahim Bunda yang menekan serta meningkatnya berat janin. Meski begitu, umumnya gejala seperti ini akan menghilang saat posisi kepala janin sudah menghadap ke bawah.
Jika misalnya, sesak napas itu terus berlanjut, Bunda bisa mengkonsultasikan itu kepada dokter atau bidan. Tentu hal itu lebih baik. Tidak hanya bagi Bunda, tetapi juga bagi janin yang ada dalam kandungan Bunda.

Posisi Janin 7 Bulan

Janin 7 bulan berapa minggu posisi kepala sudah berada di bawah? Jawabnya adalah pada minggu ke-32. Saat itu, posisi kepala janin sudah berada di bawah dan siap untuk keluar. Seiring bertambah hari, kulitnya juga akan semakin mulus. Paru-parunya sudah berkembang dengan pesat, namun janin belum bernapas.

Janin 7 Bulan Membutuhkan Banyak Nutrisi

Titik puncak kebutuhan nutrisi janin berada pada trimester ketiga dari kehamilan. Itu artinya, memasuki usia kehamilan 7 bulan, Bunda harus memperbanyak konsumsi makanan. Pastikan konsumsi makanan Bunda banyak mengandung vitamin, zat besi, dan asam folat. Konsumsi juga makanan yang mengandung banyak protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk perkembangan janin.

Waspadai Konstraksi Palsu

Konstraksi hanya terjadi ketika bayi dalam kandungan Bunda akan keluar. Jika belum, maka bukan disebut konstraksi. Yang menarik, kadang-kadang Bunda bisa mengalami rasa sakit seperti akan melahirkan. Konstraksi inilah yang disebut dengan konstraksi palsu.

Konstraksi palsu terjadi saat dinding rahim mengencang sekitar setengah hingga 2 menit. Namun konstaksi semacam ini tidak berulang, berbeda dengan konstraksi asli yang berulang dan terus menerus terjadi hingga bayi dalam kandungan Bunda keluar.

Beberapa hal berikut bisa Bunda lakukan untuk mengurangi rasa sakit karena konstraksi palsu:

  • Mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan berjalan. Atau dari berdiri ke duduk.
  • Mandi dengan air hangat atau berendam di dalamnya. Mewaspadai Serangan Wasir pada Ibu Hamil
  • Mengkonsumsi air. Sebab, konstraksi palsu ini kadang dipicu oleh dehidrasi ibu hamil.
Serangan wasir sangat mungkin terjadi pada ibu hamil saat usia kandungannya masuk pada trimester terakhir. Penyebabnya adalah susah BAB atau Bunda terlalu banyak berdiri. Untuk ini, berkonsultasi adalah pilihan yang baik. Atau lakukan beberapa hal yang bisa memperlancar BAB Bunda.

Bagikan Hal Membahagiakan

Membagikan hal yang membahagiakan akan membuat Bunda lebih rileks menghadapi persalinan. Bunda bisa membagikan kebahagiaan itu lewat cerita dan merasakan bersama saat janin di dalam kandungan Bunda bergerak atau menendang. Membagikan hal ini dengan pasangan akan membuat Bunda merasa rileks dan lebih matang secara psikologis saat menghadapi persalinan.

Setelah membaca ulasan di atas, apa yang kini Bunda pikirkan? Semoga Bunda selalu diberi kesehatan. Tambahan pula, semoga janin yang Bunda kandung terus sehat seperti yang Bunda harapkan.
read more →

Janin 2 Bulan Keguguran, Apakah Perlu Dikuret?

Janin 2 Bulan Keguguran, Apakah Perlu Dikuret?

Mungkin Bunda sering bertanya, apakah janin 2 bulan keguguran harus dikuret? Menjawabnya tentu tidak boleh sembarangan. Sebab ada prosedur tertentu sebelum seseorang dikuret setelah janinnya keguguran. Yuk, baca informasi lengkapnya di bawah ini.
Sistem otak janin juga sudah semakin rumit. Saraf-sarafnya terus mengalami penyempurnaan. Inilah mengapa, saat usia seperti ini Bunda harus memperhatikan asupan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh Bunda.
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/many-kind-medical-equipment-manage-surgeon-start-operations-operating-room_1301-7803.jpg

Beberapa Hal yang Terjadi pada Janin 2 Bulan

Ada banyak proses yang dialami janin ketika usianya sudah masuk 2 bulan. Memang, perut Bunda mungkin belum terlihat besar, tetapi, bukan artinya bayi di dalam kandungan Bunda tidak mengalami perkembangan berarti.

Janin 2 bulan sudah mengalami penyempurnaan sistem pernapasan. Organ-organ sistem pencernaan pun demikian, sudah berkembang dan mulai bekerja. Itu sebabnya, pada usia itu, sirkulasi darah sudah berjalan pada tubuh janin. Sebab, jantung yang dimilikinya sudah mulai aktif dan terbentuk dengan sempurna. Ini mengapa, saat Bunda melakukan pemeriksaan, detak jantung janin bisa didengar.

Sistem otak janin juga sudah semakin rumit. Saraf-sarafnya terus mengalami penyempurnaan. Inilah mengapa, saat usia seperti ini Bunda harus memperhatikan asupan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh Bunda.

Ukuran serta Bentuk Janin

Bunda juga pernah bertanya, janin 2 bulan sebesar apa? Umumnya, janin berusia 2 bulan memiliki panjang 1,6 cm atau boleh kalau disamakan dengan ukuran biji kacang tanah. Meski ukurannya masih sangat kecil, tulang bakal bayi itu sudah tumbuh. Jari tangan dan kakinya bahkan sudah mulai terbentuk meski belum sempurna benar.

Wajahnya sudah memiliki hidung. Kelopak matanya sudah mulai tampak. Daun telinganya terus menyempurna. Tungkainya juga mulai terlihat. Namun jenis kelaminnya, belum sempurna. Oleh sebab itu, dokter belum bisa menjawab pertanyaan Bunda tentang jenis kelamin kandungan Bunda.

Keharusan Melakukan Kuret setelah Keguguran

Kuret dan tidak dikuret saat seseorang mengalami keguguran, sangat tergantung pada kondisi rahim. Tindakan kuret dilakukan jika plasenta masih tertinggal di dalam rahim Bunda. Untuk memastikan ini, biasanya dokter melakukan USG serta pemeriksaan fisik secara akurat. Ini mengapa, kuret tidak serta merta dilakukan pada perempuan yang mengalami keguguran.
Jika janin sudah luruh, dan plasenta sama sekali tidak ada yang tertinggal di dalam rahim, tindakan kuret tidak akan dilakukan. Dalam dunia kesehatan, keguguran semacam ini sering disebut dengan abortus komplit.

Tindakan kuret paling umum dilakukan saat keguguran terjadi pada kandungan yang sudah berumur lebih dari 10 minggu. Sebab, pada usia ini, plasenta janin sudah menempel kuat pada dinding rahim. Ini yang lantas menyebabkan, plasenta sukar untuk luruh bersama janin. Dan untuk itu, kuret menjadi salah satu cara agar rahim Bunda kembali bersih.

Meski demikian, kadang-kadang dokter menyarankan untuk menunggu pasca keguguran sebelum melakukan tindakan kuret. Mengapa? Karena secara alamiah plasenta akan luruh dan keluar dari rahim satu atau dua minggu pasca keguguran. Jika setelah masa itu selesai tetapi plasenta belum luruh, biasanya dokter memberikan obat yang diperlukan.

Jika obat sudah diberikan dan rahim belum bersih, maka tindakan terakhirnya adalah kuret. Namun, yang menjadi catatan adalah, kemungkinan untuk kuret setelah keguguran hanya terjadi pada 50% perempuan saja. Kemungkinan kuret tersebut semakin kecil seiring lebih mudahnya usia janin. Sebaliknya, jika usia janin sudah banyak, kemungkinan diharuskan kuret akan semakin besar.
Bagaimana jika kuret tidak dilakukan? Bunda memiliki risiko besar terkena infeksi. Selain itu, bisa pula Bunda mengalami pendarahan terus menerus. Paling fatal resiko tidak dilakukan kuret adalah pengangkatan rahim jika infeksi yang terjadi sangat parah.

Demikian ulasan ini. Semoga Bunda selalu diberikan yang terbaik, termasuk dalam hal momongan.

read more →

Mengenali Perkembangan Janin 2 Bulan dan Cara Menjaganya

Mengenali Perkembangan Janin 2 Bulan dan Cara Menjaganya

Bunda, apa pentingnya mengenali perkembangan janin 2 bulan dan mengetahui cara menjaganya? Pertama, sebagai informasi bagi Bunda, tentu selain mendengarkan penjelasan dokter saat Bunda memeriksakan kandungan. Kedua, sebagai langkah pencegahan agar kesehatan janin Bunda selalu terjaga hingga proses melahirkan nanti.
Mengenali Perkembangan Janin 2 Bulan dan Cara Menjaganya
sumber:https://docs.google.com/document/d/1iGRB0ZejRp-q8lMOyZ_8pRJ7N2a_jtCn/edit

Perkembangan Janin 2 Bulan Yang Harus Bunda Tahu

Pada usia 2 bulan, janin mengalami penyempurnaan organ-organ fital dalam tubuhnya. Misalnya organ pernapasan seperti tenggorokan dan paru-paru. Organ-organ tersebut sudah terbentuk, namun belum berfungsi sebagaimana mestinya. Meski demikian, janin sudah mulai belajar bernapas dengan menghirup cairan ketubannya.

Perkembangan inilah yang menyebabkan Bunda mengalami morning sickness akut. Dengan begitu, Bunda tidak perlu takut jika tengah mengalami morning sickness. Sebab, morning sickness adalah pertanda bagus. Morning sickness menjadi indikasi bahwa janin dalam perut Bunda tengah mengalami perkembangan.

Bagaimana dengan bentuk janin saat usia itu? Secara keseluruhan bentuknya sudah terlihat lebih baik dibandingkan dengan saat janin berusia 1 bulan. Bentuk wajah janin berusia 2 bulan sudah terlihat. Hidung dan kelopak matanya sudah tampak, tetapi daun telinganya belum sempurna. Panjang total tubuhnya sekitar 1,6 cm. Sangat mungil, bukan?

Seluruh anggota tubuh janin juga sudah memiliki cikal bakal yang jelas pada usia 2 bulan. Tulang-tulangnya telah tumbuh. Jemari tangan serta jemari kaki sudah ada. Ekor embrio sudah menghilang sepenuhnya. Tungkainya pun sudah terlihat memanjang. Tetapi jenis kelamin belum terlihat karena masih mengalami penyempurnaan.

Dari hari ke hari, perkembangan janin akan semakin baik. Setidaknya, dalam setiap minggu perkembangannya, ada saja yang berubah hingga bentuk janin benar-benar sempurna.

Tips Menjaga Janin 2 Bulan

Janin 2 bulan apakah sudah bernyawa? Janin 2 bulan belum memiliki nyawa. Namun begitu, bentuk janin sudah lengkap. Itu mengapa, pada kasus janin 2 bulan yang digugurkan ditemukan bentuk janin yang sudah seperti manusia meski dengan ukuran yang sangat kecil.
Di luar apa yang menjadi penyebab seseorang menggugurkan kandungannya, usia 2 bulan sebuah kandungan masih tergolong rawan mengalami keguguran. Tentu saja, agar janin terus berkembang dan selamat hingga dilahirkan, Bunda perlu menjaganya dengan sebaik mungkin. Beberapa caranya adalah sebagai berikut:

Mengatasi keluhan morning sickness

Keluhan yang umumnya terjadi pada masa kehamilan awal adalah nyeri pada payudara, mual dan muntah, juga sensitif terhadap bau tertentu. Untuk mengatasinya, Bunda bisa makan dalam porsi kecil, namun sering. Bunda juga harus memperbanyak minum air dan melakukan aktivitas ringan.
Menghindari rokok, minuman beralkohol, dan membatasi kafein
Asap rokok adalah salah satu penyebab lahir prematur. Atau paling akut dari itu adalah, janin mengalami keguguran. Alkohol membuat risiko bayi mengalami gangguan dalam tumbuh kembangnya. Konsumsi kafein berlebihan memiliki risiko besar terhadap keguguran.

Mengendalikan kondisi emosional

Mood selama masa kehamilan memang sering kali buruk dan mudah berubah. Rasa cemas kadang-kadang datang. Itu sebabnya, minta dukungan pada keluarga dan terus mengontrol diri adalah jalan terbaik. Yakinkan diri Bunda, bahwa masa kehamilan adalah kenangan indah yang harus dinikmati dengan sebenar-benarnya.

Waspadai tanda-tanda bahaya kehamilan

Hal-hal yang harus diwaspadai saat Bunda hamil adalah pendaharan yang disertai rasa sakit pada bagian perut bawah. Bunda juga harus mewaspadai saat cairan vagina mengalami perubahan pada warna dan bau. Mual dan muntah yang umumnya dialami perempuan hamil, bisa dikonsultasikan kepada dokter jika diiringi dengan deman atau detak jantung yang tidak beraturan.

Lakukan pemeriksaan secara rutin

Mengunjungi pusat kesehatan atau bidan secara rutin sangat diperlukan. Lebih-lebih untuk mengetahui perkembangan janin dan melihat kondisinya. Karena itu, sebaiknya Bunda tidak menganggap hal ini remeh.
Demikian ulasan tentang perkembangan janin 2 bulan dan cara merawatnya. Semoga bermanfaat bagi Bunda.


read more →

Ingin Tau Hebatnya Kondisi Janin 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Hebatnya Janin 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Bunda, perkembangan janin dalam rahim saat masa kehamilan tentu sangat menakjubkan. Memasuki masa kandungan 3 bulan atau akhir trisemester pertama ini janin akan mengalami penurunan risiko keguguran. Pada masa kehamilan ini, Bunda sudah mulai menyesuaikan diri dengan janin di dalam rahim. Morning sickness yang sering terjadi di awal masa kehamilan juga mulai berkurang.
Bahkan usia janin yang baru 3 bulan ini sudah mengalami perkembangan luar biasa. Lalu, bagaimana hebatnya perkembangan janin 3 bulan dalam kandungan? Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.
Hebatnya Janin 3 Bulan dalam Kandungan Bunda
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-her-husband-hand-showing-heart-shape_1150-5132.jpg


1. Bagian Tubuh Janin Mulai Tampak

Pada usia 3 bulan, janin sudah sebesar jeruk nipis. Ukuran tubuhnya mencapai 3,5 inchi dengan panjang 1,5 ons. Bagian tubuh janin juga mulai terbentuk. Dimulai dari bagian kepala yang tampak lebih besar dari bagian tubuh lain. Kemudian kelopak mata terbentuk untuk menutupi mata. Bagian lidah, mulut, laring dan bibir sudah terbentuk dan berada pada tempatnya di area kepala. Selain itu, telinga, hidung dan leher juga mulai berkembang.

2. Organ Tubuh Janin Mulai Berkembang

Janin 3 bulan 1 minggu memiliki organ yang mulai berkembang. Pada masa ini, Jantung sudah berkembang dan berdetak. Meskipun detakan jantung janin hanya dapat didengar secara elektronik. Pankreas janin mulai berfungsi melakukan sekresi insulin. Sementara ginjal berkembang karena janin mulai buang air kecil ke kandung kemih. Sumsum tulng juga mulai memproduksi sel darah putih untuk menjaga kesehatan janin.

3. Janin Membentuk Sidik Jari

Bunda, ketika janin berusia 3 bulan, kulit tubuh janin sudah terbentuk. Meskipun kulit janin masih transparan karena jaringan vena bisa terlihat. Kulit juga sudah menyelimuti bagian jari tangan dan kaki yang telah tampak. Kulit pada jari tangan dan kaki tersebut sudah membentuk sidik jari. Sidik jari janin akan selesai terbentuk bersamaan dengan perkembangan kulit di tahapan akhir masa kehamilan.

4. Janin Aktif Bergerak

Sistem muskuloskeletal otot dan tulang pada janin usia 3 bulan sudah mulai terbentuk dan terorganisir. Sistem saraf juga mulai berkembang. Akibatnya, otot pada anggota tubuh mulai belajar bergerak. Umumnya, janin 3 bulan aktif bergerak. Memeriksa perlengkapan bayi sangat diperlukan pada masa kehamilan ini. Seperti menendang, memutar, menggerakkan ibu jari ke mulut untuk diisap, menyeringai atau mengerutkan kening.

5. Cegukan Janin Tidak Bersuara

Janin Bunda mulai mengisap jari jempolnya. Hal ini merupakan persiapan janin untuk nanti menyusui setelah lahir. Ketika mengisap, cairan ketuban ikut masuk ke dalam mulut. Kemudian sedikit demi sedikit menelan cairan tersebut lalu dialirkan kembali sebagai urine. Sementara itu, janin juga mulai berlatih bernapas dengan terjadinya cegukan. Namun, cegukan janin tidak bersuara karena tenggorokannya penuh dengan cairan ketuban yang masuk.

6. Kelamin Janin Dapat Diidentifikasi

Tahukah Bunda bahwa janin umur 3 bulan sudah bisa diidentifikasi jenis kelaminnya. Pada usia ini, ovarium atau testis Janis sudah berkembang. Organ kelamin luar juga telah terbentuk. Meskipun harus dideteksi dengan teliti menggunakan USG. Pada janin perempuan, ovarium sudah menampung minimal 2 juta sel telur. Umumnya, mengandung janin laki-laki membuat perut Bunda bulat sempurna. Sementara janin perempuan membuat perut Bunda melebar.

Hebatnya janin 3 bulan ini tentu menjadi anugerah tersendiri. Terlebih bagi Bunda dan pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Namun Bunda perlu ingat bahwa usia 3 bulan ini masih rentan terhadap risiko keguguran. Oleh sebab itu, Bunda harus terus memantau kesehatan dan keselamatan Bunda dan janin sampai masa persalinan datang ya.
read more →

Hamil Janin 7 Bulan? Ceklis Persiapannya di Sini

Hamil Janin 7 Bulan: Ceklis Persiapannya di Sini


Bunda, saat masa kehamilan menginjak 7 bulan, tentu masa persalinan sudah semakin dekat. Masa paling mendebarkan dan ditunggu-tunggu akan segera datang. Pada akhir trisemester ini, Bunda mungkin mulai sering sesak napas karena janin terus membesar. Meskipun kondisi tersebut tidak akan berlangusng lama. Terlebih lagi setelah janin berada di posisi siap dilahirkan dengan bagian kepala di bawah.
Hamil Janin 7 Bulan
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-standing-by-window_1303-12880.jpg

Berbeda dari masa kehamilan sebelumnya, usia janin 7 bulan menjadi masa paling pas untuk mempersiapkan segala hal. Terutama kebutuhan proses persalinan dan keperluan sang bayi. Apa saja ceklis yang harus Bunda persiapkan? Berikut ini ceklis persiapannya.


