-->
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Pentingnya Menghitung Gerakan Janin 7 Bulan


Usia kandungan 7 bulan merupakan usia yang diistimewakan. Pada usia ini, biasanya diadakan syukuran tertentu untuk mendoakan keselamatan si calon bayi dan ibunya. Di usia ini, perkembangan janin sudah nyaris sempurna. Bentuknya sudah tampak seperti seorang anak mungil yang ada dalam uterus. Gerakannya juga semakin aktif, karena itu penting bagi Bunda untuk menghitung gerakan yang dilakukan janin 7 bulan.

Perhatikan ini saat Perkembangan Bayi 7 Bulan di Kandungan


Kontraksi palsu/Braxton Hicks


Kontraksi ini lazim dialami ibu hamil pada trimester akhir. Biasanya kontraksi ini terjadi 30 detik detik sampai 2 menit. Jika Bunda bingung membedakan antara kontraksi palsu dengan asli, jangan ragu-ragu untuk bertanya pada dokter ya.

Supaya reda, kontraksi ini bisa diatasi dengan beberapa cara, seperti banyak minum air, mengubah posisi, atau berendam air hangat.

Hemoroid/wasir


Penyakit ini terjadi karena adanya pembengkakan pembuluh darah dalam anus. Kondisi ini sering ditemui ketika masa trimester ketiga, karena di usia itu sering terjadi konstipasi pada ibu hamil. Oleh karena itu, jangan anggap remeh sembelit yang terjadi ya, Bunda.

Mengonsumsi Nutrisi yang Cukup


Agar kesehatan tetap terjaga, terutama terhindar dari hemoroid, Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut.

  • Mengonsumsi buah dan sayur karena kaya serat
  • Minum dengan jumlah cukup
  • Membatasi jumlah konsumsi suplemen peningkat zat besi
  • Membatasi penggunaan obat pencahar
  • Berolahraga teratur, minimal seminggu tiga kali
  • Cuti hamil dan melahirkan


Jika Bunda masih bekerja, Bunda bisa mengambil cuti hamil selama 3 bulan. Sebagian ada yang mengambil 3 bulan setelah bersalin atau 1,5 bulan sebelum dan 1,5 sesudah bersalin.

Mengatasi sakit punggung


Karena beratnya yang semakin bertambah, ibu hamil menjadi rentan mengalami sakit punggung di masa ini. Untuk mengatasinya, Bunda bisa sering-sering berjalan dan duduk lebih tegak.

Beberapa kondisi yang berbahaya


1. Preeklampsia

Ditandai dengan tingginya kadar protein dalam urin dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini harus segera mendapat pertolongan.

2. Gatal yang cukup parah

Jika masih wajar, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari gatal. Namun kalau sudah tidak tertahan lagi, bisa saja itu menjadi gejala kolestasis obstetri. Sebaiknya Bunda segera memeriksakan diri ke dokter ya.

Janin 7 Bulan Gerak Terus, Haruskah Dihitung?



Di usia kehamilan 7 bulan, gerakan janin akan lebih aktif dibandingkan sebelumnya. Gerakan tersebut memiliki pola tersendiri dan muncul di waktu-waktu tertentu. Semakin bertambah usia, biasanya gerakan akan semakin berkurang karena terbatasnya ruang gerak. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menghitungnya agar mengetahui bahwa janin baik-baik saja. Bagaimana caranya?

Pilih waktunya


Waktu yang dipilih sebaiknya saat janin bergerak aktif, umumnya selama 5 - 6 jam sekali. Janin akan bergerak setelah Bunda makan. Atau Bunda juga bisa minum air dingin, memberi sentuhan pada perut untuk memancing janin bergerak.

Pastikan tubuh tengah relaks


Sebenarnya kegiatan ini dapat dilakukan dalam semua keadaan. Akan tetapi, akan lebih fokus ketika Bunda menghitungnya dalam keadaan relaks.

Caranya, baringkan tubuh ke samping kiri agar aorta dan pembuluh darah dibawah rahim tidak tertekan. Bunda juga bisa memilih duduk berselonjor. Kemudian letakkkan tangan di atas perut dan tekan secara perlahan. Rasakan gerakan janin bayi tengah menghuni rahim Bunda.

Cara menghitung


Cara menghitungnya sebagai berikut:

Ketika janin menendang berulang kali di waktu yang sama, gerakan ini tetap dihitung 1 kali. Contohnya, di jam 07:00 janin menendang sebanyak 10 kali, maka ini tetap dihitung 1 kali.

Kemudian, ketika di jam 08.00 ada gerakan lain, seperti memutar, maka baru bisa dimasukkan sebagai hitungan kedua. Normalnya, dalam satu kali hitungan, janin akan bergerak sebanyak 10.

Ternyata mudah kan Bunda untuk memantau perkembangan janin 7 bulan yang sudah aktif bergerak? Silakan mencobanya di rumah.

read more →

Begini lho Perkembangan Bayi 9 Bulan dalam Kandungan

perkembangan bayi 9 bulan

Bulan ke-9 merupakan periode akhir dari masa mengandung. Bunda yang usia kandungannya mencapai 9 bulan tentu sudah mulai harap-harap cemas menantikan kehadiran sang bayi. Segala persiapan dilakukan dengan baik demi menyambut hadirnya si kecil. Berikut ini hal-hal yang perlu Bunda ketahui terkait perkembangan bayi 9 bulan dalam kandungan.

Perkembangan Bayi 9 Bulan dalam Kandungan


Di usia 9 bulan, umumnya janin sudah tumbuh sepanjang kurang lebih 45 cm dan beratnya sekitar 3,2 kilogram. Biasanya berat badan itu masih akan terus bertambah sampai ia dilahirkan. Di mulut bayi sudah terbentuk otot untuk menelan cairan ketuban. Dengan demikian, pencernaannya sudah menghasilkan mekonium atau feses pertamanya.

Paru-parunya masih terus mengalami penyempurnaan dan banyak menghasilkan surfaktan. Surfaktan ini berguna untuk mencegah saling menempelnya kantung udara begitu ia mulai bernapas ketika lahir. Karena mulai belajar bernapas, janin juga sudah bisa cegukan beberapa kali.

Otak dan sistem saraf dari janin terus mengalami penyempurnaan sehingga akan dapat merespon rangsangan saat dilahirkan kelak. Detak jantungnya masih terbilang tinggi, yaitu sebanyak 120-160 detak jantung setiap menit. 

Ginjalnya menghasilkan banyak urin, bisa mencapai 1 liter setiap harinya. Tulang janin berkembang cukup pesat, meski di bagian kepala belum semuanya menyatu. Otot janin sudah jauh lebih kuat, sehingga tendangan yang dirasakan juga lebih kuat. Meski janin di usia ini masih bergerak aktif, gerakan itu mulai terbatas karena badannya yang semakin besar.

Beberapa Hal yang Perlu Dihindari


source: https://netmedis.net/braiter/wp-content/uploads/2016/09/makanan-yang-harus-dihindari-saat-hamil.jpg

1. Melakukan Rutinitas yang Berlebihan


Bila kandungan sudah memasuki usia 9 bulan, Bunda sebaiknya banyak beristirahat. Untuk beberapa pekerjaan rumah, mintalah suami untuk membantu mengerjakannya. Ganti rutinitas Bunda dengan rutinitas ringan, seperti membaca buku atau berolahraga ringan.

2. Merasa Stres


Untuk bersiap menuju persalinan memang dibutuhkan mental yang kuat. Akan tetapi, usahakan untuk tetap tenang ya Bunda. Jika ada beban pikiran yang mengganggu, cobalah alihkan dengan melakukan kegiatan lain yang menyenangkan.

3. Menempuh Perjalanan Panjang


Ketika sudah hamil tua, janin tentu bisa lahir kapan saja. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda hindari dulu menempuh perjalanan jarak jauh. Perjalanan jauh bisa saja membuat fisik Bunda kelelahan yang berpengaruh pada kondisi Bunda serta janin.

4. Sembarangan Mengkonsumsi Makanan atau Minuman


Di trimester akhir ini, sebisa mungkin Bunda hindari makanan yang dilarang oleh dokter. Beberapa jenis makanan atau minuman, seperti seafood mentah, minuman beralkohol atau berkafein sebaiknya dihindari.

5. Mengkonsumsi Durian


Jika Bunda menyukai durian, sebaiknya hindari dulu buah ini ketika hamil tua. Kandungan kolesterol, asam arachidonat, dan alkohol pada durian sangat tidak baik untuk Bunda. Ketiganya berpotensi menimbulkan risiko terganggunya perkembangan janin hingga keguguran.

Posisi Tidur Ketika Hamil Tua

source: https://www.sumpuk.net/wp-content/uploads/2019/11/Posisi-Tidur-Ibu-Hamil-1.png

1. Pilih posisi miring ke kiri


Posisi miring ke kiri merupakan posisi tidur terbaik ketika Bunda hamil 9 bulan. Tidur dengan posisi tersebut tidak akan menekan organ hati dan membantu meningkatkan sirkulasi darah. Posisi ini dianggap lebih aman dan nyaman untuk perut dan bayi dalam kandungan
.

2. Hindari posisi telentang atau tengkurap


Tepat pada bagian rahim terdapat pembuluh darah aorta dan vena cafa inferior. Jika keduanya ditekan, bisa membuat sirkulasi darah menjadi lambat. Posisi ini juga bisa membuat Bunda pusing, sulit napas, hingga mengalami gangguan pencernaan.

Selain telentang, posisi tengkurap juga kurang baik ketika hamil tua. Ketika posisi tidur tengkurap, rahim dan payudara akan mengalami tekanan oleh perut. Kondisi ini tentu kurang baik untuk kehamilan Bunda.

Agar tidur menjadi lebih nyaman dan aman, Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut.

  • Menggunakan bantal lebih banyak, terutama jika terasa nyeri di ulu hati.
  • Menaruh bantal di bagian bawah sisi tubuh, jika napas terasa sesak.
  • Menaruh bantal di bagian bawah perut ketika berbaring ke samping untuk menopang perut. 

Sampai sini dulu ulasan mengenai perkembangan bayi 9 bulan. Semoga menambah wawasan Bunda dalam menjalani masa kehamilan ya.

read more →

Janin 38 Minggu, Bunda Harus Bagaimana?

Jika dikonversi dalam hitungan bulan, 38 minggu sama dengan 9 bulan lebih 2 minggu. Usia yang merupakan masa-masa trimester akhir dari kehamilan. Biasanya tanda-tanda melahirkan sudah mulai dirasakan, pertanda bahwa si bayi telah siap untuk hadir ke dunia. Sebenarnya apa yang umumnya terjadi janin 38 minggu, dan apa yang harus dilakukan? Berikut ulasannya.

Janin 38 Minggu Sudah Sebesar Apa?

Ketika usia janin sudah memasuki 38 minggu, janin sudah memiliki berat sekitar 3 kg bahkan lebih dengan panjang sekitar 49,8 cm. Dengan ukuran yang cukup basar, siku dan lutut dari janin harus ditekuk. Janin ini juga memiliki tali pusar yang menempel di plasenta dengan panjang antara 40-90 cm.

Sistem saraf di otaknya juga sudah saling terkoneksi dengan baik. Janin di usia ini memiliki detak jantung berkisar 120-160 denyut setiap menitnya. Berbagai organ tubuh sudah berfungsi dengan baik, meski belum optimal karena akan terus mengalami penyempurnaan seiring bertambahnya usia.

Selain itu, ada beberapa fakta lain terkait perkembangan janin di usia 38 minggu. Apa saja ya?

  • Warna iris pada mata masih bisa berubah 
  • Banyak surfaktan yang dihasilkan oleh paru-parunya 
  • Gerakan sangat terasa meski mulai berkurang karena ukuran badannya bertambah 
  • Bisa lahir kapanpun dalam rentang waktu 38-42 minggu 
  • Mengalami cegukan ketika tidak sengaja menghirup cairan ketuban

Perut Kencang ketika Janin 38 Minggu

Perut terasa kencang sebenarnya wajar dialami oleh Bunda yang tengah hamil tua. Penyebab hal tersebut, antara lain:

Perkembangan rahim dan bayi di dalamnya
Janin yang terus berkembang akan membuat otot perut tertarik sehingga menjadi lebih lebar dan bisa menimbulkan nyeri. Pengencangan perut ini umumnya akan sangat terasa di trimester akhir.

Adanya round ligament 
Selama kehamilan, ada ligamen yang mengelilingi dan menyokong uterus yang sering disebut round ligament. Biasanya ligamen ini dapat menimbulkan nyeri, yang sangat terasa di trimester kedua. Meski begitu, kondisi ini dianggap normal.

Gerakan bayi dalam kandungan
Tidak memungkiri bahwa perut yang terasa kencang tersebut bisa disebabkan oleh aktifnya gerakan janin.

Mulai kontraksi 
Kontraksi yang terjadi di trimester ketiga juga bisa membuat perut terasa kencang. Kontraksi ini ada yang palsu, dan ada juga yang kontraksi sebenarnya menjelang persalinan.

Uterus yang iritasi
Kondisi ini bisa terjadi jika otot rahim mengalami kontraksi namun tidak terjadiu perubahan di dalam serviks. Rasanya hampir mirip dengan kontraksi palsu. Akan tetapi, kondisi ini biasanya disebabkan Bunda kekurangan cairan atau istirahat.

Bila Bunda merasakan perut menjadi kencang, Bunda bisa melakukan beberapa penanggulangan sederhana sebagai berikut.
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum yang cukup
  • Menghindari berpindah posisi dari tidur ke duduk, berdiri, atau sebaliknya secara tiba-tiba
  • Menggerakkan tubuh untuk berganti posisi dalam rangka merilekskan perut
  • Mandi menggunakan air hangat, atau mengompres perut dengan bantalan hangat
  • Melakukan pijat khusus kehamilan untuk mengendurkan otot yang kaku

Hal yang Harus Dilakukan saat Janin 38 Minggu

Sebenarnya normal melahirkan sebelum atau sesudah tanggal perkiraan dari dokter. Ketika usia janin memasuki 38 minggu, Bunda sebaiknya berdiskusi banyak dengan dokter, terutama terkait persiapan persalinan. 

Di usia kehamilan ini, dokter biasanya akan memantau keadaan dan kesehatan serviks, apakah sudah mulai melebar dan menipis untuk bersalin. Jika lewat satu minggu dari tanggal perkiraan, detak jantung bayi akan diperiksa dengan USG. 

Bila semakin dekat dengan batas waktu, dokter biasanya akan memeriksa panggul untuk memastikan posisi janin. Posisi yang seharusnya adalah kepala bayi berada di bawah, terletak tepat pada seluk panggung. 

Selama masa kehamilan, baik trimester pertama hingga ketiga, selalu konsultasikan obat yang akan diminum dengan dokter. Agar calon bayi selalu sehat, ikuti semua saran dari dokter ya, Bunda. Semoga ulasan mengenai beberapa hal ketika janin 38 minggu ini bermanfaat.
read more →

Perhatikan ini Saat Perkembangan Janin Usia 6 Bulan

Ketika memasuki usia 5 bulan, Bunda mungkin ragu apakah bayi sudah dapat mendengar atau merasakan. Namun saat memasuki 6 bulan, bayi mulai bisa bergerak aktif dan juga merespon suara maupun sentuhan. Oleh karena itu, Anda harus mulai berhati-hati, terutama ketika dekat suara yang keras. Berikut ini selengkapnya mengenai perkembangan janin usia 6 bulan dan hal-hal yang perlu Anda perhatikan.


Perkembangan Bayi 6 Bulan dalam Kandungan 

Memasuki usia kehamilan 6 bulan, bayi memiliki berat sekitar 0,6-1 kg dan panjangnya sekitar 34,6-38 cm. Detak jantung bayi berada pada kisaran 140 denyutan setiap menit, namun dengan frekuensi yang lebih tinggi dibanding milik orang dewasa. Perkembangan fisik lainnya adalah sudah mulai terbentuk jaringan lemak, otak, pencernaan, dan tumbuh rambut. Kelopak mata bayi juga bisa mulai terbuka dan hampir bisa berkedip. Seiring menuju akhir bulan keenam, bayi mulai bisa bernapas, saraf penglihatan bekerja, dan mendengar suara. Oleh karena itu, Bunda bisa berinteraksi dengan bayi dalam kandungan itu melalui sentuhan, alunan musik yang lembut, atau bahkan dongeng. Si calon bayi umumnya akan merespon dengan gerakan, seperti menendang.

Perubahan pada Tubuh Bunda


Memasuki masa trimester ketiga, umumnya akan dirasakan kram pada kaki, insomnia, dan konstipasi, dan sedikit kesulitan bernapas. Jika Bunda berolahraga, janin bisa merespon gerakan olahraga tersebut. Respon ini dapat menguatkan hubungan emosional antara Bunda dengan bayi dalam kandungan. Di usia kandungan tersebut, Bunda juga bisa merasakan pegal dan kaku di jari-jari tangan. Sebenarnya tidak berbahaya, namun jika terasa sangat mengganggu, sebaiknya dikonsultasikan pada dokter. Ketika berkonsultasi ke dokter kandungan, dokter biasanya akan memeriksa tekanan darah, dan mungkin juga tes darah dan urin. Jika hasil tes darah menunjukkan Bunda memiliki rhesus negatif , dokter akan menganjurkan agar Bunda menjalani tes anti ketahanan tubuh. Suntikan anti-D biasanya diberikan pada kondisi ini untuk mencegah reaksi ketidakcocokan antara Bunda dan si kecil.


Bila Janin Usia 6 Bulan Jarang Bergerak

Ada beberapa penyebab mengapa janin usia 6 bulan jarak bergerak, di antaranya:

- Janin tengah tidur
- Posisi bayi yang tidak memungkinkan untuk banyak bergerak
- Bundah tengah stres atau kurang nutrisi
- Ketuban pecah lebih awal -Hipoksia
- Abruptio plasenta
- Terjadi keterbatasan pertumbuhan pada janin
- Janin meninggal dalam rahim

Agar si janin kembali aktif bergerak, Bunda dapat menerapkan beberapa trik berikut.


  • Membuat suara gaduh. Ini bisa dilakukan dengan cara menyetel musik atau televisi dengan suara keras untuk memastikan apakah janin memberikan respon berupa gerakan
  • Berbaring menggunakan sisi kiri tubuh. Posisi berbaring seperti ini dapat melancarkan sirkulasi sehingga bisa memicu janin untuk lebih aktif bergerak
  • Memakan makanan yang manis. Kabarnya cara ini juga bisa memancing janin untuk bergerak
  • Meminum minuman dingin. Temperatur rendah dari air itu dapat dirasakan oleh janin. Ini akan membuatnya bergerak dalam rangka mencari tempat yang nyaman untuknya
  • Memposisikan diri pada kondisi tidak nyaman. Bukan tidak mungkin si janin akan turut menggeliatkan karena merasa tidak nyaman

Bila Bunda sudah melakukan berbagai stimulus tersebut beberapa kali namun janin tetap tidak bergerak, maka segera konsultasi dengan dokter kandungan. 

Akan lebih baik jika Bunda membuat catatan pergerakan janin harian untuk memantau pergerakan janin. Sebagai contoh, di minggu ke-24 hari Selasa, janin bergerak sebanyak 15 kali dari pukul 10:00 – 11:00 (total: 60 menit). 
Terus lakukan pencatatan ini sampai bayi dalam kandungan siap dilahirkan. Umumnya, semakin hari gerakan janin akan semakin berkurang karena ukurannya yang bertambah. 

Jika Bunda tidak merasakan demikian, jangan lupa langsung konsultasikan pada dokter ya. Semoga ulasan tentang perkembangan janin usia 6 bulan ini bisa menambah wawasan Bunda.
read more →

Yuk, Kenali Perkembangan Bayi 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Memasuki bulan-bulan awal kehamilan tentu sangat menggembirakan tapi juga harus ekstra hati-hati. Pasalnya usia kandungan 1-2 bulan merupakan usia paling rawan dalam kehamilan. Selain itu Bunda juga akan mengalami morning sickness yang cukup mengganggu. Namun saat kandungan memasuki usia 3 bulan, Bunda bisa sedikit bernafas lega. Lantaran perkembangan bayi 3 bulan dalam kandungan akan semakin meningkat dan janin semakin kuat. 

Tentu Bunda ingin tahu perkembangan apa saja yang terjadi pada usia kehamilan 3 bulan, kan? Simak ulasannya berikut ini!

Yuk, Kenali Perkembangan Bayi 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Perkembangan Bayi 3 Bulan dalam Kandungan

Di akhir trimester pertama kehamilan dan mulai memasuki trimester kedua, embrio mulai berkembang menjadi bakal janin. Umunya pada usia kandungan 3 bulan, janin berukuran sekitar 1,5 ons atau 23 gram beratnya dengan panjang 3,5 inci atau sekitar 7,4 cm. Nah, Bunda pasti penasaran dan bertanya-tanya, janin 3 bulan apakah sudah bernyawa? 
Secara medis, di antara perkembangan janin 3 bulan dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Otak mulai berkembang sehingga kepala terlihat lebih besar dibandingkan tubuhnya
  • Sidik jari, kelopak mata, lidah, mulut, laring, bibir atas dan rahang terbentuk serta berada pada posisinya 
  • Jantung berkembang dan detakannya dapat didengar secara elektronik
  • Sistem muskuloskeletal otot dan tulang bayi dalam kandungan mulai terbentuk dan terorganisir dengan baik
  • Janin mulai menendang, berputar dan meregangkan tubuhnya
  • Sumsum tulang mulai memproduksi sel darah putih 
  • Usus mulai berkontraksi dan rileks yang merupakan tahap awal untuk pencernaannya yang sehat 
  • Ginjal mulai berkembang dan janin pun mulai memproduksi air kencing dalam kandung kemih 

Asupan Makanan yang Baik untuk Janin 3 Bulan

Meskipun janin sudah masuk usia tiga bulan, Bunda tetap harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Asupan makanan yang baik dan bergizi akan membantu pertumbuhan dan perkembangan janin. Selain itu dengan memakan makanan yang sehat juga akan memberikan energi bagi Bunda. Berikut ini menu makanan yang bisa Bunda pilih untuk dikonsumsi:

  • Untuk menu makan pagi, Bunda bisa menyiapkan susu khusus ibu hamil, nasi dan telur. Telurnya bisa direbus atau digoreng ya bun. Jika tidak suka telur bisa juga diganti dengan menu lain. Bunda juga bisa menambahkan sayuran seperti kacang panjang atau sayuran hijau lainnya. 
  • Mengkonsumsi bubur kacang hijau. Kandungan protein yang tinggi dalam kacang hijau bagus untuk perkembangan janin dan dapat menghindari resiko cacat. Selain itu kacang hijau juga bisa menjadi sumber energi bagi Bunda loh!
  • Menu makan siang, Bunda bisa mengkonsumsi nasi dengan sayur bening atau dengan ikan-ikanan. Jangan lupa juga buah-buahannya ya  bun!
  • Untuk menu makan malam, Bunda bisa menyiapkan nasi dengan tahu, sayuran, dan juga daging. 
  • Porsi yang dikonsumsi tidak usah terlalu banyak tapi lebih sering
  • Jika Bunda masih mengalami mual, Bunda bisa menyiasatinya dengan mengkonsumsi makanan yang tidak memiliki aroma yang menyengat, seperti roti. 
Untuk mendapatkan gizi yang seimbang untuk janin, sebaiknya Bunda juga rajin berkonsultasi pada dokter kandungan atau bidan ya!

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Usia Kehamilan 3 Bulan

Meskipun janin usia 3 bulan sudah tidak rentan akan keguguran. Namun Bunda dan juga ayah harus memperhatikan hal-hal berikut ini ya!

  • Saat kandungan Bunda memasuki usia 3 bulan, Bunda boleh melakukan hubungan seksual tetapi harus hati-hati
  • Jika Bunda pernah memiliki riwayat keguguran sebaiknya menunda hubungan seksual sampai janin benar-benar matang
  • Apabila setelah berhubungan seksual timbul flek atau bercak darah, meskipun kehamilan terasa normal. Sebaiknya Bunda segera berkonsultasi pada dokter atau bidan
Demikianlah perkembangan bayi 3 bulan dalam kandungan dan juga hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Bunda dan suami. Jika Bunda mengalami gejala yang tidak biasa segera konsultasikan ke dokter. Semoga bermanfaat!

read more →

Intip Perkembangan Bayi 3 Bulan Berikut ini Yuk Bun!

Intip Perkembangan Bayi 3 Bulan Berikut ini Yuk Bun!

Sebagai orang tua, Bunda tentu merasa bahagia, gemas sekaligus was-was dengan perkembangan bayi Bunda. Apalagi jika bayi Bunda sudah berumur 3 bulan, sudah mulai bisa tersenyum, mulai mengangkat kepala, mulai mencoba berinteraksi dengan sekitar. Tentunya menggemaskan sekali, kan?. Untuk itu Bunda juga perlu lebih tau tentang perkembangan bayi 3 bulan, agar Bunda bisa memberikan hal terbaik untuk bayi Bunda.

Intip Perkembangan Bayi 3 Bulan Berikut ini Yuk Bun


Perkembangan Bayi 3 Bulan

Dapat dikatakan saat bayi berumur 3 bulan, Dia mulai memperlihatkan tingkah-tingkah menggemaskan. Banyak sekali perkembangan yang bisa Bunda perhatikan loh!

Perkembangan Fisik

Coba Bunda perhatikan seksama fisik bayi Bunda. Di usia 3 bulan, bayi akan mengalami perkembangan fisik yang cukup signifikan. Saat tengkurap misalnya, bayi akan mulai bisa menahan berat dada dan kepala dengan kedua tangannya,dalam keadaan yang sama Ia juga bisa menggerak-gerakkan kakinya dan juga menendang. Itu artinya, bayi mulai memiliki kekuatan tubuh bagian atas dan bawah.

Selain itu bayi Bunda juga akan lebih sering memasukkan tangannya sendiri ke mulut, atau juga mengambil mainan dan mengarahkan ke mukanya. Bunda tidak perlu khawatir, karena perilaku tersebut merupakan salah satu cara si kecil mempelajari tangannya. Tapi tetap harus diawasi ya Bunda!

Perkembangan Sensorik

Di usianya yang 3 bulan, ketika Bunda mengatakan sesuatu Ia akan tersenyum dan ketika menatapnya, si kecil akan menatap lekat pada mata Bunda. Pada usia ini juga, bayi mulai bisa merasakan emosi sedih dan bahagia saat mendengarkan sesuatu dan melihat orang baru.

Perkembangan Kognitif

di usianya ini si kecil akan mengalami perkembangan kognitif, Ia akan mulai mengikuti gerak benda di depannya. Ia juga akan lebih sering tersenyum, bukan hanya kepada Bunda atau ayahnya saja, tetapi juga pada orang lain. Pada usia ini, Ia akan belajar memahami ekpresi wajah seseorang.

Perkembangan Emosi dan Komunikasi
Selain perkembangan fisik, sensori dan kognitif, pada usia 3 bulan bayi Bunda juga akan mulai bisa berkomunikasi dan berbahasa. Jika biasanya si bayi berkomunikasi dengan menangis, pada usia 3 bulan Ia akan mulai mengekspresikan perasaannya dengan celotehan “ah’’ atau “oh”. Jika Bunda dan ayah sering berkomunikasi dengan si kecil, maka Ia akan semakin mudah menyusun kata-kata dan suaranya.

Perbedaan Perkembangan Bayi 3 Bulan Pada Setiap Individu

Setiap bayi memilik tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda ya, Bun! Nah, agar mengurangi kekhawatiran Bunda, perhatikan penjelasan di bawah ini!

Kemampuan yang Dikuasai (Kebanyakan Bayi Bisa Melakukannya)
Ada beberapa kemampuan yang kebanyakan bayi 3 bulan bisa melakukannya, seperti:

  1. Dapat menegakkan kepala
  2. Dapat mengenali aroma tubuh dan wajah ayah – Bunda
  3. Dapat mengikuti objek di depan mata
Kemampuan Baru (Sebagian Bayi Bisa Melakukannya)
Kemampuan baru pun akan mulai dikuasai oleh si kecil, tapi tidak semua bayi usia 3 bulan melakukannya, seperti:

  1. Mengenali suara ayah – Bunda
  2. Menjerit, mengoceh dan berdecak
  3. Melakukan mini push-up
  4. Membuat gelembung dari air liur
Kemampuan Lanjutan (Hanya Sedikit Bayi Bisa Melakukannya)
Biasanya di usia ini, bayi Bunda juga akan mulai menguasai kemampuan lanjutan, tapi kemampuan ini hanya sedikit bayi yang bisa melakukannya, seperti:

  1. Menoleh ke arah suara
  2. Dapat memainkan mainan dan menyatukan tangan
  3. Berguling
Yang perlu Bunda ingat, tumbuh kembang bayi Bunda bukanlah sebuah kompetisi. Jadi Bunda tidak perlu membanding-bandingkannya dengan bayi lain. Karena setiap anak memiliki tumbuh kembang berbeda-beda, ada yang cepat dan ada juga yang sedikit lambat, tapi itu normal kok, Bun. Meski begitu jangan pernah malu berkonsultasi dengan dokter mengenai kekhawatiran Bunda ya!

Demikian penjelasan mengenai perkembangan bayi 3 bulan, semoga bermanfaat!









read more →

Janin 13 Minggu tidak Berkembang? Ini Tanda yang Harus Bunda Waspadai

Janin 13 Minggu tidak Berkembang? Ini Tanda yang Harus Bunda Waspadai

Dalam kondisi normal, janin akan terus mengalami perkembangan selama masa kehamilan. Namun, pada beberapa kasus, ada juga kondisi janin tidak berkembang seperti pada umumnya. Kondisi semacam ini harus segera diatasi. Sebab, resiko keguguran akan sangat besar jika dibiarkan. Untuk itu Bunda perlu mengetahui tanda-tandanya berikut ini.

Janin 13 Minggu tidak Berkembang



Istilah Janin tidak Berkembang

Banyak orang yang mempersepsikan janin tidak berkembang adalah janin yang sama sekali tidak tumbuh. Padahal, persepsi semacam itu bukan persepsi yang benar. Janin tidak berkembang adalah istilah untuk janin yang perkembangannya tidak sesuai dengan rata-rata pertumbuhan janin di usianya.

Sebagai contoh, janin berusia 13 minggu, namun ukuran dan perkembangannya sama dengan janin yang masih berusia 10 minggu. Dalam kondisi seperti itu, disebutlah janin 13 minggu tidak berkembang. Dilihat dari pertumbuhannya, sebenarnya janin tersebut mengalami perubahan, tetapi perubahannya lambat atau bahkan sangat lambat.

Tanda-Tanda Janin tidak Berkembang

USG merupakan cara akurat untuk melihat masalah perkembangan janin. Namun begitu, umumnya Bunda juga akan mengalami satu gejala yang bisa menjadi indikasi janin tidak berkembang. Untuk itu, jika Bunda mengalami gejala yang akan disebutkan di bawah ini, ada baiknya Bunda memeriksakan kesehatan kandungan Bunda kepada dokter. Berikut tanda-tanda janin tidak berkembang yang bisa menjadi indikasi awal:

Kram ketika Hamil

Rasa kram ini tidak jauh berbeda dengan kram yang Bunda rasakan saat tengah menstruasi. Kram ini terjadi karena uterus berkonstraksi. Akibatnya, janin menjadi tertekan. Jika hal ini terus berlangsung, akan sangat mungkin janin mengalami keguguran.

Meski demikian, Bunda harus tahu, kram pada orang hamil bisa saja disebabkan oleh faktor lain. Misalnya, janin mengalami perkembangan, sehingga Bunda merasakan kram. Namun, yang bisa menjadi catatan adalah, kram yang disebabkan oleh perkembangan janin berbeda dengan kram yang menjadi indikasi bayi tidak berkembang.

Berhenti Mengalami Morning Sickness

Bagi hampir seluruh perempuan, morning sickness memang menjadi masalah. Meski begitu, kehadiran morning sickness justru memiliki efek positif bagi perkembangan janin. Salah satunya adalah menyebabkan janin lebih cerdas.

Morning sickness sendiri berkaitan dengan meningkatnya hormon HCG pada ibu hamil. Turunnya hormon ini adalah bagian dari tanda yang patut Bunda waspadai. Pasalnya, ketika jumlah hormon ini menurun, hal ini menjadi tanda perkembangan pada janin Bunda tengah berhenti.

Payudara Tidak Sensitif

Umumnya, perempuan yang tengah hamil akan merasakan payudaranya berubah kencang. Kadang bahkan disertai nyeri. Perubahan ini disebabkan karena adanya hormon yang berubah dalam tubuh Bunda. Itu sebabnya, jika dua hal ini tidak terjadi pada Bunda, akan lebih baik jika Bunda mulai waspada. Sebab, hal itu bisa menjadi tanda janin dalam tubuh Bunda tidak berkembang.

Tanda Lain Janin tidak Berkembang

Selain tanda yang sudah disebutkan di atas, ada tanda yang lebih konkrit untuk memastikan janin tidak berkembang. Beberapa tandanya adalah:

Detak jantung janin lemah atau bahkan terhenti. Janin 16 minggu sudah memiliki detak jantung yang kencang. Sebab, jantung janin sudah mulai berdetak sejak usia janin belum genap satu bulan.

Janin tidak bergerak. Mungkin Anda bertanya, janin 13 minggu apa sudah bergerak? Jawabannya sudah. Namun hal itu sangat langka. Artinya, usia 13 minggu adalah usia awal janin mulai bergerak. Meski demikian, kebanyakan janin mulai bergerak pada usia 16 minggu atau bahkan 25 minggu.

Pertumbuhan janin tidak normal. Salah satu penyebabnya adalah gangguan pada plasenta janin. Sebab, plasenta inilah yang menjadi jalur utama makanan janin.

Tiga tanda-tanda di atas akan sangat sulit untuk diperiksa secara mandiri oleh Bunda. Itu sebabnya, untuk memastikan janin berkembang atau tidak, Bunda harus memeriksakannya pada dokter atau bahkan melakukan USG.
read more →

5 Hal Menarik pada Perkembangan Janin Usia 3 Bulan

5 Hal Menarik pada Perkembangan Janin Usia 3 Bulan

Janin 3 bulan adalah janin yang memasuki tahap awal trimester kedua. Umumnya, saat memasuki masa ini morning sickness yang dialami Bunda sudah jauh berkurang. Perkembangan janin Bunda juga semakin pesat. Apa saja hal yang menarik dari perkembangan janin tersebut? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.
5 Hal Menarik pada Perkembangan Janin Usia 3 Bulan
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/long-shot-daughter-staying-her-pregnant-mother_23-2148252639.jpg

Ukuran Janin Usia 3 Bulan

Ketika janin sudah masuk pertama kali pada usia ini, umumnya janin Bunda memiliki berat 23 gram. Panjangnya sekitar 7,4 cm. Ukuran ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya minggu yang dilalui.

Masuk di usia 14 minggu, panjang janin sudah mencapai 8,7 cm dengan bobot sekitar 43 gram. Masuk di usia 15 minggu, bobotnya menjadi 70 gram, sedang panjangnya sekitar 10 cm. Saat usianya sudah masuk 16 minggu, bobotnya sudah 100 gram, dan panjangnya mencapai 11 cm.

Janin Mulai Bergerak

Ketika janin sudah memasuki usia 16 minggu, saraf pada janin sudah mengalami perkembangan. Ini mengapa, janin 3 bulan aktif bergerak di dalam perut Bunda. Gerakannya memang tidak teratur. Setidaknya, jika dibandingkan dengan usia janin saat menginjak bulan ke-5. Namun, Bunda sudah bisa merasakan gerakan yang dilakukan oleh janin berusia 3 bulan jika kulit perut Bunda cukup tipis.
Mengapa janin berusia 3 bulan sudah bisa bergerak? Sebab, saraf pada janin sudah mulai berkembang. Perkembangan ini memantik pergerakan otot. Meski begitu, saraf belum bisa mengontrol pergerakan yang dilakukan janin. Ini alasan mengapa gerakan janin di usia ini tidak beraturan.

Untuk memastikan gerakan janin, Bunda boleh menekan sedikit perut Bunda. Tapi, lakukan itu dengan hati-hati ya, Bunda. Biasanya, saat ditekan, janin akan bergerak seperti mencari puting. Bisa jadi hal ini berkaitan dengan kondisi Bunda yang sudah mulai memproduksi kolostrum. Kolostrum adalah cairan susu pertama yang akan dihisap bayi saat Bunda menyusuinya nanti.

Janin Sudah Memiliki Jenis Kelamin

Jenis kelamin pada janin terbentuk saat janin memasuki usia 13 minggu. Meski sudah terbentuk, jenis kelamin tersebut masih sulit untuk dilihat saat Bunda melakukan USG.
Jika jenis kelamin janin tersebut adalah perempuan, maka pada usia ini sel telur dalam tubuh janin sudah mulai diproduksi. Tidak kurang dari sekitar 2 juta sel telur yang diproduksi saat itu. Dari seluruh sel telur itu, separuhnya akan tetap dibawa janin saat dia telah lahir kelak. Sel telur ini lama kelamaan akan berkurang seiring dengan pertambahan usia bayi.

Janin Mulai Bisa Melihat

Memang, janin 3 bulan bisa apa? Pertanyaan semacam itu mungkin sesekali mengusik hati Bunda. Masuk di bulan ke-3, terutama pada minggu ke 15, janin sudah mulai bisa melihat. Kelopak matanya memang masih tertutup. Tetapi, janin sudah mulai merespon cahaya.
Bunda perlu tahu. Posisi mata janin saat usianya 15 minggu belum seperti saat dia lahir kelak. Tetapi sedikit berada di tepi. Meski begitu, saat usianya sudah berada pada minggu ke 16, posisi matanya sudah menempat sebagaimana mestinya, seperti saat dia dilahirkan nanti.

Janin Mulai Mendengar

Posisi daun telinga pada janin usia 3 bulan memang belum sempurna. Tetapi, usia ini adalah usia yang cukup baik untuk memperdengarkan segala hal kepada si janin. Dia sudah bisa mendengar suara-suara dari luar tubuh Bunda. Namun, suara-suara yang paling didengarnya adalah suara Bunda sendiri. Selain itu, dia juga mendengarkan suara detak jantung serta suara yang keluar dari sistem pencernaan janin.

Ini mengapa, sebaiknya Bunda sering memperdengarkan suara-suara yang baik. Sebab janin sudah bisa mendengarnya dengan jelas. Bunda juga sudah bisa mengajak janin berbicara untuk terus merangsang perkembangannya.

Demikian ulasan tentang janin saat berusia 3 bulan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Bunda.

read more →

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Usia Janin 7 Bulan

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Usia Janin 7 Bulan

Usia janin 7 bulan merupakan usia awal trimester terakhir kehamilan. Pada masa ini, janin sudah mempersiapkan diri untuk keluar melalui proses persalinan. Bersama itu, umumnya ada hal-hal yang harus Bunda perhatikan agar bayi tetap sehat hingga saat persalinan tiba.

Ukuran Janin dan Perkembangannya

Memasuki trimester terakhir ini, secara umum ukuran janin sudah mencapai 1 kg dengan panjang sekitar 38,6 cm. Bunda juga akan merasakan janin 7 bulan gerak terus di dalam perut Bunda. Pergerakan tersebut menjadi tanda bahwa kandungan Bunda sehat dan tidak terjadi masalah berarti.
Di dalam perut, janin mulai belajar membuka dan menutup mata. Mata bayi juga sudah mulai fokus pada satu objek tertentu. Karena itu, disarankan bagi Bunda untuk memberi stimulasi pada janin dengan cahaya. Cahaya akan memberi rangsangan pada kemampuannya melihat.

Susah Bernapas Seiring Tumbuhnya Janin

Kadang-kadang, Bunda sering susah bernapas seiring kandungan yang terus membesar. Biasanya, hal ini dikarenakan rahim Bunda yang menekan serta meningkatnya berat janin. Meski begitu, umumnya gejala seperti ini akan menghilang saat posisi kepala janin sudah menghadap ke bawah.
Jika misalnya, sesak napas itu terus berlanjut, Bunda bisa mengkonsultasikan itu kepada dokter atau bidan. Tentu hal itu lebih baik. Tidak hanya bagi Bunda, tetapi juga bagi janin yang ada dalam kandungan Bunda.

Posisi Janin 7 Bulan

Janin 7 bulan berapa minggu posisi kepala sudah berada di bawah? Jawabnya adalah pada minggu ke-32. Saat itu, posisi kepala janin sudah berada di bawah dan siap untuk keluar. Seiring bertambah hari, kulitnya juga akan semakin mulus. Paru-parunya sudah berkembang dengan pesat, namun janin belum bernapas.

Janin 7 Bulan Membutuhkan Banyak Nutrisi

Titik puncak kebutuhan nutrisi janin berada pada trimester ketiga dari kehamilan. Itu artinya, memasuki usia kehamilan 7 bulan, Bunda harus memperbanyak konsumsi makanan. Pastikan konsumsi makanan Bunda banyak mengandung vitamin, zat besi, dan asam folat. Konsumsi juga makanan yang mengandung banyak protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk perkembangan janin.

Waspadai Konstraksi Palsu

Konstraksi hanya terjadi ketika bayi dalam kandungan Bunda akan keluar. Jika belum, maka bukan disebut konstraksi. Yang menarik, kadang-kadang Bunda bisa mengalami rasa sakit seperti akan melahirkan. Konstraksi inilah yang disebut dengan konstraksi palsu.

Konstraksi palsu terjadi saat dinding rahim mengencang sekitar setengah hingga 2 menit. Namun konstaksi semacam ini tidak berulang, berbeda dengan konstraksi asli yang berulang dan terus menerus terjadi hingga bayi dalam kandungan Bunda keluar.

Beberapa hal berikut bisa Bunda lakukan untuk mengurangi rasa sakit karena konstraksi palsu:

  • Mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan berjalan. Atau dari berdiri ke duduk.
  • Mandi dengan air hangat atau berendam di dalamnya. Mewaspadai Serangan Wasir pada Ibu Hamil
  • Mengkonsumsi air. Sebab, konstraksi palsu ini kadang dipicu oleh dehidrasi ibu hamil.
Serangan wasir sangat mungkin terjadi pada ibu hamil saat usia kandungannya masuk pada trimester terakhir. Penyebabnya adalah susah BAB atau Bunda terlalu banyak berdiri. Untuk ini, berkonsultasi adalah pilihan yang baik. Atau lakukan beberapa hal yang bisa memperlancar BAB Bunda.

Bagikan Hal Membahagiakan

Membagikan hal yang membahagiakan akan membuat Bunda lebih rileks menghadapi persalinan. Bunda bisa membagikan kebahagiaan itu lewat cerita dan merasakan bersama saat janin di dalam kandungan Bunda bergerak atau menendang. Membagikan hal ini dengan pasangan akan membuat Bunda merasa rileks dan lebih matang secara psikologis saat menghadapi persalinan.

Setelah membaca ulasan di atas, apa yang kini Bunda pikirkan? Semoga Bunda selalu diberi kesehatan. Tambahan pula, semoga janin yang Bunda kandung terus sehat seperti yang Bunda harapkan.
read more →

Janin 2 Bulan Keguguran, Apakah Perlu Dikuret?

Janin 2 Bulan Keguguran, Apakah Perlu Dikuret?

Mungkin Bunda sering bertanya, apakah janin 2 bulan keguguran harus dikuret? Menjawabnya tentu tidak boleh sembarangan. Sebab ada prosedur tertentu sebelum seseorang dikuret setelah janinnya keguguran. Yuk, baca informasi lengkapnya di bawah ini.
Sistem otak janin juga sudah semakin rumit. Saraf-sarafnya terus mengalami penyempurnaan. Inilah mengapa, saat usia seperti ini Bunda harus memperhatikan asupan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh Bunda.
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/many-kind-medical-equipment-manage-surgeon-start-operations-operating-room_1301-7803.jpg

Beberapa Hal yang Terjadi pada Janin 2 Bulan

Ada banyak proses yang dialami janin ketika usianya sudah masuk 2 bulan. Memang, perut Bunda mungkin belum terlihat besar, tetapi, bukan artinya bayi di dalam kandungan Bunda tidak mengalami perkembangan berarti.

Janin 2 bulan sudah mengalami penyempurnaan sistem pernapasan. Organ-organ sistem pencernaan pun demikian, sudah berkembang dan mulai bekerja. Itu sebabnya, pada usia itu, sirkulasi darah sudah berjalan pada tubuh janin. Sebab, jantung yang dimilikinya sudah mulai aktif dan terbentuk dengan sempurna. Ini mengapa, saat Bunda melakukan pemeriksaan, detak jantung janin bisa didengar.

Sistem otak janin juga sudah semakin rumit. Saraf-sarafnya terus mengalami penyempurnaan. Inilah mengapa, saat usia seperti ini Bunda harus memperhatikan asupan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh Bunda.

Ukuran serta Bentuk Janin

Bunda juga pernah bertanya, janin 2 bulan sebesar apa? Umumnya, janin berusia 2 bulan memiliki panjang 1,6 cm atau boleh kalau disamakan dengan ukuran biji kacang tanah. Meski ukurannya masih sangat kecil, tulang bakal bayi itu sudah tumbuh. Jari tangan dan kakinya bahkan sudah mulai terbentuk meski belum sempurna benar.

Wajahnya sudah memiliki hidung. Kelopak matanya sudah mulai tampak. Daun telinganya terus menyempurna. Tungkainya juga mulai terlihat. Namun jenis kelaminnya, belum sempurna. Oleh sebab itu, dokter belum bisa menjawab pertanyaan Bunda tentang jenis kelamin kandungan Bunda.

Keharusan Melakukan Kuret setelah Keguguran

Kuret dan tidak dikuret saat seseorang mengalami keguguran, sangat tergantung pada kondisi rahim. Tindakan kuret dilakukan jika plasenta masih tertinggal di dalam rahim Bunda. Untuk memastikan ini, biasanya dokter melakukan USG serta pemeriksaan fisik secara akurat. Ini mengapa, kuret tidak serta merta dilakukan pada perempuan yang mengalami keguguran.
Jika janin sudah luruh, dan plasenta sama sekali tidak ada yang tertinggal di dalam rahim, tindakan kuret tidak akan dilakukan. Dalam dunia kesehatan, keguguran semacam ini sering disebut dengan abortus komplit.

Tindakan kuret paling umum dilakukan saat keguguran terjadi pada kandungan yang sudah berumur lebih dari 10 minggu. Sebab, pada usia ini, plasenta janin sudah menempel kuat pada dinding rahim. Ini yang lantas menyebabkan, plasenta sukar untuk luruh bersama janin. Dan untuk itu, kuret menjadi salah satu cara agar rahim Bunda kembali bersih.

Meski demikian, kadang-kadang dokter menyarankan untuk menunggu pasca keguguran sebelum melakukan tindakan kuret. Mengapa? Karena secara alamiah plasenta akan luruh dan keluar dari rahim satu atau dua minggu pasca keguguran. Jika setelah masa itu selesai tetapi plasenta belum luruh, biasanya dokter memberikan obat yang diperlukan.

Jika obat sudah diberikan dan rahim belum bersih, maka tindakan terakhirnya adalah kuret. Namun, yang menjadi catatan adalah, kemungkinan untuk kuret setelah keguguran hanya terjadi pada 50% perempuan saja. Kemungkinan kuret tersebut semakin kecil seiring lebih mudahnya usia janin. Sebaliknya, jika usia janin sudah banyak, kemungkinan diharuskan kuret akan semakin besar.
Bagaimana jika kuret tidak dilakukan? Bunda memiliki risiko besar terkena infeksi. Selain itu, bisa pula Bunda mengalami pendarahan terus menerus. Paling fatal resiko tidak dilakukan kuret adalah pengangkatan rahim jika infeksi yang terjadi sangat parah.

Demikian ulasan ini. Semoga Bunda selalu diberikan yang terbaik, termasuk dalam hal momongan.

read more →

Ketahui Janin 2 Minggu Apakah Sudah Bernyawa? dan Perkembangannya

Banyak pertanyaan apakah janin di usia ini sudah bernyawa dan hidup? maka alangkah baiknya bunda memahami cara menjaga perkembangan janin 2 bulan. Selain mendengarkan penjelasan dokter saat Bunda memeriksakan kandungan artikel ini juga sebagai pengtahuan untuk Bunda.

Ini dia perkembangan bayi 2 bulan yang harus bunda tahu

Janin mengalami penyempurnaan organ-organ penting dalam tubuhnya. Misalnya organ pernapasan seperti tenggorokan dan paru-paru organ-organ tersebut sudah terbentuk, dan janin sudah mulai belajar bernapas dengan menghirup cairan ketubannya.

Pada saat perkembangan inilah yang akan Bunda alami yaitu morning sickness akut. Morning sickness adalah pertanda bagus karena menjadi indikasi bahwa janin dalam perut Bunda tengah mengalami perkembangan.

Pada saat ini bunda wajib berbahagia karena kelopak mata dan hidung sudah mulai terlihat dengan panjang tubuh bayi sekitar 1,6 cm, sangat lucu kan?

Selain hitung dan kelopak mata tulang juga telah tumbuh, jari tangan dan jari kaki juga sudah mulai terlihat dan mulai pada tahap penyempurnaan.

Dari hari ke hari, perkembangan janin akan semakin baik. Setidaknya, dalam setiap minggu perkembangannya, ada saja yang berubah hingga bentuk janin benar-benar sempurna.

Cara mengatasi gangguan ngidam


Ngidam yang umumnya terjadi pada masa awal kehamilan adalah mual dan sensitif terhadap bau tertentu. Untuk mengatasinya, Bunda bisa makan dengan porsi kecil namun sering untuk asupan gizi bayi. Bunda juga harus memperbanyak minum air putih dan melakukan aktivitas ringan.

Mengendalikan kondisi emosional


Mood selama masa kehamilan memang sering kali buruk dan mudah berubah. Rasa cemas kadang-kadang datang. Itu sebabnya, minta dukungan pada keluarga dan terus mengontrol diri adalah jalan terbaik. Yakinkan diri Bunda, bahwa masa kehamilan adalah kenangan indah yang harus dinikmati dengan sebenar-benarnya.

Waspadai tanda-tanda bahaya kehamilan


Hal-hal yang harus diwaspadai saat Bunda hamil adalah pendaharan yang disertai rasa sakit pada bagian perut bawah. Bunda juga harus mewaspadai saat cairan vagina mengalami perubahan pada warna dan bau. Mual dan muntah yang umumnya dialami perempuan hamil, bisa dikonsultasikan kepada dokter jika diiringi dengan deman atau detak jantung yang tidak beraturan.

Lakukan pemeriksaan secara rutin


Mengunjungi pusat kesehatan atau bidan secara rutin sangat diperlukan. Lebih-lebih untuk mengetahui perkembangan janin dan melihat kondisinya. Karena itu, sebaiknya Bunda tidak menganggap hal ini remeh. Semoga bermanfaat bagi Bunda.
read more →

Ingin Tau Hebatnya Kondisi Janin 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Hebatnya Janin 3 Bulan dalam Kandungan Bunda

Bunda, perkembangan janin dalam rahim saat masa kehamilan tentu sangat menakjubkan. Memasuki masa kandungan 3 bulan atau akhir trisemester pertama ini janin akan mengalami penurunan risiko keguguran. Pada masa kehamilan ini, Bunda sudah mulai menyesuaikan diri dengan janin di dalam rahim. Morning sickness yang sering terjadi di awal masa kehamilan juga mulai berkurang.
Bahkan usia janin yang baru 3 bulan ini sudah mengalami perkembangan luar biasa. Lalu, bagaimana hebatnya perkembangan janin 3 bulan dalam kandungan? Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.
Hebatnya Janin 3 Bulan dalam Kandungan Bunda
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-her-husband-hand-showing-heart-shape_1150-5132.jpg


1. Bagian Tubuh Janin Mulai Tampak

Pada usia 3 bulan, janin sudah sebesar jeruk nipis. Ukuran tubuhnya mencapai 3,5 inchi dengan panjang 1,5 ons. Bagian tubuh janin juga mulai terbentuk. Dimulai dari bagian kepala yang tampak lebih besar dari bagian tubuh lain. Kemudian kelopak mata terbentuk untuk menutupi mata. Bagian lidah, mulut, laring dan bibir sudah terbentuk dan berada pada tempatnya di area kepala. Selain itu, telinga, hidung dan leher juga mulai berkembang.

2. Organ Tubuh Janin Mulai Berkembang

Janin 3 bulan 1 minggu memiliki organ yang mulai berkembang. Pada masa ini, Jantung sudah berkembang dan berdetak. Meskipun detakan jantung janin hanya dapat didengar secara elektronik. Pankreas janin mulai berfungsi melakukan sekresi insulin. Sementara ginjal berkembang karena janin mulai buang air kecil ke kandung kemih. Sumsum tulng juga mulai memproduksi sel darah putih untuk menjaga kesehatan janin.

3. Janin Membentuk Sidik Jari

Bunda, ketika janin berusia 3 bulan, kulit tubuh janin sudah terbentuk. Meskipun kulit janin masih transparan karena jaringan vena bisa terlihat. Kulit juga sudah menyelimuti bagian jari tangan dan kaki yang telah tampak. Kulit pada jari tangan dan kaki tersebut sudah membentuk sidik jari. Sidik jari janin akan selesai terbentuk bersamaan dengan perkembangan kulit di tahapan akhir masa kehamilan.

4. Janin Aktif Bergerak

Sistem muskuloskeletal otot dan tulang pada janin usia 3 bulan sudah mulai terbentuk dan terorganisir. Sistem saraf juga mulai berkembang. Akibatnya, otot pada anggota tubuh mulai belajar bergerak. Umumnya, janin 3 bulan aktif bergerak. Memeriksa perlengkapan bayi sangat diperlukan pada masa kehamilan ini. Seperti menendang, memutar, menggerakkan ibu jari ke mulut untuk diisap, menyeringai atau mengerutkan kening.

5. Cegukan Janin Tidak Bersuara

Janin Bunda mulai mengisap jari jempolnya. Hal ini merupakan persiapan janin untuk nanti menyusui setelah lahir. Ketika mengisap, cairan ketuban ikut masuk ke dalam mulut. Kemudian sedikit demi sedikit menelan cairan tersebut lalu dialirkan kembali sebagai urine. Sementara itu, janin juga mulai berlatih bernapas dengan terjadinya cegukan. Namun, cegukan janin tidak bersuara karena tenggorokannya penuh dengan cairan ketuban yang masuk.

6. Kelamin Janin Dapat Diidentifikasi

Tahukah Bunda bahwa janin umur 3 bulan sudah bisa diidentifikasi jenis kelaminnya. Pada usia ini, ovarium atau testis Janis sudah berkembang. Organ kelamin luar juga telah terbentuk. Meskipun harus dideteksi dengan teliti menggunakan USG. Pada janin perempuan, ovarium sudah menampung minimal 2 juta sel telur. Umumnya, mengandung janin laki-laki membuat perut Bunda bulat sempurna. Sementara janin perempuan membuat perut Bunda melebar.

Hebatnya janin 3 bulan ini tentu menjadi anugerah tersendiri. Terlebih bagi Bunda dan pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Namun Bunda perlu ingat bahwa usia 3 bulan ini masih rentan terhadap risiko keguguran. Oleh sebab itu, Bunda harus terus memantau kesehatan dan keselamatan Bunda dan janin sampai masa persalinan datang ya.
read more →

Bunda, Perhatikan 6 Hal Ini Saat Kondisi Janin 6 Bulan

Bunda, Perhatikan 6 Hal Ini Saat Kondisi Janin 6 Bulan

Bunda, masa kehamilan memang menjadi salah satu masa paling berharga bersama buah hati. Di dalam rahim, janin terus berkembang dari waktu ke waktu hingga sempurna. Pada setiap tahapan perkembangan ini, tubuh Bunda dan janin juga terus mengalami penyesuaian. Termasuk ketika janin 6 bulan atau usia kandungan 24 minggu. Beberapa tanda fisik yang paling terlihat, yaitu bobot tubuh bertambah dan perut lebih menonjol.
Perhatikan 6 Hal Ini Saat Kondisi Janin 6 Bulan


Lalu, apa saja yang perlu Bunda perhatikan saat usia janin 6 bulan? Simak penjelasan 6 hal penting berikut ini.


1. Pemeriksaan USG

Tahukah Bunda, bahwa di usia kandungan 21-24 minggu pemeriksaan USG menjadi bagian penting yang harus dilakukan. Pada pemeriksaan USG, dokter akan mampu melihat posisi plasenta janin. Plasenta janin harus dipastikan dalam kondisi benar. Mengingat janin usia 6 bulan aktif bergerak dan berputar. Sehingga dikhawatirkan terjadi plasenta previa yang menimbulkan pendarahan.

2. Pemeriksaan Darah

Bunda dengan usia janin 6 bulan sangat disarankan untuk menjalankan pemeriksaan darah. Hal tersebut bertujuan mengetahui kondisi kesehatan tubuh Bunda melalui darah. Darah merupakan sarana utama menyalurkan nutrisi makanan dan oksigen ke seluruh tubuh termasuk juga ke janin. Sehingga Bunda perlu melakukan serangkaian pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit. Kegunaannya supaya Bunda mengetahui apakah mengalami anemia atau tidak.
Selain itu, serangkaian pemeriksaan darah seperti tes diabetes, antibodi Rh dan IMS atau Infeksi Menular Seksual juga sebaiknya dilakukan. Hal ini tentu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan Bunda dan janin.

3. Makanan Bergizi

Asupan makanan bergizi sangat perlu diperhatikan ketika masa kehamilan. Bunda harus menghindari makanan dengan kadar garam, sodium dan lemak tinggi. Seperti gorengan, kue dengan pemanis buatan atau junk food. Beberapa makanan bergizi yang wajib menjadi menu makan sehari-hari Bunda selama masa kehamilan; sayuran hijau, jus buah, ubi, wortel, susu, tempe, daging dan biji gandum.

4. Membiasakan Tidur Menyamping

Janin usia 6 bulan berat badan normalnya berapa? Saat ini, normalnya janin sudah memiliki bobot normal mencapai 0,6 kilogram dan panjang 34,6 cm. Bobot ini masih akan terus bertambah hingga masa persalinan. Mungkin hal ini mulai menyulitkan Bunda tidur telentang atau tengkurap. Oleh sebab itu, ada baiknya Bunda mulai membiasakan tidur menyamping untuk menghindari heart burn.

5. Banyak Bicara dengan Janin

Pada masa kehamilan 6 bulan, janin semakin aktif bergerak dan merespon bunyi serta sentuhan. Berbagai jenis suara terutama suara Bunda akan sangat merangsang perkembangan janin. Umumnya, janin akan melakukan gerakan atau tendangan sebagai respon. Pada masa ini, otak janin mulai berkembang. Sebaiknya, Bunda banyak berbicara pada janin baik dengan bantuan bunyi musik atau membacakan buku.

6. Sering Minum dan Olahraga Ringan

Janin yang semakin aktif bergerak akan menimbulkan kontraksi pada rahim. Kontraksi normal terjadi di bawah 4 kali dalam waktu sejam. Jika kontraksi terus meningkat disertai nyeri dan keluarnya cairan dari vagina maka Bunda perlu segera menghubungi dokter. Bunda harus sering minum dan berolahraga ringan agar kondisi tubuh tetap segar dan tidak dehidrasi. Dehidrasi bisa meningkatkan kelelahan dan nyeri pada otot tubuh.

Bagaimana, kini Bunda sudah semakin mengerti tentang kondisi kehamilan, kan? Jadi jangan lupa untuk menjalankannya. Selain 6 hal di atas, Bunda juga perlu memperhatikan kondisi psikologis tetap stabil. Sebaiknya selalu jalin komunikasi yang baik dan libatkan pasangan. Apabila terjadi pembengkakan pada kaki atau kaki terasa pegal, Bunda bisa mengatasinya dengan membuat posisi kaki lebih tinggi.
read more →

Apakah Janin 38 Minggu, Bisakah Dilahirkan?

Apakah Janin 38 Minggu, Bisakah Dilahirkan?


Kehamilan Bunda sudah memasuki usia janin 38 minggu? Maka bersiaplah untuk menghadapi waktu kelahiran. Janin usia 38 minggu menjadi masa kehamilan di minggu-minggu terakhir. Artinya Bunda sudah memasuki fase trisemester ketiga yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir. Secara umum, janin sudah melalui seluruh periode perkembangan. Bahkan sudah siap untuk dilahirkan ke dunia.
Meskipun pada usia janin 38 minggu, janin belum memiliki paru-paru yang kuat untuk bertahan hidup di luar rahim. Lalu, apakah janin usia 38 minggu sudah bisa dilahirkan? Simak penjelasannya berikut ini.
Janin 38 Minggu Sebesar Apa

Janin 38 Minggu Sebesar Apa?

Selanjutnya janin 38 minggu sebesar apa? Perkembangan janin di usia 38 minggu memang sudah selesai. Seluruh organ internal dan bagian tubuh sudah terbentuk sempurna. Pada masa ini, janin hanya mengalami perkembangan tahap penyelesaian dan pematangan. Pertumbuhannya juga sudah mulai melambat. Namun, berat janin terus bertambah lagi. Meskipun pada beberapa kondisi, janin justru mengalami penurunan berat badan.

Ukuran janin sudah sebesar daun bawang dengan panjang seluruh tubuh mencapai 45-60 sentimeter. Kondisi ini membuat janin melipatkan tangan dan kakinya ke dalam karena area rahim sudah tidak cukup ruang. Bobot tubuh janin bahkan mencapai 3,2 kilogram atau lebih. Sehingga Bunda akan semakin sulit untuk bergerak bebas dan cepat mengalami kelelahan ketika banyak beraktivitas. Akibatnya, kondisi tubuh Bunda semakin payah hingga kemungkinan proses persalinan segera dilakukan.

Usia Janin Lahir Mempengaruhi Nilai Akademik

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang lahir pada usia janin lebih lama akan mengalami perkembangan otak yang lebih matang. Perkembangan otak yang lebih matang akan mempengaruhi masa depan buah hati termasuk nilai akademiknya. Kehamilan sering dikatakan tuntas saat usia kandungan berada di masa kehamilan 37-41 minggu.

Jika bayi lahir di bawah usia kandungan 37 minggu maka bayi disebut sebagai bayi prematur. Bayi ini berpotensi mempunyai masalah baik kesehatan maupun perkembangan. Sementara bayi yang lahir di usia 37 atau 38 minggu memiliki nilai akademik lebih rendah daripada bayi yang lahir di usia janin 1-2 minggu lebih lama. Hal ini membuat para ahli sepakat untuk tidak menyegerakan persalinan kecuali dengan alasan darurat.
Bunda, sebaiknya tidak terlalu terburu-buru juga melakukan tindakan persalinan cepat seperti sesar. Terlebih ketika pilihan melahirkan masih bisa dilakukan pada usia janin di atas 38 minggu.

Sudah Masuk Rentang Waktu Kelahiran

Masa kehamilan 38 minggu berarti Bunda sudah memasuki rentang waktu yang tepat untuk melahirkan. Bayi bisa lahir kapan saja selama waktu tersebut. Apalagi setelah janin berada pada posisi tepat untuk dilahirkan, yaitu di perut bagian bawah. Pada masa ini juga, tubuh Bunda dan janin semakin siap untuk menghadapi persalinan.

Bunda akan mengalami kebocoran kolostrum. Kolostrum merupakan cairan kekuningan yang keluar dari payudara sebagai penanda bahwa payudara sudah berisi air susu. Kolostrum sangat kaya protein, rendah lemak dan gula, serta banyak mengandung senyawa immunoglobulin yang baik untuk bayi. Sementara janin akan mengalami lebih aktif bergerak. Detak jantungnya juga semakin kencang. Bahkan janin bisa mengalami cegukan dan feses pertamanya dalam rahim.

Usia janin 38 minggu memang sudah berkembang sempurna. Pada waktu ini juga kehamilan Bunda telah tuntas. Sehingga janin siap untuk dilahirkan. Namun, tindakan cepat persalinan seperti sesar atau untuk mendapatkan jadwal dokter kandungan bukan hal yang tepat untuk dilakukan. Pasalnya, bayi yang lahir di usia janin lebih lama mempengaruhi masa depannya menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, sebaiknya Bunda tetap menunggu masa persalinan secara alami.
read more →

3 Fakta Unik Seputar Kondisi Janin 13 Minggu

3 Fakta Unik Seputar Janin 13 Minggu

Janin 13 minggu merupakan masa kehamilan di awal trisemester kedua. Ukuran janin sudah sebesar buah persik. Hormon kehamilan pada Bunda juga sudah mulai stabil. Bahkan Bunda akan merasakan payudaranya menjadi sedikit kasar. Akibat kelenjar susu yang mulai berkembang. Tidak hanya itu, plasenta yang menjadi penghubung antara Bunda dan janin juga telah berkembang sempurna lho.
Lalu, apa saja ya fakta unik seputar janin 13 minggu yang harus Bunda ketahui? Simak pemaparan selengkapnya sebagai berikut.
Kondisi janin 13 minggu

1. Janin mulai mirip manusia

Berbeda dengan janin 2 bulan yang masih berbentuk gumpalan daging, janin 13 minggu mulai mirip manusia. Janin telah memiliki tulang-tulang kecil yang membentuk tangan dan kaki. Bagian kepala janin juga semakin terlihat karena ukuranya mencapai sepertiga dari ukuran seluruh tubuh. Uniknya, janin juga telah memiliki ginjal kecil yang sudah mulai berfungsi. Bahkan ginjal ini sudah mampu mengirimkan air seni ke kandung kemihnya.

Selain itu, janin menjadi lebih sering bergerak di dalam rahim. Bunda mungkin mulai merasakan sedikit tendangan dan perputaran janin. Hal ini tentu sangat menyenangkan bagi Bunda. Apalagi panjang tubuh janin yang sudah mencapai 8 cm membuat rahim menjadi tidak cukup luas lagi. Beberapa ekspresi janin juga mulai mirip manusia. Seperti mengernyitkan dahi dan menutup serta membuka bibir dan kelopak mata.

2. Sistem pencernaan janin telah sempurna

Tepat di akhir trisemester pertama, sistem pencernaan janin telah sempurna. Sehingga pada awal trisemester kedua, janin mulai belajar menggunakan sistem pencernaannya. Pada usia 13 minggu ini, janin mulai belajar mengisap dan menelan. Tahapan tersebut dianggap sebagai persiapan janin sebelum menyusu saat dilahirkan kelak. Uniknya, pada usia ini janin mampu menggerakkan jari jempol ke mulutnya. Kemudian mulai mengisap.

Isapan janin pada jari jempolnya juga menjadi awal janin mampu menelan cairan ketuban. Ketika janin mengisap maka bibirnya ikut terbuka. Kemudian cairan ketuban akan ikut masuk secara tidak sengaja. Selanjutnya cairan ketuban akan tertelan dan masuk ke sistem pencernaan. Bagi janin, menelan cairan ketuban seperti sedang mencicipi makanan yang telah Bunda konsumsi.
Maka, tetap konsumsi makanan bernutri agar sistem pencernaan janin sehat ya Bunda. Terlebih sistem pencernaan janin yang sehat bisa mengoptimalkan perkembangan janin hingga siap dilahirkan.

3. Peralihan trisemester

Janin 13 minggu berarti janin baru saja melewati usia janin 3 bulan. Artinya, perkembangan janin usia 3 bulan harusnya sudah selesai. Hal paling mendasar dari perkembangan janin 3 bulan, yaitu perkembangan plasenta telah sempurna. Plasenta berfungsi sebagai pemasok oksigen, nutrisi dan pengolah kotoran bayi. Plasenta memproduksi hormon progesteron dan estrogen yang menjaga janin dalam kandungan.

Pada janin 13 minggu juga merupakan peralihan trisemester dari trisemester pertama ke trisemester kedua. Jika semester pertama, hingga janin 3 bulan, perkembangan janin sepenuhnya tergantung pada tubuh Bunda. Maka semester kedua, mulai janin 4 bulan, perkembangan janin sudah belajar untuk hidup sendiri. Hal tersebut karena organ atau bagian-bagian kehidupan janin sudah mulai bekerja menjalankan fungsinya. Mulai dari jantung, ginjal, tulang hingga sistem pencernaan.

Fakta unik janin 13 minggu di atas secara singkat memang menjadi titik awal bahwa janin dalam kandungan sudah bernyawa. Mungkin Bunda semakin bisa merasakan kehadiran janin. Salah satunya karena janin semakin aktif dan responsif. Misalnya, detak jantung janin yang mulai bisa didengar atau tendangan janin yang lebih sering terjadi. Oleh sebab itu, Bunda tetap harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama masa kehamilan ya.
read more →

Janin 3 Bulan Keguguran? Ini Penyebabnya

Janin 3 Bulan Keguguran? Ini Penyebabnya

Tri semester pertama adalah masa yang mendebarkan bagi calon Bunda. Bukan hanya karena mood Bunda yang kadang-kadang berubah buruk, tetapi usia kehamilan di trisemester pertama juga merupakan usia yang rawan keguguran. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan janin 3 bulan keguguran.
Janin 3 Bulan Keguguran
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/husband-supporting-comforting-upset-depressed-wife-infertility-sympathy-concept_1163-4754.jpg

Hal-Hal yang Menyebabkan Keguguran

Ada beragam penyebab yang membuat janin keguguran. Salah satunya adalah janin di dalam rahim Bunda tidak bisa berkembang. Namun demikian, penyebab utamanya sulit sekali ditentukan. Sebab, kadang-kadang faktor genetik juga amat mempengaruhi.

Secara medis, beberapa hal berikut yang biasanya menjadi penyebab umum Bunda mengalami keguguran:

  • Penyakit akut semacam penyakit karena kadar gula darah yang tinggi atau penyakit yang diakibatkan oleh kegagalan fungsi ginjal.
  • Penyakit terkait imun Bunda, atau bisa juga akibat infeksi virus berbahaya seperti rubella atau HIV.
  • Rahim lemah atau hal-hal yang menyebabkan rahim tidak cukup kuat.
  • Obat kimia yang Bunda konsumsi dengan alasan tertentu. Obat-obat semacam ini cukup banyak yang memiliki pengaruh besar terhadap kandungan. Oleh sebab itu, ada baiknya Bunda memperhatikan obat yang ingin Bunda minum. Pastikan obat tersebut diperbolehkan untuk dikonsumsi ibu hamil.
  • Faktor usia. Kadang-kadang faktor usia juga berpengaruh pada kondisi janin. Sebab, secara fisik, perempuan usia lebih dari 35 tahun lebih rentan mengalami keguguran dibandingkan dengan perempuan berusia di bawahnya.
  • Pernah keguguran. Faktor ini kadang-kadang juga menjadi penyebab keguguran ketika Bunda kembali mengandung. Itu sebabnya, jika sebelumnya Bunda pernah keguguran, sebaiknya Bunda lebih berhati-hati ketika Bunda hamil kembali.
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Jenis Keguguran

Jika janin 3 bulan keguguran, maka ada tiga jenis keguguran yang bisa terjadi. Dunia medis mengenal ketiganya dengan:

Abortus Terancam

Keguguran ini adalah jenis keguguran yang masih mungkin untuk diselamatkan. Biasanya, tanda yang muncul pada keguguran jenis ini adalah flek merah. Kadang-kadang flek ini keluar disertai dengan nyeri yang luar biasa. Nyeri tersebut terutama Bunda rasakan pada bagian perut bawah. Jika ini terjadi, satu-satunya hal yang perlu Bunda lakukan adalah beristirahat total.

Abortus Inkomplit

Keguguran jenis ini adalah keguguran yang diakibatkan oleh posisi janin yang sebagian menempat di luar rahim. Posisi ini mengakibatkan Bunda mengalami pendarahan hebat. Bunda juga akan merasakan nyeri tidak terkira ketika mengalami keguguran jenis ini. Bersama darah yang keluar, bisa jadi Bunda akan menemukan gumpalan seperti daging yang keluar dari jalan lahir.

Abortus Komplit

Sama dengan abortus inkomplit, keguguran jenis ini diakibatkan oleh posisi janin yang tidak menempat dengan tepat pada rahim Bunda. Jika pada abortus inkomplit, hanya sebagian saja yang menempat di luar rahim, pada abortus komplit seluruh badan janin menempat di luar rahim. Untuk mengetahui hal ini secara pasti, Bunda bisa melakukan USG. Setelah itu, barulah dilakukan penanganan lanjutan.

Janin 3 Bulan Apakah Sudah Bernyawa?

Bunda mungkin bertanya, apakah janin berusia 3 bulan sudah bernyawa atau belum? Jawabannya, belum. Memang, di usia tersebut, seluruh anggota tubuh janin sudah lengkap meski belum sempurna benar bentuknya. Tetapi, yang perlu digarisbawahi, ruh baru akan ditiupkan pada janin ketika usianya sudah masuk 4 bulan. Hal ini seperti yang juga dijelaskan dalam salah satu agama.
Itu mengapa, sebelum janin berusia 4 bulan, janin belum disebut sebagai seorang anak atau bayi. Sebaliknya, janin hanya sebatas janin saja. Ketika janin tersebut meninggal atau gugur, maka pengebumiannya tidak dilakukan sebagaimana pengebumian bayi. Hal ini tentu perlu menjadi catatan bagi Bunda.

Demikian, semoga ulasan tentang penyebab janin 3 bulan keguguran ini bisa bermanfaat untuk Bunda.
read more →

Bunda Ingin Tahu, Kondisi Janin 3 Bulan Bisa Apa? Berikut Jawabannya

Bunda Ingin Tahu, Kondisi Janin 3 Bulan Bisa Apa? Berikut Jawabannya

Bunda pernah mengelus perut sambil bertanya, janin 3 bulan bisa apa? Apakah sudah bisa mendengar? Sebesar apa pula ukuran janin tersebut? Jika iya, Bunda bisa mencari tahu jawaban pertanyaan itu dalam artikel ini. Bunda bisa membaca dan mengobati rasa ingin tahu Bunda hingga benar-benar tuntas.
Bunda Ingin Tahu, Kondisi Janin 3 Bulan Bisa Apa

Perkembangan Janin Usia 3 Bulan

Usia 3 bulan adalah usia janin di ujung trisemester pertama. Di usia ini, sudah banyak perkembangan dialami oleh janin. Bunda bahkan bisa merasakan pergerakan yang dilakukan oleh janin, namun amat samar. Pasalnya, janin masih berukuran cukup kecil.

Berapa ukuran janin saat menginjak usia 3 bulan? Rata-rata, ukuran janin yang berusia 3 bulan sekitar 7,4 cm dengan berat 23 gram. Ukuran ini sering diibaratkan dengan sekepal jeruk nipis oleh sebagian orang. Bertambah minggu, ukurannya akan semakin besar. Pergerakannya juga akan semakin kuat.

Lalu janin 3 bulan sebesar apa dan bagaimana bentuknya?

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

  • Janin sudah memiliki wajah. Mata, hidung, mulut, serta organ lain juga sudah terbentuk dengan baik.
  • Bakal gigi sudah tersusun permanen pada gusi.
  • Jari kaki dan jari tangan sudah sempurna. Kuku-kukunya juga sudah tumbuh.
  • Pada usia ini, jenis kelamin belum tampak. Sebab, organ pribadi tersebut belum terbentuk sempurna.
  • Tulangnya sudah terbentuk, lengkap dengan otot yang membuatnya bisa bergerak. Bunda pasti bisa merasakan gerakannya, terlebih jika kulit perut Bunda sangat tipis.

Hal yang Dapat Dilakukan oleh Janin Berusia 3 Bulan

Umumnya, janin berusia 3 bulan sudah bisa melakukan hal-hal kecil. Hal kecil yang dimaksud adalah menelan atau menghisap. Janin juga sudah mulai buang air. Meski begitu, janin belum bisa melihat atau mendengar.


Lalu, janin 3 bulan bisa apa? Yang pasti, aktivitas janin terus bertambah semakin dengan bertambahnya usia. Pada usia 3 bulan lebih satu minggu, janin mulai belajar bernapas. Satu minggu kemudian, janin sudah mulai menelan air ketuban. Air ketuban ini lantas dicerna dan dikeluarkan menjadi urin oleh si janin. Wajah janin juga sudah mulai bisa menunjukkan ekspresi tertentu.
Masuk usia kehamilan 15 minggu, janin sudah mulai bisa mendengar. Suara yang paling jelas bisa didengarkan oleh janin adalah suara detak jantung Bunda, juga suara yang dihasilkan dari sistem pencernaan Bunda. Saat ini, sebenarnya menjadi saat yang tepat untuk memperdengarkan suara yang bermanfaat bagi perkembangan jiwa si janin.

Hal lain yang bisa sudah bisa dilakukan oleh si janin pada usia 15 minggu adalah respon terhadap cahaya. Memang, katup mata janin masih tertutup. Namun, cahaya yang berasal dari luar tubuh Bunda sudah mampu membuatnya silau. Posisi matanya juga sudah berpindah meski belum sama seperti posisi mata ketika dia lahir kelak.

Di usia minggu ke-16, janin sudah mulai tegak. Janin juga semakin aktif bergerak. Posisi matanya sudah sama dengan posisi saat nanti dia lahir. Bobotnya sekitar 100 gram atau 1 ons. Seluruh bagian tubuhnya terus mengalami penyempurnaan. Dan selama itu pula, Bunda harus menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh Bunda. Sebab, nutrisi tersebut juga yang akan diterima oleh janin.
Bagaimana? Menarik bukan mengetahui perkembangan dan hal-hal yang bisa dilakukan oleh janin. Dan akhirnya, semoga seluruh ulasan di atas, bisa melegakan rasa penasaran bunda pada pertanyaan ‘janin 3 bulan bisa apa’. Selanjutnya, semoga Bunda dan janin selalu diberikan kesehatan. 
read more →

Persiapan Melahirkan di Usia Janin 7 Bulan

Persiapan Melahirkan di Usia Janin 7 Bulan

Usia janin 7 bulan merupakan masa trisemester terakhir selama kehamilan. Umumnya, sebagian ibu hamil akan mulai mengeluhkan sesak napas karena janin yang terus membesar. Mom juga semakin terganggu untuk menjalankan aktifitas karena pergerakan janin. Namun, kondisi ini perlahan akan teratasi. Terutama setelah janin berada pada posisi yang tepat untuk dilahirkan. Posisi siap lahir, yaitu posisi janin dengan kepala di bawah.

Lalu, bagaimana persiapan melahirkan di usia janin 7 bulan? Janin 7 bulan sebesar apa? Dan sudah seperti apa? Yuk, simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.
Persiapan Melahirkan di Usia Janin 7 Bulan
sumber:https://images.unsplash.com/photo-1528218635780-5952720c9729

Puncak Masa Kehamilan Janin

Pada trisemester terakhir, janin mengalami puncak perkembangan. Seluruh pertumbuhan dan perkembangan janin ada di masa pematangan. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi Mom juga harus diperkaya dengan asupan protein, vitamin, zat besi, asam folat dan kalsium.

Janin 7 bulan sebesar apa? Pada masa ini, bobot janin bisa mencapai satu kilogram dengan panjang tubuh keseluruhan sekitar 39 cm. Selain itu, kondisi janin berada pada saat paling aktif bergerak. Bahkan Mom bisa menyadari pola pergerakan janin. Terutama di waktu-waktu tertentu janin sangat aktif bergerak. Pergerakan janin ini juga menjadi salah satu indikator bahwa janin dalam keadaan sehat. Pergerakan janin memang agak mengganggu kondisi Mom. Namun, hal ini harus terjadi agar janin berada pada posisi siap lahir.

Janin 7 Bulan Seperti Apa, Bagaimana Keadaan Bunda?

Selama janin berusia 7 bulan maka Mom akan melalui masa kehamilan di minggu ke-29, 30, 31 dan 32. Setiap minggu tentu akan ada pencapaian perkembangan janin yang bisa menjadi acuan Mom. Pada usia janin tepat 29 minggu, kedua testikel bayi telah turun atau tampak. Kepala janin juga terlihat lebih besar karena otak yang semakin berkembang. Sementara tempurung kepala hingga tulang-tulang menjadi keras seiring kematangan otak, paru-paru dan otot.

Pada usia janin tepat 30 minggu, pertumbuhan bobot janin semakin berat sedangkan panjangnya melambat. Organ internal seperti paru-paru dan saluran pencernaan nyaris berkembang sempurna. Mata janin juga aktif menutup dan membuka. Terlebih lagi jika mendapat stimulasi cahaya. Janin juga sudah memiliki alis dan bulu mata.

Pada usia janin tepat 31 minggu, janin memiliki ukuran kepala yang sudah proporsional dengan ukuran badannya. Bahkan sumsum tulang belakang sudah mampu mengambul alih kinerja hati untuk memproduksi sel-sel darah merah. Selain itu, pergerakan janin juga mulai lebih stabil. Janin juga mampu mengeluarkan urine dari kantung kemihnya langsung.

Pada minggu terakhir usia janin 7 bulan, janin sudah berada di posisi siap lahir. Kulit janin setiap harinya semakin tahan air dan tampak mulus. Kemampuan otot janin untuk mengisap dan menelan juga mulai berkembang. Janin akan membawa jari jempolnya ke mulut untuk diisap. Mata janin juga sudah mampu terfokus pada satu objek tertentu.

Efek Perkembangan Janin bagi Mom

Efek dari perkembangan janin di usia 7 bulan yang paling utama, yaitu Mom sering mengalami sesak napas dan kram. Sesak napas diakibatkan oleh rahim yang menekan dan bertambahnya bobot janin. Sedangkan kram biasa muncul di malam hari akibat aktivitas Mom seharian. Umumnya, Mom akan lebih sulit untuk tidur. Akibatnya, Mom lebih sering terkena insomnia hingga kelelahan pada tubuh.
Itulah ulasan terkait persiapan melahirkan di usia janin 7 bulan. Semakin dekat dengan masa persalinan, tubuh Mom akan mengalami banyak ketidaknyamanan. Hal ini normal saja terjadi. Namun, Mom tetap harus berkonsultasi untuk meredam ketidaknyamanan tersebut. Sehingga tubuh Mom menjadi bugar dan siap menghadapi masa persalinan yang semakin dekat.

Meta deskripsi:

read more →