Mencari Tahu Perkembangan Bayi 9 Bulan yang Belum Tumbuh Gigi


Salah satu hal yang menjadi perkembangan bayi 9 bulan adalah mulai tumbuh gigi, meski belum sempurna. Oleh karena itu, tidak heran jika mereka mulai bisa memakan makanan yang teksturnya sedikit keras. Namun terkadang ada juga bayi yang giginya belum tumbuh meski sudah memasuki usia 9 bulan. Jika sudah begini, bagaimana Bunda harus menyikapinya? 

Makanan untuk Perkembangan Bayi 9 Bulan

Sebelum membahas mengenai kenapa bayi 9 bulan belum tumbuh gigi, mari membahas dahulu makanan yang tepat untuk si kecil. Apa saja makanan yang bisa diberikan saat si kecil berusia 9 bulan?

ASI tetap diberikan, namun anak juga sudah bisa menerima makanan lainnya. Bunda bisa memberikan MPASI yang sesuai usianya. Jangan lupa untuk memperhatikan reaksi dari makanan tersebut terhadap anak.

Di usia 9 bulan, bayi sudah bisa memegang dan memasukkan makanan ke mulutnya sendiri. Bunda bisa memberikan makanan, seperti biskuit bayi, pisang, atau sereal kepada si kecil. 

Sekarang si kecil sudah bisa menerima makanan yang kandungan proteinnya tinggi, misalnya telur, ikan, bubur kacang hijau atau sayuran. Sebelum diberikan, masak jenis makanan tersebut dengan baik ya Bunda, agar bisa dikunyah olehnya.

Memahami Perkembangan Bayi 9 Bulan yang Belum Tumbuh Gigi

Perlu diketahui bahwa perkembangan gigi pada bayi bersifat genetik, sehingga wajar jika waktuya berbeda-beda. Jika dulu pertumbuhan gigi orang tuanya cepat, maka bisa terjadi kemungkinan bayinya juga tumbuh gigi lebih cepat. 

Biasanya gigi pertama bayi akan tumbuh di rentang usia 5-10 bulan, dan rata-rata di usia 6-7 bulan. Pertumbuhan gigi bayi ini baru lengkap ketika memasuki usia 2-3 tahun. Kemudian secara bertahap berganti gigi dewasa hingga usianya 12 tahun. 

Oleh karena itu, sebenarnya Bunda tidak perlu khawatir jika di usia 9 bulan si kecil belum tumbuh gigi. Keadaan ini tergolong normal dan baik-baik saja. Akan tetapi, apabila gigi pertama belum juga tumbuh sampai ia usia 18 bulan, lebih baik segera ke dokter untuk pemeriksaan.

Makanan/Minuman untuk Merangsang Pertumbuhan Gigi

Susu

Jenis minuman satu ini diketahui mengandung kalsium dan fosfor yang sangat penting untuk perkembangan tulang dan gigi bayi. Pemberian susu formula sebaiknya diberikan sesuai dengan umur bayi, dan penting untuk diperhatikan takaran gula pada susu tersebut. Meski sudah diberikan susu, tetap jadikan ASI sebagai yang utama ya Bunda.

Telur

Berbagai nutrisi, seperti protein, mineral Zn, serta vitamin A, D, E, dan B12 ada dalam telur. Semua itu sangat baik untuk tumbuh kembang si kecil. Namun pemberian telur harus memperhatikan ketahanan anak terhadap alergi ya Bunda. Pada bayi yang rentan, konsumsi telur terlalu sering dapat menimbulkan alergi.

Keju

Seperti susu, keju juga mengandung kalsium dan fosfor yang cukup tinggi yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Protein yang ada dalam keju juga cukup banyak. Karena rasanya asin, Bunda bisa mencampurkan keju pada bubur yang diberikan kepada si kecil agar mereka mau memakannya.

Bayam

Bayam terkenal dengan kandungan zat besi yang sangat baik untuk pembentukan sel darah. Dalam bayam juga terdapat vitamin C yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Meski tidak sebanyak zat besinya, bayam juga memiliki kandungan kalsium lho Bunda.

Buah Raspberry

Dibandingkan buah lain, raspberry mempunyai asam folat yang jumlahnya lebih tinggi. Buah ini juga kaya akan vitamin C dan antioksidan yang baik untuk kekebalan tubuh, pertumbuhan tulang, serta gigi si kecil. 

Meski pertumbuhan gigi bersifat genetik, sebenarnya Bunda bisa melakukan stimulasi agar giginya cepat tumbuh sejak usia kandungan 4 bulan. Caranya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung vitamin atau kalsium. Stimulasi lain, ketika bayi berusia di atas 6 bulan, mulai berikan makanan bertekstur kasar agar terbiasa mengunyah. Sehingga memasuki perkembangan bayi 9 bulan, giginya sudah terlihat tumbuh.

Author

Bidan sela perkembangan bayi

Bidan Sela

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.

0 comments: