-->

Waspada! 6 Gejala Ini Tanda Janin 3 Bulan Dalam Bahaya

Janin 3 Bulan Apakah Sudah Bernyawa


Bunda yang sedang mengandung, pasti ingin janin di dalam kandungannya sehat. Apalagi jika sudah mencapai usia trimester pertama yang katanya sudah bergerak dan bernyawa. Maka dari itu, jika ada soal janin 3 bulan apakah sudah bernyawa? Jawaban seharusnya ia. Kecuali ada masalah yang menyerangnya. 

Penyebab janin 3 bulan tidak bernyawa salah satunya adalah penyakit yang merusak imun sehingga bayi dalam kandungan tidak berkembang. Berikut beberapa gejala-gejalanya. Jika tanda-tanda ini terjadi, Bunda harus segera mendatangi dokter. 

1. Detak Jantung Janin Lenyap

Sejak usia kandungan 10 minggu hingga tiga bulan, biasanya sudah terdeteksi kehidupan si janin. Bahkan di periode ini detak jantungnya sudah terdengar. Bunda bisa merasakannya diantara detak jantung sendiri. Suaranya seperti denyut yang sangat lembut dan halus. 

Janin 3 Bulan Apakah Sudah Bernyawa


Jika detak tersebut tidak lagi terdengar, berarti ada sesuatu dengan janin Bunda. Tetapi jangan langsung panik. Segera datangi dokter untuk mengetahui informasi lebih jelas tentang kondisi janin saat itu. 

2. Bunda Mengalami Keram

Gejala janin 3 bulan bermasalah selanjutnya adalah Bunda mengalami keram. Tanda-tanda ini biasanya diikuti oleh nyeri rahim yang cukup tajam. Jika gejala ini muncul saat janin berusia tiga bulan, maka pertanda sedang ada gangguan pada tubuhnya. Sehingga Bunda perlu memeriksakan kandungan ke dokter spesialis. 

Keram yang wajar adalah kejang yang terjadi ketika usia kandungan sudah mencapai trimester kedua dan usia kandungan mencapai sembilan bulan. Karena ini merupakan gejala Brixton hicks atau kontraksi palsu. 

3. Pendarahan yang Hebat

Jika ada pertanyaan janin 3 bulan sebesar apa? Maka periksakan dulu ke dokter baru berikan jawaban. Karena ukuran bayi dalam kandungan disesuaikan dengan kesehatan tubuhnya. Jika ada gangguan auto imun, tentu ukuran janin sangat kecil bahkan bisa meninggal. Gejalanya adalah pendarahan hebat. 

Pendarahan semacam ini tidak boleh disepelekan. Lebih baik konsultasi ke dokter kandungan agar mendapatkan informasi yang lebih jelas. Jangan lagi bertanya janin 3 bulan apakah sudah bernyawa jika masalah ini tidak jua diatasi. Karena resiko kematian janin cukup besar. 

Bahayanya lagi, jika pendarahan tersebut disebabkan oleh placent previa yang kronis. Karena selain janin lahir prematur, nyawa Bunda juga terancam. 

4. Sakit Punggung Akut

Bunda yang sedang mengandung pasti mengalami ketaknyamanan. Salah satunya adalah sakit punggung. Ini hal yang wajar. Sebab, di kala mengandung, perut kan membesar. Sehingga badan terdorong maju yang menyebabkan otot belakang ikut tertarik. 

Namun, jika sakit punggung berlangsung lama, apalagi ketika janin memasuki usia tiga bulan, maka Bunda harus berhati-hati. Karena itu merupakan gejala sakit ginjal hingga masalah ureter. 

5. Bunda Alami Keputihan Kronis

Keputihan masalah normal untuk ibu hamil. Namun, jika kondisi penyakit sangat kronis hingga menimbulkan gatal dan berbau tidak sedap, lebih baik lakukan pemeriksaan medis. 

Pasalnya keputihan semacam ini bisa menimbulkan kematian janin dan beresiko lahir prematur. Karena bakteri yang ada di dalam cairan tersebut bisa menempel pada dinding rahim. 

6. Diserang Penyakit IUGR 

Gejala bayi 3 bulan tidak bernyawa selanjutnya adalah Bunda mengalami IUGR. Ini merupakan penyakit yang menyebabkan tubuh janin tidak berkembang dengan baik. 

Salah satu tanda penyakit ini pada janin adalah ukuran tubuhnya tidak maksimal. Selain itu, ketika dilakukan cek medis, bayi dalam kandungannya juga mengalami masalah dengan pernafasan dan tekanan darah. Suhu badannya juga ekstrem. 

Janin 3 bulan seharusnya sudah bernyawa. Jika muncul salah satu gejala di atas, maka sebaiknya Bunda segera memeriksakan kandungan kepada dokter.

read more →

8 Faktor Masalah Pemicu Janin 4 Bulan Keguguran

janin 4 bulan keguguran


Ketika kehamilan sudah memasuki usia 16 minggu atau 4 bulan, maka Bunda harus menjaganya lebih ekstra. Karena di usia tersebut, janin lebih rentan mengalami keguguran yang disebut aborsi spontan. Maka dari itu, Bunda harus tahu penyebab janin 4 bulan keguguran. 


Peristiwa keguguran ini, yang paling sering terjadi adalah ketika kandungan melewati masa tiga bulan mendekati 4 bulan. Jika melebihi waktu tersebut, oleh medis disebut keguguran terlambat. Berikut beberapa faktor masalah penyebab keguguran yang harus Bunda ketahui.


1. Leher Rahim Lemah


Terjadinya keguguran pasca trimester pertama ini disebabkan oleh leher rahim yang lemah. Efeknya adalah, mulut rahim tidak bisa menampung janin, sehingga melebar dan lentur. Akhirnya janin keluar sebelum waktunya. 

janin 4 bulan keguguran


Penyakit ini di dalam ilmu medis disebut insufisiensi serviks. Penyebabnya adalah terjadinya operasi besar pada proses kelahiran sebelumnya. Seperti lahir cesar dengan ablasi laser dan selainnya. 


2. Posisi Plasenta Berpindah


Masalah plasenta atau ari-ari juga menyebabkan keguguran. Salah satunya adalah perpindahan posisi plasenta. Normalnya plasenta berada pada dinding rahim. Namun, jika masalah terjadi, biasanya saluran nutrisi bayi dari tali pusar ini justru sudah menjulur ke mulut rahim. 


Hal ini menyebabkan tali pusar tidak mampu lagi memberikan nutrisi ke janin. Sehingga oksigen dan darah yang dibutuhkan menjadi terhambat. 


3. Karena Cacat Lahir Bawaan


Faktor masalah penyebab janin 4 bulan keguguran yang ke tiga adalah terjadinya cacat lahir bawaan. Salah satu contohnya adalah kelainan organ jantung. Maka dari itu, untuk menghindari masalah ini, Bunda harus rutin memeriksakan diri ke dokter. Supaya diberlakukan tes ultrasound untuk melihat kondisi organ janin. 


4. Akibat Kelainan Kromosom


Faktor masalah penyebab keguguran adalah kelainan kromosom. Hal ini terkadang dipicu oleh usia Bunda yang tidak lagi ideal untuk hamil. 


Kabarnya, usia di atas 40 tahun, berpeluang mengalami masalah ini dibandingkan Bunda yang masih berusia 20 tahun. Maka dari itu, jika janin 4 bulan tidak bergerak, segera periksa ke dokter. Karena ini salah satu gejala dan tanda-tandanya. 


5. Ada Riwayat Keguguran 


Jika Bunda sering keguguran, bahkan hinga 2-3 kali, berarti ada masalah dengan kondisi rahim. Karena menurut medis, kondisi ini bisa berulang hingga beberapa kali jika tidak segera ditangani. 


6. Masalah Genetika


Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami keguguran, biasanya Bunda juga mengalami hal yang sama. Maka dari itu, silakan cari informasi terkait kepada keluarga sebagai kehati-hatian. Jika perlu datangi dokter untuk mendapatkan penjelasan yang detail. Apakah keguguran bisa didasarkan pada riwayat genetik apa tidak. 


7. Akibat Obat Kimia


Bunda yang sedang mengandung, harus lebih berhati-hati dengan aktivitas penyebab keguguran termasuk ketika mengkonsumsi obat-obatan. Apalagi yang di dalamnya terdapat bahan-bahan kimia. Karena zat kimiawi semacam ini bisa membuat Bunda mengalami keguguran. 


Jika pun terpaksa harus minum obat jenis ini, pastikan di bawah pengawasan dokter. Dosisnya juga harus tepat dan tidak berlebihan. 


8. Karena Penyakit Trombofilia


Trombofilia adalah terjadinya pembekuan darah di dalam arteri. Efeknya pada Bunda adalah, imunitas menjadi terganggu. Sedangkan dampak pada janin ialah, oksigen dan darah yang masuk ke plasenta menjadi berkurang. 


Hal inilah yang memicu kematian pada janin yang mengharuskannya dikeluarkan sebelum waktunya. Jika tidak, justru bisa berbahaya pada nyawa Bunda. 


Sekadar saran, jika Bunda tidak ingin janin 4 bulan keguguran, lebih baik jaga kesehatan Anda dan janin dengan ekstra. Jangan lupa pula untuk selalu konsultasi medis kepada dokter spesialis. 

read more →

Peristiwa Yang Terjadi Pada Janin 5 Bulan Aktif

janin 5 bulan aktif,


Ketika janin sudah mencapai usia 5 bulan, biasanya Bunda sudah merasakan ada kehidupan di dalam perut. Karena di masa janin 5 bulan aktif, di dalam kandungan ia sudah mulai bergerak. Seperti menendang, bergeliat dan semacamnya. 

Di masa ini pula, muncul beberapa peristiwa yang dialami janin dan Bunda. Keajaiban-keajaiban yang menakjubkan, yang menandakan kalau bayi di dalam kandungan sudah besar dan sehat. Berikut peristiwa-peristiwa tersebut, yaitu:

1. Ada Pergerakan Di Dalam Perut Bunda

Peristiwa pertama adalah ada pergerakan di dalam perut. Sekalipun ini membuat “begah”, tetapi Bunda sudah merasa nyaman dan lebih relaks dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. 

janin 5 bulan aktif,


Hal ini dikarenakan selera makan Bunda sudah bangkit. Mual juga sudah berkurang. Maka dari itu kehamilan di usia ini, sudah lebih terbiasa dan normal. 

2. Terbentuk Organ Kelamin 

Usia janin 5 bulan aktif, biasanya jenis kelaminnya sudah terlihat. Maka dari itu, jika kandungan memasuki masa ini, lakukan tes USG untuk mengetahui kelaminnya.  Namun, apapun hasil tes, Bunda harus menerimanya dengan lapang dada ya.

Selain jenis kelamin, di usia janin 5 bulan, beberapa organ tubuhnya juga terbentuk. Namun, ukurannya masih sangat kecil. Tubuh yang paling jelas terlihat adalah kaki dan jari-jemari tangan. 

3. Terjadi Pembentukan Indera Pendengaran

Pada usia janin 5 bulan selalu bergerak ataupun janin 5 bulan kurang gerak, peristiwa yang dialami di dalam kandungan sama. Yaitu, muncul indera pendengaran. Bahkan, di umur ini, telinga si janin mulai peka dengan suara yang ia dengar. Janin juga bisa merespon suara dengan cara bergerak. 

Selain itu, menurut medis, di usia ini janin sudah mendengar detak jantung dirinya sendiri serta suara organ sang Bunda. Maka dari itu, stimulus yang perlu dilakukan Bunda adalah elus perut diiringi suara memanggil yang lembut seperti “wahai anakku”, “sehat terus ya dik”, dan selainnya.

4. Mengalami Peningkatan Rangsangan Terhadap Cahaya

Peristiwa selanjutnya adalah janin mengalami sensitivitas cahaya. Bahkan, sinar lampu maupun matahari sudah ia rasakan di dalam perut. 

Untuk membuktikan peristiwa ini, silakan sang Ayah sinari perut Bunda dengan senter. Pasti Bunda merasakan tendangan bayi dalam rahim yang lebih kencang. Ini merupakan respon dirinya terhadap cahaya tersebut. 

5. Bunda Mengalami Anemia

Di usia janin 5 bulan, Bunda memang sudah mulai sehat dan terbiasa. Namun, jangan banyak bergerak, karena Bunda bisa mengalami anemia atau kurang darah.  Karena di usia tersebut, bayi di dalam kandungan membutuhkan banyak aliran darah untuk meningkatkan perkembangan fisiknya. 

Selain itu, untuk menyikapi peristiwa ini, Bunda harus rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran dan daging. Boleh juga minum suplemen penambah darah tetapi harus sesuai dosis dokter. 

7. Tumbuh Alis dan Rambut

Selain organ telinga, bayi janin usia 5 bulan juga mengalami peristiwa pertumbuhan rambut dan alis. Karena di kala itu, lapisan epidermis dan dermis pada kulit sudah terbentuk dengan sempurna. 

Akan tetapi, rambut dan alis ini tidak bertahan lama. Beberapa minggu pasca janin dilahirkan, akan rontok dan akan berganti dengan rambut-rambut yang baru. Ketika sudah menjadi bayi, baru rambut dan alisnya bisa bertahan lama. 

Peristiwa-peristiwa yang dialami Bunda dan janin 5 bulan aktif sejatinya hal yang wajar. Namun, jika di rasa ada kejanggalan, seperti janin 5 bulan tidak bergerak, silakan Bunda mendatangi dokter untuk mengetahui perkembangan yang lebih jelas. 

read more →

Haruskah Panik Jika di Usia 9 Bulan Bayi Belum Tumbuh Gigi?

Pertumbuhan gigi bayi umumnya dimulai di usia 6 bulan. Bersamaan dengan fase dimana bayi sudah mulai belajar mengenal makanan melalui MPASI. Pertumbuhan gigi bayi memang dimulai sejak usia tersebut, namun setiap bayi memiliki fase yang berbeda-beda. Akan tetapi bagaimana jika hingga usia 9 bulan bayi belum tumbuh gigi?

Mungkin banyak dari Bunda yang khawatir ketika di usia tersebut bayi justru belum mengalami pertumbuhan gigi yang baik. Sebenarnya ada beberapa alasan yang mendasari perkembangan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi. Ada alasan apa saja? Berikut adalah beberapa di antaranya.

Memahami Penyebab Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi

Ada beberapa penyebab yang sebenarnya menjadi alasan kenapa bayi di usia 9 bulan bulan mengalami tumbuh gigi. Salah satu alasan yang banyak ditemui adalah karena fase perkembangan gigi yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya hal ini normal ditemui. 

Pada beberapa kasus bahkan ditemui kelahiran bayi yang sudah hadir di dunia dengan gigi pertamanya. Namun, di sisi lain juga banyak ditemui bayi yang belum memiliki gigi pertama hingga berusia 1 tahun hal ini sebenarnya cukup wajar. 

Akan tetapi mungkin banyak yang khawatir kenapa di usia 9 bulan bayi belum tumbuh gigi. Sebenarnya batasan normal untuk usia tumbuh gigi adalah sampai dengan 18 bulan. Ketika lebih dari itu maka para Bunda sebaiknya memeriksakan si kecil ke dokter ahli untuk mengetahui penyebabnya.

Hal-hal yang Harus Bunda Lakukan Ketika Si Kecil Belum Tumbuh Gigi

Lalu apa yang dapat Bunda lakukan ketika menemui perkembangan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi? Ada beberapa hal yang Bunda dapat lakukan ketika ternyata si kecil belum tumbuh gigi hingga usia 9 bulan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Memeriksakan ke Dokter 

Pertama yang sebaiknya Bunda lakukan adalah memeriksakan si kecil ke dokter yang ahli dan berpengalaman. Ini guna memahami penyebab dari kenapa si kecil belum tumbuh gigi hingga sekarang. Pasalnya untuk setiap kasus ada banyak hal-hal berbeda yang mendasarinya. 

Meski harus diakui kebanyakan kasus yang ada adalah karena si kecil belum memasuki fase pertumbuhan gigi yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan orang tua. Ketika lebih dari 18 bulan sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak yang terpercaya.

Memberikan Makanan Pendorong Tumbuh Gigi

Selanjutnya Bunda dapat menstimulasi anak dengan makanan yang mendorong pertumbuhan gigi. Ini baik untuk semakin membantu pertumbuhan gigi anak. Ada beberapa makanan yang dapat membantu mendorong pertumbuhan gigi.

Makanan yang pertam adalah sayur-mayur. Di sini kehadiran sayur menjadi bahan yang penting untuk membentuk fondasi gigi anak. Apalagi ada banyak pilihan sayur yang dapat di pilih. Selain itu produk makanan yang berkalsium juga tak ada salahnya dihadirkan pada bayi dengan catatan sudah melalui konsultasi dokter.  

Menjaga Kebersihan Mulut Bayi

Selama fase menunggu gigi bayi tumbuh sebaiknya tetap jaga kebersihan mulut bayi. Caranya dengan memastikan jangan sampai benda-benda kotor masuk ke dalam mulut bayi. Selain itu juga rutin untuk membersihkan gusi bayi dengan menggunakan kain basah yang nantinya dibungkuskan pada telunjuk. Gosok gusi secara berlahan agar bayi tidak mengalami luka.

Rupanya perkembangan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi adalah hal yang normal. Hanya saja ketika Bunda khawatir tak ada salahnya lebih dahulu memeriksakan pada dokter berpengalaman untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebabnya.

read more →

Rangkaian Perkembangan Bayi Baru Lahir

rangkaian perkembangan bayi usia 1 bulan


Fase ketika awal-awal melahirkan mungkin menjadi saat transisi bagi para orang tua utamanya yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman melahirkan. Di sini orang tua sudah mulai belajar mengenali kebiasaan berikut dengan tumbuh kembang bayi usia 0 sampai 4 minggu.


Sejak dilahirkan sebenarnya bayi sudah memiliki beberapa kemampuan yang berkembang. Bahkan perkembangan bayi baru lahir terus terjadi tiap minggu. Untuk itu kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai fase rangkaian perkembangan bayi usia 1 bulan.


Fase-fase Perkembangan Bayi 1 Bulan Tiap Minggu


rangkaian perkembangan bayi usia 1 bulan

Bunda tak hanya harus belajar menyesuaikan diri sebagai orang tua. Namun di sisi lain juga harus mengenali tahapan-tahapan perkembangan si kecil. Ada beberapa tahapan perkembangan yang dapat Bunda temui pada bayi usia 0 sampai 4 minggu. Inilah rangkaian perkembangan si kecil yang harus Bunda ketahui.


Minggu Pertama


Perkembangan bayi baru lahir 1 minggu akan mulai mengalami penurunan berat badan. Prosentase penurunan berat badan ini dapat mencapai 5 sampai dengan 10 persen. Akan tetapi Bunda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang normal, selama masih dalam batasan penurunannya maksimal 10 persen dari berat ketika lhir.


Di minggu pertama ini pengelihatan bayi belum sempurna, begitu juga dengan pendengarannya. Namun ia mampu mengenali suara-suara yang pernah ia dengar ketika berada di dalam kandungan. 


Minggu Kedua


Perkembangan pendengaran pada bayi berlanjut pada minggu kedua. Di sini ia sudah mulai sedikit memahami suara dari orang tuanya (utamanya suara dari ibu). Pada fase ini tak ada salahnya mulai mengajak bayi berbicara. Untuk kemampuannya melihat juga sudah mulai berkembang meski ia hanya mampu melihat benda yang memiliki jarak 20 sampai 40 cm dari hadapannya.


Pada usia dua minggu ini sebaiknya mulai banyak lakukan komunikasi dengan bayi hal ini untuk memastikan bayi menjadi terbiasa dengan suara maupun kehadiran dari Bunda serta lingkungan sekitarnya. Ini akan membantu bayi merasa lebih aman serta tenang. 


Minggu Ketiga 


Selanjutnya adalah masa perkembangan bayi baru lahir 3 minggu. Di sini akan ada beberapa perkembangan lanjutan salah satunya adalah terkait masalah pengelihatan. Pada masa inilah bayi akan menjadi lebih senang melihat wajah-wajah yang ada dalam jangkauan pengelihatannya jika dibanding melihat benda.


Guna membantu melatih pengelihatan bayi utamanya fokusnya sebaiknya perhatikan bayi ketika Bunda menyusui. Kemudian jangan loba coba gerakkan kepala secara berlahan, lalu perhatikan pergerakan bola matanya. Ini akan cukup membantu bagi si kecil untuk melatih otot-otot matanya dalam melihat serta mengikuti pergerakan benda nantinya,


Tak hanya itu melakukan kegiatan ini rupanya juga dapat membantu meningkatkan ikatan batin dengan si kecil lho Bunda. Apalagi bayi di usia ini sudah dapat mulai mengenali suara Bunda di antara suara-suara lain yang ada di sekitarnya.


Minggu Keempat


Ketika memasuki usia minggu ke empat bayi akan menjadi lebih kuat jika dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Di usia inilah ia akan mulai belajar untuk menghisap ibu jarinya sendiri. Perkembangan juga terlihat dari indra pengelihatannya. Dimana bayi sudah mulai dapat melihat benda-benda dengan jarak 20 sampai 35 cm dengan foksu yang baik.


Bayi pada minggu keempat akan mudah mengenali suara-suara keras dan memberikan responnya dengan terkejut maupun menangis. Jadi Bunda tak ada salahnya mulai mengajak bayi berbicara pada usia ini untuk semakin melatih kemampuannya mengenali suara ya.


Fase perkembangan bayi di usia 0 sampai 4 minggu kelahirannya memang cukup menakjubkan. Ia tidak hanya belajar untuk mengenali suara, tetapi juga belajar melatih fokus pengelihatannya. Tentu saja berbagai fase ini akan sangat sayang untuk dilewatkan, bukan?


read more →

Janin 6 Bulan Sudah Bisa Apa? Ini Kemampuannya


Saat ini kandungan Bunda memasuki 6 bulan? Nah, saat memasuki usia 6 bulan, perkembangannya sudah cukup signifikan. Lantas janin 6 bulan sudah bisa apa? Tentu penasaran kan? Berikut ini beberapa kemampuan bayi 6 bulan dalam kandungan yang sudah bisa dirasakan oleh Bunda.


1. Meningkatnya Bobot Berat Tubuh


Ketika memasuki usia ini, bobot janin sudah meningkat. Terutama otot punggung dan tulang belakang. Itu artinya bayi dalam kandungannya sudah lebih besar dibanding bulan sebelumnya. 


Ini alasan, mengapa ketika janin memasuki usia 6 bulan, ukuran perut Bunda bertambah besar dan jelas. Bahkan, sang Bunda lebih sering mengalami “begah” dan kesulitan tidur dalam posisi tertentu. 


2. Mampu Bergerak dengan Intens


Sebagian besar Bunda yang janinnya sudah memasuki trimester kedua, pergerakan bayi dalam kandungannya semakin jelas. Bahkan durasi pergerakannya semakin lama dan sering. 


Maka dari itu, dalam kondisi ini, Bunda sering mengalami penyesakan di dalam rahim. Bahkan ada beberapa kasus, kontraksi ringan mulai terjadi yang disebut Braxton Hicks. Namun, gejala ini tidak berbahaya. Sedangkan menurut ilmu medisnya, gejala ini disebut sebagai kontraksi palsu. 


Sekalipun begitu, jika gejala ini muncul, Bunda harus mendatangi dokter. Supaya bisa dilakukan tindakan terbaik untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kehamilan yang berbahaya. 


 Janin 6 Bulan Sudah Bisa Apa



3. Asupan Nutrisinya Mulai Meningkat


Pada usia 6 bulan, janin mampu meningkatkan asupan nutrisi untuk perkembangan tubuhnya. Karena di masa tersebut, ia sudah mulai menelan mineral yang berada di dalam plasenta atau ketuban.


Itu artinya, permintaan nutrisi pada sang Bunda lebih banyak. Maka dari itu, di usia ini Bunda sering lapar dan mengalami gangguan dengan vitalitas. 


Jika sudah sampai pada periode ini, Bunda harus lebih banyak mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan daging. Karena yang membutuhkan gizi tidak lagi dirinya melainkan juga bayi yang ada di dalam kandungannya. 


4. Mulai Bisa Bermimpi


Selanjutnya janin 6 bulan sudah bisa apa lagi? Janin 6 bulan sudah bisa tidur dan bermimpi. Karena di periode tersebut, janin sudah bisa mendengar suara di dalam tubuh Bunda. Bahkan ia bisa mendeteksi lingkungan luar tubuhnya. Peristiwa ini yang masuk ke dalam mimpi sang janin. 


5. Sudah Mampu Bernapas dengan Teratur


Menurut agama Islam, pada masa 6 bulan inilah, ruh sudah ditiupkan ke janin. Itu artinya ini awal kehidupannya sebelum menjalani kehidupan di alam dunia. Hal ini juga dibuktikan oleh ilmu medis. Bahkan menurut dokter, di usia 6 bulan, janin sudah bisa bernapas dengan teratur. 


Maka dari itu, jika sudah sampai pada fase ini, hendaknya sang janin mulai diperdengarkan dengan suara-suara yang membuatnya tenang. Termasuk memperdengarkan ayat-ayat suci Alquran dan lagu-lagu islami.


6. Seluruh Panca Indera Sudah Berfungsi


Jika janin 6 bulan gerak terus, berarti pertumbuhan tubuhnya sudah mendekati sempurna. Bahkan di usia inilah, bentuk fisiknya sudah mendekati tubuh bayi sekalipun ukurannya masih kecil. 


Selain itu, pada usia 6 bulan, bayi di dalam kandungan sudah memiliki kemampuan penginderaan yang baik. Bahkan seluruh panca inderanya sudah berfungsi sekalipun masih belum sempurna. 


Manakala janin sudah memasuki usia 6 bulan, sudah waktunya Bunda merasa tidak nyaman dengan kandungan. Bahkan, di kondisi ini, psikologi sang Bunda terasah untuk menghindari stres dan depresi. Yang terpenting adalah terus menjaga janin dengan pola hidup sehat. 





read more →

Perkembangan Bayi 2 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Yuk, Cari Tahu!

Perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan


Kedatangan buah hati, kini menjadi pelengkap kebahagiaan Bunda dan Ayah dalam menjalani mahligai rumah tangga. Apalagi ketika perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan yang sedang sangat lucu-lucunya. Walaupun pengalaman menjadi orang tua adalah hal yang bisa jadi paling mendebarkan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga Bunda dan Ayah. Tapi sebenarnya, perkembangan bayi 2 bulan sudah bisa apa saja, sih?


Mau tidak mau, Bunda dan Ayah memang harus beradaptasi dalam fase kehidupan yang memberikan peran baru untuk menjadi orang tua. Begitu juga dengan si kecil yang juga masih sangat baru untuk beradaptasi dengan dunia di luar kandungan ibunya. Jadi, Bunda dan Ayah pun memang perlu untuk mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi pada si kecil.


Nah, jadi gimana sih perkembangan bayi 2 bulan yang normal itu? Langsung simak saja penjelasan berikut ini, ya!

Perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan


Ukuran Tubuh Bayi 2 Bulan


Perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan sangat mudah terlihat dari berat badannya. Normalnya, bayi yang baru lahir memiliki ukuran berat rata-rata 2500-3500 gram atau 2,5-3,5 kilogram. Dalam hal ini, ASI eksklusif yang diberikan bunda kepada si kecil sangat bermanfaat untuk mempercepat kenaikan berat badan si bayi. Sebaliknya, jika bayi tidak mendapatkan asupan ASI eksklusif, maka pertambahan berat badannya akan melambat.


Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk tumbuh kembang bayi, alih-alih susu formula. Karena pada saat usia bayi masih 2 bulan, lambungnya masih belum bisa berperan secara optimal guna memencah zat-zat gizi makro yang terdapat pada susu formula. Maka dari itu, pemberian susu formula untuk bayi baru lahir sangatlah tidak disarankan.


Normalnya, berat badan bayi saat berusia 2 bulan ada pada kisaran 4 sampai 4,7 kilogram. Namun bisa jadi bahwa berat badan bayi bisa lebih dari batas tersebut, dan itu masih normal. Hal ini terjadi karena mungkin saja saat lahir, bayi memiliki berat yang lebih besar, panjang badan lebih tinggi, serta asupan ASI eksklusif terpenuhi.


Kebiasaan Bayi 2 Bulan


Saat bayi berusia 2 bulan, Bunda dan Ayah pasti sangat mudah tahu bagaimana perilaku dan kebiasaan si buah hati. Dalam fase ini, indera penglihatan dan pendengaran si bayi sudah berfungsi secara optimal. Si kecil sudah mulai memperhatikan objek di sekitarnya dan juga telah mampu mendengar sumber suara serta bunyi-bunyian dengan baik.


Dalam keadaan bahagia, bayi akan tersenyum dan juga sudah bisa mulai mengenali orang lain. Jadi, hal ini juga menjadi penyebab mengapa ia akan menangis ketika digendong oleh orang asing. Selain itu, bayi 2 bulan juga mulai mengoceh dengan bahasanya sendiri yang sangat lucu dan menggemaskan. Hal ini menandakan bahwa bayi mulai menunjukkan kemampuan berkomunikasinya dengan orang lain.


Bayi 2 bulan juga sudah mulai menahan kepalanya sendiri, bahkan beberapa ada yang sudah mencoba untuk tengkurap. Kadang, bayi juga mengalami batuk, bersin-bersin, dan flu saat badannya mengalami demam.


Nah, sekarang Bunda dan Ayah sudah tahu, kan bagaimana perkembangan bayi 2 bulan sudah bisa apa. Jadi, selanjutnya Bunda dan Ayah lebih bisa mengambil sikap ataupun angkah yang tepat untuk menghadapi perkembangan bayi 2 bulan menuju 3 bulan. Bayi 2 bulan juga sedang lucu-lucunya. Karena dia sudah mulai mengeluarkan bahasa bayinya yang kadang hanya menyuarakan huruf vokal seperti aaa, uuu, dan lain sebagainya.

read more →

Informasi Tentang Kondisi Janin 5 Bulan yang Kurang Bergerak

perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan

Masa kehamilan menjadi pengalaman paling berharga bagi ibu hamil. Bagaimana tidak, pada masa-masa ini bunda akan dipenuhi perasaan menggembirakan dan mendebarkan saat menunggu si kecil lahir ke dunia. Jika bunda termasuk ibu baru yang sedang menunggu kelahiran si kecil, tentu saja ingin mengetahui perkembangan janin dalam kandungan dari bulan ke bulan. Kira-kira seperti apa ya perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan?

Mengamati Perkembangan Janin 5 Bulan Bergerak Aktif

perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan

Ketika bayi berusia 5 bulan dalam kandungan Ia akan mulai mengenali lingkungan skeitarnya. Pergerakan janin pun cukup teratur, di pagi hari sampai menjelang sore misalnya, janin lebih banyak beristirahat sehingga tidak begitu aktif bergerak. Sementara di malam hari janin akan lebih aktif. Pada usia ini rata-rata janin memiliki panjang sekitar 25 cm. Secara lebih rinci berikut ini fakta janin 5 bulan bergerak aktif setiap minggunya!

Janin Minggu ke-17

Saat memasuki minggu ke-17, janin memiliki berat 120 gram, sehingga rahim bunda akan terlihat berbentuk oval. Perkembangan janin yang bisa terlihat yaitu kulit janin mulai berkembang, bentuk telinga janin juga sudah sempurna. Meski matanya tertutup, janin masih bisa menangkap cahaya terang. 

Pada masa ini pertumbuhan janin relatif cepat, sehingga bunda mungkin merasa tidak begitu nyaman. Untuk itu bunda disarankan menghindari melakukan kegiatan yang dapat memicu peregangan. .

Janin Minggu ke-18

Pada umumnya ketika masuk di minggu ke-18, janin memiliki berta sekitar 150 gram. Pada masa ini janin sudah dapat mendengarkan suara dari luar rahim bunda. Ketika mendengar suara keras, janin akan aktif bergerak bahkan sampai melompat. Selain itu ototnya pun bisa berkontraksi dan mulai rileks, sehingga Ia bisa bergerak sangat aktif, bahkan menendang dan meninju. 

Janin Minggu ke-19

Ketika janin masuk di minggu ke-19, umumnya Ia memiliki panjang sekitar 23 cm dan berat 200 gram. Sudah jauh lebih besar ya Bun? Pada masa ini otak janin juga sudah mencapai jutaan saraf motorik, sehingga janin mampu bergerak dengan sadar. Jadi, di minggu ke-19 ini bayi dalam kandungan sudah mulai menghisap jempolnya sendiri. 

Janin Minggu ke-20

Saat janin memasuki usia 20 minggu, perkembangannya akan semakin pesat. Sehingga kebutuhan darah pun ikut meningkat. Oleh karena itu bunda harus selalu memenuhi kebutuhan zat besi dengan mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen yang diresepkan dokter. Pada masa ini, bunda juga akan bisa merasakan pergerakan janin sekitar 200 kali dalam sehari.  

Janin 5 Bulan Kurang Gerak, Normalkah? 

perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan

Rata-rata usia janin 5 bulan merupakan fase dimana janin akan aktif bergerak. Bunda juga akan lebih sering merasakan tendangan, pukulan atau hentakan dari si kecil. Namun, ada juga kondisi dimana bunda belum atau kurang merasakan gerakan janin dalam rahim. Keadaan tersebut mungkin membuat bunda was-was, takut dan bertanya-tanya, apakah janin 5 bulan kurang gerak itu normal? 

Apabila bunda mengalami kondisi tersebut, bunda tidak perlu khawatir berlebih. Lantaran keadaan tiap-tiap ibu hamil berbeda. Dan janin pun memiliki perkembangan dan pola aktivitas yang berbeda-beda. Ada  bayi dalam kandungan yang bergerak aktif, tapi ada juga yang jarang bergerak. 

Menurut What to Expect, fase paling aktif bagi janin yaitu antara minggu ke-24 sampai dengan minggu ke-28. Saat itu tubuh janin belum begitu besar, jadi Ia bisa lebih leluasa bergerak dalam rahim. Sayangnya, gerakannya relatif tidak menentu sehingga bunda jarang merasakannya. Dan ketika masuk minggu ke-28 sampai dengan minggu ke-32, janin akan lebih banyak beristirahat. 

Bunda tidak perlu khawatir berlebih jika janin bunda bergerak cukup aktif atau sebaliknya, jarang bergerak. Karena perkembangan janin 5 bulan dalam kandungan bisa saja berbeda pada setiap ibu hamil. Namun, agar lebih yakin bunda bisa mengkonsultasikannya ke dokter kandungan. 

read more →

Yuk, Cari Tahu Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat!

perkembangan bayi 3 bulan yang sehat

Saat si kecil mulai bertambah besar, Bunda dan Ayah pasti sudah tidak sabar untuk melihat perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja. Karena pada usia tersebut, si kecil memang sedang lucu-lucunya untuk diajak bermain. Namun demikian, bunda dan ayah juga harus mengetahui perkembangan bayi 3 bulan yang sehat, agar tidak salah saat hendak memberikan nutrisi yang tepat pada si kecil.

Biasanya, bayi yang berusia 3 bulan akan mulai berusaha untuk berguling atau tengkurap. Pada tahap ini, otot leher si kecil memang sudah mulai menguat. Makanya tidak jarang kalau si kecil seolah hendak bangun dan menegakkan kepalanya sendiri. Selain itu, ia juga akan semakin aktif untuk mendengar serta melihat sekelilingnya, dan mulai mengenali suara atau wajah ayah ibunya dengan baik.

Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan

perkembangan bayi 3 bulan yang sehat


Perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja dalam fase ini? Banyak sekali perkembangan yang terjadi dalam diri si kecil baik dari segi kemampuan berinteraksi dengan sekitar, fisik dan motoriknya, serta banyak lagi.

1. Kemampuan Komunikasi

Perkembangan bayi 3 bulan yang sehat bisa bunda lihat dari caranya mulai membangun komunikasi. Biasanya, pada usia ini si kecil tidak lagi menggunakan tangisan sebagai caranya untuk meminta sesuatu. Melainkan si kecil juga membuat bahasa sendiri seperti mengucapkan kata-kata vokal, “aah”, “ooh”, dan lain sebagainya. Ini adalah kesempatan bunda dan ayah untuk mengajak si kecil berinteraksi dengan caranya sendiri.

2. Kemampuan Motorik

Refleks primitif berupa refleks kaget atau refleks Moro pada si kecil ketika memasuki bulan-bulan pertama kehidupan cenderung berkurang. Sedangkan, otot lehernya kian menguat sehingga bisa digunakan untuk menopang bagian kepalanya. Dalam usia ini, bayi juga sudah bisa berguling dan tengkurap dengan sempurna.  Hal ini karena kekuatan tubuh bagian atas si kecil sudah cukup baik untuk menyangga dada dan tangannya.

Tak hanya itu, kemampuan si kecil dalam menggenggam sesuatu seperti halnya mainan atau tangan bunda dan ayah sudah cukup kuat. Tapi, kadang genggaman itu hanya berlangsung selama beberapa detik saja. Bahkan tak jarang si kecil juga memasukkan mainan atau sesuatu yang dipegangnya ke dalam mulut.

3. Panca Indera

Saat memasuki usia 3 bulan, indera pendengaran serta penglihatan si kecil akan semakin berfungsi secara optimal. Misalnya saja ketika si kecil diperdengarkan musik maupun suara-suara, maka ia akan mencoba mendengarkannya dengan seksama. Bahkan tak jarang si kecil sudah mulai menyukai bunyi musik tertentu pada usia ini.

Sedangkan indera penglihatannya juga semakin berkembang dan mulai menyukai mainan dengan warna-warna cerah dan memiliki kontras yag tajam. Selain itu, saat bunda dan ayah menatap mata si kecil, maka ia akan membalas tatapan itu. Si kecil juga mulai ramah kepada semua orang. Ia akan membalas senyuman siapapun yang terlebih dahulu senyum kepadanya.

