Perhatikan ini Saat Perkembangan Janin Usia 6 Bulan

Ketika memasuki usia 5 bulan, Bunda mungkin ragu apakah bayi sudah dapat mendengar atau merasakan. Namun saat memasuki 6 bulan, bayi mulai bisa bergerak aktif dan juga merespon suara maupun sentuhan. Oleh karena itu, Anda harus mulai berhati-hati, terutama ketika dekat suara yang keras. Berikut ini selengkapnya mengenai perkembangan janin usia 6 bulan dan hal-hal yang perlu Anda perhatikan.


Perkembangan Bayi 6 Bulan dalam Kandungan 

Memasuki usia kehamilan 6 bulan, bayi memiliki berat sekitar 0,6-1 kg dan panjangnya sekitar 34,6-38 cm. Detak jantung bayi berada pada kisaran 140 denyutan setiap menit, namun dengan frekuensi yang lebih tinggi dibanding milik orang dewasa. Perkembangan fisik lainnya adalah sudah mulai terbentuk jaringan lemak, otak, pencernaan, dan tumbuh rambut. Kelopak mata bayi juga bisa mulai terbuka dan hampir bisa berkedip. Seiring menuju akhir bulan keenam, bayi mulai bisa bernapas, saraf penglihatan bekerja, dan mendengar suara. Oleh karena itu, Bunda bisa berinteraksi dengan bayi dalam kandungan itu melalui sentuhan, alunan musik yang lembut, atau bahkan dongeng. Si calon bayi umumnya akan merespon dengan gerakan, seperti menendang.

Perubahan pada Tubuh Bunda


Memasuki masa trimester ketiga, umumnya akan dirasakan kram pada kaki, insomnia, dan konstipasi, dan sedikit kesulitan bernapas. Jika Bunda berolahraga, janin bisa merespon gerakan olahraga tersebut. Respon ini dapat menguatkan hubungan emosional antara Bunda dengan bayi dalam kandungan. Di usia kandungan tersebut, Bunda juga bisa merasakan pegal dan kaku di jari-jari tangan. Sebenarnya tidak berbahaya, namun jika terasa sangat mengganggu, sebaiknya dikonsultasikan pada dokter. Ketika berkonsultasi ke dokter kandungan, dokter biasanya akan memeriksa tekanan darah, dan mungkin juga tes darah dan urin. Jika hasil tes darah menunjukkan Bunda memiliki rhesus negatif , dokter akan menganjurkan agar Bunda menjalani tes anti ketahanan tubuh. Suntikan anti-D biasanya diberikan pada kondisi ini untuk mencegah reaksi ketidakcocokan antara Bunda dan si kecil.


Bila Janin Usia 6 Bulan Jarang Bergerak

Ada beberapa penyebab mengapa janin usia 6 bulan jarak bergerak, di antaranya:

- Janin tengah tidur
- Posisi bayi yang tidak memungkinkan untuk banyak bergerak
- Bundah tengah stres atau kurang nutrisi
- Ketuban pecah lebih awal -Hipoksia
- Abruptio plasenta
- Terjadi keterbatasan pertumbuhan pada janin
- Janin meninggal dalam rahim

Agar si janin kembali aktif bergerak, Bunda dapat menerapkan beberapa trik berikut.


  • Membuat suara gaduh. Ini bisa dilakukan dengan cara menyetel musik atau televisi dengan suara keras untuk memastikan apakah janin memberikan respon berupa gerakan
  • Berbaring menggunakan sisi kiri tubuh. Posisi berbaring seperti ini dapat melancarkan sirkulasi sehingga bisa memicu janin untuk lebih aktif bergerak
  • Memakan makanan yang manis. Kabarnya cara ini juga bisa memancing janin untuk bergerak
  • Meminum minuman dingin. Temperatur rendah dari air itu dapat dirasakan oleh janin. Ini akan membuatnya bergerak dalam rangka mencari tempat yang nyaman untuknya
  • Memposisikan diri pada kondisi tidak nyaman. Bukan tidak mungkin si janin akan turut menggeliatkan karena merasa tidak nyaman

Bila Bunda sudah melakukan berbagai stimulus tersebut beberapa kali namun janin tetap tidak bergerak, maka segera konsultasi dengan dokter kandungan. 

Akan lebih baik jika Bunda membuat catatan pergerakan janin harian untuk memantau pergerakan janin. Sebagai contoh, di minggu ke-24 hari Selasa, janin bergerak sebanyak 15 kali dari pukul 10:00 – 11:00 (total: 60 menit). 
Terus lakukan pencatatan ini sampai bayi dalam kandungan siap dilahirkan. Umumnya, semakin hari gerakan janin akan semakin berkurang karena ukurannya yang bertambah. 

Jika Bunda tidak merasakan demikian, jangan lupa langsung konsultasikan pada dokter ya. Semoga ulasan tentang perkembangan janin usia 6 bulan ini bisa menambah wawasan Bunda.

Comments