Perkembangan Kehamilan untuk Usia Janin 13 Minggu

  • Posted by Gilang Biantara
  • at 2:53 AM -
Kehamilan pada usia janin 13 minggu berarti Mom sudah berhasil nih melewati trisemester pertama. Kini, Mom mulai memasuki awal trisemester kedua di masa kehamilan. Pada awal trisemester kedua ini ada banyak perkembangan terjadi pada janin. Mulai dari kondisi janin hingga kondisi Mom sendiri. Oleh sebab itu, baca ulasan panduan kehamilan untuk usia janin 13 minggu berikut ini.
Source: https://cdn.pixabay.com/photo/2016/11/01/12/24/fetus-1788082_960_720.jpg

Perkembangan Janin 13 Minggu

Pada usia 13 minggu, janin sudah memiliki panjang tubuh sekitar 7 cm dari ujung kepala sampai kaki. Janin juga sudah diperkirakan mempunyai bobot hingga 30 gram. Artinya, janin telah aktif membutuhkan oksigen dan nutrisi serta mengalami pembuangan kotoran. Semua kebutuhan janin tersebut difasilitasi oleh plasenta. Plasenta juga bertugas menjaga kehamilan dengan memproduksi hormon progesteron dan estrogen.

Pada masa kehamilan ini, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat. Terutama makanan sehat yang banyak mengandung asam folat, seng, zat besi dan kalsium. Bahkan dokter juga menyarankan penambahan suplemen gizi dan vitamin. Hal tersebut karena erat hubungannya dengan kelengkapan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Selain itu, ibu hamil juga harus tetap menjaga intensitas olahraga secara teratur. Apalagi semakin lama usia kehamilan maka semakin berat juga bayi dalam kandungan.

Baca juga artikel perkembangan bayi usia 8 bulan bisa apa saja.
Baca juga perkembangan janin setiap bulannya pada semester pertama

Janin 13 Minggu Bergerak

Selanjutnya, janin 13 minggu apa sudah bergerak? Ya, janin di usia 13 minggu sudah bisa melindungi mata dengan cara menutup dan membuka kelopak mata. Janin juga sudah mampu meletakkan ibu jari ke mulutnya. Walaupun otot pengisap belum berkembang sempurna. Sementara itu, kepala janin berkembang lebih cepat dari bagian tubuh lain. Meskipun badan janin akan ikut berkembang mengikuti perkembangan kepalanya. Sehingga tubuh janin ini sudah dapat bergerak memutar.
Pada bagian wajah janin telah muncul ekspresi wajah seperti mengernyitkan dahi. Bibir janin juga bisa membuka dan menutup. Pada periode ini janin mulai belajar mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kelahiran. Seperti melakukan gerakan-gerakan kecil hingga melatih paru-paru sekaligus otot-otot dadanya. Maka, tidak heran jika Mom lebih sering merasakan aktifitas janin di dalam kandungan.

Janin 13 minggu juga sudah memiliki organ tubuh yang sempurna. Bahkan kulitnya menjadi lebih tahan air. Meskipun kondisi denyut jantung akan lebih melambat dengan perkembangan otak semakin cepat. Janin ini juga telah mempunyai sidik jari tersendiri ya Mom!
Source: https://image.freepik.com/free-photo/medium-shot-pregnant-woman-playing-with-her-child-s-shoes_23-2148252652.jpg


Kondisi Ibu Hamil Pada Janin 13 Minggu

Setelah berhasil menyelesaikan trisemester pertama, masa mual dan muntah bagi ibu hamil sudah berakhir. Namun, jika keluhan mual dan muntah masih berlanjut maka perlu diwaspadai. Pasalnya, penelitian menunjukkan ibu hamil yang masih mual dan muntah di trisemester kedua berisiko 1,4 kali melahirkan bayi berbobot rendah. Hal tersebut karena mual dan muntah menyebabkan kekurangan gizi dan dehidrasi pada ibu hamil dan janin.

Oleh sebab itu, ibu hamil harus terus dipantau kondisi kesehatannya dengan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan. Tes dan pemeriksaan penting yang harus dilakukan ibu hamil pada janin berusia 13 minggu, yaitu mengukur tekanan darah, berat badan, kadar gula dan protein dalam urin. Selain itu, memeriksa denyut jantung janin termasuk ukuran rahim dan kondisi pertumbuhan fisik janin juga sangat penting.
Itulah ulasan terkait panduan kehamilan untuk usia janin 13 minggu. Pada masa trisemester kedua, janin akan tumbuh dan berkembang lebih cepat. Sehingga membutuhkan lebih banyak asupan nutrisi dan oksigen. Janin juga akan menjadi lebih berat. Oleh sebab itu, ibu hamil harus memiliki kondisi fisik yang prima dengan asupan gizi seimbang. Sebaiknya ibu hamil juga mengurangi konsumsi cokelat dengan kandungan kafein.

Author

Bidan Putsel

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.