Janin 13 Minggu tidak Berkembang? Ini Tanda yang Harus Bunda Waspadai

  • Posted by Gilang Biantara
  • at 9:28 PM -
  • 0 comments

Janin 13 Minggu tidak Berkembang? Ini Tanda yang Harus Bunda Waspadai

Dalam kondisi normal, janin akan terus mengalami perkembangan selama masa kehamilan. Namun, pada beberapa kasus, ada juga kondisi janin tidak berkembang seperti pada umumnya. Kondisi semacam ini harus segera diatasi. Sebab, resiko keguguran akan sangat besar jika dibiarkan. Untuk itu Bunda perlu mengetahui tanda-tandanya berikut ini.

Janin 13 Minggu tidak Berkembang



Istilah Janin tidak Berkembang

Banyak orang yang mempersepsikan janin tidak berkembang adalah janin yang sama sekali tidak tumbuh. Padahal, persepsi semacam itu bukan persepsi yang benar. Janin tidak berkembang adalah istilah untuk janin yang perkembangannya tidak sesuai dengan rata-rata pertumbuhan janin di usianya.

Sebagai contoh, janin berusia 13 minggu, namun ukuran dan perkembangannya sama dengan janin yang masih berusia 10 minggu. Dalam kondisi seperti itu, disebutlah janin 13 minggu tidak berkembang. Dilihat dari pertumbuhannya, sebenarnya janin tersebut mengalami perubahan, tetapi perubahannya lambat atau bahkan sangat lambat.

Tanda-Tanda Janin tidak Berkembang

USG merupakan cara akurat untuk melihat masalah perkembangan janin. Namun begitu, umumnya Bunda juga akan mengalami satu gejala yang bisa menjadi indikasi janin tidak berkembang. Untuk itu, jika Bunda mengalami gejala yang akan disebutkan di bawah ini, ada baiknya Bunda memeriksakan kesehatan kandungan Bunda kepada dokter. Berikut tanda-tanda janin tidak berkembang yang bisa menjadi indikasi awal:

Kram ketika Hamil

Rasa kram ini tidak jauh berbeda dengan kram yang Bunda rasakan saat tengah menstruasi. Kram ini terjadi karena uterus berkonstraksi. Akibatnya, janin menjadi tertekan. Jika hal ini terus berlangsung, akan sangat mungkin janin mengalami keguguran.

Meski demikian, Bunda harus tahu, kram pada orang hamil bisa saja disebabkan oleh faktor lain. Misalnya, janin mengalami perkembangan, sehingga Bunda merasakan kram. Namun, yang bisa menjadi catatan adalah, kram yang disebabkan oleh perkembangan janin berbeda dengan kram yang menjadi indikasi bayi tidak berkembang.

Berhenti Mengalami Morning Sickness

Bagi hampir seluruh perempuan, morning sickness memang menjadi masalah. Meski begitu, kehadiran morning sickness justru memiliki efek positif bagi perkembangan janin. Salah satunya adalah menyebabkan janin lebih cerdas.

Morning sickness sendiri berkaitan dengan meningkatnya hormon HCG pada ibu hamil. Turunnya hormon ini adalah bagian dari tanda yang patut Bunda waspadai. Pasalnya, ketika jumlah hormon ini menurun, hal ini menjadi tanda perkembangan pada janin Bunda tengah berhenti.

Payudara Tidak Sensitif

Umumnya, perempuan yang tengah hamil akan merasakan payudaranya berubah kencang. Kadang bahkan disertai nyeri. Perubahan ini disebabkan karena adanya hormon yang berubah dalam tubuh Bunda. Itu sebabnya, jika dua hal ini tidak terjadi pada Bunda, akan lebih baik jika Bunda mulai waspada. Sebab, hal itu bisa menjadi tanda janin dalam tubuh Bunda tidak berkembang.

Tanda Lain Janin tidak Berkembang

Selain tanda yang sudah disebutkan di atas, ada tanda yang lebih konkrit untuk memastikan janin tidak berkembang. Beberapa tandanya adalah:

Detak jantung janin lemah atau bahkan terhenti. Janin 16 minggu sudah memiliki detak jantung yang kencang. Sebab, jantung janin sudah mulai berdetak sejak usia janin belum genap satu bulan.

Janin tidak bergerak. Mungkin Anda bertanya, janin 13 minggu apa sudah bergerak? Jawabannya sudah. Namun hal itu sangat langka. Artinya, usia 13 minggu adalah usia awal janin mulai bergerak. Meski demikian, kebanyakan janin mulai bergerak pada usia 16 minggu atau bahkan 25 minggu.

Pertumbuhan janin tidak normal. Salah satu penyebabnya adalah gangguan pada plasenta janin. Sebab, plasenta inilah yang menjadi jalur utama makanan janin.

Tiga tanda-tanda di atas akan sangat sulit untuk diperiksa secara mandiri oleh Bunda. Itu sebabnya, untuk memastikan janin berkembang atau tidak, Bunda harus memeriksakannya pada dokter atau bahkan melakukan USG.

Author

Bidan Putsel

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.

0 comments: