Hal yang Harus Diperhatikan Saat Usia Janin 7 Bulan

  • Posted by Gilang Biantara
  • at 3:28 AM -
  • 0 comments

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Usia Janin 7 Bulan

Usia janin 7 bulan merupakan usia awal trimester terakhir kehamilan. Pada masa ini, janin sudah mempersiapkan diri untuk keluar melalui proses persalinan. Bersama itu, umumnya ada hal-hal yang harus Bunda perhatikan agar bayi tetap sehat hingga saat persalinan tiba.

Ukuran Janin dan Perkembangannya

Memasuki trimester terakhir ini, secara umum ukuran janin sudah mencapai 1 kg dengan panjang sekitar 38,6 cm. Bunda juga akan merasakan janin 7 bulan gerak terus di dalam perut Bunda. Pergerakan tersebut menjadi tanda bahwa kandungan Bunda sehat dan tidak terjadi masalah berarti.
Di dalam perut, janin mulai belajar membuka dan menutup mata. Mata bayi juga sudah mulai fokus pada satu objek tertentu. Karena itu, disarankan bagi Bunda untuk memberi stimulasi pada janin dengan cahaya. Cahaya akan memberi rangsangan pada kemampuannya melihat.

Susah Bernapas Seiring Tumbuhnya Janin

Kadang-kadang, Bunda sering susah bernapas seiring kandungan yang terus membesar. Biasanya, hal ini dikarenakan rahim Bunda yang menekan serta meningkatnya berat janin. Meski begitu, umumnya gejala seperti ini akan menghilang saat posisi kepala janin sudah menghadap ke bawah.
Jika misalnya, sesak napas itu terus berlanjut, Bunda bisa mengkonsultasikan itu kepada dokter atau bidan. Tentu hal itu lebih baik. Tidak hanya bagi Bunda, tetapi juga bagi janin yang ada dalam kandungan Bunda.

Posisi Janin 7 Bulan

Janin 7 bulan berapa minggu posisi kepala sudah berada di bawah? Jawabnya adalah pada minggu ke-32. Saat itu, posisi kepala janin sudah berada di bawah dan siap untuk keluar. Seiring bertambah hari, kulitnya juga akan semakin mulus. Paru-parunya sudah berkembang dengan pesat, namun janin belum bernapas.

Janin 7 Bulan Membutuhkan Banyak Nutrisi

Titik puncak kebutuhan nutrisi janin berada pada trimester ketiga dari kehamilan. Itu artinya, memasuki usia kehamilan 7 bulan, Bunda harus memperbanyak konsumsi makanan. Pastikan konsumsi makanan Bunda banyak mengandung vitamin, zat besi, dan asam folat. Konsumsi juga makanan yang mengandung banyak protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk perkembangan janin.

Waspadai Konstraksi Palsu

Konstraksi hanya terjadi ketika bayi dalam kandungan Bunda akan keluar. Jika belum, maka bukan disebut konstraksi. Yang menarik, kadang-kadang Bunda bisa mengalami rasa sakit seperti akan melahirkan. Konstraksi inilah yang disebut dengan konstraksi palsu.

Konstraksi palsu terjadi saat dinding rahim mengencang sekitar setengah hingga 2 menit. Namun konstaksi semacam ini tidak berulang, berbeda dengan konstraksi asli yang berulang dan terus menerus terjadi hingga bayi dalam kandungan Bunda keluar.

Beberapa hal berikut bisa Bunda lakukan untuk mengurangi rasa sakit karena konstraksi palsu:

  • Mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan berjalan. Atau dari berdiri ke duduk.
  • Mandi dengan air hangat atau berendam di dalamnya. Mewaspadai Serangan Wasir pada Ibu Hamil
  • Mengkonsumsi air. Sebab, konstraksi palsu ini kadang dipicu oleh dehidrasi ibu hamil.
Serangan wasir sangat mungkin terjadi pada ibu hamil saat usia kandungannya masuk pada trimester terakhir. Penyebabnya adalah susah BAB atau Bunda terlalu banyak berdiri. Untuk ini, berkonsultasi adalah pilihan yang baik. Atau lakukan beberapa hal yang bisa memperlancar BAB Bunda.

Bagikan Hal Membahagiakan

Membagikan hal yang membahagiakan akan membuat Bunda lebih rileks menghadapi persalinan. Bunda bisa membagikan kebahagiaan itu lewat cerita dan merasakan bersama saat janin di dalam kandungan Bunda bergerak atau menendang. Membagikan hal ini dengan pasangan akan membuat Bunda merasa rileks dan lebih matang secara psikologis saat menghadapi persalinan.

Setelah membaca ulasan di atas, apa yang kini Bunda pikirkan? Semoga Bunda selalu diberi kesehatan. Tambahan pula, semoga janin yang Bunda kandung terus sehat seperti yang Bunda harapkan.

Author

Bidan Putsel

Bidan Puput Sela Soraya, berbagi tulisan untuk membantu bunda dan si kecil.

0 comments: