Janin 2 Bulan Keguguran, Apakah Perlu Dikuret?

  • Posted by Gilang Biantara
  • at 11:32 AM -
  • 0 comments

Janin 2 Bulan Keguguran, Apakah Perlu Dikuret?

Mungkin Bunda sering bertanya, apakah janin 2 bulan keguguran harus dikuret? Menjawabnya tentu tidak boleh sembarangan. Sebab ada prosedur tertentu sebelum seseorang dikuret setelah janinnya keguguran. Yuk, baca informasi lengkapnya di bawah ini.
Sistem otak janin juga sudah semakin rumit. Saraf-sarafnya terus mengalami penyempurnaan. Inilah mengapa, saat usia seperti ini Bunda harus memperhatikan asupan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh Bunda.
sumber:https://image.freepik.com/free-photo/many-kind-medical-equipment-manage-surgeon-start-operations-operating-room_1301-7803.jpg

Beberapa Hal yang Terjadi pada Janin 2 Bulan

Ada banyak proses yang dialami janin ketika usianya sudah masuk 2 bulan. Memang, perut Bunda mungkin belum terlihat besar, tetapi, bukan artinya bayi di dalam kandungan Bunda tidak mengalami perkembangan berarti.

Janin 2 bulan sudah mengalami penyempurnaan sistem pernapasan. Organ-organ sistem pencernaan pun demikian, sudah berkembang dan mulai bekerja. Itu sebabnya, pada usia itu, sirkulasi darah sudah berjalan pada tubuh janin. Sebab, jantung yang dimilikinya sudah mulai aktif dan terbentuk dengan sempurna. Ini mengapa, saat Bunda melakukan pemeriksaan, detak jantung janin bisa didengar.

Sistem otak janin juga sudah semakin rumit. Saraf-sarafnya terus mengalami penyempurnaan. Inilah mengapa, saat usia seperti ini Bunda harus memperhatikan asupan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh Bunda.

Ukuran serta Bentuk Janin

Bunda juga pernah bertanya, janin 2 bulan sebesar apa? Umumnya, janin berusia 2 bulan memiliki panjang 1,6 cm atau boleh kalau disamakan dengan ukuran biji kacang tanah. Meski ukurannya masih sangat kecil, tulang bakal bayi itu sudah tumbuh. Jari tangan dan kakinya bahkan sudah mulai terbentuk meski belum sempurna benar.

Wajahnya sudah memiliki hidung. Kelopak matanya sudah mulai tampak. Daun telinganya terus menyempurna. Tungkainya juga mulai terlihat. Namun jenis kelaminnya, belum sempurna. Oleh sebab itu, dokter belum bisa menjawab pertanyaan Bunda tentang jenis kelamin kandungan Bunda.

Keharusan Melakukan Kuret setelah Keguguran

Kuret dan tidak dikuret saat seseorang mengalami keguguran, sangat tergantung pada kondisi rahim. Tindakan kuret dilakukan jika plasenta masih tertinggal di dalam rahim Bunda. Untuk memastikan ini, biasanya dokter melakukan USG serta pemeriksaan fisik secara akurat. Ini mengapa, kuret tidak serta merta dilakukan pada perempuan yang mengalami keguguran.
Jika janin sudah luruh, dan plasenta sama sekali tidak ada yang tertinggal di dalam rahim, tindakan kuret tidak akan dilakukan. Dalam dunia kesehatan, keguguran semacam ini sering disebut dengan abortus komplit.

Tindakan kuret paling umum dilakukan saat keguguran terjadi pada kandungan yang sudah berumur lebih dari 10 minggu. Sebab, pada usia ini, plasenta janin sudah menempel kuat pada dinding rahim. Ini yang lantas menyebabkan, plasenta sukar untuk luruh bersama janin. Dan untuk itu, kuret menjadi salah satu cara agar rahim Bunda kembali bersih.

Meski demikian, kadang-kadang dokter menyarankan untuk menunggu pasca keguguran sebelum melakukan tindakan kuret. Mengapa? Karena secara alamiah plasenta akan luruh dan keluar dari rahim satu atau dua minggu pasca keguguran. Jika setelah masa itu selesai tetapi plasenta belum luruh, biasanya dokter memberikan obat yang diperlukan.

Jika obat sudah diberikan dan rahim belum bersih, maka tindakan terakhirnya adalah kuret. Namun, yang menjadi catatan adalah, kemungkinan untuk kuret setelah keguguran hanya terjadi pada 50% perempuan saja. Kemungkinan kuret tersebut semakin kecil seiring lebih mudahnya usia janin. Sebaliknya, jika usia janin sudah banyak, kemungkinan diharuskan kuret akan semakin besar.
Bagaimana jika kuret tidak dilakukan? Bunda memiliki risiko besar terkena infeksi. Selain itu, bisa pula Bunda mengalami pendarahan terus menerus. Paling fatal resiko tidak dilakukan kuret adalah pengangkatan rahim jika infeksi yang terjadi sangat parah.

Demikian ulasan ini. Semoga Bunda selalu diberikan yang terbaik, termasuk dalam hal momongan.

Author

Bidan Putsel

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.

0 comments: