-->
Showing posts with label Bayi. Show all posts

Memahami Tanda Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat

Dapat mengikuti tahap tumbuh kembang si kecil tentu saja menjadi harapan setiap orang tua. Bunda juga pasti berharap si kecil tumbuh dengan sehat dan pintar. Umumnya bayi laki-laki usia 3 bulan memiliki bobot sekitar 5,1-7,9 kilo dengan panjang sekitar 57,6-65,3 cm. Sementara untuk bayi perempuan memiliki bobot 4,6-7,4 kilo dengan panjang 55,8-63,8 cm. Perkembangan bayi 3 bulan yang sehat lain juga tampak pada perkembangan motoriknya.

Lalu apa saja sih tanda-tanda lain yang bisa menjadi indikator dikatakannya bayi usia 3 bulan mengalami tubuh kembang yang sehat?

Tanda-Tanda Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sehat


1. Mengangkat Kepala
Hal pertama yang bisa Bunda perhatikan dari tumbuh kembang bayi 3 bulan yaitu Ia mulai bisa mengangkat kepalanya dan mampu menopangnya dengan kedua lengannya. Dalam posisi duduk, si kecil juga mulai bisa menegakkan kepalanya dengan lurus. Tidak hanya itu, saat diletakkan berbaring, si kecil mulai bisa mengangkat-angkat kepalanya meski hanya sebentar.

2. Lengan, Kaki dan Tangannya Terkoordinasi dengan Baik
Perkembangan bayi 3 bulan setengah yang bisa Bunda perhatikan yaitu gerak-geriknya saat menggerakkan dan melambaikan tangan serta mencoba menendang-nendangkan kakinya. Pada usia ini juga, si kecil mulai bisa menggenggam dan membuka jari-jarinya. Tidak jarang juga Ia akan memasukkan mainan atau benda ke dalam mulutnya.

Jika Bunda memasang mainan di atas kepalanya, Ia akan mencoba untuk meraih dan memukul-mukulnya dengan kepalan tangannya. Dapat dikatakan pencapain si kecil dalam mengkoordinasikan lengan, kaki dan tangannya merupakan pencapaian yang penting di usia 3 bulan.

3. Menjulurkan Lidah
Pada usia ini si kecil akan sering menjulurkan lidahnya dan memainkan air liurnya sendiri dengan membuat gelembung-gelembung kecil. Bunda tidak perlu khawatir jika si kecil jadi mudah ngeces, karena itu sesuatu yang normal.

4. Mulai Jarang Menangis dan Sering Berceloteh
Tanda perkembangan yang sehat lainnya yaitu Ia mulai jarang menangis dan lebih banyak tersenyum. Selain itu si kecil akan sering berceloteh meski tidak begitu jelas, tetapi hal itu merupakan perkembangan yang baik di usia 3 bulan.

6. Pola Tidur Stabil
Saat si kecil masuk usia 3 bulan, ayah dan Bunda akan merasa sedikit lega, karena di usia ini bayi lebih jarang terbangun saat malam hari. Pola tidurnya juga semakin stabil dan lama. Hal itu lantaran sistem saraf bayi semakin sempurna dan lambungnya mampu menerima banyak susu.

7. Mengenali Orang Tuanya
Tanda lain yang tampak dari perkembangan bayi 3 bulan lebih yaitu Ia mulai bisa mengenali wajah orang tuanya. Pada usia 3 bulan, lobus pariental mulai mengkoordinasi mata dan tangan serta mengenali objek. Sementara lobus temporal mulai mengenali bau, mendengar suara dan aktif-responsif.

Kapan Bunda Harus Khawatir dengan Perkembangan Si Kecil?
Meski setiap tumbuh kembang bayi berbeda-beda, Bunda juga tetap harus waspada jika pada usia 3 bulan, Ia belum bisa melakukan hal berikut :


  • Kesulitan menggerakkan satu atau dua mata ke semua arah
  • Tidak berceloteh atau menirukan suara yang dibuat oleh Bunda
  • Tidak bisa menopang kepalanya dengan baik


Untuk mengetahui apakah bayi Bunda mengalami tumbuh kembang yang sehat dan normal di usia 3 bulan. Bunda bisa memperhatikan tanda-tanda berikut ini!



  • Tidak merespon suara
  • Tidak dapat mengenali tangannya sediri
  • Sering memperlihatkan mata juling
  • Tidak meraih, menyentuh, memegang maupun menggenggam benda yang ada di sekitar jangkauannya.