1. Makanan Bernutrisi

Usia janin 7 bulan menjadi masa puncak perkembangan bayi. Berbeda dari bulan sebelumnya, trisemester ketiga ini Bunda harus lebih banyak mengonsumsi makanan bernutrisi. Seperti makanan kaya protein, vitamin, zat besi, asam folat dan kalsium. Pasalnya, pada masa kehamilan 7 bulan, perkembangan otak janin dan organ internal sedang dibentuk. Tentu saja agar perkembangan optimal, asupan makanan bernutrisi juga harus optimal.

2. Banyak Menstimulasi

Pada masa kehamilan 7 bulan berarti janin berada di rentang usia 29-32 minggu. Pada usia tersebut, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa perkembangan janin harus dibantu dengan stimulasi. Terutama stimulasi yang datang dari Bunda. Stimulasi bisa berupa cahaya, suara, bunyi atau sentuhan. Stimulasi dari cahaya dapat meningkatkan perkembangan penglihatannya. Sementara stimulasi dari suara, bunyi dan sentuhan dapat meningkatkan perkembangan otak, syaraf dan pendengarannya.

3. Banyak Membaca

Bunda, perbanyaklah membaca pada masa kehamilan 7 bulan. Kebiasaan membaca akan ikut menular pada janin. Kegiatan ini sangat positif daripada Bunda hanya tidur atau bermain gadget. Bunda bisa memilih membaca buku-buku ringan. Mulai dari persalinan, pola asuh anak hingga menjadi orang tua terbaik bagi anak. Ketika membaca, Bunda bisa mengeraskan suara agar janin ikut mendengar sekaligus bisa menstimulasi perkembangannya.

4. Perlengkapan Bayi

Memeriksa perlengkapan bayi sangat diperlukan pada masa kehamilan ini. Bunda bisa memastikan apakah semua perlengkapan bayi sudah lengkap atau belum. Jika belum maka Bunda bisa segera melengkapi dengan berbelanja. Karena semakin lama masa kehamilan maka janin di rahim akan semakin besar. Sehingga Bunda semakin sulit untuk bergerak ke sana dan ke sini. Perlengkapan bayi juga perlu dipersiapkan untuk dibawa ke rumah sakit saat persalinan.

5. Memendekkan Rambut

Sebagian ibu hamil mengungkapkan bahwa kehamilan 7 bulan menjadi waktu yang tepat untuk memotong rambut. Rambut yang panjang bisa merepotkan Bunda saat proses persalinan. Bahkan mengganggu aktivitas menyusui ketika janin sudah lahir. Selain itu, rambut pendek juga membuat Bunda lebih praktis selama menjalani masa-masa akhir kehamilan. Alhasil, Bunda tidak mudah kegerahan, keramas juga lebih gampang dan cepat kering.

6. Melakukan Relaksasi

Relaksasi penting sekali dilakukan ya, Bunda. Hal tersebut karena masa kehamilan bukanlah masa yang mudah untuk dilalui. Mintalah pada pasangan untuk menemani relaksasi. Bunda bisa memilih pergi ke taman, treatment di salon atau ke tempat yang Bunda sukai. Relaksasi bisa mengurangi stres selama kehamilan dan kekhawatiran menghadapi persalinan. Relaksasi juga bisa dilakukan dengan mengunjungi dokter untuk mengetahui perkembangan janin.
Selain itu, Bunda juga perlu membuat ceklis persiapan melakukan olahraga. Jangan lupa Bunda, olahraga dapat membuat tubuh lebih bugar menjalani masa kehamilan dan persalinan. Bunda bisa memilih berolahraga ringan seperti berjalan, berenang, prenatal yoga atau senam hamil. Nah, kini Bunda menjadi lebih mudah menjalani sisa masa kehamilan dan persalinan dengan adanya ceklis persiapan di atas, kan!
read more →