4. Pola Tidur

Saat berusia 3 bulan, sistem saraf si kecil mulai mampu menampung banyak ASI sehingga ia bisa tidur nyenyak selama 6 sampai 7 jam. Sedangkan saat siang hari, usahakan untuk menerapkan jadwal tidur rutin bagi si kecil. Biasanya, waktu tidur bayi 3 bulan berkisar 1,5 sampai 2 jam tiap hari.

Banyak sekali ciri-ciri perkembangan bayi 3 bulan yang sehat untuk Bunda dan Ayah cermati. Curahkanlah kasih sayang kepada si kecil secara tulus dalam tahap ini. Karena perkembangan bayi 3 bulan bisa apa saja akan semakin berpengaruh terhadap tumbuh kembang selanjutnya. Manfaatkanlah usia emas si kecil untuk memberikan yang terbaik dalam permulaan hidupnya.
read more →

Inilah Fakta Menarik Perkembangan Janin 5 Bulan

Perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut

Taukah Bunda jika usia kehamilan 5 bulan merupakan masa-masa paling nyaman? Di usia janin 5 bulan, bunda sudah tidak lagi mengalami morning sickness dan tubuh sudah bisa menyesuaikan diri dengan perut yang semakin membesar. Selain itu bunda juga sudah bisa melihat wajah si kecil melalui USG. Meski belum begitu jelas dan masih berukuran kecil, tapi pasti  sangat membahagiakan sekali. 

Perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut sangatlah menakjubkan, karena pada masa ini janin mulai bergerak aktif untuk pertamakalinya. Simak fakta menarik tentang janin 5 bulan berikut ini!

Janin Mulai Aktif Bergerak

Saat kehamilan memasuki usia 17-22 minggu atau sekitar 4-5 bulan, bunda akan lebih sering merasakan pergerakan si kecil di dalam perut. Terkadang bunda juga tidak bisa merasakan gerakan janin lantaran pergerakannya sangat halus. Dan pergerakan janin 5 bulan akan semakin kuat seiring bertambah lamanya umur kehamilan. Saking aktifnya, janin bisa bergerak sekitar 200 gerakan perhari. 

Jenis Kelamin Mulai Terlihat

Setiap orangtua pasti ingin mengetahui jenis kelamin si kecil. Di usia kehamilan 5 bulan inilah bunda bisa melihat jenis kelamin si kecil melalui pemeriksaan USG. Pada masa ini juga tubuh janin seperti jari tangan dan kakinya mulai sempurna tapi masih berukuran kecil. 

Janin Mulai Mendengar

Tumbuh kembang lain yang tampak pada janin 5 bulan yaitu beberapa inderanya sudah mulai berfungsi, salah satunya yaitu indera pendengaran. Di usianya ini Ia mulai bisa merespon sesuatu yang didengarnya dari luar rahim bunda. Kondisi tersebut bisa bunda manfaatkan untuk mengenalkan janin dengan suara-suara yang ada disekitar bunda. Bunda juga bisa memperdengarkannya alunan musik yang lembut atau murotal al-Qur’an pada janin. 

Perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut


Memiliki Rangsangan Terhadap Cahaya

Pada saat yang sama janin mulai bisa merasakan rangsangan cahaya dari luar rahim bunda. Saat bunda merangsang janin dengan mengarahkan cahaya menghadap perut, janin akan mulai bergerak-gerak sebagai respon rangsangan. Menakjubkan sekali ya Bun!

Rambut dan Alis Janin Mulai Tumbuh

Seiring perkembangan kulit pada janin, pertumbuhan alis dan rambut mulai terbentuk. Meski begitu pertumbuhan rambut pada bayi dalam kandungan hanya bersifat sementara, karena dua minggu setelah lahir, rambut tersebut akan rontok dan tumbuhlah rambut permanen. 

Janin Bisa Menghisap Jempol

Keistimewaan lain dari perkembangan bayi 5 bulan di perut yaitu otaknya berkembang cukup pesat, sehingga janin bisa melakukan gerakan alami seperti mengisap jempolnya sendiri. 

Tubuh Bunda Mulai Menyesuaikan Diri

Beberapa keluhan morning sickness seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan sudah tidak sering bunda rasakan. Di usia kehamilan ini bunda sudah menyesuaikan kondisi tubuh dan merasa nyaman melakukan berbagai aktivitas kembali. Di samping itu bunda juga akan mengalami perubahan bentuk tubuh. Namun Bunda tetap harus menjaga asupan gizi dengan baik ya!

Bunda Rentan Terkena Anemia 

Pesatnya perkembangan janin di usia ini seringkali membuat bunda merasa pusing ataupun lemas ketika terlalu banyak melakukan aktivitas. Untuk menghindari anemia, bunda bisa mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi dan juga mengkonsumsi suplemen yang diresepkan oleh dokter. 

Terjadi Peregangan Pada Perut

Seiring aktifnya pergerakan dan pesatnya tumbuh kembang janin dapat menyebabkan peregangan pada otot-otot perut bunda. Rasa nyeri dan tidak nyaman juga mungkin akan sering bunda rasakan saat janin aktif bergerak. Untuk mencegah rasa nyeri yang timbul, sebaiknya bunda menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan peregangan pada perut. 

Fase perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut merupakan momen terciptanya hubungan erat antara bunda dan juga janin. Jadi bunda harus selalu menjaga kesehatan, tidak melakukan aktivitas yang berat dan didukung dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi agar janin tumbuh dan berkembang dengan baik. 
read more →