Nah, itulah tanda perkembangan bayi 3 bulan yang sehat dan juga kapan Bunda harus khawatir terhadap perkembangannya. Semoga si kecil tumbuh sehat dan pintar ya bun!
read more →

Bunda Punya Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan, Ikuti Langkah Ini

Maksimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Mengetahui perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan juga patut untuk dilakukan ya, Bun!  Jadi Bunda bisa memberikan perhatian lebih sekaligus mengetahui permasalahan yang dialami bayi Bunda dan Bunda juga bisa lebih mengoptimalkan tumbuh kembang bayi Bunda.
Maksimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Oleh Orang Tua

Saat bayi mulai memasuki usia 3 bulan bahkan lebih, Ia akan mulai mengalami perkembangan fisik, sensorik, motorik dan emosional. Tak ayal jika bayi Bunda akan mulai bisa membedakan wajah Bunda dan ayah. Penglihatannya yang mulai sempurna, membuatnya lebih sering menggerak-gerakkan tangan, mencoba meraih dan menggenggam benda-benda di sekitarnya.

Perkembangan bayi 3 bulan lebih bisa dikatakan sebagai masa keemasan bagi si kecil untuk mengembangkan intelektualnya. Karena diusianya ini gerakan tangan dan penglihatan si kecil mulai terkoordinasi dengan baik, sehingga Ia akan mulai belajar hubungan sebab – akibat.

5 hal yang harus diperhatikan oleh orang tua saat usia bayi Bunda memasuki 3 bulan:
  1. Ketika penglihatannya mulai berkembang, maka akan berkembang pula kemampuan sosialisasinya
  2. Tangisan bayi akan mulai berkurang dan berganti celotehan-celotehan “aaa”, “ooo” sebagai salah satu cara melatih komunikasinya
  3. Bayi akan mulai mudah bosan dan rewel saat digendong dalam posisi tidur karena pandangannya terbatas. Jadi sebaiknya gendong bayi dengan posisi duduk dengan punggung menempel dada Bunda, sehingga Ia bebas mengamati sekitarnya.
  4. Reflek bayi Bunda juga akan mulai menghilang dan berganti gerakan-gerakan yang didorong rasa ingin tahunya terhadap sesuatu
  5. Bayi akan mulai menunjukkan perasaan seperti gembira, marah, sedih, takut. Sehingga Bunda harus mengenali emosinya agar bisa melatih tingkah lakunya sesuai perasaannya.

Mengoptimalkan Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan

Salah satu perilaku yang menonjol dari perkembangan bayi usia 3 bulan lebih yaitu seringnya mencoba menggerak-gerakkan tangan untuk meraih sesuatu lalu memasukkannya ke dalam mulut. Ia juga akan mulai mengoceh untuk memulai komunikasi. Dan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, Bunda bisa mempraktikkan tips berikut ini:

  • Memberikan Mainan

Di usianya ini Ia akan mulai tertarik dengan benda – benda di sekitarnya. Untuk itu, Bunda bisa menyediakan mainan untuk melatih kemampuannya tersebut. Bunda bisa memberikan mainan dengan warna cerah, bisa berbunyi dan juga tidak berbahaya. Karena di usianya ini, Ia juga akan lebih sering memasukkan benda – benda ke dalam mulutnya.

  • Membantu Bersosialisasi

Menginjak usia 3 bulan lebih, bayi Bunda akan mulai mengajak komunikasi dengan mengeluarkan suara-suara tidak begitu jelas. Ia juga akan mudah tersenyum pada orang lain, tertawa bahkan mengajak bermain. Pada kondisi ini peran Bunda sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman, sehingga menumbuhkan rasa percaya pada si kecil. Hal tersebut akan membantunya juga untuk berkomunikasi dengan orang lain.

  • Membacakan Buku Cerita

Bayi usia 3 bulan sudah memiliki ingatan yang baik. Jadi semakin sering Bunda mengajaknya berkomunikasi akan membuat perkembangan IQ dan perbendaharaan kosakatanya meningkat. Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan bayi yang jarang dibacakan cerita atau diajak komunikasi oleh orang tuanya.
Untuk membuat bayi lebih tertarik, Bunda bisa membeli buku cerita bergambar dengan warna-warna yang cerah.

  • Membantunya Menirukan Sesuatu

Perkembangan bayi saat menirukan sesuatu lebih cepat pada usia ini. Namun jika Bunda belum melihat perkembangan tersebut pada si kecil, Bunda bisa mengkonsultasikannya pada dokter. Semoga tipsnya bermanfaat!

read more →

Ini Dia Kondisi Perkembangan Bayi 7 Bulan yang Harus Bunda Perhatikan

Ini Dia Perkembangan Bayi 7 Bulan yang Harus Bunda Perhatikan


Mengetahui perkembangan bayi 7 bulan secara umum juga Bunda perlukan. Pasalnya, pengetahuan ini bisa dijadikan pembanding terhadap perkembangan bayi Bunda. Meskipun setiap bayi memiliki perkembangan sendiri-sendiri, namun secara umum perkembangan tersebut tidak jauh berbeda. Berikut ini ulasannya.
Ini Dia Perkembangan Bayi 7 Bulan yang Harus Bunda Perhatikan
Add caption
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Berat dan Panjang Badan Bayi


Berat badan bayi di awal-awal usianya sering bertambah dengan pesat. Namun pertambahan ini akan semakin sedikit pada usia 7 bulan ke atas. Lalu berapa berat badan bayi normal ketika berusia 7 bulan? Jawabannya adalah:
  • 6,5 hingga 10 kg untuk laki-laki.
  • 6 hingga 9,5 kg untuk perempuan.

Bagaimana dengan panjang badannya? Panjang badan bayi laki-laki dan perempuan pada usia ini adalah:


  • Sekitar 65 hingga 73 cm untuk bayi laki-laki
  • Sekitar 63 hingga 71,5 cm untuk bayi perempuan

Pertumbuhan Gigi

Di usia ini, gigi bayi sudah mulai tumbuh. Pada bayi yang pertumbuhannya cepat, bisa dua atau tiga gigi yang terlihat menjumbul pada gusinya. Inilah yang menyebabkan bayi gemar memasukkan tangan dan segala benda ke dalam mulut. Mengapa? Karena pertumbuhan gigi bayi menciptakan rasa gatal pada gusi. Rasa gatal ini lantas direspon bayi dengan memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut.

Bunda pernah melihat bayi mengeluarkan liur? Jika itu terjadi pada bayi Bunda, maka Bunda tidak perlu khawatir. Wajar, bayi di usia ini mengeluarkan liur. Sebab air liur ini menjadi tanda gigi bayi sedang tumbuh. Bunda hanya perlu terus memberikan rangsangan. Salah satunya dengan memberikan teether. Bunda juga bisa memberikan buah-buahan yang bersifat dingin untuk meredakan rasa gatal jika itu diperlukan.

Perkembangan Motorik Bayi

Perkembangan bayi 7 bulan sudah bisa apa? Umumnya, bayi sudah mulai bisa merangkak pada usia ini. Tetapi banyak pula bayi yang masih bergerak maju dan mundur. Kadang-kadang gerakannya itu dilakukan dengan tengkurap. Kadang-kadang dilakukan dengan duduk, merunduk, dan bergeser sedikit demi sedikit. Yang perlu digarisbawahi, perkembangan bayi 7 bulan tidak sama antar masing-masing bayi.

Bayi usia 7 bulan juga sudah pandai berpindah tempat. Karena itu, sebaiknya Bunda lebih ekstra menjaganya. Sebab, ditakutkan bayi berpindah ke tempat yang membahayakan dirinya sendiri. Meski demikian, bukan pilihan bijak jika Bunda menguncinya di dalam ruangan atau bahkan di dalam kamar. Mengapa? Karena hal itu akan menghambat bayi mendapat rangsangan untuk perkembangan kognitifnya.

Pastikan juga, Bunda meletakkan benda-benda yang tidak aman bagi bayi di tempat seharusnya. Sebab, pada usia ini bayi sering memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Rasa ingin tahunya juga besar.

Permainan untuk Bayi Usia 7 Bulan

Perkembangan bayi 7 bulan bisa apa dalam soal permainan? Permainan paling mudah yang bisa dilakukan dengan bayi berusia 7 bulan adalah bermain cilukba. Bermain cilukba akan menimbulkan kebahagiaan sendiri bagi bayi. Permainan ini juga mudah dilakukan. Bunda hanya perlu menutup wajah Bunda dengan tangan atau selembar kain, lalu membukanya perlahan.
Menariknya, permainan ini mampu menciptakan kedekatan antara Bunda dan bayi Bunda. Seraya bermain, Bunda masih bisa mengajari kosa kata baru bagi Anak. Tentu ini menjadi momen yang sangat bermanfaat bagi kemampuan bayi dan hubungan bayi dengan Bunda.
Kemampuan Komunikasi Bayi

Kata ‘jangan’ yang Bunda ucapkan sudah bisa dipahami oleh bayi dalam usia ini. Meski bayi belum bisa berbicara, bayi bisa berkomunikasi dengan Bunda dengan ekspresi yang muncul pada wajahnya. Komunikasi itu juga dapat Bunda pelajari dari bagaimana dia tertawa, menangis, serta mengeluarkan celotehnya yang khas.
Demikian ulasan perkembangan bayi 7 bulan. Semoga bermanfaat bagi Bunda.

read more →

Tahapan Kondisi Perkembangan Bayi 2 Bulan ke Atas

Tahapan Perkembangan Bayi 2 Bulan ke Atas

Mengikuti perkembangan bayi 2 bulan keatas menjadi moment penting. Itu sebabnya, tidak sedikit di antara Bunda yang mengabadikan momen-momen pertumbuhan bayinya dari waktu ke waktu. Bersama itu, mengetahui tahapan perkembangan bayi pada umumnya pun sama pentingnya. Dan berikut ini ulasannya.

Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Perkembangan Bayi 0 hingga 3 Bulan

Hal yang paling bisa dilakukan oleh bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan adalah tersenyum. Sekalipun tidak ada orang yang bercanda dengannya. Bayi juga sudah bisa menanggapi respon dengan baik, termasuk respon sentuhan.

Pada usia 2 hingga 3 bulan, rata-rata bayi sudah mulai mengangkat kepala ketika Bunda memposisikan tengkurap. Bayi juga sudah bisa memalingkan wajah ke arah benda bergerak yang menarik perhatiannya. Gerakan seperti menggenggam, memasukkan jari ke mulut, juga sudah bisa dilakukan.

Tambahan, sejak lahir hingga usia tiga bulan, bayi akan aktif menendang. Semakin bertambah usianya, semakin kuat pula tendangan kakinya. Bayi juga refleks mengangkat kakinya ketika Anda tengah mengganti popok. Hal ini bahkan sudah bisa Bunda rasakan saat bayi masih berumur beberapa minggu.

Perkembangan Bayi 4 hingga 6 Bulan

Masuk usia 4 bulan, umumnya bayi sudah mulai senang menjangkau apapun yang menarik perhatiannya. Bayi bisa berguling atau bahkan tengkurap untuk menjangkau benda. Dia juga senang bermain dengan orang asing sekalipun. Kontak mata mungkin juga dilakukan oleh bayi. Lalu tertawa dan mengoceh satu atau dua patah kata.

Perkembangan bayi 2 bulan keatas memang hal yang paling banyak memberikan kejutan. Usia 4 bulan utamanya, bayi sudah mulai tumbuh gigi. Bayi juga mulai belajar duduk. Usia 5 atau 6 bulan, bayi sudah mampu diposisikan duduk. Namun perhatikan benar kondisi bayi. Artinya, beberapa bayi belum bisa melakukan hal ini pada usia 5 bulan. Lagi-lagi karena setiap bayi memiliki perkembangan berbeda.

Perkembangan Bayi 7 Hingga 9 Bulan

Usia tujuh bulan, umumnya bayi sudah mulai merangkak. Memang, ada bayi yang sudah bisa merangkak dengan kedua kakinya. Tapi kadang, bayi masih merangkak menggunakan perut. Orang Jawa sering menyebut ini dengan nggasrut.

Menariknya, beberapa bayi tidak merangkak menggunakan kaki. Dari merangkak menggunakan perut, bayi langsung belajar berdiri dan berjalan. Hal ini sering terlaku pada beberapa kejadian. Ketika bayi merangkak menggunakan perut, tentu saja tumpuan kekuatannya berada pada dua tangannya. Sedang begitu, dua kakinya menjejak untuk membantu tangan mendorong tubuh.
Usia 8 atau 9 bulan, bayi sudah pandai memindah makanan dari tangan kanan ke kiri, atau sebaliknya. Bayi juga pandai melemparkan mainan jika dia tidak suka atau bosan. Di usia ini, bayi akan menjelajah seisi rumah. Dan untuk itu, Bunda harus berhati-hati menjaganya.

Perkembangan Bayi 10 Hingga 12 Bulan

Masuk usia 10 bulan, bayi mulai mengucapkan kosa kata yang mudah. Kosa kata mudah itu seperti pengucapan mama dan lain sebagainya. Bayi juga berusaha menirukan bagaimana Bunda mengucapkan kata-kata. Bunda bisa mengajarkan kata apapaun untuk memperkaya kosa kata bagi kecapakapan berbahasanya kelak.

Yang menarik, bayi sudah pandai memegang benda-benda yang kecil sekalipun pada usia 10 bulan. Dia juga sudah pandai berdiri meski masih menggunakan bantuan kursi atau meja. Bukan hanya itu, yang lucu lagi adalah, bayi akan menunjukkan ekspresi tidak suka jika dia diberi makanan yang tidak enak menurutnya.

Demikian, semoga ulasan tentang perkembangan bayi 2 bulan keatas bisa bermanfaat bagi Bunda.



read more →

Mewaspadai Kondisi Perkembangan Bayi 2 Bulan

Mewaspadai Kondisi Perkembangan Bayi 2 Bulan

Mengurus bayi memang tidak mudah. Karena itu, sebaiknya Bunda memiliki pengetahuan yang banyak. Utamanya tentang perkembangan bayi mulai usia satu bulan, perkembangan bayi 2 bulan, bahkan hingga usia balita. Apa pentingnya? Jika Bunda tahu, setidaknya Bunda dapat melakukan langkah sedini mungkin saat bayi Bunda menunjukkan tanda yang tidak diinginkan.
Mewaspadai Kondisi Perkembangan Bayi 2 Bulan
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/holding-hands_1112-1531.jpg
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Berat dan Panjang Badan Bayi

Usia dua bulan, panjang dan berat badan bayi dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Rata-rata, perkembangan bayi 2 bulan 1 minggu, memiliki bobot sekitar 4,4-7 kg untuk laki-laki dengan panjang 54-62 cm. Sedang untuk perempuan, berat badan idealnya sekitar 4-6,5 kg dengan panjang 53-60 cm.

