Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Janin 3 Bulan Keguguran? Ini Penyebabnya

Janin 3 Bulan Keguguran? Ini Penyebabnya

Tri semester pertama adalah masa yang mendebarkan bagi calon Bunda. Bukan hanya karena mood Bunda yang kadang-kadang berubah buruk, tetapi usia kehamilan di trisemester pertama juga merupakan usia yang rawan keguguran. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan janin 3 bulan keguguran.
Janin 3 Bulan Keguguran
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/husband-supporting-comforting-upset-depressed-wife-infertility-sympathy-concept_1163-4754.jpg

Hal-Hal yang Menyebabkan Keguguran

Ada beragam penyebab yang membuat janin keguguran. Salah satunya adalah janin di dalam rahim Bunda tidak bisa berkembang. Namun demikian, penyebab utamanya sulit sekali ditentukan. Sebab, kadang-kadang faktor genetik juga amat mempengaruhi.

Secara medis, beberapa hal berikut yang biasanya menjadi penyebab umum Bunda mengalami keguguran:

  • Penyakit akut semacam penyakit karena kadar gula darah yang tinggi atau penyakit yang diakibatkan oleh kegagalan fungsi ginjal.
  • Penyakit terkait imun Bunda, atau bisa juga akibat infeksi virus berbahaya seperti rubella atau HIV.
  • Rahim lemah atau hal-hal yang menyebabkan rahim tidak cukup kuat.
  • Obat kimia yang Bunda konsumsi dengan alasan tertentu. Obat-obat semacam ini cukup banyak yang memiliki pengaruh besar terhadap kandungan. Oleh sebab itu, ada baiknya Bunda memperhatikan obat yang ingin Bunda minum. Pastikan obat tersebut diperbolehkan untuk dikonsumsi ibu hamil.
  • Faktor usia. Kadang-kadang faktor usia juga berpengaruh pada kondisi janin. Sebab, secara fisik, perempuan usia lebih dari 35 tahun lebih rentan mengalami keguguran dibandingkan dengan perempuan berusia di bawahnya.
  • Pernah keguguran. Faktor ini kadang-kadang juga menjadi penyebab keguguran ketika Bunda kembali mengandung. Itu sebabnya, jika sebelumnya Bunda pernah keguguran, sebaiknya Bunda lebih berhati-hati ketika Bunda hamil kembali.
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Jenis Keguguran

Jika janin 3 bulan keguguran, maka ada tiga jenis keguguran yang bisa terjadi. Dunia medis mengenal ketiganya dengan:

Abortus Terancam

Keguguran ini adalah jenis keguguran yang masih mungkin untuk diselamatkan. Biasanya, tanda yang muncul pada keguguran jenis ini adalah flek merah. Kadang-kadang flek ini keluar disertai dengan nyeri yang luar biasa. Nyeri tersebut terutama Bunda rasakan pada bagian perut bawah. Jika ini terjadi, satu-satunya hal yang perlu Bunda lakukan adalah beristirahat total.

Abortus Inkomplit

Keguguran jenis ini adalah keguguran yang diakibatkan oleh posisi janin yang sebagian menempat di luar rahim. Posisi ini mengakibatkan Bunda mengalami pendarahan hebat. Bunda juga akan merasakan nyeri tidak terkira ketika mengalami keguguran jenis ini. Bersama darah yang keluar, bisa jadi Bunda akan menemukan gumpalan seperti daging yang keluar dari jalan lahir.

Abortus Komplit

Sama dengan abortus inkomplit, keguguran jenis ini diakibatkan oleh posisi janin yang tidak menempat dengan tepat pada rahim Bunda. Jika pada abortus inkomplit, hanya sebagian saja yang menempat di luar rahim, pada abortus komplit seluruh badan janin menempat di luar rahim. Untuk mengetahui hal ini secara pasti, Bunda bisa melakukan USG. Setelah itu, barulah dilakukan penanganan lanjutan.

Janin 3 Bulan Apakah Sudah Bernyawa?

Bunda mungkin bertanya, apakah janin berusia 3 bulan sudah bernyawa atau belum? Jawabannya, belum. Memang, di usia tersebut, seluruh anggota tubuh janin sudah lengkap meski belum sempurna benar bentuknya. Tetapi, yang perlu digarisbawahi, ruh baru akan ditiupkan pada janin ketika usianya sudah masuk 4 bulan. Hal ini seperti yang juga dijelaskan dalam salah satu agama.
Itu mengapa, sebelum janin berusia 4 bulan, janin belum disebut sebagai seorang anak atau bayi. Sebaliknya, janin hanya sebatas janin saja. Ketika janin tersebut meninggal atau gugur, maka pengebumiannya tidak dilakukan sebagaimana pengebumian bayi. Hal ini tentu perlu menjadi catatan bagi Bunda.

Demikian, semoga ulasan tentang penyebab janin 3 bulan keguguran ini bisa bermanfaat untuk Bunda.
read more →

Bunda Ingin Tahu, Kondisi Janin 3 Bulan Bisa Apa? Berikut Jawabannya

Bunda Ingin Tahu, Kondisi Janin 3 Bulan Bisa Apa? Berikut Jawabannya

Bunda pernah mengelus perut sambil bertanya, janin 3 bulan bisa apa? Apakah sudah bisa mendengar? Sebesar apa pula ukuran janin tersebut? Jika iya, Bunda bisa mencari tahu jawaban pertanyaan itu dalam artikel ini. Bunda bisa membaca dan mengobati rasa ingin tahu Bunda hingga benar-benar tuntas.
Bunda Ingin Tahu, Kondisi Janin 3 Bulan Bisa Apa

Perkembangan Janin Usia 3 Bulan

Usia 3 bulan adalah usia janin di ujung trisemester pertama. Di usia ini, sudah banyak perkembangan dialami oleh janin. Bunda bahkan bisa merasakan pergerakan yang dilakukan oleh janin, namun amat samar. Pasalnya, janin masih berukuran cukup kecil.

Berapa ukuran janin saat menginjak usia 3 bulan? Rata-rata, ukuran janin yang berusia 3 bulan sekitar 7,4 cm dengan berat 23 gram. Ukuran ini sering diibaratkan dengan sekepal jeruk nipis oleh sebagian orang. Bertambah minggu, ukurannya akan semakin besar. Pergerakannya juga akan semakin kuat.

Lalu janin 3 bulan sebesar apa dan bagaimana bentuknya?

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

  • Janin sudah memiliki wajah. Mata, hidung, mulut, serta organ lain juga sudah terbentuk dengan baik.
  • Bakal gigi sudah tersusun permanen pada gusi.
  • Jari kaki dan jari tangan sudah sempurna. Kuku-kukunya juga sudah tumbuh.
  • Pada usia ini, jenis kelamin belum tampak. Sebab, organ pribadi tersebut belum terbentuk sempurna.
  • Tulangnya sudah terbentuk, lengkap dengan otot yang membuatnya bisa bergerak. Bunda pasti bisa merasakan gerakannya, terlebih jika kulit perut Bunda sangat tipis.

Hal yang Dapat Dilakukan oleh Janin Berusia 3 Bulan

Umumnya, janin berusia 3 bulan sudah bisa melakukan hal-hal kecil. Hal kecil yang dimaksud adalah menelan atau menghisap. Janin juga sudah mulai buang air. Meski begitu, janin belum bisa melihat atau mendengar.


Lalu, janin 3 bulan bisa apa? Yang pasti, aktivitas janin terus bertambah semakin dengan bertambahnya usia. Pada usia 3 bulan lebih satu minggu, janin mulai belajar bernapas. Satu minggu kemudian, janin sudah mulai menelan air ketuban. Air ketuban ini lantas dicerna dan dikeluarkan menjadi urin oleh si janin. Wajah janin juga sudah mulai bisa menunjukkan ekspresi tertentu.
Masuk usia kehamilan 15 minggu, janin sudah mulai bisa mendengar. Suara yang paling jelas bisa didengarkan oleh janin adalah suara detak jantung Bunda, juga suara yang dihasilkan dari sistem pencernaan Bunda. Saat ini, sebenarnya menjadi saat yang tepat untuk memperdengarkan suara yang bermanfaat bagi perkembangan jiwa si janin.

Hal lain yang bisa sudah bisa dilakukan oleh si janin pada usia 15 minggu adalah respon terhadap cahaya. Memang, katup mata janin masih tertutup. Namun, cahaya yang berasal dari luar tubuh Bunda sudah mampu membuatnya silau. Posisi matanya juga sudah berpindah meski belum sama seperti posisi mata ketika dia lahir kelak.

Di usia minggu ke-16, janin sudah mulai tegak. Janin juga semakin aktif bergerak. Posisi matanya sudah sama dengan posisi saat nanti dia lahir. Bobotnya sekitar 100 gram atau 1 ons. Seluruh bagian tubuhnya terus mengalami penyempurnaan. Dan selama itu pula, Bunda harus menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh Bunda. Sebab, nutrisi tersebut juga yang akan diterima oleh janin.
Bagaimana? Menarik bukan mengetahui perkembangan dan hal-hal yang bisa dilakukan oleh janin. Dan akhirnya, semoga seluruh ulasan di atas, bisa melegakan rasa penasaran bunda pada pertanyaan ‘janin 3 bulan bisa apa’. Selanjutnya, semoga Bunda dan janin selalu diberikan kesehatan. 
read more →

Persiapan Melahirkan di Usia Janin 7 Bulan

Persiapan Melahirkan di Usia Janin 7 Bulan

Usia janin 7 bulan merupakan masa trisemester terakhir selama kehamilan. Umumnya, sebagian ibu hamil akan mulai mengeluhkan sesak napas karena janin yang terus membesar. Mom juga semakin terganggu untuk menjalankan aktifitas karena pergerakan janin. Namun, kondisi ini perlahan akan teratasi. Terutama setelah janin berada pada posisi yang tepat untuk dilahirkan. Posisi siap lahir, yaitu posisi janin dengan kepala di bawah.

Lalu, bagaimana persiapan melahirkan di usia janin 7 bulan? Janin 7 bulan sebesar apa? Dan sudah seperti apa? Yuk, simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.
Persiapan Melahirkan di Usia Janin 7 Bulan
sumber:https://images.unsplash.com/photo-1528218635780-5952720c9729

Puncak Masa Kehamilan Janin

Pada trisemester terakhir, janin mengalami puncak perkembangan. Seluruh pertumbuhan dan perkembangan janin ada di masa pematangan. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi Mom juga harus diperkaya dengan asupan protein, vitamin, zat besi, asam folat dan kalsium.

Janin 7 bulan sebesar apa? Pada masa ini, bobot janin bisa mencapai satu kilogram dengan panjang tubuh keseluruhan sekitar 39 cm. Selain itu, kondisi janin berada pada saat paling aktif bergerak. Bahkan Mom bisa menyadari pola pergerakan janin. Terutama di waktu-waktu tertentu janin sangat aktif bergerak. Pergerakan janin ini juga menjadi salah satu indikator bahwa janin dalam keadaan sehat. Pergerakan janin memang agak mengganggu kondisi Mom. Namun, hal ini harus terjadi agar janin berada pada posisi siap lahir.

Janin 7 Bulan Seperti Apa, Bagaimana Keadaan Bunda?

Selama janin berusia 7 bulan maka Mom akan melalui masa kehamilan di minggu ke-29, 30, 31 dan 32. Setiap minggu tentu akan ada pencapaian perkembangan janin yang bisa menjadi acuan Mom. Pada usia janin tepat 29 minggu, kedua testikel bayi telah turun atau tampak. Kepala janin juga terlihat lebih besar karena otak yang semakin berkembang. Sementara tempurung kepala hingga tulang-tulang menjadi keras seiring kematangan otak, paru-paru dan otot.

Pada usia janin tepat 30 minggu, pertumbuhan bobot janin semakin berat sedangkan panjangnya melambat. Organ internal seperti paru-paru dan saluran pencernaan nyaris berkembang sempurna. Mata janin juga aktif menutup dan membuka. Terlebih lagi jika mendapat stimulasi cahaya. Janin juga sudah memiliki alis dan bulu mata.

Pada usia janin tepat 31 minggu, janin memiliki ukuran kepala yang sudah proporsional dengan ukuran badannya. Bahkan sumsum tulang belakang sudah mampu mengambul alih kinerja hati untuk memproduksi sel-sel darah merah. Selain itu, pergerakan janin juga mulai lebih stabil. Janin juga mampu mengeluarkan urine dari kantung kemihnya langsung.

Pada minggu terakhir usia janin 7 bulan, janin sudah berada di posisi siap lahir. Kulit janin setiap harinya semakin tahan air dan tampak mulus. Kemampuan otot janin untuk mengisap dan menelan juga mulai berkembang. Janin akan membawa jari jempolnya ke mulut untuk diisap. Mata janin juga sudah mampu terfokus pada satu objek tertentu.

Efek Perkembangan Janin bagi Mom

Efek dari perkembangan janin di usia 7 bulan yang paling utama, yaitu Mom sering mengalami sesak napas dan kram. Sesak napas diakibatkan oleh rahim yang menekan dan bertambahnya bobot janin. Sedangkan kram biasa muncul di malam hari akibat aktivitas Mom seharian. Umumnya, Mom akan lebih sulit untuk tidur. Akibatnya, Mom lebih sering terkena insomnia hingga kelelahan pada tubuh.
Itulah ulasan terkait persiapan melahirkan di usia janin 7 bulan. Semakin dekat dengan masa persalinan, tubuh Mom akan mengalami banyak ketidaknyamanan. Hal ini normal saja terjadi. Namun, Mom tetap harus berkonsultasi untuk meredam ketidaknyamanan tersebut. Sehingga tubuh Mom menjadi bugar dan siap menghadapi masa persalinan yang semakin dekat.

Meta deskripsi:

read more →

Fakta Kehamilan di Usia Janin 38 Minggu

Fakta Kehamilan di Usia Janin 38 Minggu

Mom, pada janin berusia 38 minggu berarti janin sudah memasuki tahap pematangan otot-otot tubuh. Pada usia ini, umumnya tubuh janin sudah mencapai panjang sekitar 45 cm dari kepala hingga kaki. Bahkan bobot tubuhnya sampai 3,2 kilogram. Itupun masih akan terus bertambah hingga masa melahirkan. Kehamilan dengan janin berusia 38 minggu juga menjadi salah satu fase paling menarik dalam perkembangan janin.
Fakta Kehamilan di Usia Janin 38 Minggu
sumber:https://images.unsplash.com/photo-1494564930640-264a970b5241

Lalu, apa saja fakta kehamilan di usia janin 38 minggu? Kira-kira sebesar apa janin tersebut? Yuk, simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Janin 38 Minggu Sebesar Apa?

Masa 38 minggu merupakan trisemester terakhir dari kehamilan. Pada masa ini, Mom akan mulai merasakan debaran momen persalinan. Bahkan ikut tersugesti dengan adanya gejala-gejala persalinan. Pada minggu ini janin memang sudah bisa dilahirkan. Walaupun kinerja paru-parunya belum cukup sempurna, janin sudah mampu bertahan hidup di luar rahim ibu. Namun, masih dibutuhkan perhatian khusus karena bayi membutuhkan waktu agar mampu bernapas secara normal.

Lantas janin 38 minggu sebesar apa? Ukuran janin di usia 38 minggu diperkirakan seperti seikat daun bawang yang cukup besar. Pada masa ini, perkembangan janin sudah selesai. Meskipun masih perlu sedikit penyempurnaan terkait fungsinya dalam bekerja agar benar-benar siap saat dilahirkan. Mom tentu akan semakin merasakan bobot kandungan yang lebih berat. Hal tersebut karena organ-organ baik dalam maupun luar sudah lengkap. Bahkan janin sudah mempunyai kuku tahap akhir.

Perkembangan Hingga Feses Pertama

Di masa kehamilan 38 minggu, organ internal janin sudah semakin matang. Misalnya pada paru-paru yang sudah memproduksi surfactant. Surfactant berfungsi menjaga kantung udara pada paru-paru supaya tidak menempel antara satu dengan lainnya. Terutama ketika mulai digunakan untuk bernapas saat lahir.

Pada saat ini juga mulut janin telah memiliki otot yang mampu bekerja. Meskipun masih dalam mekanisme yang sederhana seperti mengisap dan menelan. Umumnya, janin akan mengisap jari jempolnya sekaligus ikut menelan cairan ketuban. Akibatnya, pencernaan janin mulai kemasukan zat yang mestimulus terciptanya mekonium. Mekonium sering dikenal sebagai feses pertama janin.
Selain itu, janin sudah peka terhadap sentuhan dan cahaya. Maka, jangan heran ya Mom ketika perut disentuh janin akan merespon. Bahkan janin semakin hebat dalam mendegarkan. Oleh sebab itu, banyak dokter yang menyarankan agar Mom sering mengajak janin untuk berbicara atau bernyanyi. Komunikasi yang dilakukan Mom bisa menghadirkan kedekatan eksklusif antara ibu dan janin hingga terlahir nantinya.

Kondisi Mom Saat Janin 38 Minggu

Kondisi Mom saat janin berusia 38 minggu akan diwarnai dengan beberapa gejala yang menarik. Mulai dari kontraksi palsu hingga kaki membengkak. Pada masa ini, sebaiknya Mom sering berbincang dengan pasangan terkait proses kelahiran. Jangan sampai Mom mengalami kekhawatiran dan ketakutannya sendiri. Terlebih dalam menghadapi gejala-gejala persalinan.

Pertama, Mom mungin mulai merasa semakin sulit tidur di malam hari. Hal ini bisa diatasi dengan sebanyak mungkin beristirahat di siang hari. Mom bisa menambahkan ganjalan pada kaki agar lebih nyaman dan mengurangi kaki yang membengkak. Kedua, Mom akan sering mengeluarkan lendir. Lendir disebabkan oleh terbukanya sumbat lendir yang menutupi rahim. Ini adalah tanda kehamilan segera berakhir.

Itulah ulasan terkait fakta kehamilan di usia janin 38 minggu. Jika Mom sudah memiliki anak pertama maka Mom perlu mempersiapkannya sebagai seorang kakak. Mom bisa lebih intensif memperkenalkan calon adiknya. Misalnya, si adik akan segera lahir maka kakak akan mempunyai teman baru untuk diajak bermain. Selain itu, si kakak juga bisa diajak mempersiapkan persalinan dengan meminta bantuannya membereskan keperluan janin.

read more →

Menjaga Kehamilan di Usia Janin 13 Minggu

Menjaga Kehamilan di Usia Janin 13 Minggu

Mom, di awal trisemester kedua atau usia janin 13 minggu, Mom harus sangat memperhatikan perkembangan janin. Pasalnya, pada masa kehamilan ini, Mom sudah memasuki babak baru kehamilan. Babak awal janin sudah memiliki nyawa yang ditandai dengan bunyi detak jantung. Mom mungkin akan mulai sering berkunjung ke ruang ultrasound setiap bulannya. Bahkan Mom bisa rela menunggu antrian giliran bersama ibu hamil lainnya.
Menjaga Kehamilan di Usia Janin 13 Minggu
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/sonogram-image-baby_23-2147698744.jpg

Lalu, bagaimana menjaga kehamilan di usia janin 13 minggu? Janin 13 minggu sebesar apa? Yuk, simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Memperhatikan Asupan Makanan untuk Si Lemon

Mom sering melihat buah lemon? Kira-kira sebesar itulah janin di usia 13 minggu. Panjang janin diperkirakan mencapai 2,9 inchi dengan bobot 0,81 ons. Bagian kepala janin mempunyai porsi 1/3 dari seluruh panjang janin. Hal ini wajar terjadi karena pertumbuhan janin sedang berada pada tahap pembentukan otak.
Pada awal trisemester kedua ini berarti trisemester pertama yang penuh rasa mual dan muntah sudah berakhir. Hal tersebut juga berarti, tubuh Mom telah beradaptasi dengan kehadiran janin. Oleh sebab itu, Mom harus mulai memperhatikan asupan makanan setiap hari. Sehingga tubuh Mom yang kekurangan nutrisi di trisemester pertama bisa diatasi sekaligus memberikan nutrisi baru yang dibutuhkan janin.

Mengatasi Gejala Baru

Mengawali trisemester baru tentu tahapan gejala baru masa kehamilan ikut muncul. Jika trisemester pertama Mom banyak merasa mual dan muntah maka trisemester kedua Mom akan mengahadapi gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini disebut dengan konstipasi. Umumnya, Mom mulai merasakan sulit untuk buang air. Hal tersebut karena adanya hormon progresteron yang dihasilkan oleh plasenta.

Mom, bisa mengatasi gejala pencernaan ini dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kadar serat tinggi. Misalnya, sereal, gandum, buah atau biji-bijian. Sebaiknya, gejala baru ini diatasi dengan cara alami dengan makanan bernutrisi dan berolahraga agar janin tetap aman dan terjaga.

Selain itu, Mom bisa menambah jadwal makan karena rasa lapar akan sering terjadi. Bahkan menurut penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengandung anak laki-laki akan membutuhkan makanan lebih banyak. Meskipun demikian, Mom tetap harus menjaga gula darah supaya tetap pada kondisi stabil selama masa kehamilan. Kenaikan gula darah bisa mempengaruhi kondisi tubuh ibu hamil termasuk janin dalam kandungannya.

Janin 13 Minggu Apa Sudah Bergerak?

Pada usia janin 13 minggu, ternyata Mom sudah dapat mengetahui jenis kelamin janin. Jenis kelamin janin bisa dilihat menggunakan serangkaian pemeriksaan di ruang ultrasound. Walaupun sudah terlihat, Mom sebaiknya tetap sabar menanti karena dokter tetap akan menyarankan untuk menunggu kepastian jenis kelamin saat usia janin 18 atau 22 minggu. Hal ini sangat wajar terjadi, apalagi pada usia janin 13 minggu merupakan masa janin tumbuh dengan pesat.

Pada usia 13 minggu ini, janin juga sudah mulai bergerak. Hanya saja karena masih berukuran kecil, maka Mom belum bisa merasakan gerakannya. Mom baru bisa merasakan gerakan si janin biasanya nanti pada usia 18 sampai 20 minggu.

Mom, juga perlu tahu bahwa pada usia 13 minggu janin sedang membentuk pita suara. Pita suara ini akan digunakan pertama kali untuk menangis saat kelahirannya. Selain itu, masa kehamilan ini menjadi tahap penting dalam pembentukan otak, otot dan syaraf. Oleh sebab itu, perhatikan dengan benar makanan yang dikonsumsi ya Mom. Jangan sampai perkembangan janin tidak optimal karena salah asupan gizi.

Itulah ulasan terkait menjaga kehamilan di usia janin 13 minggu. Mom boleh berkonsultasi ke dokter sesering mungkin. Terutama terkait nutrisi dari pola makan hingga kondisi perkembangan janin. Mom juga harus mulai membangun komunikasi intensif dengan pasangan. Terlebih setelah melalui trisemester pertama yang cukup menyita perhatian.

read more →

Nutrisi yang Diperlukan untuk Perkembangan Bayi 7 Bulan dalam Kandungan

Nutrisi yang Diperlukan untuk Perkembangan Bayi 7 Bulan dalam Kandungan

Usia kehamilan 7 bulan menjadi saat yang dinantikan para ibu hamil untuk mempersiapkan segala kebutuhan saat kelahiran bayi. Meskipun begitu, Bunda tidak boleh abai terhadap nutrisi yang Bunda konsumsi agar perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan tetap sehat hingga masa persalinan datang. Di usia 7 bulan, nutrisi yang dikonsumsi tengah berada dalam puncaknya untuk mendukung perkembangan bayi dalam kandungan.
Usia kehamilan 7 bulan menjadi saat yang dinantikan para ibu hamil untuk mempersiapkan segala kebutuhan saat kelahiran bayi.
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-having-fetal-monitoring-by-doctor_53876-14759.jpg

Perkembangan Bayi 7 Bulan di Dalam Kandungan

Di usia 7 bulan kehamilan berat janin sudah mencapai lebih dari 1 kg dengan panjang sekitar 39 cm. Meskipun beberapa bayi ada yang sudah dilahirkan di usia 7 bulan kehamilan, paru-paru bayi belum sepenuhnya berkembang maksimal, sehingga diperlukan obat untuk pematangan paru-paru dan menjaga suhu bayi bayi seperti dalam kandungan.

Usia 7 bulan juga bayi sudah mengalami banyak kemajuan perkembangan. Sel-sel otak janin sudah berkembang dan otot mata bayi sudah berkembang sehingga bayi mampu berkedip bahkan menangis.
Bayi juga sudah mulai memposisikan dirinya menuju ke perut bagian bawah. Meski bayi terus berputar untuk mencari posisi terbaiknya, Bunda tidak perlu memijat perut untuk memperbaiki posisi janin agar tidak terjadi cedera pada bayi.

Nutrisi untuk Perkembangan Bayi 7 Bulan dalam Kandungan

Nutrisi yang Bunda konsumsi memiliki peranan penting dalam perkembangan janin yang dikandung. Selain itu, nutrisi kehamilan juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak setelah anak dilahirkan. Agar janin yang dikandung sehat hingga dewasa kelak, Bunda perlu mengonsumsi beberapa nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan janin 7 bulan.

Konsumsi makanan untuk ibu hamil bukanlah dalam porsi yang besar, tetapi seberapa besar kandungan nutrisi yang terkandung dalam makanan. Bunda bisa memaksimalkan penyerapan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang. Jika dirasa masih kurang, Bunda bisa menambahnya dengan mengonsumsi suplemen yang diberikan oleh bidan ataupun dokter kandungan.

Kalsium

Kalsium menjadi mineral yang cukup penting di awal trimester III. Selain bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, otot, gigi, dan saraf bayi, kalsium juga memegang peranan penting untuk pembekuan darah dan pengaturan tekanan darah Bunda. Bunda bisa menemukan kandungan kalsium pada produk olahan susu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran yang berwarna hijau.
Magnesium

Selain kalsium, magnesium merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Magnesium juga bermanfaat untuk mengatur keseimbangan gula darah dan tekana darah, sehingga Bunda terbebas dari beragam risiko berbahaya, seperti pre eklampsia dan diabetes gestasional. Kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran berdaun hijau gelap menjadi pilihan makanan yang banyak mengandung magnesium.

Omega 3

Omega 3 menjadi nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan sel-sel otak janin. Selain diperlukan oleh ibu hamil, omega 3 juga diperlukan oleh ibu menyusui untuk mendukung perkembangan otak, saraf pusat, dan mata bayi. Omega 3 paling banyak ditemukan pada beberapa jenis ikan. Bagi ibu hamil yang alergi atau tidak selera dalam mengonsumsi ikan, bisa menggantinya dengan suplementasi omega 3 yang banyak ditemukan pada produk susu hamil dan vitamin otak janin.

Omega 3 menjadi nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan sel-sel otak janin. Selain diperlukan oleh ibu hamil, omega 3 juga diperlukan oleh ibu

Janin juga membutuhkan kolin untuk perkembangan sel selaput, impuls saraf, dan otak. Beberapa makanan yang kaya kolin bisa Bunda konsumsi seperi kacang merah, telur, ikan salmon, gandum, daging ayam, dan hati sapi.

Agar perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan dapat optimal dan sehat hingga bayi dewasa kelak, Bunda membutuhkan beragam nutrisi yang dikonsumsi selama kehamilan trimester III. Hal ini untuk mencegah janin kekurangan nutrisi yang berimbas pada tumbuh kembangnya setelah dilahirkan. Semoga informasi di atas bermanfaat.
read more →

Kondisi Perkembangan Bayi 7 Bulan dalam Kandungan yang Harus Bunda Tahu

Kondisi Perkembangan Bayi 7 Bulan dalam Kandungan yang Harus Bunda Tahu


Memasuki trimester ketiga kehamilan, ada beberapa perubahan perkembangan bayi dalam kandungan yang akan membuat Bunda terkesan. Selain ukuran perut Bunda yang semakin membesar, ada beberapa perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan yang perlu Bunda ketahui. Apa saja perkembangannya? Simak ulasan berikut.
Perkembangan Bayi 7 Bulan dalam Kandungan yang Harus Bunda Tahu
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-showing-fetus-ultrasound-photo_53876-14756.jpg


Perkembangan Bayi 7 Bulan di dalam Kandungan

Mulai usia 7 bulan, Bunda harus sering mengecek kondisi kesehatan Bunda dan janin yang dikandung. Jika sebelumnya Bunda hanya perlu melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan selama satu bulan sekali, di usia 7 bulan ini Bunda dianjurkan untuk memeriksakan kehamilan dua kali dalam satu bulan.
Dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin diharapkan Bunda sudah lebih siap menghadapi persalinan dengan lebih nyaman. Selain itu, Bunda juga akan mengetahui lebih detil mengenai perkembangan janin 7 bulan dalam kandungan yang mengalami perubahan signifikan.

Berat Badan Janin Bertambah Pesat

Di usia kehamilan 7 bulan, berat badan janin mulai berkembang pesat. Janin memiliki berat sekitar 900 gram hingga 1800 gram dengan panjang tubuh 39 cm. Perkembangan janin yang semakin besar inilah yang akan membuat Bunda mengalami sesak ataupun sulit tidur. Salah satu mengatasinya adalah dengan memakai pakaian yang longgar dan hindari tidur dengan posisi terlentang.
Kondisi Perkembangan Bayi 7 Bulan dalam Kandungan yang Harus Bunda Tahu
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/side-view-beautiful-pregnant-woman-sitting-chair_85574-11528.jpg

Janin Bisa Menangis

Perkembangan indera penglihatan janin semakin berkembang. Janin sudah bisa berkedip dan menggerakkan kedua bola matanya ke kanan ataupun ke kiri. Selain itu, mata janin juga sudah bisa mengeluarkan air mata. Air mata pada janin ini berfungsi untuk membersihkan mata janin di dalam kandungan.

Sel Otak Semakin Berkembang

Sel-sel otak janin semakin berkembang yang ditandai dengan mengkerutnya bagian otak janin. Setelah proses tersebut selesai akan lahir lapisan lemak yang menjadi tahap perkembang otak janin semakin lebih sempurna.

Kulit Janin Semakin Mulus

Semakin berkembangnya usia janin dalam kandungan membuat lapisan lemaknya semakin bertambah. Hal ini membuat kulit janin menjadi tidak keriput lagi dan mulai rontoknya bulu lanugo yang tumbuh di seluruh tubuh janin. Meskipun begitu, beberapa bayi juga masih memiliki bulu lanugo setelah dilahirkan.

Paru-Paru Semakin Sempurna

Paru-paru janin mulai berkembang di usia 7 bulan kehamilan. Meskipun begitu, kondisi paru-paru janin masih belum kuat untuk bisa bernapas di luar tubuh Bunda hingga usia kehamilan 36 minggu. Di usia 7 bulan ini, janin sudah mulai berlatih bernapas dengan menghirup cairan ketuban untuk melatih otot-otot pernapasan agar semakin kuat hingga janin siap dilahirkan di dunia.

Posisi Kepala Janin Bersiap di Perut Bawah

Di usia 7 bulan kehamilan, janin sudah mulai memposisikan kepalanya berada di perut bawah Bunda. Meskipun begitu, kepala janin masih bisa berputar-putar untuk menuju ke jalan lahir. Kondisi ini tidak perlu Bunda khawatirkan, Bunda bisa memeriksakan kehamilan secara rutin ke tenaga kesehatan. Selain itu, Bunda juga bisa melakukan senam hamil ataupun yoga prenatal dan hindari melakukan pijat di sekitar area perut untuk menghindari cedera pada janin Bunda.

Janin Bisa Bermimpi

Usia 7 bulan kehamilan, janin sudah memiliki siklus tidur yang lebih teratur. Hal ini bisa ditandai dengan tidak aktifnya gerakan janin karena janin sedang tertidur. Selain itu, ternyata janin sudah bisa bermimpi bahkan tersenyum ketika janin tertidur.
Nah, itulah beberapa perkembangan bayi 7 bulan dalam kandungan. Dengan memeriksakan kehamilan secara rutin akan membantu Bunda mengetahui perkembangan janin secara lebih jelas. Selain itu, Bunda tetap perlu menjaga nutrisi dan mengontrol aktivitas Bunda untuk mempersiapakan kelahiran buah hati Bunda.
read more →

Bunda, Inilah Kondisi Perkembangan Bayi 5 Bulan dalam Kandungan

Bunda, Inilah Kondisi Perkembangan Bayi 5 Bulan dalam Kandungan

Kehamilan usia 5 bulan menjadi perkembangan signifikan yang akan Bunda rasakan. Selain tidak akan mengalami morning sickness, di kehamilan 5 bulan ini Bunda akan merasakan perkembangan mengejutkan dari janin yang dikandung. Apa sajakah perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan? Simak ulasan berikut.
Kehamilan usia 5 bulan menjadi perkembangan signifikan yang akan Bunda rasakan. Selain tidak akan mengalami morning sickness, di kehamilan 5 bulan ini Bunda akan merasakan perkembangan mengejutkan dari janin yang dikandung. Apa sajakah perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan? Simak ulasan berikut.
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/front-view-pregnant-woman-looking-away_23-2148252549.jpg

Perkembangan Bayi 5 Bulan di Dalam Perut

Di trimester 2 ini akan banyak hal yang dirasakan dari kehamilan Bunda. Terlebih bagi Bunda yang baru mengalami kehamilan yang pertama kalinya. Beberapa perubahan menakjubkan akan Bunda rasakan saat memasuki minggu ke-21 hingga minggu ke-24 kehamilan.

  • Janin Mulai Bergerak Aktif


Meskipun pergerakan janin sudah mulai terasa ketika memasuki usia kehamilan 4 bulan, beberapa ibu hamil justru baru merasakan pergerakan janin di usia 5 bulan kehamilan. Selain itu, pergerakan janin usia 5 bulan tidak hanya berupa gerakan halus, cegukan, ataupun sekedar merasakan denyut jantung saja. Pergerakan janin 5 bulan dalam kandungan akan terasa lebih kuat, bahkan Bunda bisa merasakan sikutan ataupun tendangan dari bayi dalam kandungan.

  • Jenis Kelamin Bayi Mulai Terlihat


Pada pemeriksaan ultrasonografi, dokter kandungan Anda sudah bisa melihat bentuk janin dengan lebih sempurna dan alat kelamin bayi sudah mulai terbentuk. Hal ini tentu saja menjadi kabar gembira karena Bunda sudah bisa mempersiapkan beberapa perlengkapan bayi yang sesuai dengan jenis kelamin bayi.

  • Janin Sudah Bisa Mendengar


Organ janin sudah berkembang dengan baik. Begitu pula dengan indera pendengaran janin. Di usia 5 bulan kehamilan, janin sudah bisa mendengar beragam suara dari luar rahim. Sehingga penting bagi Bunda untuk mulai menstimulasi perkembangan janin. Hal ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa bayi kelak ketika sudah dilahirkan. Bunda bisa mengajak janin mengobrol, membacakan beragam kisah dari buka, mendendangkan lagu, hingga melantunkan ayat suci al quran.

  • Janin Mulai Sensitif Terhadap Rangsangan Cahaya


Selain Bunda bisa menstimulasi indera pendengaran janin, Bunda juga sudah bisa menstimulasi rangsangan cahaya sejak dalam kandungan. Stimulasi ini bisa Bunda berikan jika gerakan janin dalam perut mulai berkurang ataupun Bunda ingin mengetahui respon janin terhadap rangsangan cahaya. Caranya adalah dengan menggunakan lampu senter dan arahkan ke perut Bunda. Biasanya janin akan merespon dengan cara menendang ataupun meninju perut Bunda.

  • Tumbuhnya Rambut dan Alis Janin

Selain berkembangnya organ janin, di usia 5 bulan kehamilan akan mulai tumbuh rambut dan alis janin. Tumbuhnya rambut dan alis janin merupakan rambut-rambut sementara yang akan rontok setelah 2 minggu kelahiran bayi untuk digantikan dengan rambut permanen.
Beberapa mitos yang beredar di masyarakat banyak yang menyebutkan bahwa perut ibu hamil yang gatal merupakan akibat dari tumbuhnya rambut pada janin. Beberapa masyarakat juga meyakini bahwa perut gatal saat hamil nantinya akan melahirkan bayi dengan rambut yang lebat. Anggapan seperti ini tentu saja tidak sepenuhnya benar. Perut ibu hamil yang gatal disebabkan oleh peregangan perut karena melebarnya janin dan bisa dianjurkan tidak untuk digaruk untuk menccegah parut pada kulit perut.

  • Janin Mengisap Jempol

Bunda, Inilah Perkembangan Bayi 5 Bulan dalam Kandungan
sumber:https://image.freepik.com/free-vector/little-baby-curl-up_1308-19142.jpg
Salah satu respon naluriah janin dalam perut untuk mengatasi kecemasannya adalah mengisap jempol. Respon ini bisa terlihat ketika Bunda melakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk mengetahui kondisi janin secara lebih jelas.
Nah, itulah beberapa perkembangan bayi 5 bulan dalam kandungan. Meskipun Bunda sudah mulai merasakan kenyamanan dengan kehamilan, Bunda harus tetap menjaga asupan nutrisi dan memberikan stimulasi pada bayi. Semoga informasi di atas bermanfaat.


read more →

Simak Perkembangan Janin 38 Minggu dan Potensi Kontraksinya

Simak Perkembangan Janin 38 Minggu dan Potensi Kontraksinya

Ketika buah hati dalam kandungan memasuki usia janin 38 minggu, orang tua biasanya mulai was-was, terutama sang Ibu. Sebab, periode ini sudah sangat dekat dengan prakiraan kelahiran. Seperti apa skema perkembangan dari janin berusia 38 minggu tersebut? Lantas, bagaimana dengan kemungkinan kontraksi yang dialami dan persiapan-persiapan yang harus dilakukan?
Simak Perkembangan Janin 38 Minggu dan Potensi Kontraksinya
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-with-back-pain_53876-26156.jpg

Kondisi Fisik dan Perkembangan Lain Janin Usia 38 Minggu

Memasuki minggu ke-38 kehamilan, janin sudah memiliki fisik yang sempurna. Dari sini, dengan metode USG, dapat tampak dengan jelas kelengkapan fisik buah hati Anda. Terutama organ-organ seperti kepala, telinga, mata, hidung, mulut, tangan, badan, kaki, dan alat kelamin. USG dilakukan juga sekaligus bertujuan untuk mendeteksi kelainan fisik sebelum kelahiran.

Namun, untuk perkembangan organ dalamnya masih belum sempurna. Terutama bagian paru-paru dan otak yang masih dalam proses penyempurnaan. Organ-organ dalam tersebut bisa dibilang dalam tahap belajar untuk berfungsi sendiri saat bayi lahir nanti. Sebagaimana paru-paru agar bisa bernapas sendiri dan otaknya dapat menerima rangsangan berupa cahaya saat lahir.

Namun, janin 38 minggu sudah mulai memproduksi mekominium atau yang dikenal dengan feses pertama bayi. Kemampuan ini didapat melalui otot mulut yang sudah cukup kuat untuk menelan air ketuban dari Ibu. Sel-sel yang mati juga nantinya akan dikeluarkan melalui mekominium tersebut supaya tidak berubah menjadi zat beracun.

Gejala Gejala yang Dialami Ibu Saat Usia Janin 38 Minggu

Minggu ke-38 termasuk pada trimester akhir kehamilan, di mana merupakan fase yang tidak kalah riskan dibanding trimester pertama. Pada periode ini, akan muncul beberapa gejala yang terjadi pada ibu si jabang bayi. Penting untuk benar-benar memerhatikan gejala-gejala berikut guna menghindari kemungkinan terjadi insiden yang tidak diinginkan :

Kaki Ibu Membengkak

Kaki bengkak merupakan hal yang wajar terjadi pada ibu mendekati waktu persalinan. Hal itu dipicu oleh meningkatnya volume darah yang mengakibatkan cairan dalam tubuh turut meningkat drastis. Cairan itu kemudian mengendap di bagian bawah, tepatnya kaki, sehingga menyebabkannya membengkak. Masalah ini dapat diatasi dengan rajin berjalan-jalan terutama di pagi hari.

Braxton Hicks atau Kontraksi Palsu

Pertanyaan yang umum diajukan perihal wajar tidaknya janin 38 minggu belum ada kontraksi, maka jawabannya adalah tidak wajar. Sebab, memasuki usia kandungan tersebut, ibu pasti mengalami gejala kontraksi palsu atau braxton hicks. Perut akan terasa nyeri namun hilang ketika Anda berganti posisi. Kontraksi ini menunjukkan beberapa hal penting :
Bayi bergerak aktif dalam kandungan sehingga dinding perut bereaksi, dengan kata lain janin dalam kandungan baik-baik saja.

Tubuh mulai berlatih untuk kontraksi sungguhan saat proses persalinan nanti.

Jadi, bila Anda bahkan tidak mengalami kontraksi palsu, maka harus lekas diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah kondisi janin baik-baik saja.

Keputihan Berlebih dan Perut Gatal

Semakin mendekati waktu melahirkan, serviks atau leher rahim akan mengeluarkan cairan kental berwarna putih cukup banyak. Tandanya, terjadi proses pembukaan jalur untuk melahirkan. Hal itu wajar dan tidak perlu mengonsumsi atau mengambil tindakan apa pun. Dengan catatan, cairan yang dikeluarkan tidak berwarna kemerahan atau kehitaman.
Selain keputihan berlebih, Anda juga mungkin akan mengalami rasa gatal di usia kehamilan 38 minggu. Khususnya di bagian perut. Anda bisa mengurangi rasa gatal itu dengan banyak minum air putih dan menggunakan krim pelembab. Selama tidak berubah menjadi ruam, tidak perlu berkonsultasi dengan dokter.
Simak Perkembangan Janin 38 Minggu dan Potensi Kontraksinya
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-having-fetal-monitoring-by-doctor_53876-14759.jpg

Dapat disimpulkan bahwa pada janin 38 minggu perkembangan fisik dan organ dalamnya sudah mendekati sempurna. Mengingat waktu persalinan pun semakin dekat. Selain itu, terjadi pula beberapa gejala pada Ibu yang harus diperhatikan dan beberapa mungkin memerlukan penanganan.

Meta Deskripsi : Janin 38 minggu memasuki fase pertumbuhan organ yang sempurna dan bila janin 38 minggu belum ada kontraksi tergolong tidak wajar.
Gambar:
https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-having-fetal-monitoring-by-doctor_53876-14759.jpg
https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-with-back-pain_53876-26156.jpg



read more →

Ketahui Penyebab Kondisi Janin 6 Bulan Jarang Bergerak

Ketahui Penyebab Kondisi Janin 6 Bulan Jarang Bergerak

Pada kehamilan trimester kedua tepatnya setelah usia kehamilan 14 minggu, bunda biasanya sudah mulai bisa merasakan pergerakan janin secara nyata. Pada janin 6 bulan, malahan pergerakan itu juga bisa terlihat sampai ke permukaan perut. Adalah wajar ketika janin 6 bulan gerak terus karena usia kehamilan tersebut sudah mulai memasuki akhir trimester kedua. Artinya, janin di dalam perut sedang bersiap-siap untuk keluar.
Ketahui Penyebab Kondisi Janin 6 Bulan Jarang Bergerak
sumber: https://image.freepik.com/free-vector/pregnancy-ultrasound-screening-retro-cartoon-illustration_1284-16432.jpg

Namun, ada kalanya kasus yang terjadi seperti halnya janin 6 bulan jarang bergerak. Biasanya, hal tersebut dikarenakan janin sedang dalam kondisi tertidur atau beristirahat. Makanya, pergerakannya menjadi kurang aktif. Seiring berjalannya waktu, bunda pasti mulai bisa membedakan terkait keaktifan maupun kepasifan pergerakan janin. Tapi, bunda juga harus waspada akan pergerakan janin yang semakin pasif.
Ketahui Penyebab Kondisi Janin 6 Bulan Jarang Bergerak 2
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/plush-toy-sonogram-image_23-2147698740.jpg
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Karena bisa jadi, gerakan janin yang kurang aktif tersebut diakibatkan oleh beberapa sebab berikut ini.

Penyebab Janin 6 Bulan Jarang Bergerak

Ada beberapa penyebab yang harus bunda perhatikan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena bisa jadi janin 6 bulan jarang bergerak adalah pertanda kehamilan bunda berada di taraf fatal.

Terjadi gangguan

Salah satu sebab yang menjadikan janin 6 bulan mengalami pergerakan yang jarang ialah terjadi gangguan pada pertumbuhan janin atau pada plasenta. Nah, bunda bisa mengonsultasikan hal ini kepada dokter yang menangani bunda selama masa kehamilan. Jangan biarkan berlarut-larut jika pergerakan janin yang jarang ini terjadi secara terus-menerus.

Bunda kelelahan

Saat sudah hamil tua, bunda hendaknya memperbanyak istirahat, tidur yang cukup, serta memperbanyak asupan nutrisi untuk si buah hati. Banyak minum air putih juga, karena jika bunda mengalami dehidrasi dan mengalami kurang cairan dalam tubuh, hal itu akan berdampak pada janin.

Bayi Mengalami Stres

Selama masa kehamilan, seorang ibu hendaknya memang mengurangi beban pikiran karena itu juga akan berdampak pada si caalon buah hati. Jadi, ketika bunda merasa stres, bisa jadi si janin juga akan merasakannya. Nah, hal itu sebaiknya bunda hindari untuk kesehatan si janin.

Prematur

Normalnya, janin 6 bulan gerak terus karena memangusia kehamilan sudah memasuki hampir trimester ketiga kehamilan. Tapi bisa jadi, pergerakan janin yang mulai jarang adalah penyebab dari janin yang prematur. Namun sebelum bunda menyimpulkan hal itu benar atau salah, ada baiknya bunda mengonsultasikannya pada dokter yang menangani bunda.

Kematian Janin

Salah satu bagian terburuk dari kepasifan pergerakan janin adalah risiko mengalami kematian sebelum persalinan. Namun, bunda jangan panik dulu dan langsung menduga akan hal tersebut. Karena ada baiknya bunda memeriksakan kehamilan tersebut secara rutin untuk mengetahui perkembangan janin.

Keguguran

Kemungkinan bunda mengalami keguguran juga sangat banyak. Jadi, tidak hanya disebabkan oleh pergerakan janin yang semakin jarang saja. Dalam hal ini, bunda harus tahu dulu kondisi kesehatan diri bunda sendiri dan si janin. Ada baiknya saat masa kehamilan bunda selalu rutin cek kehamilan pada dokter maupun rumah sakit terdekat.

Adapun usia kehamilan yang semakin mendekati masa persalnan ialah kondisi yang rawan untuk ibu hami. Maka sebaiknya pada masa kehamilan ini bunda jangan terlalu terbebani oleh banyak kegiatan yang menghabiskan energi.

Itu dia sedikit informasi terkait penyebab janin 6 bulan jarang gerak. Karena normalnya yang sering kita ketahui ialah janin 6 bulan bergerak terus. Sebenarnya, kadang hal tersebut wajar karena saat itu janin mungkin sedang tidur atau beristirahat. Tapi perhatikan juga ketika janin 6 bulan mulai pasif bergerak tidak seperti biasanya. Periksakan hal tersebut ke dokter yang menangani bunda sebelum terlambat.
Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu



read more →

Tips Mengetahui Kondisi Kesehatan Janin 6 Bulan Berat Normal

Tips Mengetahui Kondisi Kesehatan Janin 6 Bulan Berat Normal

Ketika memasuki masa kehamilan pada trimester kedua terakhir, atau saat usia janin 6 bulan 2 minggu, biasanya banyak pertanyaan yang timbul dari para Bunda baru. Seperti halnya posisi tidur yang tepat untuk janin 6 bulan beberapa minggu, ataupun berapa berat normal janin pada saat itu. Namun untuk mengetahui janin 6 bulan berat normal harus diketahui dulu per minggunya.
sumber:https://images.unsplash.com/photo-1566780659476-4edea50d785a

Tapi, Bunda harus bisa membedakan antara usia janin dan usia kehamilan, ya! Karena usia kehamilan dimulai dari HPHT, sedangkan usia janin dihitung dari konsepsi. Jadi, antara usia kehamilan dengan usia janin ada selisih sekitar 2 minggu. Jika usia kehamilan janin 6 bulan beberapa minggu, kemungkinan usia janin berada pada kisaran 22-26 minggu. Lantas, bagaimana rincian hitungan janin 6 bulan berat normal?

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Cara Mengetahui Berat Normal Janin Saat Usia 6 Bulan

Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan ialah melakukan konsultasi langsung terhadap dokter yang menangani Bunda. Biasanya, dokter juga akan memberikan buku catatan kehamilan untuk Bunda supaya bisa mengetahui perkembangan janin dari awal kehamilan sampai melahirkan. Berikut sedikit informasi yang bisa dirincikan saat usia janin 6 bulan 2 minggu.

  • Usia 25 minggu, berat janin 660 gram dan panjangnya 35 cm.
  • Usia 26 minggu, berat janin 760 gram dan panjangnya 36 cm.
  • Usia 27 minggu, berat janin 875 gram dan panjangnya 36 cm.
  • Usia 28 minggu, berat janin bertambah sekitar 1 kg dan panjangnya 38 cm.

Namun demikian, tidak semua ibu hamil saat memasuki masa kehamilan dengan ukuran berat dan panjang janin yang persis sama. Karena hal tersebut memang normal dan wajar saja. Jika dilihat dari rincian di atas, pertambahan berat janin tidak konstan. Karena dalam perkembangannya, janin sudah mulai memiliki kemampuan yang berbeda-beda tiap minggunya.

Ketahui Perkembangan Kemampuan Janin 6 bulan Berat Normal

Saat memasuki usia 25 minggu, janin mulai memproduksi lemak yang nantinya akan membantu mempertahankan suhu tubuhnya setelah lahir. Adapun saraf penglihatannya juga sudah mulai terangsang ketika perut sang ibu diberi cahaya senter atau semacamnya.
Saat memasuki usia 26 minggu, saraf pada mata janin akan semakin aktif. Ia akan mencoba untuk membuka mata dan menunjukkan tanggapan saat disentuh atau ketika melihat cahaya.
Saat memasuki usia 27 minggu, bagian otak janin sudah mulai berfungsi secara aktif. Janin sudah mampu membuka dan menutup matanya. Bahkan pada usia ini, janin sudah mulai bermimpi maupun tidur dengan ritme tertentu.
Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu

Saat memasuki usia 28 minggu, janin semakin terbiasa berkedip dan mampu memutar kepalanya ketika melihat cahaya. Selain itu, janin sudah mulai memiliki bulu mata yang halus. Pada usia ini pula, sesekali ia mengalami cegukan yang terasa seperti sentakan kecil. Tapi hal ini memang normal adanya. Jadi, Bunda tidak usah khawatir, ya!

Nah, seiring dengan tumbuh kembang janin yang kian sempurna, Bunda juga harus memperhatikan asupan nutrisi seperti halnya memperbanyak makanan yang kaya protein serta sayur mayur. Hal ini bertujuan untuk menunjang pertumbuhan otak si janin. Jangan lupa juga untuk banyak istirahat menjelang masa kelahiran si calon bayi, ya Bun!

Setelah Bunda mengetahui info janin 6 bulan berat normal, semoga dalam usia kehamilan janin 6 bulan beberapa minggu Bunda bisa selalu jaga kesehatan ya! Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi untuk si janin 6 bulan 2 minggu agar si calon bayi selalu sehat menjelang persalinan.
read more →

Bagaimana Kondisi Janin Usia 6 Bulan Kehamilan?

Memasuki masa kehamilan yang mulai menua sebagaimana janin usia 6 bulan, bunda dan ayah pasti sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk calon buah hatinya nanti. Tapi dibalik kesibukan itu, bunda juga harus tetap memperhatikan kesehatan, asupan gizi, serta istirahat yang berkualitas bagi si jabang bayi. Karena saat janin 6 bulan, ia mulai bisa mengaktifkan panca inderanya dan organ-organ vital lain dalam tubuhnya.

Dalam arti kata lain, tumbuh kembang janin mulai bisa bunda dan ayah saksikan melalui USG. Walaupun sebenarnya bunda dan ayah bisa mulai melakukan hal ini saat masa kehamilan mulai berusia 4 bulan. Pada trimester kedua ini, bunda sering-seringlah cek kehamilan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan saat hendak melahirkan nantinya. Lalu, bagaimanakah kondisi janin usia 6 bulan kehamilan?

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Begini Tumbuh Kembang Janin Usia 6 Bulan

Mungkin, bagi bunda yang baru pertama kali mengalami masa kehamilan, beberapa hal yang terjadi selama masa-masa kehamilan adalah sesuatu yang mendebarkan. Utamanya menginjak usia kehamilan 6 bulan atau sekitar 24 minggu, dimana wajah janin mulai terbentuk serta organ vital dan panca inderanya mulai aktif. Alis dan bulu matanya pun mulai terlihat pada masa kehamilan ini. selain itu, leher janin juga mulai memanjang.

Beberapa tendangan kecil dari si janin 6 bulan mungkin juga sering bunda rasakan. Tak hanya itu, ternyata dalam usia kandungan ini janin kadang bisa mengalami cegukan kecil, bahkan tidur dan bermimpi. Janin juga mulai tumbuh dengan lebih cantik dengan membentuk lapisan lemak subkutan yang merupakan lemak bawah kulit. Kuku pada janin juga sudah mulai tumbuh.

Adapun untuk ukurannya, pada trimester kedua kehamilan ini biasanya janin memiliki berat sekitar 0,66 kilogram, panjang tubuh 10 inci, serta panjang tangan 0,8 inci. Nah, pertumbuhan panjang janin itu biasanya berguna untuk menambah berat badan. Karena biasanya, pada periode ini setiap harinya janin memperoleh tambahan berat sebanyak 0,02 pon per hari.

Pembentukan otak juga mulai terjadi pada usia kehamilan 24 minggu ini. Adapun bagian otak yang terbentuk ialah pada otak tengah dan serebelum sampai ke ujung. Ketika sudah memasuki fase akhir bulan keenam, otak yang terbentuk tersebut biasanya memiliki berat sekitar 0,2 kilogram. Di saat yang sama pula, janin mulai membentuk pernapasan yang konstan.

Lakukan Ini Ketika Masa Kehamilan Janin 6 Bulan

Ketika bunda sudah mengetahui bagaimana tumbuh kembang janin pada usia 6 bulan, bunda juga harus melakukan beberapa hal berikut untuk mempersiapkan kelahiran si buah hati.

Pemeriksaan Anggota Badan

Hal ini perlu untuk bunda lakukan guna mengetahui adanya kemungkinan pembengkakan anggota badan atau justru adanya varises. Selain itu, bunda juga jangan lupa untuk mengukur berat badan dan tekanan darah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Lakukan Tes Urine

Pemeriksaan satu ini berguna untuk mengetahui kandungan protein dan gula yang terdapat dalam tubuh bunda. Tetap jaga kesehatan dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat dan baik untuk janin, ya bun!

Dengarkan Detak Jantung Janin

Mungkin, hal ini cenderung bersifat opsional. Namun bunda bisa kok, melakukannya untuk mengetahui kesehatan si janin yang ada di dalam perut!
Nah, bagaimana? Bunda sudah punya gambaran, kan tentang bagaimana kondisi janin usia 6 bulan serta apa saja yang harus bunda lakukan saat masa kehamilan janin 6 bulan. Untuk lebih lengkapnya, bunda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan ataupun melakukan diskusi dengan para ibu lain yang lebih berpengalaman.
Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu

read more →

Ini Dia yang Terjadi Pada Kondisi Janin 4 Bulan Lebih

Bunda yang sedang mengandung, apalagi anak pertama biasanya merasakan was-was dalam mengiringi perkembangan janinnya dari minggu ke minggu atau bulan ke bulan. Tapi, Bunda juga harus tahu bagaimana perkembangan ataupun pergerakan janin pada setiap masanya. Misalnya perkembangan janin ketika mencapai usia kehamilan janin 4 bulan 2 minggu atau janin 4 bulan lebih.
Ini Dia yang Terjadi Pada Janin 4 Bulan Lebih

Apa yang terjadi pada usia kehamilan tersebut?

Mungkin, banyak Bunda baru yang kadang masih belum mengetahui apa-apa saja yang terjadi pada tumbuh kembang janin dalam kandungan Bunda sekalian. Seperti misalnya kapan janin mulai mengalami pergerakan, kapan panca inderanya mulai tumbuh dan berfungsi, dan lain sebagainya. Nah, ada baiknya Bunda mengetahui hal krusial itu sedini mungkin. Yuk, langsung simak penjelasan di bawah ini!

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Usia Kehamilan Janin 4 Bulan 2 Minggu (18 Minggu)

Pada usia kehamilan janin 4 bulan 2 minggu, biasanya Bunda sudah mulai merasakan pergerakan janin yang mulai sering. Jika pada bulan kedua atau ketiga sebelumnya Bunda pernah merasakan gerakan, mungkin itu adalah gerakan dari organ perut lainnya, seperti usus. Jadi, jangan terkecoh dengan pergerakan yang terjadi saat masa-masa kehamilan masih terlalu dini.
Pada bulan ke 4, biasanya wajah dari janin yang Bunda kandung akan bisa terlihat saat Bunda menjalani USG. Bahkan alat kelaminnya juga sudah mulai terbentuk. Sedangkan pertumbuhan janin pada usia 4 bulan, biasanya akan memiliki panjang 13 cm dan berat 140 gram. Selain itu, tempurung kepalanya juga akan mengeras. Saraf dan sistem kelenjar keringatnya pun mulai aktif pada masa kehamilan ini.

Usia Kehamilan Janin 4 Bulan Lebih

Sedangkan pada usia janin 4 bulan lebih, biasanya organ ginjalnya sudah mulai bisa memproduksi urine. Tak hanya itu, saraf-saraf pada otaknya untuk mendengar, melihat, mencium, merasa maupun menyentuh sudah mulai terbentuk. Rambut di kepalanya pun mulai tumbuh. Pada usia 20 minggu, bahkan tubuh janin mulai terbungkus lapisan lemak dan mulai banyak menelan. Sedangkan ukuran tubuhnya 26 cm dan bobotnya 300 gram.

Adakah Risiko Janin 4 Bulan Keguguran?

Ada beberapa faktor yang perlu Bunda ketahui sejak dini untuk mengetahui apakah janin 4 bulan keguguran itu bisa terjadi. Di antaranya bisa bund abaca sebagai berikut:

Abrupsio Plasenta

Salah satu kondisi yang mungkin bisa menyebabkan hal ini ialah masalah plasenta atau istilahnya abrupsio plasenta. Dimana, kondisi plasenta yang menempel pada dinding rahim yang memberi nutrisi pada janin lewat tali pusar, tiba-tiba mengintip sebelum waktunya melahirkan.

Trombofilia

Ada pula yang disebabkan oleh trombofilia, yakni pembentukan darah yang membeku karena disebabkan oleh kelainan genetika atau terjadi masalah pada sistem imun Bunda. Langkah yang harus Bunda ambil untuk mengatasi hal ini tidak boleh sembarangan, ya! Dalam kondisi hamil, Bunda bisa mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah untuk mengencerkan darah untuk mengobati masalah ini.

Infeksi Uterus

Ternyata, infeksi pada rahim atau uterus yang disebabkan oleh adanya bakteri dalam rahim juga bisa menjadi risiko keguguran janin, lho bun! Waspadai penyakit ini karena biasanya justru negara-negara berkembang gampang terkena daripada negara seperti Amerika Serikat.

Trauma Abdomen

Bunda yang pernah mengalami kecelakaan kendaraan, jatuh, atau terpukul pada bagian perut, sebaiknya segera periksakan kehamilan Bunda ke dokter, ya! Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah janin dan Bunda mengalami trauma abdomen yang justru bisa menjadi penyebab keguguran janin pada usia 4 bulan kehamilan.

Nah, sekarang Bunda sudah tahu kan, bagaimana yang terjadi pada tumbuh kembang janin 4 bulan 2 minggu dan atau janin 4 bulan lebih? Selain itu, ketahui juga risiko janin 4 bulan keguguran agar Bunda tidak mengalami hal yang sama. Karena buah hati itu adalah amanah terbaik dari Tuhan, makanya Bunda harus selalu berhati-hati dan menjaganya dengan baik. Semoga tulisan ini bermanfaat!
Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu

read more →

Mengenal Kondisi Perkembangan Janin Di usia Kandungan 4 Bulan Menurut Medis dan Islam

Pada dasarnya, pembahasan mengenai perkembangan janin bagi Bunda tentu sangat menarik. Apalagi jika pembahasan perkembangan tersebut dibahas dalam dua sudut pandang yaitu secara umum dan menurut islam. Dalam pembahasan kali ini, perkembangan yang akan dibahas yaitu saat usia kandungan 4 bulan. Langsung saja, berikut pembahasan jelasnya:

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan
“Bunda, bagaimana perkembangan janin di usia kandungan 4 bulan dari dua sudut pandang? Ketahui penjelasannya dari pembahasan berikut”
sumber: https://images.unsplash.com/photo-1541956799312-3f9df99e0006?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&auto=format&fit=crop&w=702&q=80

Perkembangan Umum Janin Usia 4 Bulan

Bisa dibilang, usia kandungan 4 bulan merupakan usia yang cukup aman bagi Bunda untuk melakukan banyak aktivitas. Karena pada tahap ini, bagian-bagian janin telah berkembang cukup kuat dan nyaris sempurna. Dalam hal fisik saja, perkembangan janin di usia kandungan 4 bulan ini telah banyak mengalami perubahan.

Mulai dari terbentuknya kepala janin serta mengerasnya tempurung kepala, terbentuknya jari jemari, kuku, dan sidik jari, terbentuknya dua lapisan kulit yaitu lapisan dermis, dan lapisan epidermis, berfungsinya indera pendengaran janin, serta perkembangan kemampuan janin lainnya.
Pada tahap ini pula, umumnya fisik Bunda juga mulai mengalami perubahan signifikan. Salah satu yang paling mencolok yaitu ukuran perut yang semakin membesar. Tidak hanya itu, janin yang mulai bergerak aktif juga akan memberikan sensasi pada perut Bunda. Baik itu berupa tendangan, pukulan, atau gerakan-gerakan sederhana janin lainnya.

Adapun mengenai perkembangan janin di usia kandungan 4 bulan ini, janin telah terbentuk seperti manusia. Hal ini memang benar, karena bukan hanya telah memiliki bagian fisik yang lengkap, organ janin bagian dalam, seperti paru-paru, syaraf otak, dan organ lain pun telah terbentuk. Hanya saja untuk organ, janin masih perlu penyempurnaan. Baik dalam hal bentuk, hingga fungsi dari organ itu sendiri.

Lantas janin 4 bulan bisa apa lagi? Selain telah mampu bergerak aktif, janin juga mampu melakukan gerakan lain seperti menghisap jempol tangannya, meregangkan tubuh, dan cegukan. Pada tiap janin, kemampuan gerak dan keaktifan janin memang akan berbeda. Jadi jangan heran, jika terkadang Bunda akan menemukan janin yang sangat aktif di usia 4 bulan, namun ada pula janin 4 bulan tidak bergerak.

Bagaimana Perkembangan Janin 4 Bulan Menurut Islam?

Soal janin dalam ajaran Islam tidak jauh berbeda dengan perkembangan janin menurut medis. Dalam Islam perkembangan janin dimulai dari nutfah (sperma), ‘alaqah (segumpal darah), mudlghah (segumpal daging), kemudian menjadi janin dengan bagian tubuh lengkap seperti manusia pada umumnya.

Nah, urutan perkembangan janin 4 bulan dalam Islam di atas terdapat pada hadits riwayat Imam Muslim. Dijelaskan bahwa janin mulai sempurna kira-kira selama 120 hari atau dalam hitungan bulan tepat pada usia kandungan 4 bulan. Pada tahap inilah, Allah kemudian mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin dan menuliskan pula empat hal yang akan terjadi pada janin. Yaitu, rizki janin, ajal, amal, dan yang terakhir apakah nantinya janin menjadi orang celaka atau bahagia.
Oleh karena itulah, pada tahap ini, para ulama’ mengajarkan kita untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Agar ruh yang ditiupkan pada janin baik, dan janin dapat tercipta secara sempurna. Dalam tradisi Jawa sendiri, hal ini sering disebut sebagai tradisi papatan. Yaitu tradisi yang dilakukan dalam rangka mengucapkan rasa syukur pada Allah SWT, sekaligus memanjatkan doa untuk janin yang dikandung.

Umumnya, tradisi ini akan dilakukan dengan cara memanggil tetangga dan kerabat untuk membantu berdoa. Orang jawa berpendapat, cara ini dilakukan karena tuan rumah merasa bahwa dirinya bukan orang yang memiliki kedekatan baik dengan Allah, sehingga butuh bantuan agar doa dan harapan bisa lebih didengar dan diijabah oleh Allah SWT.
Demikian pembahasan mengenai perkembangan janin di usia kandungan 4 bulan dari dua sudut pandang. Semoga bermanfaat.
Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu
read more →

Perkembangan dan Kondisi Janin 4 Bulan Seperti Apa? Simak Penjelasan Berikut!

Bagi Bunda, mengetahui perkembangan janin tiap bulannya tentu merupakan sesuatu yang penting. Apalagi jika kandungan tersebut telah menginjak usia-usia nyaman seperti 4 bulan. Memantau perkembangan janin tentu akan sangat menarik. Lalu sebenarnya pada usia 4 bulan tersebut, janin telah berkembang seperti apa? berikut penjelasan singkat mengenai perkembangan janin di usia kandungan 4 bulan tersebut:

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan
“Perkembangan kondisi janin di usia kandungan 4 bulan seperti apa, sih? Ketahui pembahasannya melalui penjelasan singkat berikut ini”
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/pregnant-woman-holding-ultrasound_23-2147793121.jpg

1. Berat dan Panjang Janin Bertambah

Dalam perkembangannya, beratnya janin 4 bulan telah bertambah. Lantas janin 4 bulan sebesar apa? Pada tahap ini, umumnya janin memiliki ukuran sebesar buah pisang. Lebih tepatnya, janin memiliki panjang 16,5 cm hingga 25 cm, dengan berat sekitar 290 gram.
Pada tahap ini pula, Bunda juga akan mulai merasakan pertumbuhan janin yang semakin besar, karena adanya tekanan pada perut dan kandung kemih. Itulah mengapa, biasanya pada usia ini, perut Bunda juga akan mulai terlihat.

2. Kepala Janin Telah Terlihat

Perkembangan kedua yang terjadi pada janin di usia kandungan 4 bulan yaitu kepala mulai membesar sehingga mengimbangi ukuran tubuh janin. Tidak hanya itu, yang membahagiakan, pada tahap ini Bunda sudah dapat melihat wajah janin yang telah berkembang menyerupai manusia. Hanya saja, di usia ini, beberapa bagian wajah janin belum terbentuk secara sempurna.
Namun untuk bagian kepala seperti tempurung janin, telah terbentuk dan tesusun rapi. Bahkan pada bagian kepala lain, seperti tulang rawan janin pun sudah mulai mengeras.

3. Jari Jemari Janin Mulai Berkembang

Di usia kandungan 4 bulan, janin juga mulai memiliki jari jemari, kuku, dan sidik jari telah muncul. Tidak hanya itu, bagian kelenjar keringat janin juga telah berkembang dan berfungsi di seluruh bagian tubuh. Yang menarik pada perkembangan dipoin ketiga ini yaitu janin sudah mulai belajar mengisap jempolnya. Cara ini umumnya dilakukan janin, untuk memberikan ketenangan pada dirinya di dalam kandungan.

4. Indera Pendengaran Mulai Berfungsi

Barangkali belum banyak yang tahu, jika ternyata indera pendengaran mulai berfungsi sejak janin masuk pada usia kandungan 4 bulan. Sedangkan saat masuk usia 5 bulan, fungsi indera pendengaran ditingkatkan kembali sehingga menjadi lebih sempurna.
Untuk itulah, pada tahap ini, Bunda sudah bisa memulai mendengarkan janin musik-musik lembut, atau mengajaknya berinteraksi untuk melatih indera pendengarannya. Dari apa yang janin dengar, umumnya dirinya akan merespon suara dengan melakukan gerakan-gerakan.

5. Tali Pusar Janin Telah Kuat

Tali pusar merupakan bagian penting dari janin. Umumnya di usia kandungan awal, tali pusar terbentuk tidak terlalu kuat. Nah, pada usia kandungan 4 bulan, barulah tali pusar janin berkembang dan mulai menguat. Itulah mengapa, usia 4 bulan dikatakan sebagai usia kandungan aman karena selain berfungsi sebagai penyalur makanan, tali pusar juga akan membantu menguatkan janin.

6. Kulit Janin Telah Berkembang Menjadi Dua Lapisan

Tidak hanya jari jemari, kuku, dan sidik jari, di usia kandungan 4 bulan, kulit janin juga telah berkembang dan membentuk dua lapisan. Pertama lapisan dermis yang merupakan lapisan kulit dalam. Dan kedua, lapisan epidermis yang merupakan lapisan kulit luar atau permukaan.
Pada perkembangannya, lapisan epidermis ini nantinya akan membentuk pola tertentu pada ujung telapak tangan, telapak kaki, dan juga ujung jari. Sedangkan seiring waktu, lapisan dermis sendiri akan berkembang dan mengandung syaraf, pembuluh-pembuluh darah kecil, serta menjadi tempat sejumlah lemak.
Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai perkembangan janin di usia kandungan 4 bulan. Semoga informasi di atas bisa memberikan sedikit pengetahuan bagi Bunda, dan semakin menyadarkan Bunda untuk selalu menjaga kesehatan dan asupan makanan bagi buah hati.

Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu
read more →

5 Fakta Menarik dari Aktifnya Kondisi Janin Usia 5 Bulan

Usia kandungan 5 bulan merupakan usia dimana janin telah mampu untuk bergerak aktif. Keaktifan tersebut umumnya sering dijadikan sebagai indikasi untuk menentukan kondisi janin di dalam kandungan. Baik dalam hal kesehatan, maupun perkembangan kemampuan janin. Nah yang menarik, dibalik keaktifan janin ini, ternyata tersimpan beberapa fakta yang sayang jika tidak diketahui, diantaranya:
“Apa usia kandungan Bunda memasuki usia 5 bulan dan janin telah mulai aktif bergerak? Jika iya, ketahui 5 fakta menarik mengenai keaktifan tersebut”
sumber:https://cdn.pixabay.com/photo/2017/09/30/21/32/pregnant-2803646_960_720.jpg
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Indikasi Kondisi Kesehatan dan Perkembangan Janin

Dalam perkembangannya, aktifnya gerakan janin dalam kandungan merupakan sesuatu yang penting. Mengingat gerakan itulah yang bisa menjadi salah satu indikasi kondisi kesehatan janin tanpa harus melakukan tes atau pemeriksaan medis. Adapun normalnya, tiap janin memiliki aktifitas keaktifan gerakan yang berbeda. Namun sebagai dasar, dunia medis sendiri telah menjelaskan mengenai keidealan gerakan janin tersebut. Yaitu rata-rata sekitar 15 hingga 29 gerakan per hari.

Adapun untuk pemantauan gerakan janin, Bunda bisa melakukannya dengan cara menghitungnya sendiri dalam waktu 12 jam. Apabila dalam jangka waktu tersebut, janin bergerak selama lebih dari 10 kali, maka secara klinis janin sehat. Namun jika sebaliknya, ada baiknya Bunda segera mengkonsultasikannya pada dokter untuk mengetahui kondisi janin secara pasti.

Janin Memiliki Ruang Gerak Sempit

Pada beberapa kasus, keaktifan gerakan janin juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa, dalam kandungan, janin memiliki ruang gerak sempit. Sebenarnya hal ini memang wajar. Apalagi jika usia kandungan Bunda, mulai mendekati proses persalinan.

Nah, jika merasa tergangu dengan keaktifan janin, Bunda bisa mencoba menenagkan janin dengan cara bergerak aktif, mengelus perut, atau dengan mengayunkannya perlahan. Gerakan Bunda ini, sedikit banyak akan membantu memberikan kenyamanan dalam perut, sehingga janin bisa tenang dan keaktifan gerakan berkurang. Atau untuk cara lainnya, Bunda juga bisa mengkonsumsi obat penenang golongan barbiturate. Hanya saja, untuk cara kedua ini, Ada baiknya Bunda melakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

Janin Kekurangan Asupan Makanan di Malam Hari

Keaktifan gerakan janin di malam hari tentu merupakan sesuatu yang lazim terjadi pada tiap ibu hamil. Karena faktanya, keaktifan janin tersebut memang merupakan respon janin saat asupan makanan yang masuk dalam tubuh Bunda berkurang. Sebab itulah, untuk menghindari hal ini, ada baiknya Bunda memenuhi asupan makanan tersebut.
Atau jika masih tetap aktif, bunda bisa mencoba menerapkan cara pada poin kedua yaitu dengan menggoyangkan atau mengayunkan perut secara perlahan. Dengan begitu, ayunan akan membuat janin merasa nyaman dan tenang.

Respon Janin Mengenai Perasaan Bunda

Stres merupakan salah satu kondisi yang wajib untuk dihindari Bunda pada saat hamil. Bagaimana tidak, meskipun terlihat sepele ketenangan perasaan Bunda akan mempengaruhi keaktifan gerakan janin juga. Dalam hal ini, keaktifan gerakan tersebut memang tidak membahayakan. Hanya saja, seringkali hal tersebut akan mengganggu aktivitas.

Oleh karena itu, dalam hal ini penting untuk menjaga kestabilan perasaan. Jika jenuh, Bunda bisa melakukan aktivitas menyenangkan, melakukan refreshing, atau dengan cara yang lebih sederhana yaitu mengungkapkan perasaan pada orang lain terutama pasangan Bunda.
Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu

Respon Janin Mengenai Keadaan Lingkungan

Janin 5 bulan bergerak aktif juga merupakan fakta bahwa janin tengah merespon keadaan lingkungan disekitarnya. Seperti yang diketahui, pada usia kandungan 5 bulan, alat indera janin seperti pendengaran, dan penglihatan telah berfungsi. Dalam hal ini, umumnya saat mendengar atau merasakan adanya cahaya, janin akan merespon dengan cara melakukan gerakan-gerakan.
Jika penasaran, Bunda bisa melakukan uji coba, dengan cara mendengarkan janin musik, mengajaknya bicara, atau untuk mengetahui indera penglihatannya, Bunda bisa menyorotkan cahaya pada perut.

Itulah 5 fakta menarik dari janin 5 bulan sering bergerak. Selain lima fakta di atas, sebenarnya terdapat fakta-fakta lain yang menyebabkan keaktifan tersebut. Namun yang perlu ditekankan, semua keaktifan janin tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Yaitu selama pola keaktifan janin teratur.
read more →

4 Kemampuan Janin yang Penting Diketahui Bunda Di usia Janin 5 Bulan

Bisa dibilang kandungan 5 bulan, merupakan usia yang nyaman sekaligus menarik bagi Bunda. Bagaimana tidak, selain moring sickness sudah mulai berhenti, pada tahap ini, janin juga akan mulai bergerak aktif serta memiliki kemampuan menarik. Lalu apa saja kemampuan janin yang penting diketahui di usia kandungan 5 bulan? Berikut penjelasannya:
“Tidak hanya berkembang dalam segi fisik, di usia kandungan 5 bulan, kemampuan janin juga akan bertambah. Apa saja? berikut penjelasannya”
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/mother-showing-picture-ultrasound_23-2148252684.jpg
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Janin Usia 5 Bulan Mulai Bisa Bergerak

Gerakan janin merupakan salah satu kemampuan yang akan dimiliki janin di usia 5 bulan. Pada tahap ini, umumnya Bunda akan merasakan gerakan halus janin, atau sesekali, gerakan akan terasa seperti pukulan, entakan dan tendangan. Di dunia medis, pergerakan janin sendiri merupakan hal yang wajar dan sering dijadikan sebagai parameter kesehatan janin dalam kandungan. Meskipun kenyatannya, seringkali janin tidak selalu bergerak aktif loh! berikut lebih jelasnya:

Janin Usia 5 Bulan Bergerak Aktif

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gerakan janin dapat menjadi salah satu parameter kesehatan janin dalam kandungan. Dalam hal ini, gerakan yang dimaksud yaitu meliputi keaktifan gerakan janin. Jika janin aktif, maka bisa dikatakan kondisi janin dalam kandungan sehat.
Namun dalam dunia medis, keaktifan inipun sebenarnya memiliki keidealan tersendiri. Seperti yang dijelaskan dokter ahli kandungan dan kehamilan dari RSIA Bunda, yaitu Taufik jamaan, idealnya setiap satu jam janin dalam perut akan bergerak 1 sampai 2 kali. Karena itu, jika keaktifan janin terasa lebih, maka Bunda harus waspada. Sebab dikhawatirkan keaktifan gerakan tersebut merupakan pemberontakan janin akibat kekurangan nutrisi, atau asupan oksigen.

Janin 5 Bulan Kurang Gerak

Keaktifan janin memang bisa menjadi tanda sehatnya kandungan. Namun bagaimana jika ternyata janin kurang gerak? Tidak perlu khawatir. Pada dasarnya keaktifan gerakan pada tiap janin akan memiliki pola yang berbeda. Seperti halnya manusia dewasa, janin juga memiliki waktu bersemangat dan juga waktu malas. Selain itu, alasan lain yang membuat janin kurang gerak yaitu janin merasa nyaman. Misalnya ketika Bunda melakukan gerakan atau aktivitas yang sangat banyak.
Jadi, selama aktivitas gerakan janin tidak menurun secara drastis, atau bahkan sama sekali tidak bergerak, kondisi janin tetap aman.

Alat Indera Janin Mulai Bisa Berfungsi

Tidak hanya mampu bergerak aktif, di usia 5 bulan, kemapuan indera janin juga telah berfungsi. Salah satunya yaitu kemampuan indera pendengaran. Dalam hal ini, kepekaan indera pendengaran janin dapat Bunda lihat dari respon janin ketika Anda melakukan interaksi dengan mereka. Misalnya, berupa tendangan, pukulan, atau gerakan-gerakan lainnya.

Adapun interaksi tersebut, dapat Bunda lakukan dengan membuka percakapan ringan dengan janin, atau dengan cara mendengarkannya musik lembut yang dapat membuat mood janin menjadi baik. Selain itu, indera lain yang mulai berfungsi yaitu indera pengecapan yang terbentuk pada lidah janin.

Janin Telah Memiliki Rangsangan Cahaya

Kemampuan lain yang juga dimiliki janin di usia kandungan 5 bulan yaitu janin mampu menerima rangsangan cahaya dari luar. Ini tentu menarik. Pembuktian rangsangan, dapat Bunda lakukan dengan cara menyorotkan cahaya pada perut. Nah, saat disorotkan, secara otomatis janin akan merespon dengan gerakan-gerakan. Untuk cara paling mudah, cahaya bisa Bunda dapat dari senter atau lainnya.

Janin Mampu Menghisap Jempol

Selain mengalami perkembangan dalam hal fisik, janin juga mengalami perkembangan organ vital bagian dalam seperti otak. Pada tahap ini, otak janin akan mengalami perkembangan yang sangat cepat. Dalam hal ini, kemampuan ini dapat dibuktikan dari respon janin yang mulai mampu menghisap jempol, sebagai cara untuk menenangkan diri.
Itulah 4 kemampuan yang akan dimiliki janin di usia kandungan 5 bulan. Perkembangan kemampuan yang sangat menarik dan membuat Bunda bahagia bukan?
Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu
read more →

Perubahan yang Akan Terjadi Di usia Kandungan 5 Bulan

Bagi ibu hamil, perkembangan dan perubahan janin tentu merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui. Apalagi jika kandungan telah menginjak usia 5 bulan. Pertanyaan seperti, sudah sebesar dan bisa apa janin tentu membuat Bunda penasaran, bukan? Nah membahas hal ini, sebenarnya akan ada 2 perubahan yang terjadi di usia kadungan 5 bulan loh! Apa saja? berikut penjelasan mengenai 2 perubahan tersebut:
“Perubahan apa sih yang akan terjadi di usia kandungan 5 bulan? Ketahui pembahasan mengenai perubahan tersebut melalui artikel berikut!”
Sumber;https://image.freepik.com/free-photo/top-view-pregnant-woman-holding-ultrasound-picture_23-2148252668.jpg
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Perubahan pada Bunda

Tidak hanya janin, di usia kandungan 5 bulan, ibu hamil atau bumil juga akan mengalami beberapa perubahan. Hal ini tentu wajar, karena perkembangan janin memang akan membuat perubahan, salah satunya yaitu bertambahnya berat badan. Tidak heran, jika umumnya pada tahap ini Bunda akan merasa menjadi sering lapar.

Dalam hal lain, usia kandungan 5 bulan juga akan menimbulkan perubahan lain, seperti stretch mark pada paha, perut, serta payudara, mengalami pembengkakan kaki, payudara menjadi terasa penuh, dan dalam beberapa kasus, Bunda juga akan mengalami masalah cairan vagina yang bertambah. Namun tidak perlu khawatir. Selama cairan vagina yang keluar bersifat normal, maka hal itu masih bisa dikatakan aman.

Perubahan pada Janin

Tentu sudah bukan rahasia lagi jika seiring waktu, janin akan mengalami perubahan. Baik dalam hal berat, hingga perubahan dalam hal fisik dan kebisaan janin. Nah, di usia 5 bulan setidaknya janin akan mengalami perubahan-perubahan menarik yang penting untuk Bunda diketahui. Janin 5 bulan sebesar apa? Simak perubahannya berikut ini:

Panjang dan Berat Janin Bertambah

Memasuki usia 5 bulan, janin akan mengalami perubahan berat dan juga ukuran, yaitu memiliki berat sekitar 340 hingga 360 gram, dengan panjang kira-kira 21 hingga 22 cm. Meskipun memiliki ukuran yang sangat kecil, tetapi pada tahap ini bentuk janin telah menyerupai bayi siap lahir. Hal itu karena, bisa dibilang organ janin nyaris terbentuk sempurna. Baik itu bentuk bibir, mata, kelopak, alis mata, hingga matangnya organ pankreas janin.

Jenis Kelamin Janin Terlihat

Perubahan menarik kedua yang akan terjadi pada janin di usia kandungan 5 bulan yaitu Bunda dapat melihat jenis kelamin dari janin. Pada tahap ini, organ vital janin, baik perempuan atau laki-laki telah terbentuk dan akan terus mengalami perkembangan hingga janin siap lahir. Adapun dalam hal ini, untuk melihat jenis kelamin bayi, Bunda dapat melakukan USG kandungan.

Pendengaran Janin Telah Berfungsi Sempurna

Lantas, janin 5 bulan bisa apa? Pada kandungan 5 bulan, pendengaran janin makin berfungsi sempurna. Bukan hanya dapat mendengar detak jantung saja. Lebih dari itu, janin juga telah mampu mendengarkan suara-suara dari luar. Mulai dari suara TV, musik, suara hewan, dan suara percakapan Bunda.

Itulah mengapa, usia 5 bulan menjadi tahap paling tepat bagi Bunda untuk memberikan rangsangan suara pada janin. Baik dengan cara mendengarkan suara-suara atau lagu klasik, hingga melakukan percakapan langsung antara Bunda dan janin.

Sidik Jari Makin Terbentuk Sempurna

Seperti yang diketahui, pada usia 4 bulan sidik jari janin akan mulai terbentuk. Nah, pada tahap 5 bulan ini, perkembangan pembentukan sidik jari tersebut dilanjutkan menjadi lebih sempurna. Tidak hanya itu, pada tahap inipun, janin juga mengalami perkembangan otak yang sangat cepat. Sehingga penting bagi Bunda untuk senantiasa menjaga asupan makanan agar kebutuhan janin selalu terpenuhi.
Itulah 2 perubahan yang akan terjadi saat kandungan berusia 5 bulan. Nah setelah membacanya, Apa Bunda baru sadar jika ternyata perubahan saat hamil tidak hanya terjadi pada janin tapi juga pada Bunda juga? Oleh karena itulah, selain menjaga janin, penting juga bagi Bunda untuk selalu menjaga kesehatannya. Semoga bermanfaat. Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu
read more →

Janin Berusia 6 Bulan Terlalu Aktif Bergerak atau Bahkan Tidak Bergerak? Ternyata Ini Penyebabnya

Usia kehamilan enam bulan menjadi masa kehamilan penuh kejutan bagi Bunda. Saat ini, janin usia 6 bulan 1 minggu akan mulai dapat mengedipkan mata. Bahkan di minggu-minggu pertama usia enam bulan kehamilan ini mulai dibentuk sistem pencernaan sampai dengan jantung janin.

Perkembangan janin tersebut terus berlangsung hingga minggu-minggu selanjutnya. Pada bulan keenam itulah janin juga mulai banyak melakukan pergerakan. Namun, seringkali Bunda mungkin dibuat bingung dengan janin usia 6 bulan aktif bergerak atau malah justru jarang bergerak. Ada beberapa alasan yang mendasari kondisi tersebut berikut beberapa di antaranya.
 Ada banyak hal yang mendasari janin usia 6 bulan aktif bergerak maupun justru jarang bergerak. Beberapa hal tersebut akan dibahas lebih lanjut di sini.
Sumber:https://image.freepik.com/free-photo/smiley-kid-hugging-her-pregnant-mother_23-2148252626.jpg
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Kenapa Janin Usia 6 Bulan Terlalu Aktif Bergerak?

Pergerakan janin di usia kandungan enam bulan menjadi hal yang wajar. Akan tetapi bagaimana jika ternyata janin di dalam kandungan justru bergerak terlalu banyak? Mungkin ini akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para ibu. Sebenarnya ada alasan yang mendasari hal ini, seperti berikut.

Janin Merasa Ruang Geraknya Mulai Sempit

Seiring berjalannya waktu tentu ukuran janin akan semakin membesar. Inilah yang kemudian menyebabkan ruang gerak janin menjadi semakin terbatas di dalam rahim. Biasanya untuk mengatasi hal ini maka janin akan terus bergerak. Tujuannya adalah mencari tempat yang dirasa paling nyaman di dalam rahim ibu.
Hal ini utamanya berlangsung ketika mendekati masa-masa persalinan. Ibu sebenarnya tidak perlu khawatir dengan kondisi ini, pasalnya hal ini menjadi suatu yang normal ditemui pada janin yang semakin bertambah ukurannya. Namun, jika khawatir lebih baik konsultasikan lebih lanjut dengan dokter ahli.

Kurangnya Asupan Makanan

Biasanya gerakan aktif janin terjadi pada malam hari. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan karena pada malam hari asupan makanan yang ada berkurang. Inilah yang kemudian membuat janin menjadi bergerak dengan lebih aktif.
Untuk mengatasi hal ini ibu dapat mengatasi dengan sedikit menggoyang-goyangkan perut dalam keadaan berdiri. Ini akan turut membantu janin diam kembali nantinya. Pasalnya ayunan tersebut akan menimbulkan rasa yang nyaman seperti dalam gendongan.

Kegelisahan Janin

Adanya gerak aktif pada janin juga dapat berasal dari kegelisahan janin. Hal ini dapat dipicu oleh ibu yang gelisah atau adanya kondisi yang membuat janin menjadi bingung. Untuk penyebab yang tidak diketahui ini sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk memperoleh hasil analisa lanjutan.

Daftar Penyebab Janin Usia 6 Bulan Jarang Bergerak

Selain janin yang terlalu aktif bergerak, janin usia 6 bulan jarang bergerak juga menimbulkan rasa khawatir tersendiri. Apa saja alasan janin berkurang geraknya bahkan berhenti bergerak? Inilah beberapa di antaranya.

Janin Sedang Tidur

Salah satu penyebab janin tidak bergerak adalah karena ia sedang tidur. Sejak dalam kandungan janin sebenarnya sudah memiliki jam tidur. Umumnya jam tidur janin berlangsung kurang lebih selama29 sampai 40 menit. Kalau pun lebih dari itu maksimal mencapai 90 menit. Selama masa tidur berlangsung janin biasanya tidak bergerak.

Adanya Ketuban Pecah Dini

Janin yang tidak bergerak juga dapat diakibatkan permasalahan serius seperti ketuban pecah dini. Kehadiran ketuban inilah yang sebenarnya dapat menjadi salah satu penyebab janin dapat bergerak bebas. Apabila ketuban mengalami pecah hal ini tentu membuat pergerakan janin menjadi terhambat dan dapat menimbulkan masalah serius jika dibiarkan.

Hipoksia

Pernah mendengar kondisi hipoksia? Kondisi ini terjadi ketika janin mengalami kekurangan oksigen yang disebabkan oleh tali pusar yang tidak sengaja tertekuk maupun terlilit. Hipoksia secara lebih lanjut dapat menyebabkan efek jangka panjang untuk janin. Umumnya janin yang mengalami hipoksia akan mengurangi gerakan atau berhenti bergerak untuk menghemat energi yang dimilikinya.
Ternyata ada banyak penyebab dari janin usia 6 bulan aktif bergerak ataupun jarang bergerak. Jika mengalami beberapa hal di atas tak ada salahnya Bunda langsung menuju dokter ahli terpercaya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Baca Juga Artikel : Perkembangan Janin 13 Minggu
read more →