Di Indonesia, setiap bayi mendapat buku khusus untuk memantau perkembangannya. Bunda akan tahu apakah berat badan bayi masuk over atau bahkan kurus. Demikian juga dengan panjang bayi, apakah masuk pendek atau sebagainya. Buku tersebut bisa menjadi panduan. Bunda bahkan bisa mengeceknya secara mandiri di rumah.

Yang perlu Bunda ketahui adalah, umumnya berat badan bayi akan turun ketika pilek atau sakit tertentu. Bunda tidak perlu cemas. Lakukan penanganan khusus hingga sakit bayi mereda. Bila sudah demikian, berat badan bayi akan kembali normal, sejauh kebutuhan ASI-nya terpenuhi dengan baik.
perkembangan gambar bayi 2 bulan
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/mother-with-her-newborn-son_1303-14191.jpg

Siklus Tidur Bayi

Perkembangan jam tidur bayi 2 bulan lebih sekitar 14 hingga 16 jam. Siklusnya pun berubah-ubah tanpa mengenal siang dan malam. Jika jam tidurnya kurang dari itu, sebaiknya Bunda mulai mencari tahu. Pastikan terlebih dahulu kebutuhan ASI-nya terpenuhi dengan baik. Pastikan juga suasana rumah nyaman untuk bayi. Jika keduanya sudah aman, tetapi bayi masih susah untuk tidur, bisa jadi bayi tengah deman atau pilek.

Apakah perlu memperhatikan banyak jam tidur pada perkembangan bayi 2 bulan lebih? Mungkin Bunda tidak perlu menghitungnya dengan jeli. Sebab, jika bayi kurang tidur, biasanya bayi menjadi rewel. Lakukan hal-hal yang mampu meredakan penyebab bayi kurang tidur dan perbanyak minum ASI.

Pola Makan Bayi

Umumnya bayi dengan usia 2 bulan akan merasa lapar setiap 2 hingga 4 jam sekali. Perhatikan saja. Jika Bayi menangis, bisa jadi itu tanda bayi tengah lapar. Semakin bertambah usia bayi, semakin banyak pula konsumsi ASI yang dibutuhkan si bayi. Karena itu, Bunda harus berjuang sebaik mungkin agar jumlah ASI-nya cukup. Tentu saja, dengan porsi makan yang lebih banyak dibandingkan ibu yang tidak menyusui.

Siklus Buang Air Besar Bayi

Umumnya, bayi berusia 2 bulan satu atau dua kali buang air besar setiap hari. Namun, ada juga bayi yang hingga dua tiga hari tidak buang air besar. Fesesnya pun tidak padat, tetapi cair. Hal ini wajar, sebab bayi hanya mengkonsumsi ASI.

Bagaimana dengan warna fesesnya? Warna feses pada bayi umumnya kuning cerah. Berbeda dengan warna hijau. Warna hijau pada feses bayi mengindikasikan bayi kekurangan lemak. Artinya, bayi hanya mengkonsumsi ASI cair. ASI cair adalah ASI yang keluar pertama kali saat bayi menghisapnya. Inilah mengapa, pastikan bayi minum asi cukup lama agar bayi mendapat asupan lemak yang cukup.

Prilaku Bayi Umur 2 Bulan

Pada usia ini, bayi mulai mengenal wajah orang-orang di sekelilingnya. Mungkin penglihatannya masih belum sempurna, tapi bayi sudah bisa memperhatikan objek yang bergerak. Selain itu, motoriknya juga sudah lebih baik lagi. Jika Bunda memposisikan bayi dalam keadaan tengkurap, bayi juga sudah bisa mengangkat kepalanya.
Bunda tidak perlu terlalu khawatir pada perkembangan bayi Bunda. Jika teman seusianya sudah bisa melakukan sesuatu, tetapi bayi Bunda belum, latih bayi dengan sabar. Mengapa, karena perkembangan setiap bayi berbeda. Demikian ulasan tentang perkembangan bayi 2 bulan. Semoga bermanfaat.





read more →

Perkembangan Fisik, Motorik, Sensorik, dan Emosional Bayi 5 Bulan

Perkembangan Fisik, Motorik, Sensorik, dan Emosional Bayi 5 Bulan

Memasuki bulan kelima kelahiran bayi pasti membuat Bunda merasa senang karena bayi sudah mampu melewati 4 bulan dari kelahirannya. Masa perkembangan bayi 5 bulan ini menjadi hal yang menarik karena Bunda akan memperoleh banyak kejutan dari si kecil. Berikut ini merupakan perkembangan bayi 5 bulan yang akan Bunda lalui bersama si kecil.
Perkembangan bayi 5 bulan akan membuat Bunda terkejut dengan kejutan yang si kecil berikan. Inilah perkembangan bayi 5 bulan yang sehat.
sumber:https://cdn.pixabay.com/photo/2014/07/11/22/05/baby-390555_960_720.jpg

Perkembangan Fisik Bayi 5 Bulan

Pertambahan berat badan bayi usia 5 bulan akan mengalami kenaikan dua kali lipat dari berat badan lahirnya. Pertambahan berat badan bayi ini tergantung dari asupan nutrisi yang bayi terdiri melalui konsumsi ASI. Meskipun bayi sudah cukup besar, disarankan untuk tidak memberikan MPASI sebelum usia bayi genap 180 hari atau 6 bulan.

Lengan dan kaki bayi juga sudah mulai kuat. Hal ini akan membantu bayi menendang maupun memukul benda yang ada di dekatnya. Selain itu, kepala bayi sudah cukup kuat dan tidak perlu ditopang saat menggendongnya. Bunda sudah bisa melatih bayi berenang untuk memperkuat otot bayi dan meningkatkan rasa percaya diri bayi.

Perkembangan otot bayi juga berkembang lebih pesat dibanding bulan sebelumnya. Jika sebelumnya bayi lebih sering menggenggam tangannya. Di usia 5 bulan, bayi sudah mampu membuka dan menutup jarinya. Bahkan bayi sudah memiliki kekuatan untuk mempertahankan benda yang dipegangnya.
Perkembangan Fisik, Motorik, Sensorik, dan Emosional  Bayi  5 Bulan
sumber:https://cdn.pixabay.com/photo/2013/02/21/19/10/mother-84628_960_720.jpg
Baca Juga Artikel : Perkembangan bayi 8 bulan

Perkembangan Motorik Bayi 5 Bulan

Perkembangan motorik bayi 5 bulan menjadi perkembangan bayi yang sering ditunggu-tunggu oleh orang tua. Koordinasi otot-otot bayi sudah berkembang dengan baik, sehingga bayi akan lebih sering mengeskplorasi sekelilingnya. Bunda juga harus mewaspadai setiap gerakan bayi karena bayi menjadi lebih aktif untuk berguling maupun mengangkat kedua lengannya. Di usia 5 bulan ini ada baiknya Bunda tidak meninggalkan sendirian bayi di atas ranjang tempat tidur untuk menghindari bayi jatuh terguling.

Kemampuan menggenggam bayi juga semakin berkembang baik. Bayi juga lebih suka menghisap jari-jarinya seperti memiliki keinginan untuk makan. Bunda tidak perlu khawatir karena bayi mengalami fase oral dan jangan terburu-buru untuk memulai memberikan MPASI pada bayi Bunda.

Perkembangan Sensorik Bayi 5 Bulan

Perkembangan sensorik bayi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bunda akan terkejut ketika melihat si kecil mulai berceloteh sendiri bahkan tertawa terbahak-bahak ketika melihat sesuatu yang menurutnya lucu. Selain itu, bayi juga mulai suka mendengarkan bunyi-bunyi yang menarik dan menirukan bunyi yang ia dengarkan. Bunda bisa rutin mengajak si kecil mengucapkan kata-kata sederhana untuk melatih kemampuan komunikasi bayi.

Perkembangan indera perasa bayi juga sudah mulai berkembang. Bayi akan mengalami fase oral yang ditandai dengan jari yang dimasukkan ke dalam mulut. Mulut bayi juga terkadang bergerak mengecap atau menguyah makanan. Anda bisa memberikan teether yang juga berfungsi untuk merangsang keluarnya gigi susu pada bayi.

Perkembangan Emosional Bayi 5 Bulan

Bayi 5 bulan yang sehat akan terlihat dari kondisi emosionalnya. Di usia 5 bulan, bayi akan memperlihatkan mimik wajahnya yang sering berubah sesuai dengan kondisi emosionalnya. Frekuensi menangis bayi juga mulai menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi. Hanya saja bayi akan menangis dan terlihat tidak tenang ketika ditinggal sendiri oleh orang tua atau pengasuh.
Selain itu, bayi juga sudah mulai senang berkomunikasi dengan orang terdekatnya. Bahkan bayi sudah mengetahui wajah dari orang-orang yang ada di dekatnya.

Dengan mengetahui perkembangan bayi dan menstimulasinya sesuai dengan usia bayi akan membuat bayi sehat dan terhindar dari keterlambatan perkembangan. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Bunda dalam menjalani peran sebagai ibu.
read more →

Bunda, Ketahui Cara & Penyebab Bayi Terlambat Tengkurap

Menjelang usia 6 bulan menjadi usia persiapan untuk memulai MPASI. Selain bayi mempersiapkan diri untuk belajar duduk, ada beberapa kemajuan dari perkembangan bayi 5 bulan yang perlu Bunda ketahui. Meskipun begitu, ada beberapa keterlambatan perkembangan bayi 5 bulan yang membuat bayi belum bisa tengkurap. Agar keterlambatan perkembangan bayi dapat teratasi, diperlukan stimulasi perkembangan bayi 5 bulan.
Penyebab Bayi 5 Bulan Tidak Bisa Tengkurap
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/small-baby-lies-bed_8353-5187.jpg

Perkembangan Bayi 5 Bulan ke 6 Bulan

Di usia 5 bulan ke 6 bulan, bayi sudah mampu berguling dari posisi terlentang ke posisi tengkurap ataupun sebaliknya. Selain itu, bayi sudah mulai tertarik untuk meraih benda-benda di sekitarnya dan mampu memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. beberapa bayi juga sudah mulai mampu duduk sendiri tanpa ditopang, meskipun hanya beberapa detik saja.
Kemampuan berbicara bayi juga mengalami banyak perkembangan. Bayi sudah mampu mengucapkan beberapa patah kata, seperti,” ba”, “pa”, atau “ma”. Selain itu, bayi juga sudah mampu diajak bercanda dan akan tertawa jika ada hal yang dianggap lucu.

Penyebab Bayi 5 Bulan Tidak Bisa Tengkurap

Hanya saja perkembangan bayi 5 bulan tidak sepenuhnya berjalan lancar. Ada beberapa bayi yang mengalami keterlambatan perkembangan karena beberapa hal. Salah satunya adalah bayi belum mampu tengkurap di usia 5 bulan. Untuk mengatasinya, Bunda perlu mengetahui penyebab bayi belum bisa tengkurap di usia 5 bulan.

Bayi Kurang Stimulasi

Salah satu penyebab bayi tidak bisa tengkurap adalah bayi kurang distimulasi. Penyebab ini lebih sering dikarenakan bayi lebih sering digendong ataupun bayi terlalu sering berada dalam stroller. Hal ini dikarenakan ruang gerak bayi terbatasi, sehingga bayi kurang bisa mengeksplor gerakan bayi ke kanan ataupun ke kiri.

Perkembangan Motorik Bayi Terlambat

Bayi sudah mampu tengkurap di usia 3 bulan. Hanya saja tidak semua bayi mengalami perkembangan yang seharusnya. Ada kalanya bayi mengalami keterlambatan perkembangan motorik karena otot-otot motorik bayi kurang terlatih ataupun adanya keterlambatan perkembangan motorik bayi.

Perkembangan Kognitif Bayi terlambat

Perkembangan kognitif berbanding lurus dengan perkembangan motorik bayi. Bayi yang mengalami keterlambatan kognitif, seperti tidak merespon jika diajak berkomunikasi. Hal ini akan berakibat pada kurang tanggapnya bayi terhadap stimulasi yang Bunda berikan.

Cara Mengatasi Bayi Terlambat Tengkurap

Untuk mengatasi keterlambatan perkembangan bayi 5 bulan yang belum bisa tengkurap, Bunda bisa melakukan beberapa stimulasi yang akan melatih bayi belajar tengkurap. Nah, berikut ini stimulasi latihan tengkurap yang bisa Bunda lakukan:

Lakukan Tummy Time Secara Rutin

Dengan tummy time secara rutin akan melatih bayi untuk menopang badannya dalam posisi tengkurap. Bunda bisa melakukannya selama 5 menit dan bisa dilakukan secara berulang. Lakukan tummy time dalam keadaan bayi sedang bersantai dan tidak mengantuk. Selain itu, posisikan ke posisi terlentang jika bayi sudah mulai menangis.

Berganti Posisi dalam Menyusui

Dengan tummy time secara rutin akan melatih bayi untuk menopang badannya dalam posisi tengkurap. Bunda bisa melakukannya selama 5 menit dan bisa dilakukan secara berulang. Lakukan tummy time dalam keadaan bayi sedang bersantai dan tidak mengantuk. Selain itu, posisikan ke posisi terlentang jika bayi sudah mulai menangis.
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/naked-newborn-boy-lies-soft-blanket-before-bright-window_8353-7558.jpg
Menyusui merupakan proses memberikan nutrisi terbaik kepada bayi. Dalam posisi menyusui pun Bunda tetap bisa melatih bayi belajar tengkurap. Caranya adalah dengan menyusui berganti posisi untuk melatih keseimbangan tubuh bayi.

Menggunakan Mainan yang Menarik Bayi

Untuk melatih bayi tengkurap, Bunda bisa meletakkan mainan yang menarik agar bayi mampu berguling dengan sendirinya. Bunda juga bisa sambil berkomunikasi dengan bayi agar bayi mampu merespon apa yang Bunda latihkan kepada si kecil.

Nah, itulah perkembangan bayi 5 bulan ke 6 bulan yang bisa Bunda pantau. Meskipun beberapa bayi akan mengalami keterlambatan tengkurap, Bunda tetap bisa menstimulasi keterlambatan perkembangan untuk mengejar perkembangan bayi di bulan berikutnya.

read more →

Perkembangan Bayi 8 Bulan yang Baik

Perkembangan bayi 8 bulan menjadi salah satu momen luar biasa untuk bayi. Mom juga pasti ikut menunggu kejutan apa yang diperlihatkan oleh bayi. Mom sering membandingkan perkembangan si bayi dengan bayi 8 bulan lainnya. Untungnya, telah banyak penelitian yang mampu menjelaskan perkembangan ideal bayi berusia 8 bulan ini.
Perkembangan bayi 8 bulan menjadi salah satu momen luar biasa untuk bayi. Mom juga pasti ikut menunggu kejutan apa yang diperlihatkan oleh bayi.
source:https://image.freepik.com/free-photo/mother-son-looking-window_8353-7762.jpg


Apa saja yang bisa dilakukan Bayi 8 Bulan ?


Lalu, apa saja yang bisa dilakukan oleh bayi berusia 8 bulan? Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Bayi Mulai Merangkak dan Belajar Berdiri Sendiri

Bayi 8 bulan mulai merangkak diawali dengan merayap. Merayap merupakan kondisi bayi 8 bulan mendorong tubuhnya dengan kedua tangan atau lutut. Kemudian menggunakan salah satu kaki mendorong tubuh dengan posisi tangan berlawanan tubuh sebagai tumpuan menarik. Bayi mulai merangkak berarti bayi mulai belajar memperkuat otot-otot tubuh terutama kaki.

Pada proses berdiri sendiri bayi akan melatih otot-otot kaki termasuk jari-jari kaki. Bahkan otot tangan juga semakin dilatih untuk mengangkat tubuhnya berdiri. Sebaiknya, Mom tidak memberikan baby walker pada masa ini agar otot kaki lebih siap untuk berjalan.

Bayi Aktif Mengeksplorasi

Pada usia 8 bulan, bayi aktif mengekplorasi. Mulai dari mainan yang diberikan hingga benda-benda yang ada dalam jangkauannya. Dengan begitu, bayi akan belajar untuk mengenal fungsi dari benda.  Mom bisa mulai memperbanyak mengenalkan nama-nama benda.

Perkembangan bayi 8 bulan juga bisa dilihat dari kesenangannya menjatuhkan benda. Kemudian melihat Mom mengambilkan benda tersebut untuknya berulang kali. Pada periode perkembangan ini, Mom juga bisa mengenalkan organ-organ tubuh seperti hidung, mata, teping dan lainnya. Pengenalan yang dilakukan ini akan semakin merangsang bayi untuk meniru suara dan mulai belajar berbicara.
Selain itu, Mom bisa mulai memanggil nama si bayi. Bayi akan belajar merespon ketika namanya dipanggil. Bahkan mulai merespon gerakan yang Mom lakukan terhadapnya.

Bayi Mulai Mengerti Perasaan Takut

Pada proses pengenalan, bayi sangat mungkin mulai merasa takut. Misalnya, suara bel rumah atau suara dering telepon. Bayi bisa saja tiba-tiba menangis atau menjerit. Mom dapat menenangkan bayi dengan memeluknya. Kemudian mengenalkan suara tersebut. Pada usia ini, bayi sudah mempunyai pendengaran yang sensitif. Sehingga bayi mulai mengenal suatu benda dari bunyi yang dikeluarkannya.
Untuk mendapatkan perkembangan ideal dari bayi berusia 8 tahun, Mom bisa melakukan beberapa stimulasi. Stimulasi ini diharapkan semakin mengoptimalkan kinerja perkembangan motoriknya. Misalnya, berjalan sambil berpegangan atau bermain mainan di dalam air. Namun, jika bayi Mom lahir dalam kondisi premature maka perkembangannya kemungkinan lebih lambat dari bayi lainnya. Hal tersebut wajar terjadi.

Itulah ulasan terkait perkembangan bayi 8 bulan yang ideal. Jika si bayi belum menunjukkan perkembangan di atas maka Mom tidak perlu langsung khawatir. Mom masih bisa melakukan rangsangan konvensional dengan menggerakkan kedua kaki dan tangannya. Mom juga bisa menunjukkan cara merangkak dengan mencontohnya langsung. Bahkan Mom juga bisa menunjukkan cara berdiri dan berjalan dengan suasana hangat dan menyenangkan.
read more →